Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
Eps 20 Salah Paham


__ADS_3

Semalam setelah pulang dari acara pesta pertunangan Radit dan Viviane, tidur Delia kurang nyenyak. Alhasil saat bangun tidur kepalanya terasa sangat berat, disertai matanya yang masih kelihatan sembab. Hari ini tidak biasanya dia bangun telat. Rasanya malas sekali untuk bangun. Untung saja tidak ada jadwal kuliah pagi. Sekitar jam 11 siang nanti baru ada jam perkuliahan.


“Tok...tok...tok...” terdengar ketukan suara pintu kamar Delia. Tapi Delia enggan membuka matanya karena malas. Karena tidak mendengar si pemilik kamar menyahuti ataupun membuka pintu. Si pengetuk pintu yang tak lain adalah ibu Delia merasa khawatir dengan anak gadisnya. Ibunya langsung masuk karena pintunya juga tidak dikunci. Melihat Delia yang masih tidur meringkuk dan bergelung dengan selimut, ibunya semakin khawatir.


“De’.... Sayang bangun sudah siang lho” panggil ibunya sambil menepuk punggung Delia. “ehhhh....” Delia hanya melenguh. Kemudian ibunya langsung membuka selimut yang membungkus tubuh Delia. “ayo bangun De'... Dede' nggak kuliah? Badannya ko' hangat?” ibunya membangunkannya lagi dan tanpa sengaja bersentuhan dengan tangan Delia yang terasa hangat.


Karena terganggu dengan suara ibunya, akhirnya Delia membuka mata. “hmmm... Ya bu, Delia bangun. Nanti kuliahnya agak siangan” jawab Delia yang masih enggan untuk bangun. “sebaiknya nggak usah kuliah dulu de', badannya anget gini. Memangnya semalam pulang jam berapa?” tanya ibunya. “Semalam pulang jam 9 bu, iya nih nggak tau ko' tiba-tiba badan dede' rasanya kurang fit. Tapi nanti Delia ada presentasi bu, jadi harus tetap masuk” jawab Delia.


“Ya sudah, nanti setelah sarapan jangan lupa minum obat, biar nanti siang waktu kuliah sudah enakan badannya” Ibunya hanya bisa mengingatkan. Karena jika sudah menyuruhnya untuk ijin tidak masuk kuliah, dan Delia tidak mau, Ibunya tidak memaksa lagi. Ibunya sudah hafal sekali dengan sifat anaknya. Kalau sudah menjadi keinginannya, dilarang seperti apapun tetap tidak bisa.


Akhirnya setelah Delia cuci muka, dia langsung turun untuk sarapan bersama kedua orang tuanya.


“gimana acara pertunangan Viviane kemarin de'?” tanya ibu Delia.


“Lancar” jawabnya singkat sambil fokus mengunyah makanannya. Sementara ibunya dan ayahnya saling pandang. Heran dengan sikap anaknya, padahal yang dibahas adalah tentang sahabatnya sendiri. Karena tidak ingin menanyakan lebih lanjut lagi, sedangkan sang Ayah hanya mengendikkan bahunya. Ibunya memutuskan untuk diam. Mungkin anaknya lagi kurang fit, jadi berpengaruh pada moodnya. Pikirnya begitu.


Setelah sarapan tadi Delia meminum obat kemudian istirahat sebentar sebelum berangkat kuliah. Jam 10 dia sudah bersiap untuk pergi ke kampus setelah tadi mempersiapkan materi untuk presentasi.


“Bu, dede' berangkat dulu” pamitnya sambil mencium tangan ibunya


“udah baikan? Hati-hati ya sayang!” ucap sang ibu dan hanya diangguki kepala oleh Delia.


Setelah perjalanannya ke kampus sekitar 30 menit kini Delia sudah berada di kampus dan segera masuk kelas. Sejak tadi dia sama sekali tidak memegang ponselnya. Entah dia lupa atau malas untuk memainkan benda pipih itu.


Selama perkuliahan berlangsung Delia tidak bersemangat. Meskipun badannya sudah tidak panas lagi, tapi dia masih merasakan pusing. Dan setelah beberapa jam mengikuti perkuliahan, Delia memutuskan untuk segera pulang karena ingin segera istirahat.


Saat sedang berjalan menuju tempat parkir dimana mobilnya berada tiba-tiba ada yang menarik tangannya. Delia sangat terkejut karena yang menarik tangannya adalah Radit.

__ADS_1


#flashback on


Hari ini Viviane meminta tolong pada Radit untuk mengantarnya ke kampus karena ada jadwal bimbingan mendadak. Padahal semalam dia habis mengadakan pesta pertunangan. Dan masih capek sekali badannya. Untung saja Radit tidak sibuk dan mau mengantarkannya.


Sedangkan Radit, ini adalah kesempatan. Saat dia mengantar Viviane, dia akan menemui Delia untuk meminta maaf atas kejadian semalam. Jujur semalam tidur Radit tidak nyenyak karena merasa bersalah pada Delia.


Sejak tadi Radit menunggu Viviane di tempat biasanya. Dia berharap bertemu Delia. Tetapi nihil. Dia mencoba mengirim pesan pada Delia tapi tidak ada balasan. Viviane pun juga lama sekali bimbingannya. Akhirnya Radit memutuskan untuk menuju ke parkiran. Dia akan menunggu Viviane di dalam mobil saja sambil tiduran. Karena badannya masih capek pasca pesta semalam.


Saat merebahkan tubuhnya di dalam mobil, Radit terkejut melihat Delia berjalan gontai melewati mobilnya. Pucuk dicita ulam tiba. Radit tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Dia segera keluar dari mobil dan mengejar Delia.


#flashback off


Radit segera berjalan sambil menuntun tangan Delia dan membukakan pintu mobilnya. Dia menyuruh Delia untuk segera masuk ke dalam mobil dan setelah itu diikuti oleh Radit. Kini mereka berdua sudah berada di dalam mobil. Radit tidak menjalankan mobilnya karena dia memang dia butuh privasi untuk berbicara dengan Delia.


“Del, maafin kejadian semalam ya? Aku benar-benar khilaf” ucap Radit sambil memegang kedua tangannya. Sedangkan Delia membuang muka, tidak mau melihat wajah Radit. Dia tidak mau mengingat ciuman Radit semalam. “bukannya kamu sudah minta maaf semalam” jawab Delia ketus. “maaf, aku tidak ada niatan untuk menghina kamu” lanjut Radit.


Seketika tangis Delia pecah dalam pelukan Radit. “maafin aku del, aku sungguh tidak berniat untuk menghina kamu. Aku hanya nggak suka kamu dekat dengan Satya. Aku cemburu del” ucap Radit. Sedangkan Delia lidahnya terasa kelu tidak bisa membalas pengakuan Radit. Dan terjadilah lagi kejadian semalam, Radit tiba-tiba mengecup bibir Delia. Awalnya niat Radit hanya mengecup untuk menenangkan Delia, tapi Radit merasakan bibir Delia yang terasa manis akhirnya dia mengulanginya lagi. Namun bukan kecupan lagi, melainkan lum**atan lembut karena Delia juga tidak menolaknya. Delia merasa terbuai dengan ciuman Radit, hingga tanpa sadar dia membalas lum**atan Radit.


Kini mereka sama-sama saling terbuai. Lidah mereka saling membelit, Radit dengan keahliannya mengabsen semua yang ada dalam mulut Delia yang sudah menjadi candunya. Seakan memiliki banyak stok oksigen mereka masih terus menikmati ciuman itu. Dan tanpa sadar Radit sedikit merem**as dada Delia. Dan tanpa sadar Delia mende**sah.


Beberapa detik kemudian Delia sadar akan apa yang dilakukan, dia segera mendorong dada Radit. Dia segera menekan tombol otomatis di depan Radit agar pintu terbuka dan segera pergi. Tanpa mereka sadari sejak tadi ada sepasang mata yang menahan amarah melihat adegan mesum Radit dan Delia. Karena kaca mobil Radit bagian depan tembus pandang.


Setelah berhasil keluar dari mobil, Delia segera pergi. Namun langkahnya terhenti saat ada yang menghalangi jalannya.


“Wow.... Sungguh pembalasan yang sangat sempurna” ejek David sambil bertepuk tangan


“Murahan sekali cara kamu del, aku nggak nyangka kamu bisa sehina ini. Mesum dengan kekasih sahabat kamu sendiri” lanjut David lagi.

__ADS_1


“plakkk” seketika itu Delia langsung menampar David. Dia menangis dengan kencang. Lagi-lagi dia dihina, kemarin dihina oleh Radit, sekarang David. Sedetik kemudian kepala Delia terasa berat dan pandangan matanya gelap.


“Brukkk” Delia pingsan.


Radit dengan gerakan cepat segera menangkap Delia.


“Sayang....!” ucap Viviane secara tiba-tiba. Radit sangat terkejut, takut Viviane melihat apa yang sebenarnya terjadi. Dia bingung harus bilang apa pada Viviane.


“Pergi sekarang kamu dari sini, aku nggak mau terjadi sesuatu dengan sahabatku” usir Viviane pada David. Sedangkan David bingung dan merasa khawatir melihat Delia pingsan.


Dan melihat tatapan tajam Radit, David segera pergi meninggalkan Delia yang masih tergeletak dengan berjuta rasa penyesalan.


“sayang, aku bisa jelasin semuanya. Tadi ak-“ jelas Radit tetpotong.


“Sayang sekarang lebih baik kita segera bawa Delia ke rumah sakit. Aku takut terjadi sesuatu dengan Delia” ucap Viviane


---


Setelah Delia mendapat pemeriksaan dokter, tetapi belum sadar karena efek obat, kini Viviane dan Radit sedang berada di kantin rumah sakit. Sebelumnya, Viviane sudah menghubungi Ibu Delia untuk memberi tahu bahwa Delia dilarikan ke rumah sakit.


“Sayang, kamu jangan salah paham ya.. Aku tadi Cuma menolong Delia.” Ucap Radit. Karena dia merasa bersalah pada Viviane. Takut dia salah paham, dan taku bila Viviane sudah melihat semuanya yang telah terjadi termasuk di dalam mobil tadi. Sedangkan Viviane hanya diam saja, dan semakin membuat Radit takut..


*TBC


*maaf typo dimana-mana


*like,komen, dan vote ya

__ADS_1


_author newbie_💕💕


__ADS_2