Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
Eps 64 I LOVE U


__ADS_3

Beberapa saat kemudian Radit memasuki mobilnya. Delia buru-buru mengusap air matanya


“maaf ya sayang agak lama. Aku tadi ke toilet dulu” ucap Radit namun Delia hanya diam saja.


“sayang? Kamu kenapa?” Tanya Radit pelan.


“ayo buruan pulang sekarang!”


Delia semakin dingin dan Radit berusaha untuk tetap bersabar. Nanti sampai rumah dia menanyakan langsung pada istrinya.


Dalam perjalanan mereka hanya diam saja. Hanya alunan musik yang mengisi keheningan dalam mobil. Beberapa saat kemudian mereka berdua sampai. Radit turun membukakan pintu mobil untuk istrinya serta membawakan tasnya.


Meskipun masih diam, Delia tetap saja berjalan mengekor suaminya untuk menuju kamar mereka. Karena ini baru pertama kalinya bagi Delia memasuki kamar Radit.


Sesampainya di kamar, Radit mempersilakan istrinya masuk. Delia meraih tas yang ada di tangan Radit untuk segera mengeluarkan pakaiannya. Dan tanpa Delia ketahui, Radit sudah mengunci pintu kamarnya. Dia sengaja melakukan itu agar bisa berbicara leluasa dengan istrinya tanpa banyak alasan untuk bisa menghindar. Justru Radit tidak suka dengan suasana seperti ini. Bahkan status mereka adalah pengantin baru. Yang harusnya mereka berdua sambut dengan bahagia.


Namun kenyataannya berbalik. Bahkan malam pertama mereka lewatkan tanpa melakukan apapun.


Saat Delia sibuk mengeluarkan pakaian dari dalam tasnya, Radit menghentikannya dengan memegang tangan istrinya.


“sayang, aku mau bicara” ucapnya pelan


“bicara aja mas. Aku akan mendengarkan”


“tapi aku mau bicara serius sayang”


Deg… seketika hati Delia sesak. Mungkinkah Radit akan mengatakan sekarang juga akan pergi meninggalkan dirinya. Mata Delia sudah berkaca-kaca. Rasanya sudah tidak sanggup berada di posisi seperti ini. Dia hanya diam saja sambil menundukkan kepalanya.


“Sayang..?” Radit mengangkat dagu istrinya


“kenapa kamu menangis? Apa sebenarnya yang sudah terjadi? Maafkan aku jika aku telah melakukan kesalahan”


Delia menghempaskan tangan suaminya dan beranjak berdiri untuk meninggalkan suaminya. Namun Radit bergerak cepat. Dengan segera dia menarik tangan istrinya dan memeeluknya.


“maafkan aku. Aku mohon bicaralah jangan diamkan aku seperti ini” Delia berusaha melepaskan diri dari pelukan suaminya.


“sudah cukup mas! Aku sudah siap menerima semua kenyataan ini. Aku sudah siap jika saat ini juga kamu ceraikan aku!” teriaknya menggebu-gebu


“apa maksud kamu? Sampai kapanpun aku nggak akan menceraikan kamu. Kenapa kamu bisa bicara seperti itu? Bahkan belum ada 24 jam kita menikah” Radit sedikit meninggikan suaranya.


“oh kamu nggak mau menceraikan aku. Lantas kamu mau mempunyai dua istri sekaligus? Jangan serakah kamu mas” jawab Delia tak kalah sengit

__ADS_1


“apa maksud kamu? Siapa yang akan mempunyai dua istri? Kamu jangan bikin aku tambah emosi Delia!” Radit sudah tidak lagi memanggil sayang, itu berarti dia benar-benar sangat marah saat ini.


“nggak usah pura-pura tidak tahu maksudku. Kamu memang sengaja kan mengundang kekasih yang sangat kamu cintai dan memang kamu tunggu kehadirannya sejak dulu? Kalau aku tahu dia akan datang saat itu juga, aku pasti sudah menolak untuk menikah denganmu karena memang sampai kapanpun hanya Viviane yang kamu tunggu yang kamu cintai dan yang sangat berarti dalam hidup kamu selamanya. Bodohnya aku yang dari dulu tidak bisa menghilangkan rasa cintamu dalam hatiku” Delia mengeluarkan semua isi hatinya. Tubuhnya luruh ke lantai dan air matanya terus mengalir.


Radit terperangah dengan semua apa yang diucapkan istrinya baru saja. Sepertinya istrinya sudah salah paham. Dia harus segera menjelaskan. Namun dalam hatinya sangat senang dengan pengakuan dari istrinya yang sejak dulu sangat mencintai dirinya.


“sayang maafkan aku. Kamu salah paham. Aku sudah lama membuang dan mengubur rasa cintaku pada Viviane sejak dia memutuskan untuk pergi ke Singapore”


“lantas siapa orang yang kamu tunggu selama ini. Dan tadi kamu juga janjian bertemu dengannya saat di butik mama. Kamu mau mengelak bagaimana lagi?”


“kamu salah paham sayang. Aku dulu bicara sama ibu kalau aku sedang menunggu seseorang. Dan seseorang itu adalah kamu. Karena kamu saat itu masih berstatus sebagai kekasih Surya. Jadi aku menunggu kamu putus dengan Surya. Dan untuk Viviane yang datang ke butik, aku tidak janjian dengannya. Aku menghindarinya.”


#Flashback on


“Ada apa sih ma nyuruh Radit kesini?”


“istri kamu dimana?”


“mama ditanyain malah Tanya. Dia nunggu di mobil. Ada apa sih ma Radit buru-buru nih”


Akhirnya mama Radit menceritakan pada anaknya bahwa kemarin saat butik mau tutup ada seorang perempuan yang datang kesini menanyakan tentang anaknya. dan karyawan butik mengatakan bahwa anak daari pemilik butik saat ini sedang melangsungkan pernikahannya.


Kata karyawan tersebut si perempuan itu sangat terkejut dan tidak percaya hingga melihat sendiri undangan yang pernikahan itu. Karena waktunya sudah hampir terlambat, karyawan itu segera pergi dengan temannya tanpa mempedulikan si perempuan tadi hingga lupa undangannya masih dibawa oleh perempuan tadi.


Mama Radit mengatakan pada anaknya bahwa perempuan yang datang itu adalah Viviane. Mamanya berpesan agar Radit hati-hati terhadap Viviane.


Tok…tok…tok..


“ya masuk”


“maaf bu diluar ada tamu ingin bertemu ibu?”


“siapa?”


“maaf bu, seorang perempuan yang tadi saya ceritakan pada ibu”


“Radit kamu masuk ke kamar mandi saja biar mama yang bicara”


Setelah itu Viviane masuk ke dalam ruangan mamanya Radit.


“siang tante. Apa kabar tante?” ucap Viviane

__ADS_1


“siang juga. kaabar tante sangat baik. Ada perlu apa kamu kesini?”


“maaf tante, Vivi ingin bertemu dengan Radit”


Akhirnya mama Radit menceritakan pada Viviane kalau Radit sudah menikah dengan Delia. mama Radit meminta agar tidak mengganggu hubungan antara Radit dan Delia karena mereka saling mencintai. Dan semenjak saat dirinya memutuskan untuk melanjutkan studi ke Singapore, saat itu juga Radit sudah mengubur dalam semua kenangan tentang Viviane.


Viviane yang mendengar semua penjelasan mama Radit hanya bisa menangis tertunduk. Setelah itu dia meminta maaf dan segera pergi meninggalkan butik.


“keluar Dit, Vivi sudah pulang” dan Radit keluar dari kamar mandi


“ya udah makasih ma, Radit pulang dulu karena Delia sudah lama menunggu”


#Flashback off


“apa kamu bicara jujur mas? Kamu nggak berbohong kan?”


“tidak sayang. Aku berani bersumpah. Aku nggak bohong. Hanya kamu yang aku sayangi dan aku cintai” (tuh Radit udah ngungkapin cintanya ckckck…😂😂😍)


“katakan sekali lagi mas?” pinta Delia


“yang mana?” goda Radit yang sebenarnya dia tahu maksud istrinya. Dan benar saja wajah cemberut Delia mode on lagi. Radit segera memeluk istrinya.


“iya-iya sayang. Hanya kamu yang aku sayangi dan aku cintai” Radit mengeratkan pelukannya pada Delia.


Akhirnya Delia bahagia sekali Radit telah mengungkapkan perasaannya. Jadi sekarang cinta Delia tidak bertepuk sebelah tangan.


Radit mengurai pelukannya dan mencium kening istrinya berulang kali.


“I LOVE YOU”


“I LOVE YOU TOO”


“Sayang, apa aku boleh minta hakku sekarang?” Tanya Radit pelan dan membuat tubuh Delia memanas.


“ehmmm…. Mas tapi ini kan masih siang” tolak Delia lembut


“tidak masalah sayang mau siang, sore atau malam tetap dapat pahala” Radit segera menggendong istrinya ala bridal style menuju ranjang pesakitan (sakit sebentar, enak selamanya maksud author 😂😂)


*TBC


Ciee ada yang mau Siang pertama nih…😂😂

__ADS_1


*salam lope-lope dr _author newbie_ 💕💕 jangan lupa sedekah ya😙😍


__ADS_2