Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S3 eps 257


__ADS_3

Barra yang sedang dalam perjalanan menuju Villa sudah tidak kuat menahan emosinya. Bahkan dia sampai memarahi sang sopir agar melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Tiba-tiba ponsel Barra bergetar ada panggilan masuk dari Xavier.


Barra tidak menjawab apa yang telah dikatakan oleh kakak iparnya itu saat mendengar kabar bahwa istrinya dilarikan ke rumah sakit. Barra benar-benar sangat marah dengan Xavier.


Akhirnya dia meminta sopir mengantarnya pergi ke rumah sakit sesuai dengan alamat yang diberikan oleh Xavier tadi.


Sedangkan Xavier kini sedang duduk di kursi tunggu. Menunggu adikinya ditangani oleh dokter. Laki-laki itu merutuki kebodohannya yang tidak mempedulikan ucapan Carissa tadi. dia masih ingat dengan wajah Carissa yang pucat dengan bibir bergetar dan nafasnya tersengal saat ombak pantai menghantamnya tadi dan beberapa saat kemudian Carissa tidak sadarkan diri. Untung saja ada turis domestik yang mau menolongnya untuk membawa Carissa ke rumah sakit. Dan saat Xavier memberikan kabar pada Barra, matanya terbelalak saat melihat begitu banya panggilan tak terjawab dan pesan dari Barra. Dan salah satu pesan Barra yang sempat di abaca yaitu mencegah Carissa ke pantai karena Carissa phobia dengan air laut.


Barra sudah sampai di rumah sakit. Dia langsung menuju IGD yang dia yakini istrinya masih diperiksa disana. Namun pandangan Barra tertuju pada seorang laki-laki yang sedang tertunduk lesu duduk di kursi tunggu.


“Brengsekkk!! Aku nggak akan maafin kamu kalau terjadi sesuatu sama istriku.” Ucap Barra sambil menarik kerah baju Xavier.


“Sorry Bar, aku nggak tahu kalau kejadiannya seperti ini.” jawab Xavier lemah.


“Aku nggak mau tahu alasan kamu. Karena kamu telah bermain-main dengan nyawa saudara kamu sendiri.” Ucap Barra penuh intimidasi.


“Cukup!!! Kalian ini apa-apaan?” teriak Charles yang baru saja tiba bersama Alana.


Charles dan Alana sangat terkejut saat mendengar kabar dari anak laki-lakinya bahwa Carissa dilarika ke rumah sakit. Mereka belum tahu pasti apa penyebab anak perempuannya dilarikan ke rumah sakit. Dan saat tiba, mereka justru melihat Barra sudah disana dan kelihatan marah dengan Xavier.


“Ada apa sebenarnya dengan Viera?” Tanya Alana yang sudah tidak bisa membendung air matanya.


Barra sudah melepaskan cengkeraman tangannya dari baju Xavier. Dia memilih diam tidak menjawab pertanyaan Alana. Karena dia masih sangat khawatir dengan keadaan istrinya.


“Ada apa? Katakan sama Papa!” kini Charles yang membuka suara.


Cklek


Seorang dokter keluar dari ruangan IGD setelah selesai memeriksa keadaan Carissa. Semua orang mendekat untuk menanyakan keadaan Carissa saat ini.


“Dok, bagaimana keadaan istri saya?” Tanya Barra.


“Pasien saat ini sedang tertidur setelah saya beri obat. Untung saja tadi tidak terlambat dibawa ke rumah sakit. Mohon sementara jangan mengajak pasien ke tempat-tempat yang membuat phobianya kambuh lagi. Terutama air. Karena tadi pasien terus meracau ketakutan dengan air laut. Dan setelah ini pasien akan dipindahkan ke ruang rawat inap.” Ucap Dokter.

__ADS_1


Setelah itu tampak beberapa perawat mendorong brankar Carissa menuju ruang rawat inap. Mereka semua mengikutinya. Barra ikut masuk ke kamar yang akan ditempati istrinya. Sementara itu Charles, Alana dan Xavier memilih menunggu diluar untuk memintai keterangan pada Xavier.


“Sekarang ceritakan semua pada Papa!” ucap Charles.


Xavier mengusap wajahnya kasar sebelum menceritakan semuanya dimana dirinya memaksa Carissa untuk bermain di pantai tanpa mendengar penolakannya yang takut dengan air laut. Xavier mengatakan tidak tahu kaalau adiknya mempunyai phobia dengan air laut. Alana yang mendengar ikut sedih. Mungkin itu adalah dampak trauma masa kecilnya dulu yang pernah tenggelam saat kecelakaan.


Charles dan Alana tidak bisa berbuat apa-apa pada Xavier. Entahlah mau marah juga percuma. Yang terpenting sekarang putrinya sudah selamat. Mereka bertiga masih setia menunggu di luar, membiarkan Barra yang di dalam.


“Sayang, maafkan aku. maafkan aku datang terlambat menyelamatkanmu.” Ucap Barra yang kini sedang duduk disamping brankar Carissa.


Beberapa saat kemudian terdengar lenguhan Carissa yang mulai mengerjap membuka matanya. perempuan itu sudah tampak sehat setelah diberi obat oleh dokter.


“Sayang! Syukurlah kamu sudah sadar.” Ucap Barra.


“Mas, kenapa aku bisa disini?” Tanya Carissa yang masih kebingungan.


“Apa kamu lupa, kalau tadi kamu bermain di pantai dan sekerang berakhir disini?” Tanya Barra untuk mengingatkan istrinya.


“Ah iya. Aku baru ingat kalau tadi Kak Xavier minta direkamin bermain seluncur. Padahal aku sudah bilang takut air laut. Tapi-“


Namun hati Barra masih marah saat mendengar sepotong cerita istrinya yang mengatakan kalau Xavier memaksanya untuk bermain di pantai. Memang keluarga Carissa belum tahu tentang phobianya. Tapi tetap saja Barra sangat geram dengan laki-laki yang berstatus sebagai kakak iparnya itu yang justru mementingkan urusan pribadinya. Padahal setahunya Xavier adalah sosok laki-laki yang sangat dewasa dan bijaksana.


“Mama sama Papa dimana Mas?” tanyanya.


“Ada diluar. Aku panggilkan sebentar.” Jawab Barra kemudian keluar memanggil mertuanya.


Charles, Alana, dan Xavier masuk ke ruang rawat Carissa. Kedua orang tua itu sangat cemas dengan keadaan putrinya. Begitu juga dengan Xavier. Namun Barra masih enggan bertegur sapa dengan Xavier.


“Sayang, bagaimana keadaan kamu?” Tanya Alana sambil menciumi pucuk kepala Carissa.


“Viera nggak apa-apa Ma.” Jawab Carissa.


“Maafkan kakak yang nggak peduliin ucapan kamu tadi.” ucap Xavier merasa bersalah.

__ADS_1


“Iya Kak. Nggak apa-apa. Lagipula aku sudah baikan kok.” Jawab Carissa.


Karena keadaan Carissa sudah membaik, jadi dia hanya menjalani perawatan di rumah sakit tidak sampai satu hari. Sore harinya sudah diperbolehkan pulang. Dan mereka berlima pulang ke Villa.


Selama di villa pun Barra masih belum ingin bertegur sapa dengan Xavier. Meski Xavier sudah berusaha meminta maaf, namun Barra tetap tidak mempedulikannya. Sedangkan Carissa yang melihat suami dan kakaknya sedang perang dingin hanya bisa berusaha menenangkan suaminya agar tidak larut dalam emosi dan dendam.


“Sudah dong Mas, jangan marahan lagi sama Kak Xavier.” Ucap Carissa.


“Kenapa kamu justru membelanya. Karena dia kamu sampai kayak kemarin, dan membuatku sangat khawatir.” Jawab Barra tidak terima.


Carissa hanya terdiam dan tidak berani lagi membalas pernyataan suaminya.


“Kenapa juga pakai acara rahasia-rahasia segala mengenai destinasi wisata ini. andai saja aku tahu kalau akan berlibur disini, aku tidak akan mengizinkan kamu ikut.” Ucap Barra.


“Memang rencana Mama dan Papa seperti itu Mas. Sudahlah jangan diperpanjang lagi.” Bujuk Carissa.


“Baiklah. Hari ini juga kita akan pulang ke kota J. biarkan Mama, Papa, dan kakak kamu liburan disini.” Ucap Barra.


“Tapi Mas, bagaiamana nanti jika Ma-“


“Kamu istriku, kamu harus nurut sama suami kamu. Nanti akan aku ajak liburan sendiri sekaligus honeymoon.” Ucap Barra dan seketika membuat wajah Carissa merona saat suaminya akan mengajak honeymoon.


“Kenapa merah gitu wajah kamu Sayang? Apa kamu sakit? Atau kamu membayangkan kegiatan honeymoon kita?”


“Mas ihh!!!”


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy reading🤗🤗


__ADS_2