Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
Eps 11 Calon Menantu Idaman


__ADS_3

Kini Delia sudah berada di mall. Dia pergi ke Alma's Boutique untuk mengambil pesanan ibunya. “Selamat siang mbak, tante Almanya ada?” tanya Delia pada karyawan butik. “Eh mbak Delia, siang mbak. Ibu Alma ada mbak di dalam. Langsung masuk saja tadi Ibu sudah pesan ke saya kalau mbak Delia datang suruh masuk ke dalam saja” ucap karyawan tersebut dengan ramah. Karena dia sudah kenal lama dengan Delia. Bahkan Ibunya Delia menjadi pelanggan tetap di Alma's Boutique.


“Selamat siang tante” Sapa delia di depan pintu karena pintunya terbuka. “Ehh Delia, ayo sini langsung masuk saja” ucap tante Alma.


Delia langsung masuk ke dalam dengan mencium tangan tante Alma. Delia dan tante Alma berbincang-bincang. Mereka sangat akrab karena Ibu Delia dan tante Alma sudah lama kenal dan sering berlangganan di butiknya. Dan tante Alma sudah menganggap Delia seperti anaknya sendiri karena tante Alma dari dulu tante Alma ingin punya anak perempuan.


Sayangnya, anaknya laki-laki dan itu pun cuma satu. Sebenarnya mau nambah lagi tetapi karena kesibukannya di butik dari dulu sehingga dia hanya diberi kesempatan oleh Tuhan hanya memiliki satu orang anak saja. Meskipun begitu tante Alma tidak mengeluh justru sangat bersyukur punya anak laki-laki yang penyayang terhadap keluarga, penurut, dan yang pasti sangat tampan. Semenjak dia kenal dengan Delia, tante Alma sudah menganggapnya seperti anak sendiri. Tante Alma sangat menyukai kepribadian Delia. Selain anaknya cantik dan ramah, dia juga tidak sombong, dan mandiri. Meskipun Delia anak dari keluarga yang berkecukupan tetapi dia sudah mampu berusaha untuk bekerja sendiri sambil kuliah. Itulah yang menyebabkan tante Alma sangat menyukai kepribadian Delia.


“Andai anakku belum mempunyai kekasih, pasti aku akan jodohkan dengan Delia. Karena dia tipe menantu idaman. Sayang sekali” batin tante Alma sambil menatap Delia yang sedang sibuk memasukkan baju pesanan ibunya ke dalam kantong.

__ADS_1


“Tante, ini sudah selesai, Delia langsung pamit ya soalnya sudah sore nih” pamit Delia pada tante Alma. “ko' buru-buru sih sayang, padahal tante masih kangen lho sama kamu del. Malah rencana tante mau ngajak kamu ngopi sebentar sekalian tante kenalin sama anak tante” keluh tante Alma dengan agak kecewa. “aduh maaf banget ya tante, Delia juga buru-buru nih sudah ada janji juga sama temen, lain kali aja ya tante pasti Delia usahain” ucap Delia yang merasa tidak pada tante Alma.


Setelah kepergian Delia, tante Alma diam sibuk dengan pikirannya sendiri. Mengapa dia telat berteman dengan Mira ibunya Delia. Andai saja mereka sudah berteman lama pasti dia juga akan lebih dekat lagi dengan Delia. Dan andai saja anaknya belum mempunyai kekasih pasti sekarang anaknya sudah dijodohkan dengan Delia. Tidak mungkin dia memaksa ankanya untuk putus dengan kekasihnya dan menjodohkan dengan Delia. Dia tidak boleh egois dengan memaksakan kehendaknya. Karena dia juga tau kalau jodoh itu sudah menjadi urusan Tuhan dan sifatnya sangat mutlak. Seandainya saja anaknya nanti tidak berjodoh dengan kekasihnya, dia akan segera menjodohkannya dengan Delia.


Tiba-tiba Alma menyadari akan pemikirannya. Tidak, dia tidak boleh berdoa yang buruk tentang anak semata wayangnya. Di tengah-tengah lamunannya yang terus berandai-andai tidak jelas, ada yang menepuk punggungnya menyadarkan dia dari lamunannya.


“ehh... Raditttt....!” pekik sang mama karena tetkejut.


“lagi ngelamunin apa sih ma ko' serius banget?” tanya Radit penasaran. “sudah ah nggak penting. Ayo anterin mama ke rumah tante Ratna. Kamu juga lama banget daritadi mama nungguin” ajak mama Radit yang tak lain adalah tante Alma. “iya mama sayang, maaf tadi makan siang dulu sama Vivi” rayi Radit pada mamanya. Sedangkan mamanya hanya mencebik. "coba saja tadi kamu datangnya tidak telat, pasti mama ajak ke cafe dulu sama anak temen mama, sekalian mau mama kenalin sama kamu" pancing mama Radit yang ingin tahu reaksi anaknya. "mama mulai deh,, Radit kan sudah punya Viviane ma" jawab Radit malas. "iya-iya mama sudah tahu, kalau Viviane itu sudah segalanya bagi kamu. mamanya sampai dilupain" ucap mamanya mencebik. dan Radit hanya diam saja.

__ADS_1


Alma tahu akan sifat anaknya itu. Kalau sudah pulang, selalu seperti itu. Jarang pulang ke rumah mamanya. Dan waktunya sering dihabiskan bersama Vivi. Mamanya sendiri sampai dilupain. Alma merasa selama anaknya menjalin kasih dengan Vivi kurang lebih 5 tahun, anaknya sering mengabaikan urusan keluarganya. Tidak tau alasannya apa dan apa yang telah diperbuat oleh Vivi terhadap anaknya sehingga membawa dampak yang sedikit buruk bagi keluarga. Setahu Alma waktu dipertemukan dengan Vivi dulu, dia anaknya baik, juga sopan. Tapi sayang agak kurang perhatian terhadap keluarga. Dia hanya mencintai anaknya saja tidak dengan keluarganya. Itu menurut pandangan Alma tentang Vivi. Maka dari itu dia menyesal tidak mengenal Delia lebih dulu agar bisa menjodohkan dengan anaknya. Meskipun Radit atau Delia tidak saling suka, namanya juga usaha siapa tahu nanti lama-lama akan tumbuh rasa cinta diantara keduanya. Tetapi semua terlambat, Alma tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya bisa mendoakan yang tetbaik buat Radit putra satu-satunya.


Padahal andai saja mama Radit tahu, bahwa antara Radit dan Delia sudah saling mengenal dan sama-sama menaruh hati.


#percayalah tante Alma, sebelum janur kuning melengkung, perasaan masih bisa berubah haluan. Entah itu harus melalui jalan yang seperti apa. Karena hanya Tuhan yang bisa membolak-balikkan hati dan perasaan seseorang. →pesan dari _author newbie_ 😘😘


*TBC


*Jangan lupa kasih jempolnya biar tambah semangat😘😀

__ADS_1


__ADS_2