
Perjalanan udara hampir dua jam akhirnya Viviane sudah kembali menginjakkan kakinya di Singapore. Negara asing dimana ia mampu menyelesaikan studi S2 nya sekaligus tempatnya meniti karir.
Viviane menarik kopernya dan menuju taksi yang sudah dia pesan beberapa menit yang lalu. Dia mengusap sudut matanya yang tiba-tiba mengeluarkan cairan bening. Dia mengingat saat beberapa hari yang lalu keberangkatannya untuk pulang ke Indonesia. Berbagai macam harapan indah sudah dia rancang, dia kemas rapi. Dia yakin semuanya akan usai dengan akhir cerita yang bahagia. Namun kenyataan pahitlah yang dia terima. Semuanya memang sudah berakhir. Tapi berakhir mengenaskan.
Apakah Viviane marah akan keadaan yang ia alami. Beruntungnya dia masih bisa menggunakan sebagian otaknya untuk berpikir logis. Ini semua memang berawal dari kesalahannya. Kesalahannya dulu yang lebih mementingkan pendidikan daripada pernikahan yang sudah ada di depan mata. Ucapan mama Radit memang benar. Sebaiknya memang dirinya harus pergi dari kehidupan Radit karena Radit sudah bahagia dengan istrinya yang tak lain adalah sahabatnya sendiri.
Kini Viviane sudah berada dalam taksi menuju apartemennya. Dia melihat ponselnya yang sejak tadi bordering namun dia abaikan. Kemudian dia membuka pesan. Tanpa membalasnya, dia segera menelepon si pengirim pesan itu.
“Ya halo”
“…..”
“iya baru sampai. Sorry tadi belum sempat pegang ponsel”
“…..”
“iya aku baik-baik saja. Maksih”
“…..”
“ok. Bye”
Viviane saat ini lebih memilih merespon Angga. Karena sementara ini memang Angga yang bisa menenangkannya. Daripada merespon si Om yang ga jelas statusnya.
“beraninya kamu mengabaikanku!!” ucap pria paruh baya yang sejak tadi panggilannya diabaikan oleh Viviane.
Beberapa menit kemudian Viviane suda sampai di apartemennya. Dia segera masuk dan membersihkan tubuhnya setelah itu dia istirahat. Karena memang beberapa hari ini dia kurang istirahat.
***
Sementara itu, kini sepasang pengantin baru yang sedang berbahagia itu sedang dalam perjalanan pulang ke kota J. mama Radit harus tinggal beberapa hari di kota B karena masih ada keperluan di butiknya.
__ADS_1
Sedangkan sang papa sudah kembali lebih dulu karena ada urusan pekerjaan mendadak. Dan saat ini Radit berdua saja dengan istrinya kembali k eke kota J. mereka berdua tidak bisa berlama-lama di kota B karena memang sama-sama sibuk. Bahkan honeymoon mereka saja tertunda sementara lantaran pekerjaan Radit yang sudah menumpuk. Namun mereka berdua tidak kecewa akan hal itu. Bagi mereka, tiap hari saja sudah seperti honeymoon.
Kini Radit dan Delia sudah berada dalam pesawat. Sejak tadi Radit tidak pernah melepas genggaman tangan istrinya kecuali saat ingin ke toilet. Sepasang pengantin baru itu terlihat sangat mesra.
Siapapun yang melihatnya pasti merasa iri. Yang perempuan canti, dan laki-laki tampan. Sungguh benar-benar pasangan yang sempurna.
“sini sayang sandaran di pundakku” ucap Radit menarik tubuh istriny agar bersandar pada pundaknya. Dan Delia menurut saja.
“mas nanti kita pulangnya langsung ke apartemen saja ya?”
“kenapa sayang? Apa kamu sudah nggak sabar ingin melakukan-“ seketika Delia menutup mulut suaminya yang akan mengeluarkan kata-kata vulgar.
“mas ih… aku capek banget. Makanya minta langsung ke apartemen biar bisa istirahat” ucap Delia sambil mengerucutkan bibirnya. Dan membuat Radit semakin gemas.
Setelah itu Delia tertidur dalam pelukan suaminya. Beberapa saat kemudian pesawat yang mereka tumpangi sudah mendarat. Radit membangunkan istrinya dan segera turun. Sopir pribadi Radit sudah menjemputnya jadi mereka bisa segera ke apartemennya.
“sayang beneran nggak mampir makan dulu?”
“nggak mas. Nanti kita delivery saja karena aku sangat capek jika harus mampir-mampir lagi”
Sesampainya di apartemen, Delia segera masuk ke kamar mandi. Dia ingin mencuci mukanya saja setelah itu tidur.
Entahlah seluruh badan Delia rasanya sangat lelah sekali dan ingin cepat tidur karena selama sebelum pernikahannya dia kurang istirahat hingga setelah acara pernikahannya selesai pun dia belum bisa beristirahat dengan baik. Mau istirahat bagaimana, Radit terus saja menggempurnya tanpa mengenal waktu. Delia juga bingung dengan stamina suaminya yang nggak bisa surut. Padahal dirinya sudah sangat kelelahan.
Keluar dari kamar mandi, Delia tidak melihat keberadaan suaminya di dalam kamar. Namun dia tidak peduli. Dia segera merebahkan tubuhnya dan hanya nunggu beberapa detik saja Delia sudah terbang kea lam mimpi.
Sementara itu Radit yang kini masih ada di ruang tamu sedang menghubungi seseorang. Orang yang beberapa hari yang lalu dia mintai informasi tentang Viviane. Bukan maksud untuk mencari tahu tentang Viviane, namun niat Radit hanya ingin tahu apa maksud kedatangannya kembali ke Indonesia dan tiba-tiba hadir di acara pernikahannya.
Setelah mendapat informasi dari orang suruhannya bahwa Viviane pulang karena ingin menemui dirinya untuk melanjutkan pembahasan pernikahannya yang tertunda. Radit tersenyum sinis mendengar penuturan orang suruhannya.
“sepertinya memang dia tidak tahu malu. Setelah meninggalkan dan ingin kembali lagi. Dasar egois! Nggak akan aku biarkan sedikitpun kamu mencoba merusak pernikahanku” gumamnya pelan setelah menutup panggilan itu.
__ADS_1
Radit juga merasa sedikit lega karena Viviane sudah kembali ke Singapore. Jadi dia merasa aman. Bukan berarti dirinya takut, hanya saja saat ini ada hati yang harus dijaga dan dilindungi. Dia tidak mau kalau sampai istrinya kecewa karena kehadiran Viviane. Radit tidak ingin Delia meragukan perasaannya lagi.
Kini Radit memasuki kamarnya. Kamar yang dulku ditempati Delia seorang diri, kini akan menjadi tempat tidurnya juga.
Radit tersenyum melihat istrinya yang sudah terlelap.
Istrinya memang beberapa hari ini kurang tidur. Radit juga merasa kasihan. Namun dia lebih kasihan dengan si junior yang terus saja mendesaknya saat melihat wajah cantik dan tubuh seksi istrinya.
Radit segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah itu dia menyusul istrinya untuk ikut terbang kea lam mimpi.
Hampir dua jam mereka tidur, hingga hari hampir malam. Delia menggeliat dan mengerjapkan matanya. Dia sangat terkejut dengan keberadaan seseorang di belakangnya yang sedang tertidur dan melingkarkan tangannya di perut Delia. setelah itu dia menyadari ternyata suaminya ikut tidur juga.
Delia tersenyum melihat suaminya yang masih tertidur. Dia tidak menyangka kisah hidupnya bisa sampai ke tahap ini. Bahkan dulu membayangkan untuk hidup bersama dengan Radit saja dia tidak berani. Namun sekarang kenyataannya, Radit menjadi menjadi suaminya. Delia sadar memang rencana Tuhan itu sangat unik.
“Aku tahu aku ini memang tampan dan mempesona” tiba-tiba saja Radit berkata seperti itu tapi matanya masih terpejam. Delia sangat terkejut. Apakah suaminya sudah bangun dari tadi. Tapi kenapa matanya masih terpejam.
“ah pasti mas Radit sedang mimpi. Bisa-bisanya dia narsis dalam mimpinya” gumam Delia tertawa cekikikan sendiri. Delia segera segera bangun dari tidurnya. Namun belum sempat dia terbangun, tubuhnya sudah dikungkung oleh tubuh suaminya. Delia membelalakkan matanya.
“mas???”
“apa? Siapa yang kamu bilang narsis dalam mimpi?”
“ja…jadi mas Radit sudah bangun?” Tanya Delia gugup
“sepertinya kamu sengaja menggodaku sayang. Baiklah kamu memang harus dihukum”
“ta..tap- mmmhhhhhhhh”
Dengan segera Radit membungkam mulut istrinya. Dan terjadilah lagi pergulatan nikmat antara sepasang insan yang sedang di mabuk cinta itu.
*TBC
__ADS_1
*Hai-hai jumpa kembali hari senin. siapa yang nyariin author? awas aja ya klo "vote" nya nggak mluncur. author jitak online lho😂😂 ok👌👌. jangan lupa sedekah. semakin banyak sedekah rezekinya semakin berkah😍😍😘
*_author newbie_💕💕