Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S2 eps 144


__ADS_3

Setelah pelayan hotel mengantarkan makanan ke kamar, Vito dan Kay segera menikmati makanan itu. Setelah selsai baru mereka mandi.


Vito dan Kay memutuskan untuk tetap berada di dalam kamar saja. Karena suasana diluar juga sedang hujan deras. Kini mereka sedang bersantai di atas tempat tidur sambil menonton televisi. Posisi Kay sedang berbaring di sebelah Vito. Vito merentangkan tangannya agar bisa digunakan Kay sebagai bantal.


“Mas, memangnya kita nanti akan pergi bulan madu kemana?” Tanya Kay.


“Kamu maunya pergi kemana?” Tanya Vito balik.


Memang keduanya belum pernah membicarkan rencana bulan madu mereka. Menurut Vito ia akan bicarakan hal ini nanti saat setelah dinyatakan sah sebagai ssuami istri. Dan kini saatnya dia berunding dengan istrinya tentang kemana mereka akan pergi berbulan madu.


“kalau Kay terserah Mas saja. Mau kemana saja Kay pasti akan senang.” Jawab Kay.


“Aku sih belum ada rencana mau kemana tapi bagaimana kalau kita berbulan madu ke Maldives Island saja?” Tanya Vito.


“Boleh. Kay sangat setuju jika berbulan madu ke Maldives.” Jawab Kay.


Vito memeluk erat tubuh Kay. Dia gemas sekali dengan tubuh mungil nan berisi milik Kay. Vito sejak tadi tak henti-hentinya mengecup kening Kay. Sampai sekarang pun kadang Vito masih tidak percaya kalau gadis imut yang dulu selalu ia lindungi dan sudah dia anggap seperti adik kandungnya kini sudah menjadi belahan jiwanya yaitu sebagai istrinya.


“Mas, nggak bosan sejak tadi cium-cium terus?” Tanya Kay.


“Nggak lah. Memangnya kenapa? Apa kamu yang bosan?” Tanya Vito sambil menaikkan alisnya.


“Ish.. nggak lah. Kay nggak mau aja nanti Mas kelepasan lagi seperti tadi siang. Kay kan masih lama selesai datang bulannya.” Jawab Kay.


“Nggak apa-apa Sayang. Aku sangat suka dengan aroma tubuh kamu dan menciumi wajah kamu seperti ini.” Ucap Vito sambil terus mengecup seluruh wajah Kay.


Kay pun akhirnya pasrah. Karena dia juga merasa nyaman diperlakukan seperti itu sama Vito. Kemudian mereka berdua memutuskan untuk tidur lebih awal. Karena besok pagi-pagi sekali mereka akan pulang ke kota J.


***


Keesokan paginya, Kay dan Vito sudah bersiap menuju bandara untuk pulang ke kota J bersama Papanya. Radit, Delia, dan juga Nathan ikut pergi mengantar ke bandara.


“Sayang, jaga diri kalian disana ya. Kabari Mommy kalau sudah sampai.” Ucap Delia.


Delia sejak tadi hatinya kalut. Dia seperti tidak ikhlas melepas kepergian Kay dan Vito. Padahal sebelum Kay dan Vito menikah, bahkan dulu saat Kay sekolah di kota J, Delia tidak merasa khawatir seperti sekarang ini.


“Sayang, Vito pasti akan menjaga Kay dengan baik. Ingat sekarang statusnya mereka sudah suami istri. Kita harus bisa membiarkan mereka menjalani kehidupan baru mereka.” Ucap Radit.

__ADS_1


“Nggak tahu tuh Mommy. Lagian kan masih ada Nathan. Apa Nathan bukan anak kandung Mommy daan Daddy ya?” celetuk Nathan dengan memasang wajah cemberut.


Semua orang yang ada disana tergelak mendengarkan Nathan protes karena cemburu dengan Mommynya yang selalu mengistimewakan kakaknya daripada dirinya. Tentunya apa yang diucapkan Nathan hanyalah candaan agar Mommynya tidak terlalu terbawa perasaan.


“Memang bukan. Kamu itu hanya anak pungut!” ejek Kay pada Nathan.


Dug


Nathan memukul lengan kakaknya karena tidak terima dengan ejekan Kay. Niat Nathan ingin menghibur Mommynya justru malah mendapat ejekan dari kakaknya.


“Duh, Mas sakit nih” keluh Kay smanja pada Vito.


“dasar manja!! Nathan mencebik.


“sudah-sudah, lebih baik kita segera naik ke pesawat karena sebentar lagi akan take off.” Ajak Gio kemudian.


Akhirnya Kay, Vito, dan Gio pergi meninggalkan kota B setelah berpamitan pada Radit, Delia, dan juga Nathan.


Saat tiba di kota J nanti, Vito akan mengajak Kay untuk tingggal di rumah utama yaitu tinggal bersama Daddynya. Karena tidak mungkin jika Vito mengajak tinggal istrinya di apaartemen sedangkan Papanya tinggal seorang diri di rumah utama. Gio juga sudah memutuskan untuk tinggal lagi di kota J setelah mengetahui Vito akan menikahi Kay.


Sesampainya di rumah, Vito menunjukkan kamarnya pada Kay. Kamar masa kecil Vito. Bahkan dulu Vito sering mengajak Kay kecil bermain bersama di kamar itu. Banyak kenangan manis yang mereka ukir disana. Dan sekarang kamar itu juga akan mengukir kebahagiaan Vito dan Kay selamanya sampai maut memisahkan.


“kamu masih ingat kamar ini Sayang?” Tanya Vito dan Kay hanya menganggukkan kepalanya.


“Kamu dulu sering tidur disini jika lelah bermain. Kamu tahu, kalau aku dulu sering menciumi pipi kamu yang begitu menggemaskan?” Tanya Vito mengingatkan masa kecilnya saat bersama Kay dulu.


Kay masih ingat jelas bahwa dulu tempat tinggal orang tuanya berada satu kompleks dengan rumah Vito. Dulu saat Vito sedang libur sekolah, dan Papa Gio sering menjemputnya untuk bermain bersama Vito di rumah. Kay juga ingat kalau dulu dia lebih suka bermain di dalam kamar Vito. Karena kalau kecapekan bermain, Kay hanya tinggal tidur di tempat tidur kakaknya.


Kay berjalan menuju tempat tidur Vito. Bagi Kay tempat tidur itu masih sama seperti dulu. Tidak ada yang berubah. Bahkan disana ada beberapa boneka milik Kay yang memang dulu dibelikan oleh Gio dan disimpan di dalam kamar Vito. Vito juga tidak pernah merubah bentuk tatanan tempat tidurnya.


Masih sama seperti dulu. Mungkin hanya spreinya saja yang sering diganti. Kalau posisi ranjang dan pernak perniknya masih berada di tempat yang sama. Hanya dibersihkan saja.


Dulu saat Papanya memilih tinggal di Thailand, Vito lebih memilih tinggal di apartemen saja. Karena jika tinggal di rumahnya, dia akan ingat kebersamaannya dengan Kay sewaktu kecil. Bagi Vito saat itu tidak bisa berharap banyak untuk bisa memiliki Kay. Dia takut jika cintanya akan bertepuk sebelah tangan. Tapi ternyata rencana Tuhan sangatlah indah. Akhirnya dia dipersatukan kembali dengan adik kecilnya dalam ikatan pernikahan.


“Kay pasti akan nyaman jika tidur di tempat tidur ini.” Ucap Kay membuyarkan lamunan Vito.


“Kenapa memangnya Sayang?” Tanya Vito.

__ADS_1


“Mas kan ingat kalau Kay dulu sering terlelap di tempat tidur ini saat kelelahan bermain.” Jawab Kay.


“yang pasti nanti kamu juga akan terlelap tiap hari setelah kelelahan bermain denganku.” Ucap Vito sambil tersenyum smirk dan mengerlingkan matanya.


“Dasar suami mesum!!!” ucap Kay dan segera keluar dari kamar meninggalkan Vito yang masih tergelak.


Kay memutuskan untuk menghampiri Papanya yang sedang duduk santai sambil membaca koran di ruang keluarga.


“Pa, Papa capek nggak?” Tanya Kay saat sudah duduk di samping Gio.


“Nggak. Ada apa sayang?” jawab Gio.


“Kay ingin memasak tapi dengan ditemani Papa.” Ucap Kay.


Gio tersenyum mengangguk dan segera berdiri dari duduknya. Rasanya Gio menganggap Kay bukan menantunya tapi seperti anak kandungnya. Karena sejak kecil Gio sangat menyayangi Kay.


Kini Kay dan Gio sedang berada di dapur. Kay ingin memasak untuk makan siangnya dengan ditemani oleh Gio. Karena Kay tahu kalau Papanya sangat pandai memasak.


Vito tersenyum melihat kebersamaan istrinya dengan papanya yang seperti seorang ayah dengan anak perempuan yang sangat disayanginya.


.


.


.


*TBC


Siapa disini yg nungguin babang Vito belah duren? yg sabar ya😂😂 kan dede' Kay msh dapet🙏🙏


Skip aja kalau kelamaan nunggu MP nya Vito dan Kay. krna author msh bingung merangkai kata buat adegan MP mereka😂😂.


Nah nanti kalau MPnya sdh tiba, tandanya author up'nya siang/sore. pengalaman pd eps sebelumnya ini. pdhal author udh up jam 12 malam, ternyata reviewnya lama bgt. dan sore nya baru dilolosin sm editor NT. pdhal kan cm adegan stengah panas😁😁.


Jadi mohon bersabar ya readers semua. jgn suruh lompat seminggu kemudian krna tastenya akan beda sekali😜😜😂


Jgn lupa tinggalkan jejaknya😘😘

__ADS_1


__ADS_2