Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S2 eps 153


__ADS_3

Vito kembali menutup mulut dan hidungnya saat sudah kembali bergabung di meja makan bersama keluarganya. Kay juga sangat heran dengan suaminya kenapa tiba-tiba seperti itu. Bukannya tadi baik-baik saja setelah melakukan perjalanan udara.


“Kamu sakit?” Tanya Radit.


Vito hanya menggeleng lemah karena sudah tidak tahan dengan perutnya yang kembali bergejolak.


Vito benar-benar lemas. Perutnya sejak tadi belum terisi tapi rasanya ingin muntah terus. Dia kembali lagi berlari ke kamar mandi untuk mengeluarkan cairan dalam perutnya. Kali ini Delia yang tampak khawatir. Dia segera mengikuti Kay yang menyusul suaminya ke kamar mandi.


“Mas makan dulu ya setelah itu baru minum obat. Mungkin Mas sedang masuk angin.” Bujuk Kay.


“Tapi aku nggak suka dengan bau masakan Mommy.” Jawab Vito lemah.


“Masakan Mommy nggak basi kok dan masih baru.” Ucap Delia yang kini sudah ada di belakang Vito dan Kay.


“Bukan masalah basi atau nggak Mom, Vito nggak suka aja.” Jawab Vito yang merasa tidak enak dengan Delia.


Setelah itu Kay mengajak suaminya masuk ke kamar karena Kay sangat kasihan dengan keadaan Vito yang semakin lemah. Delia juga membuatkan teh hangat untuknya berharap bisa mengurangi rasa mual Vito.


Kini Vito sudah berbaring di atas tempat tidur dengan wajah yang pucat. Kay bahkan melupakan makan malamnya karena sibuk merawat suaminya. Setelah itu Delia masuk ke dalam kamar denga membawa teh hangat.


“Terima kasih Mom!” ucap Kay.


“kamu sebaiknya makan dulu Kay, biar Mommy yang disini jaga Vito.” Ucap Delia dan Kay menatap suaminya seakan meminta persetujuan dan Vito mengangguk.


“Mas mau makan apa kalau nggak suka masakan Mommy?” Tanya Kay.


“Aku ingin makan sate padang saja. Nanti tolong suruh Nathan belikan.” Ucap Vito.


Kay dan Delia saling menatap heran. Pasalnya mereka berdua sangat paham dengan makanan kesukaan Vito sejak dulu. Dan sate padang bukan termasuk daftar menu makanan kesukaan Vito. sejak dulu Vito sangat tidak suka dengan masakan khas padang. Tapi sekarang justru ingin makan sate padang.


“Apa Mas yakin mau makan sate padang?” Tanya Kay memastikan dan Vito mengangguk.


Akhirnya Kay menuruti saja kemauan suaminya dan meminta tolong pada Nathan untuk membelikan nasi padang. Setelah Kay menyelesaikan makan malamnya, bertepatan dengan Nathan yang baru saja datang membelikan sate padang buat kakak iparnya.


“Nih Kak pesanannya.” Ucap Nathan.

__ADS_1


“Thanks ya Nath!” balas Kay.


“Aneh-aneh aja tuh Kak Vito permintaannya kayak orang ngidam aja.” Celetuk Nathan dan segera pergi meninggalkan Kay.


Kay tak menanggapi ucapan Nathan dan segera menyiapkan makanan untuk suaminya. Setelah selesai, Kay membawakan makanan pesanan suaminya ke kamar.


“Ayo Mas dimakan dulu. Perut Mas Vito sejak tadi kosong.” Ucap Kay.


Delia yang sejak tadi berada di samping Vito, berusaha membantu Vito bangun agar segera makan. Kay kini menyuapi suaminya dengan sabar. Namun setelah itu Vito meminta piring yang dipegang istrinya. Vito ingin makan sendiri.


“Pelan-pelan Mas. Kay dan Mommy sudah makan kok jadi nggak akan minta.” Ucap Kay.


Delia dan Kay sangat heran dengan tingkah Vito sekarang. tadi saat muntah berkali-kali, tampak wajah Vito yang sangat pucat dan lemah seperti sudah kehabisan tenaga. Dan sekarang, dengan cepat tenaganya terisi kembali saat makan sate padang. Apakah Vito sedang kerasukan setan? Begitulah batin Kay dan Delia.


Selesai makan, Kay memberikan obat untuk suaminya. Berharap keadaannya membaik. Namun jika suaminya kembali mual-mual, Kay akan membawa Vito ke rumah sakit.


“Ya sudah Mommy tinggal dulu ya. Kamu buat istirahat saja.” Pamit Delia.


“Iya Mom.” Jawab Delia.


“Ada apa Mas?” Tanya Kay.


“Sayang, aku ingin bercinta.” Pinta Vito dengan wajah memelas.


Kay melotot tidak percaya. Ada apa sebenarnya dengan suaminya saat ini. Padahal tadi benar-benar sangat lemah kondisinya. Dan setelah makan sate padang, dengan cepat keadaannya kembali pulih. Dan sekarang malah meminta bercinta.


“Mas, bukannya Kay nggak mau. Tapi Mas kan sedang sakit.” Tolak Kay dengan halus.


“Aku nggak sakit Sayang. Aku baik-baik saja.” Ucap Vito.


“Tapi Mas tadi hmmppp……”


Dengan cepat Vito meraih tengkuk istrinya dan segera ******* bibir manis Kay. Vito sebenarnya juga tidak tahu apa yang sedang terjadi dengan dirinya. Tapi yang pasti saat ini Vito sedang ingin bercinta dengan iatrinya. Gairahnya naik begitu saja saat melihat istrinya seorang diri.


Akhirnya Kay hanya bisa pasrah mendapati perlakuan menyenangkan dari suaminya. Kay bahkan sangat terkejut dengan permainan suaminya yang semangatnya naik 3x lipat dari biasanya. Kay benar-benar kuwalahan untuk menyeimbangi permainan Vito saat ini. Kay juga hampir menyerah tapi dirinya juga sangat puas. Jadi serba salah kan wkwkwkw😂😂😂😂

__ADS_1


Setelah pergulatan panas itu, Kay dan Vito sama-sama tergolek lemah di bawah selimut tebal yang menutupi tubuh mereka tanpa sehelai pakaian.


Keesokan harinya Kay terbangun lebih dulu karena tidak tahan ingin buang air kecil. Setelah itu Kay juga sekalian mandi. karena pagi ini dia akan pergi ke butiknya. Setelah mandi Kay masih melihat suaminya masih terlelap dalam tidurnya tapi dia tidak ingin membangunkannya. Kini Kay sudah turun ke bawah untuk segera bergabung di meja makan bersama keluarganya.


“Mom, Kay mau ke butik dulu ya. Nanti kalau Mas Vito sudah bangun, tolong sampaikan saja dan suruh nyusul Kay ke butik.” Pesan Kay pada Delia setelah selesai makan.


“Loh memangnya Vito sudah baikan? Biarkan di rumah saja kalau masih nggak enak badan.” Jawab Delia.


“Sudah Mom. Bahkan tadi malam saja Kay sampai kuwalahan-“ Kay segera munutup mulutnya yang hampir saja keceplosan bicara tentang kegiatan malam panasnya.


“Maksudnya?” Tanya Delia heran.


“Eh, ya sudah Kay berangkat dulu ya Mom?” pamit Kay cepat dan segera pergi ke butik.


Saat ini Kay sedang di butik. Dia meliha-lihat butiknya yang tampak ramai di hari minggu. Kay sangat salut dengan kinerja Desi. Benar-benar sangat bisa diandalkan. Setelah selesai di lantai bawah, Kay meminta Desi untuk menemuinya di ruang kerjanya yang berada di lantai 2.


“Ada apa Non?” Tanya Desi saat sudah masuk di ruangan Kay.


“Duduklah!” perintah Kay.


Setelah Desi duduk, Kay memberikan sebuah amplop yang berisi beberapa lembar uang ratusan ribu pada Desi. Desi menerimanya dengan bingung.


“Ini bonus buat kamu Des. Dan gaji kamu seperti biasa akan aku transfer ke rekening kamu. Dan bulan ini aku menaikkan gaji kamu.” Ucap Kay.


Desi sangat terkejut sekaligus sangat senang karena hari ini mendapat rejeki berlimpah dari bosnya. Desi juga mengucapkan banyak terima kasih pada Kay. Begitupun dengan Kay, dia juga mengucapkan terima kasih atas kinerja Desi selama ini.


“Non, saya hampir lupa. Minggu kemarin ada yang mencari Non Kay.” Ucap Desi.


“Siapa yang mencari istriku???”


.


.


.

__ADS_1


*TBC


__ADS_2