Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S2 eps 128


__ADS_3

“Pa..pagi Tuan Vito!” sapanya dengan suara gemetar.


Vito hanya mengangguk. Dan cleaning servis itu segera pergi.


Kemudian dia masuk ke dalam ruangannya. Vito terkejut dengan keberadaan Melly yang ada di dalam ruangannya.


“Mel? Kenapa kamu sudah datang dan berada disini?” Tanya Voto penasaran.


“maaf Tuan, saya tadi berangkat pagi sekali Karena ada beberapa berkas saya yang saya ingat ketinggalan di ruangan Tuan Vito. Dan ini ketemu. Karena berkas ini sangat penting untuk Tuan meeting nanti siang.” Ucap Melly tenang.


Setelah itu Vito mengangguk percaya. Melly segera keluar dari ruangan Vito. Kemudian Vito mendudukkan dirinya di kursi kerjanya. Dia membuka laptopnya dan memulai pekerjaannya.


Vito memilih bergelut dengan berkas-berkas daripada memikirkan Kay. Sungguh Vito merasa sangat tersiksa dengan kemesraan Kay dan Rey. Tidak mungkin saat ini dia jujur pada Kay tentang perasaannya. Yang ada nanti Kay malah menertawakannya. Atau bahkan Kay marah karena mengira dirinya sebagai pengacau hubungannya dengan Rey.


Drt drt


Ponsel Vito bergetar. Vito terkejut dengan id pemanggil itu yang tak lain adalah Papanya. Akhir-akhir ini Vito sangat sibuk hingga melupakan untuk menghubungi Papanya.


“Ya Pah? Papa apa kabar?” Tanya Vito.


“Papa baik. Tumben kamu sudah di kantor?” Tanya Gio yang dapat melihat bahwa Vito sudah berada di kantor.


“Ehm… Vito ada kerjaan yang sangat penting Pa, jadi harus berangkat pagi-pagi sekali.” Jawab Vito asal.


“oh begitu. Bagaimana kabar adik kamu? Papa dengar Kay sudah mempunyai kekasih. Dan kata mommynya mereka akan segera bertunangan. Apa benar begitu?” Tanya Gio.


Vito sangat terkejut mendengar pernyataan Papanya. Vito benar-benar tidak mengetahui kabar itu. Bahkan Kay sendiri tidak menceritakan bahwa dia akan bertunangan dengan Rey. Sungguh Vito sangat kecewa dengan Kay. Kay melupakan janjinya yang akan selalu menceritakan apapun padanya. Tapi sebenarnya bukan itu yang membuat Vito semakin kecewa. Tapi Vito merasa kecewa karena merasa sudah tidak ada lagi kesempatan dirinya untuk mengutarakan isi hatinya pada Kay.


Gio dapat melihat perubahan raut wajah anaknya. entah mengapa duda yang masih terlihat tampan itu seakan bisa merasakan kegundahan hati yang sedang dialami oleh anaknya.


“Vito? Apa kamu baik-baik saja Nak?” Tanya Gio memastikan.


“Vito baik-baik saja Pa. kalau kay bahagia Vito juga bahagia.”


“Lalu bagaimana hubungan kamu dengan Melly?” Tanya Gio.

__ADS_1


Vito menarik nafasnya panjang sebelum menceritakan pada Papanya. Vito mengatakan hubungannya dengan Melly. Vito tidak pernah mencintai Melly. Melly lah yang sangat mencintainya. Vito bingung bagaimana cara mengatakan pada Melly. Dia juga tidak mau melukai perasaan Melly. Meskipun dia sudah berusaha untuk membuka hatinya pada Melly tapi tetap saja dia tidak bisa.


“Apakah ada seseorang yang telah mengisi hatimu sebelum Melly?” Tanya Gio pelan.


Vito mengusap kasar wajahnya mendengar pertanyaan Papanya. Haruskah dia mengatakan sejujurnya tentang perasaannya selama ini pada Kay. Seseorang yang sudah dia anggap seperti adiknya sendiri. Bagaimana jika nanti Papanya marah.


“Ada apa Vito?” Tanya Gio bingung melihat ekspresi anaknya.


“Pa, ada yang ingin Vito sampaikan pada Papa. Terserah jika Papa mau marah sama Vito setelah mendengarkan pengakuan Vito ini.” Ucap Vito.


“Pengakuan? Maksud kamu apa?” Tanya Gio semakin penasaran.


“Vito mencintai Kay Pa!!” ucap Vito kemudian membuang mukanya.


“Apa kamu bilang? Kamu mencintai Kay? Dia adik kamu Vito!” ucap Gio tegas.


“Tapi Vito dan Kay tidak ada hubungan darah Pa. apa salah jika Vito mencintai Kay. Bukan sebagai kakak adik?”


Gio terdiam mendengarkan perkataan Vito. Jujur memang sudah lama sebenarnya Gio dapat melihat sikap Vito pada Kay yang sangat perhatian namun perhatiannya melebihi sebagai seorang kakak dengan adiknya.


Vito mengacak rambutnya frustasi. Dia tidak peduli kalau papanya marah. Setidaknya papanya sudah mengetahui yang sebenarnya bahwa dia sangat mencintai Kay. Dan Vito sangat kesal dengan kabar Kay yang akan bertnangan dengan Rey. Tidak adakah sedikit perasaan Kay untuknya. Hingga dia bisa menjalin hubungan dengan pria lain.


Tanpa sepengetahuan Vito, ternyata sejak tadi Melly mendengarkan semua apa yang dikatakan oleh Vito melalui sambungan Video call dengan papanya. Melly menangis tanpa suara. Dia sangat kecewa setelah mendengar semuanya.


Bahkan Melly tidak tahu jika Vito dan Kay sama sekali tidak ada hubungan darah. Jadi sah-sah saja jika mereka saling mencintai. Melly mengusap air matanya. Dia akan memikirkan nanti bagaimana caranya agar Vito tetap bersama dengannya.


Waktu sudah menunjukkan jam pulang kerja. Setelah berkutat dengan beberapa urusan kantor, Vito sedikit melupakan kegundahan hatinya tentanmg Kay. Akhirnya Vito memutuskan untuk pulang.


“kamu nggak pulang Mel?” Tanya Vito yang masih melihat Melly sibuk di depan layar komputer.


“Iya Kak, sebentar lagi.”


“Ya sudah aku pulang dulu.” Pamit Vito.


Vito segera melenggang pergi meninggalkan Melly yang masih sibuk. Vito berusaha bersikap biasa saja pada Melly. Bahkan Vito tidak tahu jika Melly sudah mengetahui semuanya.

__ADS_1


Sesampainya di dalam mobil, Vito tidak segera menyalakan mesin mobilnya. Dia ingin menghubungi Kay dulu. Dia ingin menanyakan kebenaran berita tentang pertunangannya dengan Rey.


“Sial!! Sepertinya ponselku ketinggalan.” Umpat Vito.


Mau tidak mau Vito harus kembali lagi ke ruangannya untuk mengambil ponselnya yang ketinggalan. Vito berjalan ke ruangannya sambil sesekali tersenyum pada karyawannya yang berpapasan dengannya. Sesampainya di depan ruang kerjanya, Vito melihat meja Melly sudah tidak ada penghuninya. Sepertinya Melly sudah pulang.


Ceklek


Vito membuka pintu ruangannya. Dan dia sangat terkejut melihat pemandangan yang ada di depan matanya. Dengan penuh amarah dan wajah memerah, Vito meluapkan rasa kesalnya pada dua orang yang berada di dalam ruangannya itu.


“Brengsek!!!!! Keluar kalian dari sisni sekarang juga!!!” umpat Vito dengan penuh amarah.


Seketika dua orang yang sedang asyik bercumbu itu terkejut. Vito tidak menyangka akan perbuatan keji dan menjijikkan yang dilakukan oleh Melly dan salah satu cleaning servis yang sempat ia temui tadi pagi.


“kak Vito! Aku bisa jelanin kak. Ini semua tidak seperti yang kak Vito bayang-“


“Cepat kalian keluar dari sini sekarang juga!!”


Dengan cepat Melly keluar dari ruangan Vito dengan masih sibuk mengancingkan bajunya. Sementara itu si cleaning servis sibuk memakai celananya yang tadi sempat terlepas atau memang sengaja dia lepas😂😂.


Selepas kepergian Melly dan si cleaning servis itu, Vito mengacak-acak ruangannya. Membanting semua benda yang ada. Vito jijik dengan ruangannya sendiri. Karena baru saja dia memergoki Melly sedang bercinta dengan seorang cleaning servis di atas meja kerjanya. Dia tidak menyangka Melly akan melakukan perbuatan rendahan seperti itu dengan seorang cleaning servis.


Dengan amarah yang menggebu, Vito meraih laptopnya dan menyalakannya. Vito penasaran dengan apa yang dilakukan Melly tadi pagi di dalam ruangannya. Vito melihat CCTV yang sudah tersambung dengan laptopnya.


“Sial!!! Kurang ajar!!” umpat Vito.


Vito sangat terkejut. Ternyata cleaning servis yang baru saja keluar dari ruangannya tadi pagi telah selasai melakukan hubungan badan dengan Melly dalam ruangannya. Bahkan dalam CCTV itu Melly telah berulang kali bercinta dengan cleaning servis dan tidak hanya satu orang yang sama melainkan berbeda-beda orang. Vito melihat waktunya itu dilakukan oleh Melly pada pagi hari sebelum dirinya tiba di kantor.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


__ADS_2