Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
Eps 61 Menyalahkan Diri Sendiri


__ADS_3

Di sebuah gedung tua tak berpenghuni, namun beberapa saat yang lalu sudah ada penghuni barunya yang terdiri dari dua orang laki-laki bertubuh kekar dan seorang gadis berparas cantik. Gadis itu tak lain adalah Delia.


Tadi saat Delia dijemput oleh seseorang yang mengaku sopir suruhan Radit, dia tertidur di dalam mobil karena tidak kuat menahan pusing di kepalanya. Dan saat dia berusaha bangun dan perlahan membuka matanya, Delia merasa asing dengan jalan yang dilewatinya. Dia ketakutan. Dan saat akan berteriak minta tolong, dari belakang ada seseorang yang memukul tengkuknya dengan keras hingga menyebabkan Delia seketika pingsan.


Dan disinilah Delia saat ini. Duduk terikat di kursi kayu dalam keadaan tak sadarkan diri. Mulutnya pun diplester.


“apa yang harus kami lakukan bos” Tanya salah satu orang yang tadi menculik Delia. orang itu sedang berbicara dengan seseorang di balik telepon.


“……”


“dia masih pingsan bos” jawabnya lagi. Sedangkan temannya disebelah hanya diam saja.


“…..”


“baik bos. Setelah kami menyiksanya apakah kami boleh bersenang-senang dengan gadis itu bos?”


“……”


“siap bos dengan senang hati” setelah menutup panggilannya, lelaki itu tersenyum menyeringai.


Selanjutnya dia menyuruh temannya untuk mengambil air dan menyiramkannya pada Delia agar dia sadar dari pingsannya.


“byuuuurrrrrrrrr” seember air disiramkan tepat mengenai muka Delia. dan seketika itu Delia bangun dari pingsannya.


Delia meronta panik, ketakutan semua jadi satu. Dia tidak bisa meminta tolong karena mulutnya tertutup rapat oleh plester.


“apa permainannya bisa kita mulai?” tanya salah satu preman pada temannya.


“harusnya kita senang-senang dulu baru menyiksanya” keluh salaah satunya


“kau ingat kata bos tadi. Setelah kita menyiksanya baru kita bisa senang-senang. Karena dia sudah tidak bisa melawan lagi dengan badan yang sakit semua. Jadi kita bisa lama bersenang-senangnya hahahahaha….” Tawanya menggema di seisi ruangan


“kau benar juga hahahaha…..” sahut salah satunya


Delia yang mendengar itu semua semakin ketakutan. Hanya air matanya saja yang terus mengalir tanpa henti.


“selamat menikmati kesakitan kamu nona cantik” preman itu menendang kuat kaki Delia hingga kursi yang ia duduki bergeser.


“sstttt….. jangan menangis cantik, setelah ini kamu akan bersenang-senang dengan kami” salah satu preman menarik rambut Delia ke belakang dan preman yang satunya menampar pipi Delia bergantian hingga darah segar mengalir dari pelipisnya.


Delia sungguh tidak berdaya. Hanya untaian doa dalam hatinya yang bisa dia ucapkan. Rasa sakit sudah menjalar di seluruh tubuhnya. Preman itu benar-benar tak berperikemanusiaan.


Setelah menampar dan menjambak. Tak segan-segan dia juga menendang perut Delia hingga dia terjatuh dengan posisi masih terikat di kursi.


“sudah cukup sekarang kembalikan dia di posisi semula”


“ok”

__ADS_1


Setelah Delia berhasil duduk lagi, salah satu preman itu membuka satu kancing kemeja Delia. saat dia akan melanjutkan aksinya. Tiba-tiba tangannya dicekal oleh salah satu temannya.


“apa’an sih?”


“lebih baik kita segera pergi dari sini. Aku mendengar suara langkah kaki. Rasanya keberadaan kita sudah diketahui”


“sialll!!” dengan langkah cepat kedua preman itu segera meninggalkan tempat.


“Brakkkk”


#Flashback on


Setelah tidak mendapat jawaban dari Surya, Radit segera meninggalkan café. Dia segera menghubungi papanya. Radit yakin papanya bisa membantunya untuk melacak keberadaan Delia karena papanya mempunyai teman intelligent dari kepolisian.


Tidak membutuhkan waktu lama, papa Radit sudah mengabarkan tentang keberadaan Delia. dengan cepat Radit menuju lokasi dimana Delia disekap. Tak lupa Radit juga membawa orang-orang dari kepolisian sekaligus untuk menangkap orang yang menculik Delia.


Radit kini sudah berada di lokasi. Dia berjalan pelan mengendap-endap agar tidak diketahui si penculik. Semakin dekat Radit mendengar suara rintihan orang kesakitan, hingga dia terburu-buru dan tidak bisa lagi mengatur langkahnya”


“Brakkkk” Radit menendang pintu dengan keras.


#Flashback off


Radit sudah berhasil masuk ruangan dimana Delia disekap dan diikuti oleh beberapa anggota kepolisian. Namun Tidak menemukan keberadaan orang yang menculik Delia disana.


Dia hanya melihat sosok perempuan yang sedang tertunduk dengan keadaan terikat di kursi. Radit berlari.


“Sayang…bangun” Delia hanya diam saja tak bergerak.


Radit melepaskan tali yang mengikat tubuh Delia dan membuka plester di mulutnya. Dia sangat sakit melihat kondisi Delia yang mengenaskan seperti itu. Banyak luka memar di wajah dan juga kakinya.


Radit melihat baju Delia yang kancing bagian atasnya terbuka. Radit dapat memastikan bahwa preman yang menculik Delia belum sempat menjamah bagian terlarang dari tubuh Delia.


Tidak menunggu waktu lama, Radit segera membawa Delia ke rumah sakit. Dan anggota tim kepolisian yang dibawa Radit tadi segera bertindak untuk menyelidiki kasus penculikan Delia dengan barang bukti yang tersisa disana.


Radit kini sudah berada di ruang tunggu rumah sakit. Delia masih ditangani oleh dokter secara intensif. Radit tidak menyangka akan ada kejadian seperti ini. Dia menyalahkan dirinya sendiri. Akibat keteledorannya bisa menyebabkan Delia harus menerima dampak yang sangat buruk.


Andai saja tadi dia tidak mamatikan ponselnya pasti dia akan membalas pesan Delia dan menyuruhnya pulang naik taksi. Andai saja dia tidak banyak pekerjaan pasti dia akan pulang tepat waktu dan segera menjemput Delia. Radit terus saja dihinggapi rasa bersalah.


Beberapa saat kemudian mama dan papanya datang. Mereka menghampri putranya yang sedang tertunduk lesu dengan penampilan yang berantakan. Mama Radit tadi juga sudah menghubungi orang tua Delia. mereka juga tidak kalah terkejut mendapatkan kabar buruk tentang putrinya.


“Dit…. Yang sabar ya” mamanya berusaha menenangkan .


“Ma.. Delia terluka lagi. Radit bodoh ma, Radit tidak bisa menjaganya dengan baik ma, semua salah Radit ma. Apa Radit pantas buat Delia ma??? Katakana ma?” Radit menangis dalam pelukan mamanya.


“Jangan bilang seperti itu sayang. Ini bukan kesalahan kamu. Jangan menyalahkan diri sendiri. Yang penting kamu sudah berhasil menyelamatkan Delia” ucap sang mama.


Sedangkan papa Radit hanya diam saja. Dia berpikir bahwa dibalik semua kejadian ini pasti ada dalangnya. Namun siapa. Dia akan terus meminta bantuan kepada temannya agar segera menemukan pelaku penculikan serta penganiaya calon menantunya.

__ADS_1


Pintu ruangan pasien dibuka dan dokter yang menangani Delia keluar.


“dok bagaiman keadaan Delia?” Tanya Radit


“pasien masih belum sadarkan diri. Karena efek dari obat biusnya. Luka-lukanya sudah diobati. Terdapat memar dibagian wajah, kaki, dan sedikit parah di bagian perutnya. Namun kami sudah menanganinya dengan baik”


“apa saya boleh masuk dok?”


“boleh asal jangan mengganggu kenyamanan pasien dulu. Biarkan saja dia tertidur”


“terima kasih dok”


Radit dan orang tuanya segera masuk untuk melihat keadaan Delia. ketiga orang dalam ruangan itu sedikitnya bisa bernafas lega karena Delia sudah mendapatkan penanganan dari dokter.


Beberapa jam kemudian, Delia sudah terbangun dari tidurnya. Saat membuka mata, dia melihat sekelilingnya ternyata dia sedang berada di rumah sakit karena ada selang infus yang menggantung di sisi kirinya. Dan di sebelah kanannya ada seseorang yang sedang tertidur. Delia hafal dengan orang itu, siapa lagi kalau bukan Radit.


“Mas?” panggil Delia lirih sambil mengusap kepala Radit


Radit kaget ada sentuhan tangan di kepalanya. Dia bangun mengerjapkan matanya.


“Sayang… kamu sudah bangun? Mana yang sakit? Kamu butuh apa? Biar aku ambilin?”


Delia tersenyum melihat Radit yang begitu perhatian.


“makasih ya mas udah menyelamatkan aku”


“kamu jangan bilang gitu, justru semua ini karena kesalahanku yang tidak bisa menjag-“


Delia menutup mulut Radit dengan jarinya agar Radit tidak terus menyalahkan dirinya sendiri.


“yang penting aku sekarang sudah aman mas. Sekarang ambilkan minum. Aku haus sekali” Delia berusaha mengalihkan perhatiannya.


“iya sayang, tunggu sebentar”


Akhirnya sedikit demi sedikit rasa sakit pada tubuh Delia hilang. Delia telah menceritakan kronologi kejadian dimana dia diculik. Dia mengatakan awalnya ada seseorang menjemputnya dan mengatakan bahwa dia adalah sopir perusahaan suruhan Radit. Delia juga menceritakan semua yang yang dilakukan oleh kedua preman tersebut. Darah Radit mendidih tidak terima orang yang dia cintai diperlakukan keji seperti itu. Dia harus mencari tahu siapa dalang dibalik itu semua. Meskipun tadi dia mendapatkan kabar dari pihak kepolisian bahwa penyelidikannya akan memakan waktu yang sedikit lama karena sepertinya pelaku sangat cerdik hingga kesulitan untuk menemukan barang bukti.


Dan malam itu juga, kedua orang tua beserta abang dan kakak ipar Delia datang untuk melihat langsung keadaan putrinya.


Beberapa hari dirawat di rumah sakit, akhirnya Delia sudah diperbolehkan pulang. Karena kondisinya sudah pulih seratus persen.


Delia sudah kembali ke apartemennya. Dan dia juga sudah pergi ke butik untuk mengecekt lagi baju pengantinnya. Dan ternyata sudah pas tidak ada sesuatu yang harus diperbaiki.


Kurang satu minggu lagi pernikahan Radit dan Delia akan digelar. Hari ini Delia dan Radit beserta kedua orang tua Radit sedang bersiap untuk terbang ke kota B.


*TBC


*_author newbie_💕💕

__ADS_1


__ADS_2