
Kini Melly sudah berada di dalam taksi. Senyum licik terbit dari bibirnya. Melly sangat puas bisa membuat Kay percaya dengan ucapannya tadi. Melly melakukan itu semua karena merasa sakit hati dengan Vito yang tidak pernah mencintainya. Kalau dirinya tidak bisa mendapatkan Vito, Kay juga tidak boleh mendapatkannya.
Melly sekarang sedang dalam perjalanan menuju bandara. Dia akan pergi keluar kota. Dia akan tinggal di suatu tempat yang sangat jauh dari kedua orang tuanya yang telah mengusirnya. Lebih tepatnya orang tua angkat. Melly terkejut saat mengetahui bahwa dirinya selama ini hanyalah anak pungut dari kedua orang tua yang telah mengasuhnya sejak kecil.
Melly sangat kecewa ternyata selama ini orang tuanya sering bertengkar karena mempermaslahkan dirinya yang hanya anak pungut. Ditambah lagi kabar kehamilannya saat ini. Orang tuanya sangat malu kemudian mengusirnya. Melly benar-benar frustasi saat perbuatan gilanya dengan beberapa cleaning servis yang bekerja di perusahaan Vito bisa menyebabkan dirinya hamil.
Hingga muncul ide dalam otak licik Melly yang ingin mengacaukan pernikahan orang yang telah membuatnya kecewa yaitu Vito. Melly berhasil mengecoh Kay dengan kabar kehamilannya dengan Vito. Tanpa Vito sendiri mengetahuinya.
***
Sejak tadi Vito menghubungi ponsel Kay namun panggilannya selalu berada di luar jangkauan. Padahal waktu sudah sore. Seharusnya calon istrinya itu sudah berada di rumah. Namun saat dia menghubungi Mommy dan Daddynya, Vito tidak mendapatkan keberadaan Kay.
“Kamu kemana saja sih Kay? Jangan buat khawatir kaya’ gini.” Gumam Vito.
“Kamu nggak pulang?” Tanya Arsa yang baru saja masuk ke dalam ruangan Vito.
“kamu pulang saja dulu.” Perintah Vito.
Selepas kepergian Arsa, Vito mencoba menghungi mommynya lagi. Dan masih sama, Kay belum ada di rumah. Delia juga sangat khawatir karena Kay belum pulang sampai sekarang. Dan menurut informasi dari satpam yang jaga di butik milik Kay, keadaan butik sudah sepi. Tidak ada orang sama sekali disana.
Vito menutup panggilannya. Kemudian dia menghubungi seseorang yang pernah dia suruh untuk mencari informasi tentang Rey dulu. Vito yakin pasti orang suruhannya dapat menemukan keberadaan Kay.
Akhirnya Vito memutuskan untuk pulang terlebih dulu. Mungkin malam ini dia akan terbang ke kota B untuk mencari Kay. Vito takut terjadi sesuatu dengan Kay. Karena hari pernikahan mereka berdua tinggal beberapa hari saja.
“Ada apa?” Tanya Gio yang melihat wajah Vito jauh dari kata baik-baik saja.
“Sejak tadi nggak ada kabar dari Kay Pa.” jawab Vito.
Vito menjelaskan semuanya pada Papanya kalau Kay tidak ada di rumahnya. Bahkan ponselnya sejak tadi siang berada di luar jangkauan. Gio dapat merasakan kekhawatiran yang sedang dialami Vito. Gio juga takut terjadi sesuatu dengan Kay.
Vito masuk ke dalam kamarnya, kemudian ponselnya bergetar dan ada notifikasi pesan masuk. Vito membaca pesan yang dikirim oleh seseorang yang dia suruh mencari keberadaan Kay. Vito mengernyitkan kening heran. Karena dalam pesan itu mengatakan bahwa Kay tadi siang pergi ke bandara dan pergi ke kota J. Vito heran kenapa Kay pergi ke kota J. dan seharusnya Kay juga sudah sampai sejak tadi dan ponselnya sudah bisa dihubungi. Lantas kemana tujuan Kay jika datang ke kota ini. Vito berpikir mungkin Kay sekarang sedang berada di rumah Omanya. Kemudian Vito memutuskan untuk pergi ke rumah Omanya.
Drt drt drt
“Iya Mom ada apa?” Tanya Vito pada Delia.
__ADS_1
“…..”
“Desi?”
“…..”
“Terus Vito harus cari Kay kemana Mom?”
“…..”
“Ya, Mom.”
Vito mengakhiri panggilannya dengan Delia. Delia mengatakan bahwa menurut informasi yang diberikan oleh Desi, tadi siang Kay keluar dari butik setelah ada seorang wanita yang tidak dikenal oleh Desi datang ke butik Kay. Delia juga mengatkan bahwa Kay tidak ada di rumah Oma ataupun neneknya. Vito mengacak rambutnya frustasi. Dia bingung. Kemana lagi harus mencari Kay. Mungkin lebih baik Vito mencari informasi ke beberapa teman Kay yang ada di kota ini. Siapa tahu Kay sedang berada di rumah salah satu
temannya.
***
Sementara itu Kay saat ini sedang meringkuk di atas tempat tidurnya yang berada di rumah neneknya. Kay sudah berpesan pada siapa saja yang menanyakan keberadaannya agar tidak memberitahukannya. Neneknya juga heran tapi belum ingin menanyakan alasannya pada Kay karena keadaan Kay sedang terlihat kacau.
Kay tidak peduli dengan Arsa. Dia masih terisak dibalik selimut tebal yang membungkus tubuhnya. Arsa mencoba mendekati Kay dan ingin menanyakan apa yang terjadi.
“Kak!!! Kay akan batalin nikah dengan Kak Vito. Kay nggak mau menikah dengan Kak Vito.” Akhirnya Kay mencurahkan isi hatinya pada Arsa.
Kay menceritakan semua pada Arsa tentang apa yang dikatakan oleh Melly tadi. Kay benar-benar kecewa dengan sikap calon suaminya hingga dia memutuskan untuk membatalkan saja pernikahannya.
“Apa kamu yakin kay kalau Vito seperti itu?” Tanya Arsa memastikan. Dan Kay menganggukan kepalanya.
“Kak Arsa bukannya pernah bilang kalau gaya pacaran anak metropolitan seperti sudah biasa. Jadi tidak menutup kemungkinan jika Kak Vito dulu juga sering melakukan itu dengan Melly. Kay benar-benar kecewa Kak.” Ucap Kay masih dengan isakannya.
“Lebih baik kalian bicarakan dulu lebih jelasnya. Siapa tahu Melly hanya mempermainkan kamu Kay. Please bersikaplah dewasa Kay, hari pernikahan kamu tinggal beberapa hari saja. Apa kamu yakin ingin membatalkan itu semua?” Tanya Arsa.
Kay tidak menjawab pertanyaan Arsa. Dia sudah sangat lelah dengan ini semua. Kay masih percaya dengan hasutan Melly yang mengatakan bahwa Vito adalah pria tidak bertanggung jawab. Kay tidak ingin Vito melakukan hal yang sama seperti yang dialami oleh Melly jika sudah menjadi istri Vito nanti.
Arsa memutuskan keluar dari kamar Kay. Mungkin Kay masih membutuhkan waktu untuk sendiri. Lebih baik sekarang dia menemui Vito untuk menanyakan kebanaran informasi yang sudah Kay ceritakan tadi.
__ADS_1
Waktu sduah menunjukkan pukul 11 malam. Vito kini berada di sebuah café di tengah kota. Dia duduk sendirian karena sedang menunggu Arsa. Vito tidak tahu kenapa Arsa ingin bertemu dengannya.
“Ada apa?” tanay Vito saat melihat Arsa baru saja tiba.
Arsa bingung, apakah dia harus mempercayai omongan Kay tadi. Sedangkan saat ini wajah Vito terlihat sangat berantakan sekali karena tidak menemukan Kay.
“Lebih baik kamu tinggalin Kay dan batalkan pernikahan kalian!” ucap Arsa tajam. Dia sengaja menggertak Vito sebab dia ingin tahu kebenaran informasinya.
“Apa maksud kamu??” Tanya Vito tak kalah tajam.
“Aku nggak mau Kay mempunyai suami bajingan tidak bertanggung jawab seperti kamu.” Ucap Arsa.
Vito segera berdiri dari duduknya dan menarik kerah baju Arsa hingga mengalihkan semua perhatian orang yang ada di café.
“jangan asal bicara kamu!!”
Arsa berusaha melepaskan diri dari cengkraman Vito dan kembali duduk. Kemudian Arsa menjelaskan semua yang terjadi pada Kay. Arsa mengatakan bahwa saat ini Kay sedang berada di rumah neneknya setelah tadi siang bertemu dengan Melly. Arsa bilang kalau Melly tengah hamil anak Vito dan Kay tidak mau membuat janin dalam kandungan Melly tidak memiliki seorang ayah. Jadi dia memutuskan untuk membatalkan pernikahannya dan meminta Vito bertanggung jawab pada Melly.
“Brengsek!!” umpat Vito dengan wajah memerah.
Vito ingin menemui Kay saat ini juga dan ingin menjelaskan semuanya. Namun Arsa melarangnya karena Kay sedang istirahat. Jadi Vito memutuskan menemui Kay besok pagi dengan membawa bukti nyata untuk ditunjukkan pada Kay.
.
.
.
*TBC
Kalau ngga suka skip aja ok👌👌
no ribet
no debat
__ADS_1
😂😂😘😘