
Setelah sarapan bersama keluarganya selesai, kini Kay dan Vito kembali lagi ke kamarnya. Sejak mendapat ejekan dari Papa dan Daddynya waktu sarapan tadi, sampai saat ini wajah Vito masih ditekuk. Kay sebenarnya ingin ikut tertawa tapi dia tahan karena dia takut suaminya akan semakin kesal.
“Mas, kapan kita berangkat ke kota J?” Tanya Kay.
“Nanti sore sekalian sama Papa juga.” jawab Vito.
Karena waktu masih siang, akhirnya Kay memilih untuk bersantai terlebih dulu. Semalam istirahatnya juga sudah cukup. Sekarnag di membuka jendela besar kamar hotelnya.
Kay berjalan menuju balkon yang disana terdapat satu kursi panjang yang sepertinya sengaja disediakan pihak hotel untuk bersantai. Kay disana sambil melihat keindahan kota. Kebetulan sekarang musim penghujan, dan saat ini cuacanya sedang mendung dan sejuk.
Kay merebahkan tubuhnya di atas sofa panjang itu. Dia melamun. Tidak menyangka sekarang dirinya sudah sah menjadi istri dari pria yang sudah sejak bayi menyayanginya. Kay sangat bahagia sekali bisa bersanding dengan Vito.
Cup
Tiba-tiba saja Vito berjongkok disamping Kay yang sedang melamun sambil mengecup bibir ranum Kay yang berwarna pink itu.
“Mas?” Kay terkejut dan hendak duduk.
“Jangan duduk, begini saja. Aku ingin melihat wajah cantik istriku.” Ucap Vito.
Akhirnya Kay kembali merebahkan tubuhnya. Dan Vito juga masih berjongkok disamping Kay sambil membelai rambut Kay.
“I love you” Ucap Vito.
“I love you too” balas Kay.
Vito kembali mengecup bibir Kay. Namun kecupan singkat itu membuat Vito tidak puas, hingga dia kembali mengulang kegiatannya. Lama-lama kecupan singkat yang berulang itu berubah menjadi ciuman bahkan ******* lembut. Keduanya kini tengah menikmati pagutan dari masing-masing bibir mereka. Meskipun Kay masih kaku membalas ciuman dari Vito tapi Kay berusaha untuk menyeimbanginya. Lama mereka saling memagut, mereguk segala kenikmatan dalam berciuman dan masih dalam posisi yang sama. Akhirnya Kay merasa kehabisan oksigen dan segera memberi kode pada Vito untuk mengakhiri kegiatan berciumannya.
Kay meraup oksigen sebanyak-banyaknya. Sedangkan Vito terlihat sangat tenang namun tatapan matanya mendamba penuh gairah. Kemudian Vito berdiri dan ikut bergabung di kursi yang sama dengan Kay. Kursi itu luas, hingga bisa menampung dua orang sekaligus.
Kini Vito sudah tiduran disamping Kay. Vito mengangkat kepala Kay dan menelusupkan lengannya agar bisa digunakan Kay sebagai bantal. Kedua mata mereka kini sudah aling menatap. Vito melanjutkan kembali memagut bibir Kay yang sudah seperti candu baginya.
Semilir angin dari puncak gedung hotel dan ditambah suasana mendung, semakin sempurna menjadikan siang yang syahdu bagi sepasang pengantin baru yang sedang dilanda rasa bahagia itu.
__ADS_1
Ciuman mereka masih terus berlanjut. Tubuh mereka saling menempel. Bahkan tanpa sadar kaki Kay sudah melingkar di atas perut Vito. Senjata Vito yang ada di balik celana jeansnya seketika bereaksi saat tersentuh oleh kaki jenjang Kay. Tangan Vito mencoba bergerak menyusuri kedua bukit indah milik Kay yang masih tertutup oleh blouse warna ungu.
Kay benar-benar menikmati permainan ini. Bahkan tanpa sadar Kay menginginkan yang lebih dari ini. Kay tidak tahu kalau wanita sedang menstruasi libidonya akan naik. Dan saat Vito mulai meremas salah satu bukit indah milik Kay, suara ******* Kay lolos begitu saja di sela-sela pagutannya dengan Vito.
Vito semakin on fire mendengar ******* Kay. Dia meraih kancing blouse Kay yang hanya ada tiga kancing. Dengan cepat dan hanya menggunakan satu tangan, Vito berhasil melepas tiga kancing itu hingga kini terpampanglah dua bukit Kay dibalik penyangga warna merah maroon dengan posisi menyembul seakan ingin keluar.
Vito terkejut dengan pemandangan indah di hadapannya kini. Selama ini yang Vito lihat Kay tidak pernah berpakaian seksi jadi tidak pernah tahu lekuk tubuh Kay yang sebenarnya. Dan setelah dia berhasil membuka kancing baju Kay, Vito baru tahu ternyata bukit indah milik Kay sangat menggoda dengan ukuran lebih dari satu kepalan tangannya. Vito perlahan membelainya dengan tatapan yang semakin mendamba. Mata sayunya menatap Kay seolah meminta persetujuan untuk menikmati kesegaran buah itu.
Kay yang mengerti dengan maksud Vito, dia menganggukkan kepalanya. Karena jujur saja Kay juga menginginkan lebih dari itu. Dengan cepat Vito berusaha mengeluarkan kedua buah itu dari pembungkusnya. Setelah itu Vito melahap habis salah satunya dan tangannya meremas yang sebelahnya. Vito dan Kay semakin terbuai dengan kegiatan itu. Bahkan kini tangan Kay sudah memegang kepala Vito sambil menjambak rambutnya. Kay serasa terbang ke angkasa dengan kenikmatan yang diberikan Vito.
Kegiatan itu berlangsung cukup lama. Dan saat Vito menyadari bahwa Kay sedang datang bulan, dengan cepat dia melepaskan diri dari tubuh Kay dan segera berlari ke kamar mandi karena akan memuntahkan laharnya.
Sementara itu Kay masih kebingungan dengan sikap Vito yang tiba-tiba saja berlari ke kamar mandi dan meninggalkan dirinya dalam keadaan setengah telanjang. Kemudian Kay mengancingkan bajunya dan masuk ke dalam kamar. Karena rintik hujan mulai turun membasahi bumi.
Ceklek
Vito keluar dari kamar mandi hanya dengan melilitkan handuk di pinggangnya. Rambutnya juga terlihat basah.
“Mas habis mandi?” Tanya Kay heran.
“Bukannya tadi pagi sudah mandi? kenapa mandi lagi?” Tanya Kay lagi dengan polosnya.
Vito berjalan menuju ranjang mendekati Kay. Dia membisikkan sesuatu tepat di telinga Kay.
“Ini semua gara-gara kamu. Kalau saja kamu tidak datang bulan, laharku ini akan muntah ke dalam Rahim kamu.” Bisik Vito.
Kay membelalakkan matanya saat sudah mengetahui maksud Vito. Dia tidak menyangka bahwa kegiatan setengah panas tadi bisa membuat Vito on fire sampai memuntahkan laharnya.
“Maafin Kay Mas!” ucap Kay merasa bersalah.
“Hei jangan merasa berslah. Aku nggak apa-apa. Akulah yang menginginkan ini semua.” Ucap Vito kemudian.
Setelah itu Kay mengambilkan baju buat Vito. Dan Vito tersenyum melihat Kay yang selalu melayaninya dengan senang hati. Dalam hati Vito merasa beruntung bisa mempunya istri yang sangat perhatian seperti Kay.
__ADS_1
Setelah kegiatan setengah panas di balkon kamar hotel tadi, tiba-tiba hujan turun dengan deras. Akhirnya Vito dan Kay memutuskan untuk tidur.
Papanya juga tadi sempat mengirim pesan bahwa kepulangannya ke kota J harus ditunda dulu mengingat cuaca yang tidak bersahabat. Dan besok pagi Vito, Kay, dan Gio baru bisa melakukan penerbangan ke kota J.
Suasana syahdu hari ini membuat kedua insan dalam balutan selimut tebal itu semakin lelap menikmati tidur siangnya. Hingga tanpa sadar mereka terbangun saat waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore.
Krukk
Kay yang lebih dudlu membuka matanya saat dengan tidak tahu malunya perutnya sedang konser. Sedetik kemudian disambut gelak tawa Vito yang masih menutup matanya. Kay sangat malu sekali dengan suaminya.
“kamu lapar Sayang?” Tanya Vito saat sudah membuka matanya.
Kay hanya mengangguk. Kemudian Vito meraih gagang telepon untuk menghubungi pihak hotel agar mengirim makanan ke kamarnya.
.
.
.
*TBC
Segitu dulu ya gengs pemanasannya. eh setengah panas😂😂
Tetap tinggalkan jejaknya ok👌👌
Like✔️
Komen✔️
Gift✔️
Vote✔️
__ADS_1
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘