
Hari yang dinanti-nanti Radit dan Delia akhirnya tiba. Dua jam lagi acara akan dimulai di sebuah hotel mewah yang ada di kota B. Saat ini Delia masih dirias oleh MUA terkenal yang sedang naik daun. Delia terlihat sangat cantik dengan balutan gaun pengantin berwarna putih. Make up nya juga yang terlihat natural semakin membuat Delia terlihat anggun. Siapapun yang melihatnya pasti akan kagum dan terpesona.
“Duh cantiknya adikku ini” puji Anin kakak ipar Delia yang kini tengah berbadan dua.
“Dari dulu juga udah cantik kak” jawab Delia
“Dasar narsis”
Setelah selesai juga Delia dirias. Kini saatnya dia pergi menuju hotel dimana acara ijab qabul sekaligus pesta pernikahan diadakan. Delia berada satu mobil dengan kedua orang tua beserta abang dan kakak iparnya. Dan di belakangnya disusul oleh keluarga besar Delia.
Sedangkan teman-teman Delia sudah berada di hotel. Delia tidak mengundang banyak teman. Hanya beberapa teman kuliahnya dan teman kerjanya dulu saat masih bekerja di perpustakaan umum. Untuk teman-teman kerja di kota J, dia juga mengundangnya namun hanya beberapa saja yang kenal dekat.
Kini Delia sudah tiba di hotel dan segera menuju ballroom. Ballroom hotel terlihat sangat bagus dengan suasana serba putih. Radit yang menginginkan tema seperti itu, karena itu sebagai bukti cinta Radit pada Delia adalah cinta yang suci tulus dari hatinya.
Di tengah ballroom sudah ada Radit yang menunggu disana untuk segera mengucapkan ijab qabulnya. Radit terlihat sangat tampan dan pembawaannya juga tenang. Namun siapa yang tahu bahwa sejujurnya saat ini ia sangat gugup sekali. Karena memang ini baru pertama kali bagi keduanya, jadi tidak hanya Delia saja yang dilanda kegugupan, si mempelai laki-laki pun juga tak kalah gugupnya.
“SAH!!”
ucapan serentak dari para saksi yang menyaksikan pernikahan Radit dan Delia membuat kedua mempelai menjadi lega. Akhirnya setelah mengalami lika-liku panjang, mereka bisa bersatu dalam satu ikatan janji suci.
Saat ini tinggal menikmati acara pesta, setelah proses akad nikah selesai. Radit dan Delia sudah berada di pelaminan. Mereka berdua sangat bahagia sekali menyambut ucapan selamat dari para tamu undangan.
Semua keluarga besar mempelai bergantian memberi ucapan selamat pada Radit dan Delia. sungguh mereka berdua mala mini bagai raja dan ratu. Sang ratu yang sangat cantik dan rajanya pun juga sangat tampan. Siapapun yang melihatnya pasti sangat iri dengan pasangan pengantin Radit dan Delia..
“Selamat ya Del” ucap salah satu tamu yang datang sendirian naik ke pelaminan. Delia sangat kaget dan gugup sekali dengan lelaki itu. Karena maau bagaaimana pun juga lelaki itu pernah mengisi hari-harinya. Bukan berarti Delia masih menaruh hati padanya namun, Delia bingung harus bersikap bagaimana. Karena mantannya dulu, kini berubah status menjadi sepupunya.
Ya, David datang di acara itu sebagai tamu undangan di keluarga Radit. sebenarnya dia juga tidak menyangka bahwa sepupunya menikahi mantan kekasihnya. David mencoba untuk mengikhlaskan semua.
Saat David mengulurkan tangannya pada Delia, seketika tangan Radit lah yang menyambut uluran tangan David.
“ehmm… makasih” jawab Radit dingin sambil mencengkeram kuat genggaman tangannya pada sepupunya sendiri. Kemudia David segera meninggalkan kedua mempelai.
__ADS_1
“senang ya kamu kedatangan mantan pacar pertama?” Tanya Radit dingin
“apa’an sih mas? Lagian siapa juga yang mengundang?”jawab Delia tak kalah dingin.
Melihat Delia yang sewot seperti itu membuat Radit cemas. Radit yang cemburu, malah Delia yang marah. Dan Radit langsung menggenggam tangan istrinya.
“maaf sayang. Aku tadi sangat cemburu”
Mendengar Radit mengatakan cemburu, membuat Delia merasakan debaran aneh di dadanya. Radit cemburu, apakah dia mulai jatuh cinta padanya. Semoga saja ada setitik harapan bahwa cinta Delia pada Radit terbalaskan.
Sejak tadi begitu banyak tamu terus berdatangan. Mengingat Radit adalah seorang pengusaha, maka yang datang pun banyak dari kalangan pengusaha juga. sebenarnya Delia sudah merasa capek karena sejak tadi berdiri. Radit yang melihatnya juga merasa kasihan.
“Sayang, apa lebih baik kita turun dan masuk ke kamar saja?” Tanya Radit.
Delia yang mendengar ajakan Radit ke kamar, membuat otaknya traveling kemana-mana. Yang benar saja, acara belum selesai sudah ngajak masuk kamar. Delia jadi merinding. Apakah malami ni juga Radit akan meminta haknya. Delia menggelengkan kepalanya seolah takut kehilangan sesuatu yang berharga dalam dirinya.
Radit mengernyit heran dengan istrinya. Ditanyain malah diam saja sambil geleng-geleng kepala.
“tidak mas tidak jangan sekarang. Aku belum siap” jawab Delia cepat dan segera menutup mulut dengan kedua tangannya.
Radit menahan tawanya. Dia mengerti apa yang sedang ada dalam pikiran istrinya saat ini.
“tenang saja nggak usah takut. Suamimu ini nanti akan bermain lembut” bisik Radit sambil menggoda istrinya.
“awwww….” Radit mengeluh saat Delia mencubit perut sang suami dengan keras. Dan Delia tersenyum menang.
Sesaat senyum Delia terhadap suaminya tiba-tiba menghilang. Dan berganti rasa takut saat pandangan mata Delia tidak sengaja menatap salah satu sosok tamu undangan yang hadir. Delia melihat orang itu berdiri sendirian. Terdiam memandang dirinya dan Radit sedang berbahagia di atas pelaminan. Pandangan orang itu kosong dan air matanya pun terus mengalir. Begitupun juga Delia, pandangannya kosong dan air matanya keluar tanpa diminta. Radit yang mendapati istrinya tiba-tiba berubah, merasa heran dan mengikuti arah pandang Delia saat ini.
“Deg!”
#Flashback on
__ADS_1
Di Alma’s Boutique
Seorang perempuan cantik masuk ke dalam butik yang kelihatannya akan tutup. Perempuan itu heran karena masih sore ko’ sudah mau tutup.
“maaf mbak apa mau tutup butiknya?” tanyanya pada karyawan butik
“iya mbak. Karena yang punya butik sedang ada acara pernikahan anaknya”
Viviane seketika itu tubuhnya terasa lemas. Badannya bergetar seakan tak mampu untuk berdiri. Ya, dia adalah Viviane. Beberapa jam yang dia baru saja mendarat di kota B. dia merasa senang karena mendapatkan cuti dari perusahaan untuk pulang ke negaranya.
Dan setelah dia mendarat, dia segera pergi ke butik mamanya Raadit untuk menanyakan keberadaan Radit. karena memang butik itulah satu-satunya tempat dia mendapat informasi tentang Radit.
Namun sebelum dia menanyakan keberadaan Radit pada karyawan butik, Viviane dikejutkan dengan kabar pernikahan orang yang dia cari.
“maaf mbak besok saja ya mbak datang lagi kesini. Ini acaranya sudah mau mulai.” Ucap sang karyawan
“memangnya anaknya yang mana mbak yang menikah?”
“anak Bu Alma kan Cuma satu mbak. Ya mas Radit yang menikah”
“Duarrrr” bagai disambar petir Viviane mendengar itu semua. Kemudian dia memberanikan diri untuk melihat undangan yang dibawa karyawan itu.
Viviane tidak percaya bahwa Radit benar-benar menikah. Dan sedetik kemudian dia melihat nama mempelai wanita. Nama yang sangat tidak asing baginya. Dia kenal dengan nama itu, mungkinkah orang yang sama. Tiba-tiba saja air mata Viviane mengalir deras menerima kenyataan pahit ini.
Saat Viviane akan mengembalikan undangan tersebut, ternyata si pemilik undangan sudah tidak ada di hadapannya. Kesempatan bagi Viviane mrenggunakan undangan itu agar bisa masuk ke acara pernikahan Radit.
Kini Viviane sudah berada di dalam ballroom hotel. Dari jauh dia melihat pasangan penganting sangat berbahagia. Namun tidak dengannya. Hatinya saat ini sudah hancur tak bersisa. Apalagi yang dilihatnya si mempelai wanita adalah sahabat baiknya sendiri. Apa yang sudah terjadi dengan Radit dan Delia selama dia berada di Singapre?.
#Flashback off
*TBC
__ADS_1
*_author newbie_💕💕