Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S2 eps 103


__ADS_3

Radit, Delia, dan Kevin kini sudah berada di dalam mobil. Mereka bertiga sama-sama terdiam. Radit merasakan hawa yang tidak baik-baik saja dari istrinya. Dia tahu apa yang terjadi tadi saat di meja makan. Vera mencoba menggodanya, namun dirinya sudah berusaha menghindar. Tapi tetap saja istrinya marah melihat itu semua. Nanti sesampainya di rumah dia akan menjelaskan pada istrinya.


Sedangkan Kevin merasa bingung dengan sepasang suami istri yang kini duduk di kursi belakang. Kenapa mereka berdua sama-sama terdiam. Padahal setahunya tadi saat berangkat mereka baik-baik saja. Dan sekarang tampak berbeda. Kevin memang tidak tahu apa yang terjadi saat istrinya tadi tiba-tiba menelepon. Dan setelah selesai menelepon, yang dia tahu hanya ada tuannya saja yang berada di meja makan. Dan setelah itu Delia mengajaknya pulang.


Kini mobil yang dikendarai Radit sudah sampai di depan pelataran rumah tuannya. Setelah membukakan pintu untuk kedua majikannya, Kevin segera pergi meninggalkan kediaman tuannya.


Delia memasuki rumah terlebih dahulu tanpa menunggu suaminya. Sedangkan Radit berjalan mengikuti istrinya sambil menghela nafas pelan.


“selamat malam non” sapa bi Marni


“malam bi, apa Kay sudah tidur bi?”


“sudah non”


“ya sudah” bi Marni hanya menganggukkan kepalanya.


Setelah menanyakan Kay pada bi Marni, Delia segera memasuki kamarnya. Dia meletakkan tasnya kemudian berjalan ke walk in closet untuk berganti pakaian.


“sayang” ucap Radit saat Delia selesai berganti baju


“mas kalau ganti baju sudah aku siapkan”


Radit segera beranjak dari duduknya. Padahal sebenarnya dia ingin berbicara dengan istrinya, namun sepertinya Delia sedang tidak ingin bicara dengannya.


Delia sudah merebahkan badannya di atas tempat tidur dengan posisi miring. Radit melihat istrinya tidur membelakanginya merasa sangat gelisa. Dia harus mengajak istrinya bicara. Dia sangat yakin bahwa istrinya belum tidur.


“sayang. Aku tahu kamu belum tidur. Please aku ingin membicarakan kejadian tadi”


Dan benar saja, memang istrinya belum tidur. Delia membalikkan badannya dan menatap intens suaminya.


“apa lagi yang ingin mas bicarakan?”

__ADS_1


“duduklah”


Delia bangun dari tidurnya kemudian dia duduk masih di atas tempat tidur. Sebenarnya dia sangat malas sekali jika hanya ingin membahas Vera. Tapi dia juga ingin tahu apa yang ingin dibicarakan oleh suaminya. Radit memegang lembut kedua tangan istrinya.


“sayang, harus berapa kali aku katakan bahwa aku sama sekali tidak ada hubungan apa-apa dengan Vera”


“aku percaya mas”


“jadi untuk apa kamu bersikap dingin seperti ini?”


Delia tersenyum sinis menanggapi pertanyaan suaminya. Apa memang suaminya ini tidak peka atau pura-pura bodoh setelah melihat Vera yang berusaha menggodanya tadi.


“untuk apa? Mas kamu bisa buka mata kan? Apa yang dilakukan Vera tadi? Apa kamu pikir aku nggak tahu apa yang dilakukan oleh Vera di belakangku?”


“apa maksudnya” Radit bingung


“aku tadi sengaja meninggalakn kalian berdua. Aku ingin melihat apa yang dilakukan oleh wanita itu. Dan benar dia berusaha menggoda kamu saat aku tidak ada”


“kenapa mas diam? Ingat mas, memang aku percaya kalau kamu tidak ada hubungan apa-apa dengan wanita itu selain hubungan kerja. Tapi apa kamu yakin wanita itu juga sama dengan kamu yang hanya memiliki hubungan sebatas rekan kerja?”


Radit berpikir. Benar apa yang dikatakan oleh istrinya. Memang dilihat dari sikap Vera akhir-akhir ini yang berubah sepertinya Vera mempunyai maksud lain selain hubungan kerja.


“kamu tadi juga lihat kan kalau aku sudah berusaha menghindar. Percayalah sayang, aku tidak akan tergoda dengan wanita seperti Vera. Bagiku kamu adalah segalanya bagiku. Sudah ya jangan cemburu lagi”


“ini bukan masalah cemburu atau tidak mas. Ini masalah mempertahankan sebuah hubungan. Apa salah aku bersikap seperti ini dengan tujuan untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga kita. Kejadian tadi anggap saja kesialan bagi wanita itu karena gagal menggoda kamu mas. Lantas apa yang akan terjadi jika aku tidak bersama kamu mas? Apa mas yakin dia tidak akan berusaha menggoda mas lagi? Justru kesempatannya semakin besar”


Lagi-lagi Radit tertegun dengan perkataan istrinya. Semua yang dikatakan istrinya benar. Belum tentu Vera tidak akan menggodanya lagi kalau dirinya sedang tidak bersama istrinya. Radit tidak akan membiarakan itu semua terjadi. Dia harus melakukan sesuatu.


“baiklah aku minta maaf. Mulai sekarang aku tidak akan menemui Vera lagi. Dan jika berhubungan dengan pekerjaan, aku akan mengutus Kevin untuk mewakili aku jika ada meeting dengan Vera. Sudah ya sayang. Please aku nggak mau kamu kepikiran terus seperti ini. Kasihan anak kita” ucap Radit sambil mengelus perut istrinya kemudian memeluknya. Delia merasa lebih tenang dengan apa yang dikatakan oleh suaminya.


***

__ADS_1


Setelah kejadian makan malam itu, Vera sangat marah dengan apa yang dikatakan oleh Delia. Seharusnya ucapan Delia menjadi tamparan keras baginya, tapi tidak. Vera semakin dendam dengan Delia. dia akan berusaha untuk terus mendekati Radit. dia sudah bertekat untuk mendapatkan simpati dari Radit bahkan kalau bisa merebut Radit dari tangan istrinya.


Hari ini Vera sudah bersiap untuk pergi ke kantor. dia sangat senang karena hari ini akan meeting dengan Radit. dan kebetulan meetingnya diadakan di perusahaannya sendiri. Sejak tadi Vera sudah memoles wajahnya agar terlihat menarik di mata Radit. dan sudah menggunakan pakaian yang sangat seksi. Vera yakin hari ini Radit akan tergoda penampilannya.


Vera memasuki ruangan meeting dengan wajah yang sumringah. Padahal waktu meeting masih 30 menit lagi tapi Vera sudah berada di sana terlebih dahulu. Dia tidak sabar ingin segera bertemu dengan Radit. baginya ini adalah kesempatan yang tidak boleh disia-siakan untuk mendekati Radit karena kebetulan meetingnya diadakan di kantornya sendiri.


Akhirnya waktu meeting tiba. Vera sudah mempersiapkan dirinya untuk menyambut Radit. tamu istimewanya. Sekretaris Vera sudah membukakan pintu untuk menyambut kedatangan rekan bisnis atasannya.


“Selamat pagi tuan Rad-“ ucap Vera terpotong kala yang dilihat bukan Radit melainkan asistennya yaitu Kevin.


“selamat pagi nona Vera”


“ah iya silakan duduk tuan Kevin”


Kevin segera duduk tepat di hadapan Vera. Namun Vera mencegahnya. Dia mengatakan bahwa itu tempat duduk buat Radit kenapa malah Kevin yang duduk disitu. Vera pikir Radit akan datang terlambat. Kevin mengerti maksud Vera.


“oh maaf nona, tuan Radit tidak bisa hadir lanataran ada urusan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Jadi beliau mengutus saya untuk mewakilinya”


Vera benar-benar kecewa mendengar ucapan Kevin. Padahal dia sudah mempersiapkan semuanya untuk menyambut kedatangan Radit. tapi yang datang malah asistennya. Mau tidak mau Vera harus membahas urusan kerjaannya dengan Kevin.


Sementara itu Kevin yang kini sedang duduk persis di hadapan Vera sejak tadi tidak fokus. Berulang kali dia menelan salivanya kasar dengan adanya suguhan buah segar di hadapannya. Kevin yakin kursi yang didudukinya saat ini seharusnya ditempati oleh tuannya. Dan melihat Vera yang yang berpakaian seksi, Kevin jadi yakin bahwa Vera mempunyai maksud lain selain hubungan kerja. Dia tidak bisa membiarkan ini semua terjadi. Dia harus mencegah hal buruk yang akan terjadi pada atasannya.


“huhh… salah sasaran” gumam Kevin dalam hati sambil melirik Vera.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke novel author yg baru ya.. Cinta Sang Mantan Cassanova🤗🤗😍😍


__ADS_2