Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S3 eps 255


__ADS_3

Carissa meraup oksigen sebanyak-banyaknya setelah tautan antara bibirnya dengan bibir sang suami terlepas. Namun posisinya masih sama berada di pangkuan sang suami. Bahkan Barra memeluk pinggulnya erat.


“Beginikah kalau istriku cemburu? Aku ingin kamu cemburu setiap hari. Karena aku semakin gemas melihat bibirmu itu Sayang.” Ucap Barra dan Carissa semakin mencebik kesal.


“Udah Mas ih, ini di mobil dan sedang di jalan.” Cegah Carissa saat Barra akan menciumnya lagi.


“Baiklah kita lanjutkan saja di rumah.” Jawab Barra santai dan segera memindahkan posisi Carissa ke tempat semula.


“Bukan gitu maksudku.” Ucap Carissa merasa salah bicara.


“Kamu jangan plin-plan dong Sayang. Di mobil atau di rumah? Ayo pilih yang mana?” Tanya Barra menggoda.


Carissa hanya diam saja dan malas menjawabnya. Barra segera memutar balik mobilnya dan pulang ke rumah. Dalam perjalanan Barra juga menceritakan bahwa Clara adalah teman semasa kuliahnya dulu. Dan hubungan mereka hanya teman biasa saja. Lagipula Clara sudah bertunangan dan sebentar lagi menikah. Akhirnya Carissa lega setelah mendengar pernyataan sang suami.


Sesampainya di rumah mereka berdua segera masuk ke kamarnya. Karena kelihatan semua penghuni rumah juga sedang beristirahat setelah acara tadi. karena sangat gerah, Carissa memilih untuk mmebersihkan tubuhnya ke kamar mandi. dia juga ingin mengganti pembalutnya yang sudah terasa tidak nyaman.


Sedangkan Barra memilih duduk santai di balkon sambil mencari angin segar sebelum mandi. dia juga sebenarnya sangat capek. Mungkin setelah mandi dia ingin istirahat sore sebentar.


“Mas, mau aku buatin teh hangat? Aku yakin kalau Mas juga sangat capek.” Ucap Carissa.


“Boleh Sayang. Aku mandi dulu ya.” Jawab Barra dan diangguki oleh Carissa.


Saat Carissa turun membuatkan teh untuk suaminya, dia bertemu dengan mamanya yang sedang duduk santai di ruang keluarga bersama sang Papa.


“Sayang, kesini sebentar Mama mau bicara.” Ucap Alana dan Carissa segera duduk disamping Mamanya.


“Bicara apa Ma? Kok kelihatannya penting sekali.” Tanya Carissa.


“Bagini sayang, jumat depan Mama dan Papa berencana liburan dan sekalian mengajak kalian. Papa dan Mama memang sudah merencanakan ini sebelum pembukaan butik baru kamu. Kamu bisa kan? Lagipula kan ada asisten kamu.” Ucap Alana.


“Iya Ma, nanti Viera bilang dulu sama Mas Barra. Apa Kak Xavier bisa? Bukannya hari jumat masih bekerja? Terus kita liburannya kemana?” Tanya Carissa.


“Bisa. Nanti kita berangkatnya sorean saja. Dan untuk tempatnya, rahasia dong.” Jawab Alana.


“Hmmm terserah Mama saja deh. Ya sudah Viera masu buat teh dulu.” Ucap Carissa dan segera ke dapur.

__ADS_1


Setelah membuat teh, Carissa kembali ke kamarnya. Dia melihat suaminya baru saja keuar dari kamar mandi hanya dengan memakai handuk saja yang membelit di pinggangnya. Dan rambut basahnya masih menetes. Carissa yang melihatnya langsung membuang muka. Meski dia sudah pernah melihat tubuh sixpacs suaminya, namun tetap saja dia masih malu.


“Kenapa gitu mukanya?” Tanya Barra.


“Nggak kok Mas. Buruan pakai baju. Ini tehnya aku taruh di meja sana.” Jawab Carissa sambil menunjuk balkon.


Barra tersenyum tipis melihat istrinya yang masih malu-malu kucing. Setelah itu dia menyemprotkan parfum ke tubuhnya kemudian memakai bajunya.


Barra kini sudah duduk di kursi balkon di samping istrinya sambil menyesap teh hangat. Rasanya tubuh Barra menghangat dan sedikit rileks. Walau bukan teh saja penyebab tubuhnya rileks, melainkan wanita cantik yang sedang duduk di sampingnya kini.


“Mas, Mama dan Papa berencana akan liburan hari jumat depan. Mas bisa ikut kan?” Tanya Carissa.


“Kenapa hari Jumat?” Tanya Barra.


“Ya mungkin waktunya bisa panjang. Berangkatnya sore kok Mas. Usai jam kantor. bagaimana? Mas bisa kan?” Tanya Carissa.


“Iya, aku usahakan ya Sayang.” Jawab Barra dan Carissa mengangguk.


“Sekarang aku tagih janji kamu tadi.” ucap Barra sambil mengerlingkan matanya.


“janji apa sih Mas?” Tanya Carissa bingung.


Carissa yang sejak tadi masih bingung dengan ucapan suaminya sekarang dia baru sadar. Dia langsung waspada, takut suaminya meminta lebih. Karena dia kan sedang datang bulan.


Carissa yang berjalan pelan langsung ditarik Barra hingga jatuh tertidur di atas ranjang. Barra pun langsung mengungkung tubuh istrinya.


“Mas, aku kan-“


“Iya aku tahu kamu sedang datang bulan. Kamu nggak usah khawatir. Aku hanya ingin main yang aman saja.” Ucap Barra.


“Maksudnya bagaiman- hmmmppppp”


Barra segera meraup bibir Carissa dengan lembut. Keduanya tampak menikmati pagutan itu. Barra juga semakin memperdalam ciumannya. Bahkan kini tangannya sudah mulai aktif turun ke bawah ingin mencari sesuatu yang lebih.


Carissa juga semakin terhanyut dengan permainan suaminya.

__ADS_1


Pandangan mata Barra sudah berkabut dipenuhi gairah. Dia melepas kancing baju istrinya hingga kini tampaklah dua buah kenyal berbalut penyangga warna hitam dan sangat menantang. Barra segera mengeluarkan buah itu dari wadahnya dan segera menyesap ujung buah berwarna pink itu.


Sesuai dengan ucapan Barra pada istrinya kalau dia akan bermain aman. Jadi dia hanya bermain sebatas da da saja. Setelah dia tidak sanggup menahan gejolak yang lebih besar lagi. Barra segera mengakhiri kegiatannya dan segera berlari ke kamar mandi. dia terpaksa bersolo karir di kamar mandi.


Sedangkan Carissa merasa sedkit kecewa. Karena jujur saja dia juga menginginkan yang lebih dari ini. permainan suaminya tadi juga menaikkan li bidonya. Namun dia sadar kalau dirinya sedang datang bulan. Jadi dia juga harus bisa menahannya.


Selesai bersolo karir, Barra kembali ke tempat tidur dan mengajak istrinya untuk istirahat sejenak.


***


Setelah peresmian butiknya, Carissa sudah mulai bekerja lagi. Tapi pekrjaannya kini tidak terlalu sibuk. Karena dia memiliki banya karyawan yang bisa diandalkan. Dan seperti biasa, dia masih menyempatkan datang ke kantor suaminya jika jam makan siang tiba. Namun jika butik sedang ramai, Carissa tidak bisa datang membawakan bekal untuk suaminya. Barra pun memakluminya dan tidak keberatan.


Sedangkan Barra akhir-akhir ini juga sangat sibuk dengan pekerjaannya. Tak jarang dia juga dituntut untuk meninjau beberapa proyeknya yang ada di luar kota. Namun dia menjalaninya dengan semangat karena ada istri yang selalu memberikan dukungan untuknya.


“Mas, nanti jangan lupa pulangnya jangan terlalu sore.” Ucap Carissa sebelum Barra berangkat ke kantor.


“Aku nggak bisa janji Sayang. Karena nanti ada meeting dan setelah itu aku harus ke kota XX.” Jawab Barra.


“Mas lupa kalau nanti sore kita akan pergi liburan?” Tanya Carissa.


“Astaga!! Maafkan aku Sayang. Aku benar-benar lupa. Dan pekerjaan ini juga sangat penting. Bagaimana kalau kita berangkatnya menyusul besok saja?” usul Barra.


“Aku yang nggak enak sama Mama dan Papa Mas.” Jawab Carissa sedikit kecewa.


“Maafkan aku Sayang. Aku benar-benar lupa. Begini saja, nanti kamu berangkat sama Mama, Papa, dan Xavier. Nanti malam setelah aku pulang dari kota XX, aku janji akan langsung menyusul.” Usul Barra lagi.


Mau tidak mau Carissa akhirnya menerima usulan sang suami.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Maap gess baru bisa up lagi. krna sudah mulai sibuk di RL🙏🙏


Happy reading. jgnl lupa vote, komen, like, dan giftnya terima kasih🤗🤗😘😘😘


__ADS_2