
Setelah beberapa saat menunggu di depan ruang oprasi, akhirnya pintu ruang oprasi terbuka. Semua anggota keluarga segera berdiri ingin menanyakan keadaan Delia dan bayinya.
Terlihat beberapa perawat keluar dengan mendorong brankar seorang bayi kemudian disusul Delia.
“bagaimana dok keadaan istri saya?”
“syukurlah oprasinya berjalan dengan lancar. Tadi detak jantung ibu Delia sempat terhenti saat bayinya sudah berhasil dikeluarkan. Dan atas izin Tuhan, jantung Ibu Delia kembali berdetak meskipun sangat lemah. Saat ini pasien akan saya pindahkan ke ruangan ICU dan bayinya akan saya inkubasi dulu”
“terima kasih dokter”
Radit dan semua keluarga akhirnya merasa lega setelah mendengar penuturan dokter. Setidaknya Delia dan bayinya selamat. Kemudian mereka kembali duduk, dan Gio meminta ijin untuk pulang terlebih dahulu. Sedangkan Radit menghampiri kedua mertuanya yang sedang duduk. Radit duduk bersimpuh di depan mertuanya.
“ayah, ibu maafkan Radit. hukumlah Radit ayah, Ibu. Delia anak kesayangan kalian harus menderita seperti ini karena ulah Radit. hukuman apapun akan Radit terima asal jangan sampai memisahkan kami berdua” Radit terisak di depan mertuanya.
Sedangkan mama dan papa Radit menyaksikan putranya bersimpuh di depan besannya menjadi tidak tega. Mereka ikut merasakan kesedihan yang dialami oleh Radit meskipun belum tahu pasti apa yang terjadi.
“sudahlah, nak Radit jangan menyalahkan diri sendiri. Semua ini sudah takdir dari Tuhan” Ibu Delia menenangkan Radit.
“tapi Delia tidak akan seperti ini kalau tidak karena Radit bu”
Akhirnya Radit menceritakan kejadian yang sebenarnya di hadapan kedua orang tua dan mertuanya. Radit menceritakan dari awal dirinya menjalin kerja sama dengan Vera. Dimana Vera yang mulai menggodanya dan dia juga berusaha menghindarinya.
Namun setelah peristiwa malam itu saat tanpa sengaja dirinya menolong Vera, dengan keadaan Vera yang lemah, wanita itu memanfaatkan kesempatan untuk menyentuh dirinya. Ibu Delia sangat terkejut. Kemudian Radit melanjutkan ceritanya bahwa tidak ada sesuatu yang terjadi.
Meskipun saat itu Vera berhasil mencium dirinya.
Hingga keesokan harinya Radit memang sengaja tidak ingin menceritakan pada istrinya. Dia berusaha menyelesaikan masalahnya sendiri dengan memutuskan hubungan kerja sama dengan perusahaan Vera. Radit khawatir akan keadaan Delia jika ia menceritakan kejadian malam itu. Namun semuanya terlambat, Delia menyaksikan semuanya saat Vera berada di ruangannya. Hingga dia shock dan tiba-tiba pingsan.
Mama Radit memeluk anaknya untuk menenangkannya. Nanti saat Delia sudah sadar, mamanya akan ikut berbicara agar menantunya itu percaya bahwa tidak terjadi sesuatu antara Radit dan Vera.
Waktu sudah malam. Radit tidak ingin meninggalkan istrinya meskipun masih belum bisa masuk ke ruangan dimana istrinya dirawat. Bahkan untuk melihat anaknya saja dia hanya bisa melihat dari balik jendela kaca.
__ADS_1
***
Sementara itu di sebuah club besar yang sangat terkenal di kota J. ada seorang wanita sedang duduk sambil menikmati segelas vodka di tangannya. Wanita itu sedang berada di ruangan VIP dan ditemani dengan dua orang pria muda berusia sekitar 21 tahun. Siapa lagi wanita itu kalau bukan Olivera Anastasya.
Setelah kepergiannya dari kantor Radit tadi Vera segera kembali ke kantornya dengan wajah merah padam menahan amarah. Dia tidak terima karena Radit memutuskan hubungan kerjanya secara sepihak. Tapi dia sangat puas kala membuat Delia terkejut saat mendengar semua penuturannya pada Radit. Vera anggap itu balasan buat Radit yang telah menolaknya.
“jack, kenapa wajah kamu mirip sekali dengan Raditku” ucap Vera dengan suara seraknya karena dia sudah mabok.
Kemudian pria yang dipanggil Jack mengecup bibir Vera.
“hai Martin. Wajah kamu juga mirip sekali dengan Dave” ucap Vera sambil mencium bibir pria yang dipanggil Dave.
Jack dan Martin melihat Vera yang sudah mabok segera memapahnya masuk ke sebuah kamar yang tersedia di dalam club tersebut. Kedua pria yang masih berusia 21 tahun itu ingin melancarkan aksinya untuk memberi kepuasan pada Vera.
Ya, Jack dan Martin adalah dua pria gigolo yang ditemui oleh Vera tanpa sengaja di sebuah club. Saat itu Vera yang sedang frustasi karena beberapa kali Radit menghindarinya, akhirnya dia datang ke club untuk menghilangkan penatnya. Hingga akhirnya bertemu dengan Jack dan Martin.
Dari pertemuan itulah Vera tertarik untuk bersenang-senang dengan kedua gigolo itu. Hampir setiap malam minggu Vera selalu datang ke club dan minta ditemani oleh Jack dan Martin. Vera pun tak segan-segan membayar mahal atas pelayanan kedua pria itu.
Dave mengurungkan niatnya. Dia kembali masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan rumah Vera.
**
Saat ini Vera sudah berada di dalam kamar bersama dua Jack dan Martin. Jack sudah menidurkan Vera kemudian dia segera melucuti pakaian Vera. Disusul Martin yang kini juga sudah menanggalkan pakaiannya dan hanya memakai boxer.
Kini mereka bertiga sudah berada di atas ranjang dengan tubuh sama-sama bugil. Jack dan Martin segera melaksanakan tugasnya dengan baik dan benar. Vera yang kesadarannya belum sepenuhnya hilang, dia hanya bisa menikmati cumbuan yang diberikan oleh Jack dan Martin.
Dalam ruangan kamar dengan pencahayaan lampu yang temaram itu terdengar suara ******* dan erangan dari bibir Vera. Vera benar-benar menikmati permainan yang diberikan oleh Jack dan Martin sambil terus meracaukan nama Radit dan Dave.
***
Sedangkan di sebuah apartemen, tepatnya di ruangan kerjanya. Kevin sedang tersenyum sinis kala mendapat email dari seseorang. Email itu berisi tentang foto-foto Vera yang sedang berada di dalam sebuah club dengan ditemani oleh dua orang gigolo.
__ADS_1
“tunggu saja kejutan anda besok nona Vera. Mungkin tadi anda tidak begitu kaget saat beberapa investor menarik sahamnya kembali. Namun bagaimana jika besok wajah anda terpampang di berbagai media dengan adegan anda sedang bercumbu dengan pria pemuas nafsu” gumam Kevin.
Setelah menutup laptopnya, Kevin segera keluar dari
ruangannya. Dia akan pergi ke rumah sakit untuk menemani atasannya menunggu istrinya. Meskipun Radit sudah melarangnya namun Kevin tetap datang untuk menemani Radit. karena Kevin tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk dengan Radit.
Setelah berpamitan pada istrinya dan mencium kening istrinya, Kevin segera berangkat ke rumah sakit.
Kini kevin sudah sampai di rumah sakit. Tepatnya di depan ruangan ICU dimana istri atasannya sedang dirawat.
“Vin? Kenapa kamu kemari?” Tanya Radit
“saya hanya ingin menemani anda tuan. Dan saya ingin menyampaikan sesuatu”
Kemudian Kevin menunjukkan Salinan foto yang sudah dia copy dari laptopnya tadi. Kevin menunjukkan foto yang sesuai diminta oleh Radit yaitu tentang kebusukan Vera.
Radit sangat berterima kasih dengan Kevin atas kerja kerasnya.
.
.
.
*TBC
Terima kasih buat yg masih setia membaca novel ini. bagi yg tdk suka ceritanya lebih baik tdk melanjtkan utk membacanya.
See U next time. author mau semedi dulu sampai Delia sadar👌👌😉
jangan lupa votenya besok ok👌😘😘🤗
__ADS_1