Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S2 eps 98


__ADS_3

Saat ini Radit sedang duduk sofa yang ada di dalam kamarnya. Dia sangat khawatir dengan keadaan istrinya. Semua ini memang salahnya. Andai saja tadi dia mengabaikan ajakan Vera untuk bergabung dengan rekan-rekannya dan menunggu istrinya sampai selesai dari toilet, pasti kejadiannya tidak seperti ini.


“kamu mau menceritakan sekarang atau sandal mama ini yang berbicara?” ucap Alma yang sedang duduk disamping Radit sejak tadi, namun Radit justru mengabaikannya.


“mama?? Kenapa mama ada disini?”


“nggak usah banyak tanya”


Radit menarik nafas dalam dan menghembuskan kasar sebelum menceritakan kejadian yang sesungguhnya pada mamanya.


Radit menceritakan bahwa tadi saat di pesta, saat dirinya sedang bergabung dengan rekan-rekan kerjanya tanpa sepengetahuannya seorang wanita yang bernama Vera yang tak lain adalah si penyelenggara acara pesta itu menggandeng tangannya. Radit benar-benar tidak menyadarinya. Dan ketika istrinya baru kembali dari toilet melihat adegan itu. Delia sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya, dan saat Radit melihat arah tatapan istrinya, dengan cepat dia melepaskan tangan Vera dari tangannya setelah itu Delia tiba-tiba pergi dari acara pesta yang belum dimulai.


“awwww…. Sakit ma!” Radit meringis kesakitan saat tiba-tiba telinganya ditarik oleh mamanya.


“kamu sadar nggak sih. Wanita itu sengaja melakukan itu ke kamu. Dasar anak bodoh!!” Alma kembali menarik telinga Radit


“aww… maksud mama apa?”


“dasar anak bodoh, begitu saja tidak peka. Wanita itu menyukaimu!”


“tapi Radit nggak menyukainya ma, Radit kan sudah punya istri” kilah Radit


“apa wanita itu tahu kalau kamu sudah beristri?”


Pertanyaan mamanya sontak membuat Radit berpikir. Memang benar selama ini Vera hanya sebatas rekan kerjanya. Dan tidak perlu juga Radit mengatakan tentang statusnya pada Vera. Karena itu diluar batas urusan pekerjaannya. Dan apa benar Vera menyukainya? Radit menggeleng pelan.


“jadi wanita itu tidak mengetahui status kamu? Kamu sengaja tidak memberitahunya?”


Tanpa aba-aba yang tadinya Alma menarik telinga Radit, kini dengan cepat menjambak rambut Radit.


“aww… ma sakit. Aduhhh… udah dong ma. Buat apa juga Radit menceritakan status Radit pada rekan kerja. Itu privasi ma.. aduhhhh sakittt ma”


Mendengar suara berisik di dalam kamar memaksa Delia terbangun dari tidurnya pasca pingsan tadi. Delia mencoba membuka matanya perlahan untuk mencari dimana sumber suara berisik itu. Saat matanya sudah terbuka sempurna, dia sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya.


“mas Radit??? mas kenapa?" Delia segera bangun menghampiri suami dan mertuanya.


“sayang kamu sudah sadar?”

__ADS_1


“mas Radit kenapa bisa seperti ini?” Delia melihat penampilan suaminya yang sangat berantakan.


“anak bodoh ini pantas mendapatkan hukuman seperti itu” jawab sang mama meertuanya dan membuat Delia kebingungan.


“sayang, maafin aku atas kejadian tadi. Demi Tuhan aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Vera, dia hanya sebatas rekan kerjaku” ucap Radit sambil memegang kedua tangan istrinya.


Delia kembali teringat atas kejadian tadi dimana ada seorang wanita cantik sedang menggandeng lengan suaminya. Dan setelah mendengar pengakuan suaminya, kemudian melihat penampilannya yang jauh dari kata baik-baik saja, sepertinya sang mama mertua sudah memberi pelajaran terlebih dulu. Jadi tidak tega dirinya jika menambah hukuman pada suaminya.


“please sayang… maafin aku. aku sama sekali tidak ada hubungan dengan wanita itu”


“iya mas. Aku percaya sama kamu”


“benarkah sayang?? Terima kasih kamu sudah mempercayaiku” ucap Radit sambil memeluk erat tubuh istrinya.


Sementara itu Alma hanya menggelengkan kepala melihat tingkah anaknya.


“ya sudah lebih baik istri kamu biarkan istirahat saja. Awas kalau mama mendengar berita seperti ini lagi. Mama tidak segan-segan untuk memberi hukuman yang lebih berat dari ini” ucap Alma kemudian meninggalakn anak dan menantunya.


“ya sudah, kamu makan dulu ya sayang. Kamu dari tadi belum makan malam”


“terima kasih mas. Kay dimana mas? Seingatku tadi terakhir aku ada di kamar Kay”


“setelah makan, aku mau ke kamar Kay ya mas. Aku mau melihatnya”


“iya, sekarang kamu makan dulu”


**


Keesokan harinya Radit memutuskan untuk pulang ke rumahnya setelah semalam menginap di rumah mamanya. Sebenarnya hari ini hari minggu namun Radit tetap ingin pulang meskipun mamanya sudah memaksa agar tidak pulang dulu.


“Kay puyang dulu ya oma?” pamit Kay pada omanya


“iya Kay sayang. Oma janji nanti kalau Opa sudah pulang, Oma akan ke rumah Kay sama Opa”


Setelah berpamitan, Radit segera pergi meninggalkan rumah mamanya. Radit berada di mobil bersama Kay dan Delia. sementara Bi Marni dan Bi Santi diantar oleh sopir.


“daddy habis ini Kay mau belenang”

__ADS_1


“iya nanti setelah kita sampai, Kay boleh berenang”


“tapi Kay mau belenang sma mommy dan daddy”


“iya sayang, nanti mommy temenin Kay berenang”


Beberapa saat kemudian akhirnya Radit sudah sampai di rumahnya. Kay segera masuk ke kamarnya diantar oleh Bi Santi untuk mengganti bajunya dengan baju renang. Sementara Radit dan Delia sudah berada di kamarnya.


“sayang, aku kangen banget” ucap Radit sambil memeluk istrinya dari belakang.


Delia tahu apa yang dimaksud oleh suaminya jika mengatakan kangen. Pasti ada maunya.


“mas kan janji akan menemani Kay berenang” Radit mendengus kesal


Tok tok tok…


“daddy ayo belenang! Kay udah siyap”


“lucu sekali anak daddy ini. Ayo kita berenang” ajak Radit kemudian menggendong Kay keluar dari kamar.


Delia tersenyum bahagia melihat kedekatan putri dan suaminya. Kemudian dia berganti pakaian renangnya dan ditutup dengan bathrope. Setelah itu keluar menyusul Kay ke kolam renang.


Saat ini Delia sedang duduk di kursi yang ada disamping kolam renang. Dia ikut tertawa melihat Kay yang sedang bercanda dengan daddynya. Delia merasa hidupnya sangat sempurna saat ini. Apalagi sebentar lagi akan hadir lagi calon buah hatinya. Delia berharap tidak ada badai besar yang akan menghantam keharmonisan rumah tangganya. Dia juga tahu bahwa setiap rumah tangga pasti ada saja masalah yang datang, namun Delia berharap mampu menghadapinya dengan baik tanpa ada sesuatu yang dapat menghancurkan rumah tangganya.


Entahlah semenjak kejadian semalam, meskipun suaminya sudah jujur bahwa tidak ada hubungan apa-apa dengan wanita yang bernama Vera itu, namun Delia seperti masih merasakan ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.


“mommy…mommy…. Ayo tulun mommy!” teriak Kay sambil memercikan air kolam pada tubuh mommynya dan sontak membuyarkan lamunan Delia.


Delia segera berdiri dan melepaskan bathrope yang dia pakai untuk segera turun ke kolam renang.


Glek


Radit menelan salivanya kasar saat melihat tubuh istrinya yang memakai baju renang dengan perut yang membuncit.


.


.

__ADS_1


.


*TBC


__ADS_2