
“KARENA AKU MENCINTAIMU KAY!”
Akhirnya Vito mengungkapkan isi hatinya yang selama ini ia pendam. Dia tidak peduli bagaimana tanggapan Kay. Baginya yang terpenting dia sudah mengaku cinta pada Kay.
“Kak? nggak mungkin Kak Vito mencintai Kay” tolak Kay tidak percaya.
“Aku serius Kay. Aku mencintai kamu” ucap Vito meyakinkan Kay.
“Tapi Kak Vito sudah memiliki Melly. Dan Kay kan hanya adik Kak Vito.” Ucap Kay lagi.
Vito menghela nafas panjang. Dia memegang kedua bahu Kay dan meminta Kay menatap matanya. Sekali lagi Vito mengatakan pada Kay kalau dia memang benar-benar mencintai Kay. Cinta seorang pria pada wanita bukan sebagai kakak adik. Vito juga mengatakan ketidak tahuannyan atas perasaannya itu mulai kapan hadir. Vito hanya merasa tidak mau ada seorang pria pun yang mendekati Kay. Seperti ada rasa cemburu buta dalam hati Vito saat ada pria yang mencoba mendekati Kay. Dan tentang Melly, Vito sudah mengatakan tidak ada hubungan lagi dengan Melly, karena dia tidak pernah mencintai Melly.
Kay juga menatap dalam mata pria yang selama ini dia anggap sebagai kakak. Dalam sorot mata Vito memang tidak tampak kebohongan. Kay sungguh sangat tidak percaya dengan pengakuan Vito yang tiba-tiba ini. Sebenarnya dalam hati Kay juga merasakan hal yang sama dengan yang dirasakan Vito. Hanya saja Kay bodoh tidak tahu kalau itu adalah cinta.
“Tapi Kak, Rey?”
“Apa kamu mencintai Rey?” Tanya Vito memastikan.
Kay menggelengkan kepalanya. Namun bukan jawaban bahwa dia tidak mencintai Rey, melainkan tidak tahu apakah dia mencintai Rey atau tidak.
“Kay nggak tahu Kak. Kay bodoh sekali kalau menyangkut perasaan. Kay tidak tahu itu cinta apa bukan.” Jawab Kay.
“Kakak nggak masalah. Kakak kasih kamu kesempatan untuk berbicara dengan Rey. Kakak harap kamu bisa mengungkapkan semua yang kamu rasakan saat ini dengan Rey. Dan satu lagi, kakak mau Tanya.”
“Tanya apa Kak?”
“Apa yang kamu rasakan pada Kakak selama ini?”
Kay menjelaskan pada Kay tentang apa yang ia rasakan selama ini. Kay mengatakan dengan jujur bahwa dirinya sangat nyaman jika berada dekat Vito. Dan ada rasa tidak ingin kehilangan saat Vito jauh darinya. Kay juga merasakan dadanya sesak saat mengetahui Vito sudah memiliki kekasih.
Vito yang mendengarkan semua isi hati Kay seketika tersenyum. Dia sangat yakin kalau Kay juga mencintainya. Hanya saja Kay tidak tahu apa itu cinta.
Vito merengkuh tubuh Kay dan memeluknya. Dia merasa lega karena akhirnya perasaan yang selama ini ia pendam, sudah dia ungkapkan.
“Nanti aku akan bilang pada Mommy dan Daddy kalau aku ingin melamar kamu.” Ucap Vito yang kini sudah mengubah panggilannya menjadi aku, kamu.
“Maksud Kak Vito melamar?” Tanya Kay polos.
“Iya aku akan melamar kamu untuk menjadi istriku.” Ucap Vito.
Blush
Wajah Kay kini memerah bak kepiting rebus. Dia sangat bahagia sekali hari ini. Kay dapat merasakan arti cinta yang sebenarnya. Cinta yang selama ini menjadi teka-teki dalam hidup Kay akhirnya terjawab sudah.
Setelah itu Vito mengambil makanan yang ada di meja sebelah brankar Kay. Vito menyuapi Kay dengan sayang. Dan Kay juga sangat bahagia mendapat perlakuan seperti itu dari Vito. Meskipun saat ini rasanya dia sangat sulit sekali menelan makanan yang sudah ia kunyah itu.
__ADS_1
“Nih minum dulu, nanti kamu tersedak cinta” ucap Vito yang sudah memulai gombalannya.
(ck gimana tuh tersedak cinta bang? ada² aja Ckckck😂😂)
Kay meraih gelas yang diberikan oleh Vito dan meminumnya. Setelah itu dia meminum obatnya.
“Buat istirahat saja biar cepat sembuh. Aku akan menjaga kamu disini.” Ucap Vito.
“Baik, Kak. Terima kasih.” Balas Kay.
Cup
“Cepat sembuh ya Sayang!” ucap Vito setelah mengecup kening Kay.
Srrrr
Aliran darah Kay berdesir saat Vito memanggilnya sayang setelah mengecup keningnya. Karena pengaruh obat yang baru saja dia minum, Kay perlahan merasakan kantuk. Dan akhirnya dia tertidur. Kemudian Vito meninggalkan Kay yang sedang beristirahat menuju sofa yang ada di dalam ruangan itu.
Selama beberapa hari Kay dirawat di rumah sakit, Vito selalu menemaninya. Dia menyerahkan urusan kantor pada Arsa. Meskipun Arsa juga ingin sekali menjenguk adik sepupunya, tapi atas permintaan Vito, Arsa terpaksa harus mengurungkan niatnya untuk pulang ke kota B.
Dan selama Kay dirawat di rumah sakit, Rey juga setiap hari datang menjenguk Kay. Vito sebenarnya sangat cemburu melihat Rey begitu perhatian pada Kay. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Vito sudah berjanji pada Kay, agar Kay yang membicarakan sendiri urusannya dengan Rey tanpa campur tangan darinya. Dan yang membuat Vito gusar adalah sampai saat ini Kay belum memberikan kepastian tentang perasaannya pada Rey.
“Kay akan bicara pada Rey nanti Kak kalau Kay sudah pulang dari rumah sakit.” Ucap Kay yang seolah mengerti kegusaran Vito.
“Iya, terserah kamu.” Jawab Vito.
Kay pulang ke rumah bersama Vito. Dalam perjalanan, tampak wajah Kay yang terlihat sangat cemas seperti sedang memikirkan sesuatu. Kemudian Vito menggenggam lembut tangan Kay.
“Kenapa hem?” Tanya Vito.
“Kay takut Kak. Kay takut Mommy dan Daddy tidak menyetujui kita.”
“Kamu tenang saja. Serahkan semuanya padaku” ucap Vito menenangkan Kay.
Akhirnya mobil yang dikendarai Vito tiba di rumah. Mommy, Daddy, dan Nathan menyambut kepulangan Kay. Semua terlihat senang akhirnya Kay sudah sembuh. Dan kini semua sudah berkumpul di ruang keluarga.
“Terima kasih ya sayang sudah menemani Kay selama dirawat di rumah sakit.” Ucap Delia pada Vito dan Vito hanya tersenyum.
“kamu benar-benar seorang kakak yang sangat perhatian dengan adik kamu. Mommy harap perhatian kamu tidak akan pernah hilang meskipun Kay nanti sudah bersuami.” Ucap Delia.
Deg
Jantung Vito dan Kay berdetak tak karuan saat mendengar apa yang baru saja diucapkan Delia. apa maksud dari ucapan Delia. Vito yang tadinya ingin mengatkan perasaannya sekaligus ingin melamar Kay mendadak surut semangatnya. Apakah Delia telah menyetujui hubungan Kay dengan Rey.
Radit yang melihat perubahan wajah Vito dan Kay sepertinya bisa membaca situasi. Tapi dia juga bingung bagaimana menanyakannya.
__ADS_1
“Kak Rey sangat perhatian ya Kak. Selama kakak opname, dia selalu menjenguk kakak.” Ucap Nathan tiba-tiba.
“Dia memang calon suami yang siaga. Mommy sangat menyukai Rey. Dia pria yang sangat baik dan penyayang. Benar kan Kay?” Tanya Delia.
“Ehm, i..iya Mom” jawab Kay ragu.
“maaf semuanya, Vito mau ke kamar dulu. Vito capek sekali.” Pamit Vito kemudian.
Vito benar-benar sangat kecewa dengan jawaban Kay yang membenarkan ucapan mommynya yang memuji Rey. Kalau Kay tidak mencintai Rey, seharusnya dia tidak membenarkan ucapan mommynya. Entahlah Vito jadi merasa insecure saat ini.
Sedangkan Kay juga tampak cemas melihat tingkah Vito yang sepertinya marah dengannya. Akhirnya Kay juga pamit untuk segera masuk ke kamarnya. Tapi Kay beralasan minta ijin dulu ke kamar Vito karena ingin mengambil ponselnya yang tadi tidak sengaja dibawa Vito.
Tok tok tok
Vito membuka pintu kamarnya dan terkejut melihat Kay yang sudah berdiri di hadapannya.
“Kak, boleh Kay masuk?” Tanya Kay dan Vito mengangguk.
“Apa Kak Vito marah sama Kay?”
“Nggak perlu ditanya, kamu pasti tahu jawabannya. Kalau kamu tidak cinta dengan Rey, tidak seharusnya kamu membenarkan ucapan Mommy tadi Kay. Kamu tahu kan kalau aku tadi ingin jujur pada Mommy dan Daddy kalau aku mencintai kamu dan aku juga ingin melamar kamu.”
“Iya Kak, tap-“
“Apa?? Kamu mau melamar Kay???”
.
.
.
*TBC
Waduh waduh waduh kenapa jadi sprti ini sih😂😂😂😂
Mksih banyak yg masih setia baca novel ini. tetap jgn lupa tinggalkan jejak kalian ya😘😘
Like✔️
Komen +✔️
Komen hujatan auto blocked
Gift✔️
__ADS_1
Vote✔️
Tengkyuuuuuuu😘😘😘