Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
Eps 88 Kabur


__ADS_3

Di sebuah tempat tidur mewah di sebuah villa yang masih berada di kota M ada seorang perempuan yang sedang tertidur dengan nyenyak.


Meskipun kamar villa itu tidak memakai ac namun udaranya sudah sangat sejuk, mengingat kota M adalah terkenal dengan sebutan kota dingin.


Setelah kurang lebih satu jam perempuan itu tidur akhirnya perlahan dia membuka matanya. Ya, perempuan itu adalah Delia. setelah berhasil membuka matanya dengan sempurna, Delia melihat sekeliling yang Nampak begitu asing baginya. Dia bingung dimana dia sekarang. Ini kamar siapa.


Kemudian dia mengingat kejadian beberapa jam yang lalu. Tadi Delia berkunjung panti asuhan Kasih Bunda yang dekat dengan villanya. Delia sudah terbiasa datang ke panti asuhan itu untuk memberikan sedikit sumbangan dan ingin mendekatkan diri dengan anak-anak yang tinggal disana. Dia ingin berbagi kebahagiaan dengan anak panti asuhan.


#flashbaack on


Saat sedang berkunjung, tanpa sengaja dia bertemu dengan seseorang yang dia kenal.


“om Wijaya?”


“iya nak Delia. nak Delia ko’ bisa berada disini?”


“lantas om juga kenapa bisa ada disini?” akhirnya mereka berdua duduk di sebuah kursi taman yang sedikit jauh dengan panti.


“saya dulu berasal dari panti ini. Dan berkat panti ini juga saya bisa sesukses sekarang”


Delia manggut-manggut mengerti. Dia ingat beberapa tahun yang lalu saat Angga menceritkan melihat dirinya pertama kali di panti asuhan ini. Delia baru sadar ternyata om Wijaya adalah salah satu donatur terbesar di panti ini.


“hebat ya om Wijaya. Meskipun sudah sukses namun tidak melupakan tempatnya berasal” Delia tersenyum salut pada pria paruh baya yang sudah dia anggap seperti ayahnya sendiri.


“memang harusnya begitu. Kita tidak boleh melupakan dari mana kita berasal meskipun kita sudah sukses. Lantas kenapa nak Delia bisa berada disini? Dan kenapa sendirian?”


Mendapat pertanyaan itu, raut muka Delia berubah sendu mengingat tentang penghianatan yang dilakukan oleh suaminya. Ternyata selama ini diam-diam suaminya masih menemui mantan kekasihnya.


“nggak apa-apa ko’ om, saya sedang ingin liburan saja dan keluarga saya memang punya villa sederhana yang tidak jauh dari panti asuhan ini”


Sebenarnya Wijaya sudah mengetahui apa yang sedang terjadi dengan Delia namun dia pura-pura tidak mengetahuinya.


Setelah ngobrol beberapa menit, Delia tiba-tiba merasakan kepalanya sangat pusing. Entahlah kenapa akhir-akhir ini dia sering merasakn pusing di kepalanya.


“nak Delia kenapa?” Tanya Wijaya yang melihat Delia memegangi kepalanya


Kemudian Delia mengatakan bahwa kepalanya sangat pusing. Wijaya tersenyum licik. Dia mengeluarkan botol kecil menyerupai minyak angin dan diberikan pada Delia. padahal tadi dia berniat memberikan minyak angin yang ternyata berisi obat bius hisap yang akan ditumpahkan sedikit ke sapu tangun sebelum membungkam mulut dan hidung Delia. namun sekarang melihat mangsanya sedang pusing, Wijaya memanfaatkannya dengan memberi botol itu dengan mengatakan bahwa itu minyak angin.


Dan benar saja, sedikit Delia membuka tutup botol itu baunya sudah menyengat dan kemudian mengoleskan pada kening. Beberapa detik kemudian Delia sudah pingsan tak sadarkan diri.


#flashback off


Delia bangun dari tidurnya. Dia merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Namun saat akan membuka pintu kamar, dia mendengar seseorang sedang berbicara di balik telepon.


“untuk saat ini, sementara itu dulu yang bisa aku serahkan”


“…..”

__ADS_1


“tidak. Khusus untuk yang satu ini akan aku jadikan ****** pribadiku dulu”


“…..”


“ah wanita yang bernama Viviane Margaretha itu? Nanti saja aku serahkan ke kamu. Sekarang aku sudah dapat gantinya yang tak kalah cantik. Sahabatnya dia”


“….”


“ok. Aku mau bersenang-senang dulu”


Delia membungkam mulutnya tak percaya tentang obrolan seseorang baru saja dia dengar. Orang itu adalah om Wijaya, orang yang sudah dia anggap seperti ayahnya sendiri.


Dia tidak menyangka bahwa dirinya akan dijadikan jalangnya setelah sahabatnya. Tubuh Delia bergetar, dia sangat ketakutan. Dia harus segera kabur jauh dari tempat ini. Tiba-tiba dia mendengar pintu tempatnya menguping dibuka. Dengan cepat Delia kembali ke tempat tidur dan pura-pura tidur.


Cklek..


“ah nyenyak sekali sayang tidurmu” Wijaya perlahan duduk disamping Delia yang sedang pura-pura tidur. Delia berusaha untuk tenang meskipun kini dirinya saat ini sedang ketakutan.


“aku sudah tidak sabar ingin menikmati keindahan tubuh kamu” Wijaya mengelus pelan rambut hitam lurus Delia.


“sebelum kamu terbangun, lebih baik aku memberikanmu sedikit pemanasan” Wijaya mengecup kepala Delia, kemudian melepas kemejanya.


Tok…tok…tok…


Tiba-tiba pintu kamar diketuk. Wijaya geram sekali pada orang yang berani mengusiknya. Padahal baru saja dia akan memulai permainannya dengan mangsa barunya. Kemudian Wijaya segera memakai kemejanya lagi.


“maaf bos diluar ada tuan Surya”


“apa??”


Wijaya terkejut mendengar kedatangan anaknya yang tiba-tiba. Wijaya segera keluar dan meminta anak buahnya menjaga pintu kamar dimana Delia sedang tertidur. Dan kesempatan itu Delia gunakan untuk segera kabur.


“ada apa kamu kesini?” Tanya Wijaya pada Surya dengan berusaha menutupi semuanya.


“papa jangan pura-pura tidak tahu. Katakana dimana Angel sekarang?”


“apa maksud kamu menanyakan Angel pada papa?”


“cepat papa katakana dimana Angel sekarang. Surya nggak nyangka ternyata papa jauh lebih bejat dari Surya”


PLAKKKKK


“kurang ajar kamu!!”


“yang kurang ajar itu papa, yang bajingan itu papa. Apa yang mama rasakan setelah tahu bahwa papa selama menjalani bisnis gelap Human Trafficking. Setelah menjadikan Viviane ****** papa, sekarang papa akan menjadikan Angel sebagai target selanjutnya?”


.

__ADS_1


Wijaya tidak menyangka bahwa kebusukannya akhirnya diketahui oleh anaknya sendiri.


“kamu jangan asal nuduh papa tanpa bukti”


“cepat katakana Pa dimana Angel?” belum sempat Wijaya menjawab pertanyaan Surya, tiba-tiba anak buahnya yang bertugas jaga di depan lari terburu-buru.


“bos diluar ada polisi”


Seketika itu Wijaya terkejut dan dengan cepat berusaha melarikan diri. Dia melangkahkan kakinya mundur untuk lari lewat pintu belakang, namun terlambat.


“jangan bergerak!!” salah satu anggota polisi menodongkan pistolnya ke arah Wijaya dari belakang. Wijaya sudah tidak bisa mengelak lagi. Sementara dua anak buahnya yang tadi berjaga di depan dan berjaga di pintu kamar Delia sudah berhasil dibekuk oleh polisi.


“Delia!!!!” Radit yang baru saja masuk berteriak mencari keberadaan istrinya.


“katakana diman istriku?” Tanya Radit pada Wijaya. Tapi Wijaya hanya diam saja, posisi tangannya sudah terborgol. Saat sejenak polisi lengah, dengan cepat Radit memberikan bogemnya tepat pada wajah Wijaya.


“dit tolong jangan gini dit!” Surya berusaha mencegah Radit agar tidak semakin menggila memukuli papanya. Dan Wijaya juga segera diamankan oleh polisi.


“kamu masih mau melindungi tua Bangka itu hah?”


“please dit, jangan main hakim sendiri. Serahkan semua pada yang berwajib. Sekarang kita cari dimana Angel sekarang”


Akhirnya Radit sadar. Dia segera menyusuri semua ruangan untuk mencari keberadaan istrinya. Radit dan Surya menggeledah seisi ruangan namun dia tidak menemukan Delia.


“sayang kamu dimana?” Radit sudah frustasi tidak menemukan istrinya.


Dan saat Radit masuk kamar yang diduga tempat untuk menyekap istrinya, dia menyusuri kamar itu sampai ke kamar mandi, namun istrinya tidak ada. Dan pandangan Radit teralihkan pada pintu jendela yang terbuka. Radit yakin pasti istrinya kabur lewat jendela itu.


Sementara itu, Wijaya beserta dua anak buahnya sudah diringkus polisi dan segera dibawa ke kantor polisi.


.


.


.


* THE END😭😭


.


.


.


. eh TBC deh😂😂✌️


salam calangheyo dari _author newbie_😘😘💕💕

__ADS_1


__ADS_2