
Setelah beberapa menit perjalanan, akhirnya Radit, Delia dan ibunya sudah sampai di rumah. Delia bisa bernafas lega akhirnya bisa kembali ke rumahnya meskpun tanpa membawa serta buah hatinya karena masih membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit.
Radit membawa tas yang berisi pakaian kotor istrinya. Sedangkan Ibunya menuntun Delia berjalan memasuki rumah. Saat kaki Delia pertama kali masuk ke dalam rumah, disana sudah ada Kay anak sulungnya yang sudah menyambut kedatangannya.
“mommy!!!!!” teriak Kay sambil berlari ke arah mommynya
“Kay sayang” Delia sangat terharu dan sangat merindukan anak perempuannya. Selama beberapa hari dirawat di rumah sakit, Delia sampai lupa tidak pernah menanyakan keadaan Kay. Dia hanya fokus pada adik Kay saja. Delia menjadi merasa bersalah pada anak sulungnya itu.
“sayang, maafin mommy ya, selama ini mommy tinggalkan Kay sendirian”
“iya mommy, Kay tidak sendilian. Kan tiap malam Kay tidulnya sama dedi”
Delia menjadi terharu saat mendengarkan apa yang diucapkan oleh Kay. Jadi selama dirinya dirawat di rumah sakit tidak pernah menjumpai suaminya pada jam-jam tertentu berarti suaminya pulang dan menemani Kay tidur. Dan Delia pernah menjumpai suaminya kembali lagi ke rumah sakit saat sudah jam 11 malam. Itu berarti setelah Kay tidur, suaminya kembali lagi ke rumah sakit.
“mommy kenapa nangis?”
“nggak ko’ sayang. Mommy sangat merindukan Kay”
Kemudian Delia berjalan memasuki kamarnya dengan diikuti oleh Kay dan neneknya. Sedangkan Radit, setelah meletakkkan tas yang berisi pakaian kotor istrinya, dia segera masuk ke ruang kerjanya.
Malam harinya Ibu Delia sudah pulang ke rumahnya. Karena Delia lah yang menyuruh sang ibu untuk pulang. Delia tidak ingin membuat ibunya kelelahan. Lagian dirinya juga sudah sembuh. Dan sebelum pulang tadi, ibunya juga sudah membantu Delia mengganti perban perutnya.
Kini Delia sedang berada di dalam kamarnya. Dia sedang memompa asinya untuk ditaruh dalam lemari pendingin. Karena besok akan dibawa ke rumah sakit untuk diberikan pada bayinya. Sedangkan Radit, saat ini sedang menemani Kay di kamarnya. Radit sedang membacakan dongeng untuk Kay sebelum tidur. Akhir-akhir ini semenjak istrinya dirawat di rumah sakit, Radit selalu menemani dan membacakan dongeng buat Kay. Kay pun juga sudah tidak mau ditemani oleh bi Santi sebelum tidur. Dia lebih memilih ditemani oleh daddynya.
Setelah Kay tidur, baru Radit meninggalkan kamar Kay. Kemudian Radit berjalan masuk ke dalam kamarnya. Ini adalah pertama kali Radit memasuki kamarnya dengan suasana hati yang berbeda. Radit berjalan mengendap. Dia tidak ingin kehadirannya akan mengganggu tidur nyenyak istrinya.
Radit bernafas lega saat melihat istrinya sudah tertidur pulas. Dia menatap nanar pada tubuh istrinya. Dia ingin sekali merengkuh tubuh yang sangat dia riundukan itu. Tapi dia harus menahannya. Dia tidak ingin istrinya semakin membencinya.
__ADS_1
Kemudian Radit masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah selesai dan berganti pakaian tidur. Perlahan Radit naik ke atas tempat tidur dimana istrinya juga sedang terlelap disana. Radit tidur dengan posisi agak menjauh dari istrinya. Dia tidak ingin berdekatan dengan istrinya agar tidak terjadi sesuatu diluar kemdalinya.
Karena rasa lelah yang menguras tenaganya, tidak butuh waktu lama akhirnya mata Radit terpejam. Sedangkan Delia yang sebenarnya hanya pura-pura tidur, dia dapat merasakan kehadiran suaminya di dalam kamar dan kini sudah berbaring disampingnya. Meskipun tidak bisa saling merengkuh, Delia akhirnya bisa tidur setelah mendengar dengkuran halus dari suaminya.
Keesokan harinya Delia terbangun dari tidurnya dengan keadaan suaminya yang sudah tidak ada disampingnya. Delia melihat jam dinding menunjukkan pukul 7 pagi. Dia segera masuk ke kamar mandi untuk cuci muka. Setelah keluar dari kamar mandi, sudah ada suaminya yang menunggunya dengan membawa perban.
“apa kamu sudah mandi?” Tanya Radit pelan dan Delia hanya menggelengkan kepalanya.
“sini aku lepas dulu perbannya setelah itu baru kamu mandi” ucap Radit yang kini sudah membuka baju atasan yang dipakai istrinya.
Delia tertegun dengan apa yang kini sedang dilakukan oleh suaminya. Perlahan suaminya melepas perban bekas jahitan pada perutnya. Dan membersihkannya dengan air hangat yang sudah dipersiapkan oleh Radit.
“sudah, sekarang kamu mandi dulu”
“tapi akum au lihat Kay du-“
Tak mampu lagi membalas ucapan suaminya, Delia segera meninggalkan Radit dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi. selesai mandi, Delia masih melihat suaminya yang duduk di tepian ranjang. Tapi kali ini dengan pakaian yang rapi dan bersiap untuk ke kantor.
“sudah selesai?” Tanya Radit dan Delia mengangguk
Kemudian Radit menarik lembut tangan Delia agar duduk di tepi ranjang. Setelah itu Radit membuka kembali baju atasan Delian dan memasang perban baru ke perut Delia. lagi-lagi Delia tertegun dengan tindakan suaminya. Setelah selesai mengganti perbannya, Radit berdiri dan mengecup kening istrinya sekilas sebelum keluar dari kamar.
Cup
“aku ke kantor dulu” Delia hanya terdiam saat suaminya tiba-tiba mengecup keningnya. Hatinya menghangat dengan perlakuan suaminya pagi ini.
Kemudian Delia mengikuti langkah kaki sumainya keluar dari kamar. Disana sudah ada Kay yang sudah cantik dan bersiap untuk pergi ke sekolah dengan diantar oleh Radit.
__ADS_1
“mom, Kay sekolah dulu ya”
“iya sayang, hati-hati ya”
Kemudian Radit berangkat ke kantor dengan Kay. Radit juga membawa tas kantong tempat menyimpan susu hasil asi perah istrinya. Radit akan membawanya ke rumah sakit setelah mengantar Kay sekolah, baru setelah itu pergi ke kantornya.
Setelah mengantar Kay dan mengantar susu buat anaknya, Radit pergi ke kantornya. Dia akan disibukkan lagi dengan berkas-berkas dan beberapa meeting yang sudah menunggunya.
Sore saat jam pulang kantor, Radit segera pulang ke rumahnya. Dia segera masuk kemarnya dan melihat istri yang kebetulan baru akan mandi. entah Delia sengaja mandi agak sorean atau sengaja menunggu suaminya pulang. Tapi Radit tidak peduli akan hal itu. Radit segera melepas perban dan membersihkan luka pada perut istrinya seperti yang ia lakukan tadi pagi.
Setelah semuanya beres, kini Radit, Delia, dan Kay sedang makan malam bersama. Tidak ada percakapan yang terjadi antara Radit dan Delia, keduanya hanya menimpali celotehan dari bibir mungil Kay.
Setelah selesai makan malam, Radit segera mengambil stok asi yang dari lemari pendingin untuk diantar ke rumah sakit. Meskipun tidak banyak, yang penting bayinya bisa minum asi dari mommynya. Setelah berpamitan pada Kay dan mencium kening istrinya, Radit segera pergi ke rumah sakit.
Hal itu Radit lakukan setiap hari. Terkadang jika dirinya kelelahan, dia sampai tidak sadar tertidur di ruang tunggu depan anaknya di rawat. Pagi menjelang subuh saat Radit terbangun, baru dia memutuskan untuk pulang. Untung saja pihak rumah sakit tidak melarangnya saat dirinya menunggu hingga tertidur di depan ruangan anaknya.
Dalam waktu satu bulan, akhirnya bayi Delia sudah diperbolehkan pulang karena berat badannya sudah bertambah. Padahal menurut perkiraan dokter, paling tidak membutuhkan waktu satu bulan lebih atau dua bulan untuk memulihkan bayi premature. Itu semua karena Delia yang rajin memompa asinya dan juga Radit yang tidak pernah telat dalam mengirimkan asi buat anaknya ke rumah sakit.
Radit bisa bernafas lega akhirnya bayinya sudah boleh pulang. Setidaknya dia tidak harus bolak-balik lagi ke rumah sakit.
.
.
.
*TBC
__ADS_1