Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
Eps 86 Keguguran


__ADS_3

Di sebuah villa sederhana yang terletak di kawasan pegunungan dan jauh dari kota ada seorang perempuan yang sedang duduk termenung di balkon lantai dua.


Dengan ditemani secangkir teh hijau yang asapnya masih mengepul semakin menambah kehangatan suasana di sekitarnya, karena hawa dingin yang menjadi ciri khas kota itu meskipun waktu masih sore.


Setelah perjalanan udara kurang lebih satu jam dari kota J ke kota M. dan dari bandara kota M menuju villa yang membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam, kini Delia bisa beristirahat sejenak untuk mengurangi kegundahan di hatinya dengan menikmati pemandangan indah dari berderet-deret pegunungan.


Delia meneguk pelan secangkir teh hijau yang masih mengepulkan asap yang dibawakan orang penjaga villa kepercayaan keluarganya.


Sejak kepergiannya dari kantor suaminya beberapa jam yang lalu, Delia menonaktifkan ponselnya. Dia butuh ketenangan, dia tidak mau ada orang yang mengganggunya.


Tak terasa waktu sudah hampir petang. Delia segera beranjak dari duduknya. Karena Bi Marni yang tak lain adalah orang yang selalu menjaga dan membersihkan villa keluarga Delia mengatakan bahwa air hangatnya sudah siap. Delia segera masuk ke kamar mandi. dia ingin berendam di dalam bathup yang sudah berisi air hangat.


Setelah 20 menit berendam, Delia segera beranjak ke shower untuk membilas tubuhnya. Delia melihat seluruh tubuhnya rasanya seperti ada yang berbeda. Sedikit berisi, apalagi bagian perutnya. Padahal selama ini makannya juga tidak terlalu banyak namun kenapa lemak di tubuhnya terlihat.


Apakah karena dia bahagia setelah menikah. Mengingat itu semua, senyum yang tadinya terbit di bibirnya kini berangsur sirna seiring dengan ingatannya tentang apa yang terjadi beberapa jam yang lalu hingga dirinya bisa berada disini.


Delia segera mengakhiri prosesi mandinya. Kemudian dia memakai baju santai yang sudah tersedia di dalam lemari. Memang semua anggota keluarga Delia sengaja meninggalkan beberapa pakaian mereka di villa tersebut agar kalau berkunjung tidak perlu repot-repot membawa banyak baju.


Setelah selesai memakai baju dan menyisir rambutnya dan sedikit memeberi compact powder pada wajahnya, Delia segera turun ke lantai satu untuk makan malam.


Bi Marni sudah sejak tadi sudah menunggu majikannya turun untuk makan malam. Bi Marni tiap hari tidur di villa, di kamar yang sudah tersedia di lantai satu. Sebenarnya wanita yang berumur 50 tahun itu penasaran sejak kedatangan Delia. Kenapa dia datang sendiri ke villa tanpa keluarganya. Bahkan suaminya pun tidak ikut. Tapi ditahannya rasa penasaran itu. Karena takut mencampuri urusan majikannya.


“maaf ya bi lama nunggu Delia”


“nggak apa-apa ko’ non”


“ayo bi kita makan”


“non Delia saja makan dulu, bibi gampang nanti saja”


Namun Delia tidaaak mau makan kalau tidak ditemani oleh bi Marni. Dengan sedikit paksaan akhirnya bi Marni mau menemani Delia makan malam.


“bi besok masakin Delia sate kerang ya”


“hah?” bi Marni sejenak terkejut dengan permintaan Delia, namun dia segera tersadar.


“baik non. Besok pagi-pagi bibi akan ke pasar beli kerangnya”


“maksih ya bi” bi Marni mengangguk patuh.


Setelah makan malam Delia naik lagi ke lantai dua menuju kamarnya. Dia merasakan sedikit pusing. Mungkin karena capek setelah perjalanan jauh. Dia memutuskan untuk tidur. Dia berharap besok rasa pusing di kepalanya hilang.

__ADS_1


***


Di tempat lain di kota J, seorang laki-laki berperawakan tinggi berbadan atletis dengan wajah yang tampan meskipun penampilannya saat ini sedang berantakan sedang kebingungan mencari keberadaan istrinya.


Waktu sudah malam tapi sampai sekarang istrinya belum juga ditemukan. Tadi Radit sudah menghubungi mamanya menanyakan keberadaan Delia namun tidak ada disana.


Kemudian dia menghubungi kakak iparnya yang kini sudah tinggal menetap di kota B. Radit juga menanyakan keberadaan Delia yang justru semakin membuat Ade kalang kabut mendengar adik kesayangannya pergi tanpa pamit.


Radit juga menghubungi Zakki agar orang-orangnya dengan cepat mencari keberadaan istrinya. Radit tersadar, seketika rasa takut merayapi hatinya. Takut si tua Bangka Wijaya membawa lari istrinya.


Radit segera pergi ke kantor Wijaya ingin mencari keberadaannya. Namun keadaan kantor sudah sangat sepi. Dan satpam perusahaan mengatakan bahwa bos besarnya tidak ada di kantor sejak kemarin. Satpam itu mengatakan hanya anaknya saja yang menggantikan bosnya sejak kemarin.


Kemudian Radit menanyakan keberadaan Surya yang ternyata pergi ke rumah sakit beberapa menit yang lalu. Radit segera pergi ke rumah sakit. Dia yakin Surya pasti ke rumah sakit dimana Viviane dirawat.


Sementara itu Surya yang sejak perkelahiannya dengan Radit tadi siang di depan ruang rawat Viviane kini baru saja kembali ke rumah sakit.


Tadi siang setelah Radit menanyakan hubungan antara Viviane dan papanya, membuat Surya segera pergi ke kantor. dia ingin mencari bukti kebenaran. Surya mencari beberapa berkas penting yang mungkin dia tidak tahu tentang sesuatu yang telah disembunyikan oleh papanya. Meskipun Surya tidak sepenuhnya percaya dengan apa yang diucapkan oleh Radit, namun tetap saja dia ingin tahu.


Surya membuka semua brankas yang berisi dokumen penting di ruang kerja papanya namun tidak menemukan apapun. Tapi tiba-tiba saja dia melihat sebuah laci yang terkunci yang berada tidak jauh dari meja kerja papanya.


Dengan membutuhkan sedikit kerja keras untuk mencongkel laci yang terkunci itu akhirnya Surya berhasil membukanya. Surya melihat isi laci itu tidak ada berkas-berkas penting. Hanya beberapa amplop kecil, jadi tidak mungkin berkas pentingnya ada di dalam amplop kecil.


Surya membuka lagi dan hasilnya sama. Sekitar ada 15 foto gadis berusia sekitar 15-17 tahunan. Beberapa dari foto iyu ada yang Surya kenal. Karena dia adalah anak yang tinggal di panti asuhan dimana papanya menjadi donator terbesar.


Surya bingung mengapa banyak sekali foto gadis yang belum cukup umur. Kemudia masih tertinggal satu amplop yang belum dibuka. Surya pikir pasti isinya juga sama.


Namun beberapa detik kemudian mulutnya terbuka tak percaya dengan isi pada amplop tersebut. Dalam amplop itu ada 2 foto perempuan cantik yang Surya sendiri sangat mengenal keduanya. Yaitu foto Viviane dan Delia.


Surya segera membawa semua amplop itu dan segera pergi ke rumah sakit. Dia akan menanyakan langsung pada Viviane.


Sejak dalam perjalanan menuju rumah sakit, Surya sudah ingin sekali melampiaskan amarahnya. Dia tidak terima jika selama ini kekasihnya ada main dengan papanya sendiri.


Sesampainya di ruang rawat Viviane, Surya segera masuk namun langkahnya dihentikan oleh suster yang baru saja mengecek kondisi Viviane.


“maaf sebaiknya anda tidak mengganggu pasien dulu, karena pasca keguguran, pasien membutuhkan istirahat yang cukup”


“ma…maksud suster apa?”


“pasien baru saja mengalami keguguran. beruntungnya usia janin itu masih 7 minggu jadi tidak perlu tindakan kuretase. hanya diberi obat saja untuk membersihkan. namun, mengingat kandungan pasien yang sangat lemah, jadi pasien membutuhkan istirahat yang cukup.”


Seketika Surya sangat terkejut dengan penjelasan suster baru saja. Viviane keguguran, Viviane hamil. Viviane mengandung anaknya. Tanpa terasa air matanya menetes.

__ADS_1


Setelah Surya mengangguk pada suster, dia segera masuk ke ruang rawat Viviane untuk melihat kondisinya.


Cklek


Surya dapat melihat Viviane yang sedang terbaring lemah di atas brankar dengan keadaan mata yang sembab.


“Vi…” panggil Surya lirih dan tanpa sengaja Viviane meneteskan air matanya mendengar Surya menyebut namanya bukan panggilan sayang lagi.


Viviane rasa kekasihnya sudah mengetahui hubungannya dengan sang papa. Lagi-lagi dirinya harus menerima kenyataan pahit.


Viviane hanya diam tidak menyahuti ucapan Surya. Kemudian surya melangkah mendekat.


“kamu pergilah, aku tidak pantas untuk kamu. Kamu sudah tahukan kalau aku pernah jadi ****** papa kamu”


Hati Surya serasa diremas mendengar ucapan Viviane. Entahlah dia bingung harus berbuat apa. Dia sangat kecewa setelah tahu bahwa kekasihnya pernah menjalin hubungan terlarang dengan papanya. Bahkan surya sendiri tidak percaya bahwa papanya seperti itu.


Di sisi lain Surya sangat mencintai Viviane dan bahkan Viviane juga telah mengandung anaknya meskipun harus kehilangan. Surya juga sangat yakin bahwa anak yang dikandung adalah anaknya.


“aku akan bertanggung jawab” ucap Surya tiba-tiba.


“apa yang mau pertanggung jawabkan? Bahkan dia sudah pergi sebelum aku mengetahui keberadaannya. Lebih baik kamu menjauh dan kita akhiri saja hubungan ini” kemudian Viviane menutup matanya untuk tidur.


Viviane tahu bahwa janin yang sempat ada dalam rahimnya adalah milik Surya. Karena sudah lama dia berhenti dari dunia malamnya. Dan dengan om Wijaya juga sudah lama tidak berhubungan. Terakhir kemarin saat mengetahui bahwa Wijaya adalah papa dari kekasihnya. Viviane ingat setelah pelecehan yang dilakukan oleh Wijaya kemarin lah awal dari dia mengalami keguguran.


Surya terduduk di sofa yang ada di ruangan Viviane. Pikirannya sangat kalut. Apa yang harus dia lakukan saat ini.


Cklek


Pintu terbuka, dan dengan cepat Surya yang tadi duduk langsung berdiri ketika ada yang menarik kerah kemejanya.


Bugh… Bugh….


.


.


.


*TBC


*_author newbie_💕💕

__ADS_1


__ADS_2