Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S3 eps 216


__ADS_3

Saat ini Jenny sedang berada di butik milik Carissa. Jenny sangat merindukan Carissa karena akhir-akhir ini mereka jarang sekali bertemu. Jenny yang tidak tahu apa-apa, dia menganggap jika Carissa selama ini sangatlah sibuk dengan butiknya.


“Kak, weekend besok kakak ikut hadirkan dalam festival peragaan busana?” Tanya Jenny saat sedang berada di ruangan Carissa.


“Iya. Karena ini kesempatan buat kita memperdalam ilmu kita dalam dunia fashion Jen. Jadi kau juga nggak mau melewatkan acara ini. karena dalam festival nanti akan dihadiri langsung oleh designer terkenal dari luar negeri.” Jawab Carissa.


“Iya Kak. Aku juga nggak mau melewatkan acara ini. oh iya, nanti kakak datang sama siapa?” Tanya Jenny.


“Mungkin akan ditemani oleh Mas Dhefin Jen.” Jawab Carissa.


“Oh”


Jenny hanya bisa beroh ria. Karena jujur saja dia ingin mengajak Jenny berangkat bersama dengan Kakaknya. Jenny ingin sekali mendekatkan kakaknya dengan Carissa. Tapi dia sadar kalau Carissa sudah memiliki kekasih yaitu Dhefin. Sahabat kakaknya sendiri.


Jenny tidak tahu kejadian yang telah dialami oleh kakaknya dengan Dhefin. Yang Jenny tahu kalau kakaknya sudah putus dengan Astrid. Entah alasannya apa, Jenny juga tidak tahu. Maka dari itu dia ingin sekali mendekatkan Carissa dengan kakaknya.


Setelah lama berbincang-bincang dengan Carissa, akhirnya Jenny berpamitan untuk kembali lagi ke butiknya. Kebetulan juga mamanya baru saja datang. Jadi Jenny memutuskan segera kembali.


***


Rutinitas Barra di kantor saat ini sudah tidak sepadat biasanya. Dia sudah tidak lagi lembur. Dan kerja samanya dengan Xavier juga berjalan dengan baik dan lancar.


Saat ini Barra sedang duduk di meja makan bersama keluarganya. Mereka berlima menikmati makan malam mereka dengan hening. Setelah selesai mereka menuju ruang keluarga untuk bersantaai. Sementara Opa Gio memutuskan untuk masuk ke kamarnya.


'‘Kak, weekend nanti antar aku ke festival peragaan busana ya!” pinta Jenny yang saat ini sedang duduk bersandar pada pundak Barra.


“Kemana memangnya?” Tanya Barra.


“Ke kota X. maunya aku sekalian ngajak Kak Carissa berangkat bersama, tapi dia yang nggak bisa.” Ucap Jenny.


“Kenapa memangnya?” sahut Kay.


“Katanya dia diantar sama Kak Dhefin Ma.” Jawab Jenny.


Barra hanya daim saja tidak menanggapi ucapan Jenny. Jadi nanti saat dirinya mengantar Jenny, dia akan bertemu dengan Carissa dan Dhefin. Barra yang mau menolak mengantar Jenny pun tidak tega. Karena dia sangat malas jika nanti bertemu dengan Dhefin. Sedangkan Kay melihat Barra yang terdiam seakan tahu apa yang dipikirkan oleh anaknya.

__ADS_1


Weekend pun tiba. Jenny sudah bersiap-siap untuk hadir ke acara festival. Karena perjalanannya memerlukan waktu kurang lebih 3 jam. Jadi Jenny dan Barra akan berangkat sedikit lebih awal. Meskipun acaranya sore. Rencananya mereka akan berangkat pukul 10 pagi.


Sebelum acara digelar, Jenny ingin jalan-jalan dulu dengan kakaknya. Mengingat kota X adalah salah satu kota yang terkenal dengan wisatanya. Jadi dia ingin refreshing terlebih dulu. Barra pun menyetujui keinginan adik tercintanya.


“Kak!” panggil Jenny pada Barra yang sedang memberikan sentuhan krim pada rambutnya.


“Hmmm” jawab Barra.


“Nanti berangkatnya mampir ke rumah Kak Carissa dulu ya” ucap Jenny.


Barra menghentikan kegiatan mengusap rambutnya saat mendengar permintaan adiknya. Buat apa mampir ke rumah Carissa. Apa adiknya ini minta berangkat bersama Carissa dan Dhefin.


“Langsung berangkat saja lah. Buat apa mampir-mampir segala?” tolak Barra.


“Kak Carissa tidak jadi berangkat karena Kak Dhefin tidak bisa mengantarnya. Padahal dia sangat ingin datang ke festival ini lho Kak. Jadi mau ya nanti kita jemput Kak Carissa dan kita ajak berangkat bersama.” Ucap Jenny.


Barra menyunggingkan senyumnya namun tidak diketahui oleh Jenny. Dia sangat senang. Jadi dia nanti akan memiliki banyak waktu bersama Carissa. Tapi meskipun begitu, Barra masih tetap menjaga imagenya dengan menjaga jarak dengan Carissa, demi mendapatkan hati Carissa.


Kini kakak beradik itu sudah masuk ke dalam mobil setelah berpamitan pada kedua orang tuanya. Barra segera melajukan mobilnya menuju rumah Carissa.


Beberapa saat kemudian mobil Barra sudah berhenti tepat di depan rumah Carissa. Barra tidak keluar dari mobilnya karena Carissa sudah berdiri di depan rumah. Barra tersenyum melihat penampilan Carissa yang sederhana namun sangat anggun. Dia ingin sekali memiliki perempuan itu secepatnya. Tapi sayangnya masih harus membutuhkan usaha yang lebih giat lagi.


“Ayo Kak masuk!” ajak Jenny sambil membukakan pintu depan.


“Aku duduk di belakang saja Jen.” Tolak Carissa dan Barra mendengarnya.


“Iya nanti gantian Kak. Sekarang Kak Carissa di depan dulu, biar aku yang duduk di belakang.” Ucap Jenny.


“Bagaimana kalau kita berdua duduk di belakang saja?” usul Carissa.


Barra yang mendengarnya segera menyalakan mesin mobilnya. Dia malas sekali mendengarkan perdebatan Carissa dan Jenny. Dan dengan cepat Jenny mendorong tubuh Carissa untuk segera masuk dan duduk di kursi depan. Kemudian Jenny membuka pintu belakang dan duduk tepat di belakang kakaknya.


Barra segera melajukan mobilnya menuju kota X. Carissa hanya diam saja. Dia gugip duduk berdekatan dengan Barra. Barra pun juga diam saja. Dia masih berusaha menjaga imagenya di samping Carissa. Jenny yang melihat kedua insan di depannya itu saling diam, akhirnya dia memilih mendengarkan music menggunakan earphonenya sambil menutup mata. Biarkanlah mereka berdua saling diam. Jenny tidak peduli.


“Bagaimana kabar Kak Barra?” Tanya Carissa memecah keheningan.

__ADS_1


Nyesss


Hati Barra seperti disiram air es saat mendengar suara lembut Carissa. Suara yang sangat dia rindukan selama ini.


Carissa sedikit kecewa karena Barra sama sekali tidak menanggapi pertanyaannya. Apa salah dirinya hingga Barra mengacuhkannya seperti ini.


“Ehm, baik.” Jawab Barra setelah dapat melihat raut kekecewaan pada wajah Carissa.


Setelah itu tidak ada lagi yang mereka bahas. Barra pun juga bingung harus bicara apa lagi. Jadi dia memilih untuk fokus mengemudi saja. Sedangkan Carissa memilih menatap jalanan di sepannya.


Seperti yang diminta oleh Jenny, kini mobil yang dikendarai Barra sudah berhenti di salah satu wisata yang terkenal di kota X. mereka bertiga segera turun dari mobil untuk istirahat sekaligus makan siang di salah satu resto.


Mereka bertiga sudah memesan menu makanan khas kota X. setelah itu diminta untuk menunggu beberapa saat. Jenny memilih menyegarkan matanya dengan berkeliling area resto. Karna pemandangannya sangat bagus dan menyejukkan. Meskipun cuacanya sedang terik.


“Bagaimana hubungan kamu dengan Dhefin?” Tanya Barra.


“Baik Kak. Kak Barra sendiri bagaimana dengan mbak Astrid?” Tanya Carissa balik.


“Aku sudah putus.” Jawab Barra singkat dan sempat membuat Carissa terkejut.


“Maaf. Aku tidak bermaksud untuk-“


“Nggak apa-apa. Aku sudah lupa juga. kamu tahu kenapa kau putus dengan Astrid?” Tanya Barra dan Carissa menggelengkan kepalanya.


“Karena Astrid selingkuh dengan -“


“Permisi, silakan dinikmati makan siangnya!” ucap salah satu pelayan yang membawa nampan berisi makanan.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Sabar ya reader alurnya memang sprti ini... semua butuh proses😂😂✌️✌️


Yuk jgn lupa like, komen, dan votenya biar author makin semangat buat up🤗😘😘😘😘


__ADS_2