Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S2 eps 152


__ADS_3

“Siallll!!!” umpat Vito ternyata beterai ponselnya habis.


Dia juga lupa tidak membawa charger. Sungguh malang sekali nasib Vito sekarang. akhirnya dia memutuskan untuk makan siang dengan meminta OB untuk memesankan makanan karena pekerjaannya tidak bisa ditinggalkan.


Vito harus fokus dengan pekrjaannya dan harus selesai secepatnya agar dia bisa pulang lebih cepat dan bisa bertemu dengan istrinya.


Vito menghela nafasnya lega saat pekerjaannya sudah selesai tepat pukul tiga sore. Dia segera membereskan berkas-berkas dan bergegas keluar dari ruangannya. Dia sangat tidak sabar ingin segera bertemu dengan istrinya. Mengingat saat panggilannya tadi terputus pada saat dia baru saja akan menikmati pemandangan indah dari tubuh istrinya.


“Mau kemana bos?” Tanya Arsa saat Vito saja baru keluar ruangannya.


“Mau pulang. Kamu juga boleh pulang kalau pekerjaan kamu sudah selesai.” Jawab Vito.


Setelah itu Vito segera pergi meninggalkan kantor. Sementara Arsa sangat senang sekali karena baru kali ini dia diijinkan pulang lebih awal oleh Vito. Beberapa hari yang lalu Arsa hampir lembur tiap hari karena menghandle semua pekerjaan bosnya saat ditinggal pergi berbulan madu.


***


Beberapa menit perjalanan akhirnya mobil Vito sudah sampai di rumahnya. Dia segera keluar dari mobil agar bisa cepat bertemu sang istri.


“Pa!” sapa Vito pada Gio yang sedang santai di teras rumah.


“Tumben jam segini sudah pulang?” bukannya menjawab, Gio justru memberi pertanyaan pada Vito.


“Memang sudah selesai pekerjaan Vito. Kay dimana Pa?” Tanya Vito.


“Ada di ruang kerja kamu sepertinya.” Jawab Gio.


Tanpa mengucapkan terima kasih, Vito segera masuk ke dalam rumah meninggalkan Papanya hanya untuk segera menemui Kay. Gio hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Vito seperti anak muda yang sedang kasmaran.


Cklek

__ADS_1


Vito membuka ruang kerjanya. Disana ada istrinya yang sedang fokus dengan pensil dan kertasnya. Kay tidak menyadari kalau suaminya sudah pulang dan kini berada dalam ruangan yang sama.


Perlahan Vito melangkahkan kakinya pelan mendekati Kay. Kay masih fokus, dia sama sekali belum menyadari ada orang yang masuk dalam ruangan itu.


“Sayang!” panggil Vito pelan.


“Hmm” jawab Kay singkat tapi masih fokus dengan pensil dan kertasnya.


“Sayang!” panggil Vito lagi dengan menaikkan suaranya satu oktaf.


“Mas??” Kay sangat terkejut dengan keberadaan suaminya yang kini sudah ada di ruang kerjanya.


Dan tanpa basa-basi Vito segera menyerang istrinya. Vito sangat merindukan bibir ranum milik Kay. Vito ******* bibir itu tanpa ampun. Dia merasa sangat puas. Setelah bekerja seharian, akhirnya dia sangat lega setelah mendapatkan vitamin dari istrinya.


Kay yang sudah hafal dengan perbuatan suaminya, hanya bisa pasraah dan menikmati permainaan suaminya yang tidak mengenal waktu dan tempat. Akhirnya sore itu tepatnya di ruang kerja Vito, terjadilah percintaan panas antara sepasang pengantin baru yang sedang dilanda asmara.


Cup


Kay memeluk tubuh suaminya. Badannya lemas tapi detak jantungnya masih menggila. Karena ini sensai berbeda bagi dirinya saat bercinta dengan suaminya dalam ruang kerjanya. Kay benar-benar tak habis pikir dengan ide nakal suaminya yang mengajak bercinta tidak harus di atas tempat tidur. Tapi Kay juga sangat menikmatinya.


Setelah tenaga keduanya pulih, mereka segera memakai pakaiannya lagi dan segera keluar untuk mandi. Vito dan Kay keluar dari ruang kerja bersamaan. Dengan penampilan Vito yang sedikit acak-acakan.


“Pa?” sapa Kay dengan ekspresi terkejut saat melewati ruang tengah dan disana sudah ada Gio duduk santai.


Gio mengangguk samar. Setelah itu pandangannya beralih pada Vito dengan penampilan yang sedikit berantakan, kancing kemeja atasnya terlepas. Vito hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sementara Gio hanya bisa geleng-geleng kepala saat tahu apa yang baru saja dilakukan oleh anak dan menantunya.


Kini sudah dua bulan usia pernikahan Vito dan Kay. Selama itu Kay selalu melayani suaminya dengan sangat baik. Hari-hari Vito juga semakin berwarna semenjak statusnya menjadi suami Kay. Vito yang selalu tampak ceria setelah jam pulang kantor usai dan bertemu dangan istrinya. Demikian juga Kay. Dia selalu bersikap hangat pada suaminya. Tak jarang, Kay juga selalu meluangkan waktunya untuk datang ke kantor suaminya membawakan bekal makan siang. Kay juga membawakan makanan buat kakaknya yaitu Arsa.


Hari ini bertepatan dengan weekend. Sesuai dengan kesepakatan Vito dan Kay, mereka berdua saat ini sedang bersiap-siap untuk pulang ke kota B. Kay sangat merindukan keluarganya setelah dua bulan menikah. Kay pulaang ke kota B juga ingin melihat butiknya yang sudah lama juga ia tinggalkan.

__ADS_1


Kini pesawat mereka sudah mendarat di bandara kota B. Nathan sudah menunggunya disana untuk menjemput kakaknya. Setelah itu mereka segera menuju rumah.


Dalam mobil, Nathan sangat kesal sekali. Dia seolah jadi sopir pribadi kakaknya. Bagaimana tidak, Kay dan Vito duduk di belakang dan asyik bermesraan. Semua itu dapat dilihat oleh Nathan dari baalik kaca spion. Nathan sangat geli melihat tingkah kakak iparnya yang jadi bucin akut seperti sekarang ini.


Mereka bertiga sudah sampai rumah. Kay dan Vito turun dari mobil terlebih dahulu, karena mereka sudah sangat merindukan mommynya.


“Mommy!!!!” teriak Kay saat dirinya sudah berada di dalam rumah.


Delia yang sedang bersantai dengan Radit sangat terkejut saat mendengar teriakan anak perempuannya yang sudah lama tidak pulang.


Mereka berempat kini sedang berpelukan untuk melepas rindu setelah itu duduk di ruang keluarga. Kay dan Vito menceritakan pada Mommy dan Daddynya selama tinggal bersama dengan suaminya dan juga Papa Gio. Delia dan Radit sangat bahagia mendengar cerita Kay. Radit sangat bersyukur bahwa Vito adalah suami yang dapat memberikan kebahagiaan pada anak perempuannya.


Setelah bercengkrama, Kay dan Vito masuk ke kamarnya untuk beristirahat. Sedangkan Delia menyiapkan makan malam untuk anak dan menantunya.


Kini saatnya makan malam tiba. Semuanya sudah berkumpul di meja makan. Tiba-tiba saja Vito merasa sangat mual saat mencium bau masakan yang tersaji de depannya. Vito menutup hidung dan mulutnya karena tidak tahan dengan bau itu. Dia ingin sekali memuntahkan isi perutnya. Kemudian dia berlari menuju kamar mandi yang ada di dekat dapur.


Hhuuueeekkkk


Vito memuntahkan isi perutnya. Dan seketika badannya lemas dengan wajah yang sangat pucat. Kay yang mengikuti suaminya sangat terkejut melihat keadaan suaminya. Kay memijit tengkuk suaminya.


“Mas kenapa? Apa Mas sakit?” Tanya Kay.


“Nggak tahu Sayang, tiba-tiba perutku mual saat mencium bau masakan Mommy.” Jawab Vito.


Setelah keadaannya sedikit lebih enakan, Kay mengajak Vito kembali ke meja makan.


.


.

__ADS_1


.


*TBC


__ADS_2