Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S2 eps 148


__ADS_3

Setelah selesai berbicara dengan Papanya, Vito pamit untuk istirahat menyusul istrinya. Dalam benak Vito setelah tahu cerita dari Papanya yang pernah mencintai sosok Ibu mertuanya, dia berpikir memang itu semua tidak mudah memaksakan perasaan yang sudah terlanjur tertanam dalam hati. Kita tidak akan pernah tahu dari mana datangnya cinta. Kita juga tidak bisa menghilangkan rasa cinta pada seseorang walaupun secara kasat mata itu adalah kesalahan besar karena mencintai seseorang yang sudah memiliki pasangan.


Vito justru salut pada Papanya. Karena Papanya tidak pernah mempunyai niatan buruk untuk merusak hubungan seseorang.


Tapi beruntungnya nasib Vito lebih mujur daripada nasib Papanya. Jika Vito sudah lama mencintai Kay, namun dia tidak percaya diri akan perasaannya. Takut jika cintanya bertepuk sebelah tangan. Bahkan dulu Vito sempat dekat dengan beberapa teman wanitanya tapi bayang-bayang Kay selalu menghantuinya. Dan ternyata takdir Tuhan sangat indah. Akhirnya dia dapat memiliki Kay seutuhnya. Tidak hanya hatinya melainkan tubuhnya juga.


Mengingat itu semua, Vito semakin mempercepat langkahnya ke kamar. Tidak ada dua jam meninggalkan istrinya, Vito sudah sangat merindukan wanita itu. Apalagi jika mengingat kegiatan panasnya, Vito ingin setiap saat dapat mengulang kegiatan itu.


Cklek


Vito menelan salivanya kasar saat melihat istrinya masih terlelap dan dengan pakaian atasannya sedikit terangkat ke atas hingga menampakkan kulit putih mulus dari perut Kay. Vito mengunci kamarnya sebelum mengulang akssinya kembali.


Kini vito sudah berbaring di samping istrinya. Dia memandangi wajah istrinya yang begitu cantik dan menggemaskan. Pandangan Vito saat ini justru fokus pada bibir ranum Kay. Vito semakin tidak tahan melihat bibir istrinya dibiarkan lama-lama. Perlahan dia mengecup bibir Kay. Setelah tidak ada reaksi, Vito mulai ********** dengan lembut. Lama-lama ******* itu semakin menuntut. Vito mencoba meneroboskan lidahnya agar dapat masuk ke dalam rongga mulut Kay.


Kay melenguh saat merasa lidahnya seperti tertarik. Namun Vito tidak peduli. Dia masih terus melancarkan aksinya. Sambil tangannya sudah menelusup ke dalam baju Kay untuk mencari dua buah kenyal nan besar yang kini sudah menjadi mainan favoritnya.


Kay membelalakkan matanya saat dia sadar bahwa apa yang dialaminya saat ini bukan mimpi melainkan kenyataan. Kay mendorong dada suaminya untuk melepaskan tautan bibirnya.


“Mas??” ucap Kay seakan menyiratkan pertanyaan.


“Sayang, aku ingin lagi.” Ucap Vito dengan suara seraknya.


Dan tanpa menunggu jawaban dari Kay, Vito melanjutkan lagi aksinya. Dia semakin menggila saat ******* bibir Kay. Dan seperti biasa, setelah puas berciuman, Vito turun ke dua bukit kenyal milik Kay. Kay hanya bisa pasrah dan menikmati setiap sentuhan yang diberikan suaminya. Untung saja tidurnya cukup pulas. Jadi tenaganya sudah tidak lemah lagi saat mengikuti arus permaian suaminya.


Saat ini keduanya sudah sama-sama tidak memakai baju. Vito semakin bergairah dengan hanya melihat lekuk tubuh istrinya saat tidak memakai apapun. Vito ingin segera melakukan penyatuannya. Namun Vito ingin merasakan sensasi yang berbeda pada percintaannya kali ini.

__ADS_1


Vito yang tadinya berada di samping istrinya, dengan gerakan perlahan dia mengangkat tubuh Kay. Hingga saat ini Kay berada di atas tubuhnya. Kay sangat terkejut. Dia berusaha untuk turun. Namun semakin Kay memberontak, semakin membuat senjata Vito on fire akibat pergerakan paha Kay.


“Mas, jangan seperti ini. Kay nggak nyaman. Ada yang mengganjal.” Ucap Kay masih berusaha turun dari tubuh Vito.


“Tenanglah Sayang. Nanti kamu akan merasa nyaman dan kamu juga sangat menikmatinya.” Bujuk Vito.


Setelah itu Vito mencumbui bibir istrinya sambil bermain dengan dua buah kenyal yang kini tepat berada di depan matanya. Dengan rakus Vito melahapnya secara bergantian. Kay hanya bisa ****** dengan perbuatan suaminya.


Sekarang Vito mulai menaikkan paha istrinya agar posisinya tepat untuk memasukkan senjata itu ke dalam taman surga milik Kay.


“Mas, Kay nggak bisa. Ini kebesaran!” ucap Kay.


“dicoba dulu Sayang. Pelan-pelan. Ok” bisik Vito.


“Nggak Mas, tolong kecilin dulu. Ini tetap nggak akan muat.” Ucap Kay lagi.


Akhirnya setelah melalui usaha dan proses yang cukup panjang, Vito berhasil membenamkan senjatanya ke dalam inti tubuh istrinya.


Kay memekik terkejut saat batang milik suaminya sudah melesat penuh ke dalam lubang kenikmatan itu. Bukan sakit yang Kay rasakan saat ini. Melainkan rasa yang lebih aneh dari rasa yang sebelumnya. Pasalnya senjata itu seakan memenuhi lubang itu dan ada sensasi yang sangat berbeda. Tapi Kay tidak dapat mengungkapkan kenikmatan itu dengan kata-kata.


Setelah berhenti beberapa saat, Vito mulai menaik turunkan pinggul istrinya. Keduanya sama-sama sangat menikmati sensasi permainan itu. Bahkan Kay sudah bisa bergerak sendiri tanpa bantuan dari suaminya. Kay sekarang merasa terbang di atas awan. Begitu juga dengan Vito. Senjata miliknya yang diakui istrinya kebesaran, kini seoalah ada yang meremasnya saat Kay semakin mempercepat gerakannya. Dan akhirnya mereka berdua mengalami pelepasan secara bersamaan.


***


Keesokan harinya, seperti yang sudah dijanjikan oleh Papanya. Hari ini Gio, Vito dan Kay sedang pergi menuju makam istri Gio. Setelah beberapa saat akhirnya mereka sudah tiba di pemakaman.

__ADS_1


Vito lebih dulu mengajak Kay untuk erdoa di depan makam Mamanya. Sementara itu Gio lebih memilih untuk menunggu sampai Vito selesai.


“Ma! Mama apa kabar? Maafkan Vito baru datang mengunjungi Mama. Vito harap Mama sudah bahagia di sisi Tuhan.” Ucap Vito sambil mengusap sudut matanya yang berair.


“Ma, kedatangan Vito kali ini tidak sendiri. Vito membawa menantu Mama yang sangat cantik dan baik hatinya. Namanya Kayola Ma. Vito sangat mencintai Kay, begitu juga Kay. Vito harap Mama bahagia karena memiliki menantu seperti Kay.” Lanjut Vito.


Kemudian Vito mengangguk pada Kay agar bergantian berbicara di depan makam Mamanya.


“Ma, perkenalakan ini Kay, menantu Mama istri dari Mas Vito. Meskipun Kay tidak pernah melihat Mama, tapi Kay yakin kalau Mama adalah orang yang sangat baik dan penyayang. Karena dengan melihat sosok suami Kay saat ini, pasti itu semua diturunkan dari sifat Mama dan Papa. Kay hanya bisa mendoakan semoga Mama selalu bahagia di sisi Tuhan.” Ucap Kay.


Setelah itu Vito menggandeng tangan istrinya untuk meninggalkan makam. Karena Vito akan memberikan kesempatan pada Papanya untuk berdoa dan berbicara di depan makam Mamanya.


“Sayang, apa kabar kamu? Berbahagialaah kamu di sisi Tuhan. Kamu pasti tahu apa yang telah aku lakukan selama ini. Maafkan aku yang telah menghianati cinta kamu. Tolong maafkan aku! aku harap saat kita nanti dipertemukan di surga, kamu masih menganggapku sebagai cinta sejati kamu. Sekali lagi maafkan aku. sekarang aku baru sadar bahwa sampai kapanpun kamulah cinta sejatiku.” Ucap Gio tertunduk.


Tanpa terasa air matany mengalir begitu saja.


Jujur Gio sangat merindukan sosok lemah lembut istrinya. Namun dia tidak mau mengatakan itu semua di depan makam istrinya. Gio tidak mau istrinya melihat dirinya yang begitu rapuh karena merindu. Setelah berdoa, Gio meletakkan bunga tulip di samping makam istrinya kemudian pergi. Pergi meninggalkan semua kenangan yang telah terukir bersama mendiang istrinya. Dan akan menjalani kehidupan barunya di usia yang sudah tidak muda lagi bersama dengan anak semata wayangnya beserta menantu dan cucunya yang berharap segera hadir.


“Selamat tinggal istriku!”


.


.


.

__ADS_1


*TBC


__ADS_2