Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
Eps 77 Meminta Bantuan


__ADS_3

“sayang, maafkan aku” radit bergumam lirih dengan hembusan nafas hangat yang menyentuh kulit Delia. setelah itu tidak ada lagi kata yang diucapkan Radit.


“mas bangun mas…” Delia sudah menangis terisak.


“iya mas aku maafin kamu. Aku juga minta maaf telah mendiamkan kamu. Please mas bangunlah”


Akhirnya Radit mulai perlahan membuka matanya setelah samar-samar mendengar tangis istrinya dan memaafkan perbuatannya. Radit membelai pipi istrinya dan mengusap air matanya.


“sayang jangaan nangis!”


Delia segera mengusap air matanya dan segera bangun. Dia mengambil segelas air putih yang berada di atas nakas dan memberikannya pada Radit.


“mas minum air putih dulu, setelah ini aku buatkan bubur baru minum obat” Delia membantu suaminya untuk bangun dan minum.


“makasih ya sayang. Maafkan aku”


“sekarang mas Radit tidur dulu, akum au masakin bubur” Radit mengangguk.


Beruntungnya hari ini adalah weekend. Jadi baik Delia maupun Radit tidak perlu ijin tidak masuk kerja. Delia mencuci mukanya dulu sebelum ke dapur untuk memasak. Setelah mencuci muka dan gosok gigi, Delia keluar dari kamarnya menuju dapur.


Delia akan membuatkan bubur dengan ditambah dengan sayuran. Dan membuat segelas susu hangat. Setelah beberapa menit berkutat di dapur, akhirnya bubur yang dibuat Delia selesai. Dia menyiapkannya di dalam mangkok dan dengan segelas susu hangatnya beserta air putih untuk minum obat. Setelah itu Delia membawanya ke dalam kamar.


“mas… ayo bangun dulu makan bubur setelah itu baru minum obat” Radit perlahan membuka matanya.


“sayang, aku mau ke kamar mandi dulu”


“baiklah, ayo aku bantu bangun mas”


Setelah itu Delia membantu dan mengantar suaminya ke kamar mandi. Dia hanya mengantarkan sampai depan pintu, karena Radit masih bisa untuk ke kamar mandi sendiri.


Radit keluar kamar mandi kemudian duduk di atas tempat tidurnya. Delia sudah menyiapakan buburnya untuk disuapkan pada suaminya.


“sudah sayang, aku sudah kenyang”


“tapi mas ini baru dua sendok lho. Kamu harus paksain biar cepat sembuh”


“tapi lidahku rasanya pahit sayang”


“ayo lah mas, sedikit lagi”


Akhirnya dengan paksaan dari Delia, Radit mampu menghabiskan satu mangkok bubur dan segelas susu. Delia merasa lega, karena dengan perut suaminya sudah terisi makanan maka akan cepat mereda demamnya nanti setelah meminum obat dan dipakai istirahat.


Kini Radit sudah kembali tidur setelah meminum obatnya. Delia segera membereskan sisa makanan suaminya dan dia memasak untuk dirinya sendiri. Setelah berkutak di dapur, kemudian Delia mandi untuk membersihkan dirinya.


Tadi sebelum mandi, dia mengirim pesan pada mama mertuanya kalau Radit sedang sakit jadi belum bisa main ke rumah. Mama Radit yang mendapat kabar bahwa anaknya sedang sakit, merasa sangat khawatir. Dan saat itu juga mamanya memutuskan untuk pergi ke apartemen anaknya.


Terdengar suara bel apartemen berbunyi, Delia segera membukakan pintu.

__ADS_1


“ma, pa?” Delia menyambut kedatangan mertuanya dengan mencium tangan.


“mana Radit?”


“di kamar ma sedang tidur, tadi habis minum obat”


Kemudian Delia mengantar mama dan papa mertuanya untuk masuk kamar melihat keadaan anaknya. Mama Radit sangat khawatir, pasalnya selama ini Radit tidak pernah sakit. Apakah anaknya ini sibuk bekerja hingga Nampak pada wajahnya yang sedang tertidur seperti sedang sangat kelelahan. Beruntungnya mempunyai menantu yang sangat perhatian dan penyayang.


“ya sudah ayo kita keluar dulu biarkan Radit istirahat” ajak mama Radit pada suaminya dan Delia


“mama keluar saja dulu sama Delia, biar papa disini sebentar”


Akhirnya Delia dan mama mertuanya keluar dari kamar dan menuju ruang tamu. Sedangkan papa Radit yang mengerti anaknya tidak benar-benar tidur memutuskan untuk tinggal di kamar saja untuk berbicara langsung pada anaknya.


“bangun Dit, istri dan mama kamu sudah keluar” Akhirnya Radit membuka matanya.


“Pa?”


“ada apa? Kalau ada masalah kamu bilang sama papa. Jangan dipikul sendiri”


“Radit nggak apa-apa pa. hanya kecapekan saja”


“kamu jangan bohong. Ada apa sebenarnya”


Radit mendengus pelan dan akhirnya menceritakan masalahnya pada papanya. Radit menceritakan tentang pelaku penculikan istrinya. Sampai saat ini pelaku itu belum ditemukan meskipun sudah ada sedikit titik terang. Namun Radit sama sekali tidak mengenali kedua pelaku tersebut.


“ya semoga saja pelakunya cepat ditemukan” Papa Radit sebenarnya juga bingung siapa pelaku penculikan menantunya itu. Dilihat dari pelaku yang sepertinya bukan orang biasa, papa Radit lantas berpikir apa motif dibalik itu semua.


Akhirnya papa radit hanya bisa pasrah dengan menunggu hasil dari temannya yaitu Johan dan Zakki teman Radit. Radit dan papanya telah sepakat tidak untuk menceritakan masalah ini pada mama dan istrinya.


Tiga bulan kemudian


Semenjak Radit sembuh dari sakitnya akibat kelelahan, hubungan Radit dan Delia sudah membaik. Mereka berdua sudah kembali mesra seperti biasanya. Radit perlahan bisa mengontrol emosinya untuk tidak terlalu cemburu dengan istrinya.


Dan semenjak saat itu juga sampai saat ini Radit belum mendapatkan informasi tentang pelaku penculikan istrinya. Namun Radit tidak putus asa. Dengan tetap menunggu hasil penyelidikan dari orang suruhan Zakki dan teman papanya Om Johan.


Radut juga harus tetap waspada agar istrinya selalu aman, tidak akan ada kejadian seperti dulu lagi karena pelakunya belum ditemukan.


“mas, tadi pagi bang Ade ngasih kabar kalau kak Anin sudah melahirkan. Kita pulang ya mas. Aku juga kangen sama ayah dan ibu” ucap Delia saat sedang perjalanan pulang dari kantor.


“kapan sayang?”


“weekend lusa. Mas bisa kan?” Tanya Delia


“sayang bagaimana kalau minggu depannya lagi saja kita pulang? Weekend besok aku harus meninjau proyek keluar kota. Minggu depan aja ya?”


“aku tadi sudah janji sama bang Ade kalau weekend lusa pulang mas. Nggak apa-apa aku pulang sendiri saja mas”

__ADS_1


“jangan sayang. Please aku mohon ngertiin aku. aku nggak tega kamu pulang sendirian”


“nggak apa-apa mas. Aku kan sudah terbiasa pulang sendiri dulu saat belum jadi istri mas Radit” Delia mencoba menenangkan suaminya agar tidak merasa bersalah.


“tapi apa kata ayah dan ibu nanti bahwa aku membiarkan istriku pulang sendirian”


“mas tenang saja, ayah dan ibu pasti mengerti tentang pekerjaan mas Radit”


Akhirnya Radit hanya bisa pasrah dengan keinginan istrinya.


***


Sementara itu seorang perempuan cantik berambut pirang sedang menarik kopernya setelah pesawat yang ditumpanginya mendarat di negara asalnya. Setelah melalui beberapa proses yang sedikit rumit akhirnya Viviane berhasil mendapatkan surat kepindahannya ke negara Indonesia. Dan yang lebih membuatnya bahagia adalah tempat dirinya dipindah tugaskan yaitu di kota J. kota dimana kekasihnya tinggal.


Viviane tidak memberitahukan tentang kepindahannya hari ini pada Angga. Dia ingin memberi kejutan pada kekasihnya.


Setelah memesan taksi. Viviane segera pergi menuju café Angga. Angga menceritakan pada Viviane bahwa dirinya mempunyai café, dan dirinya juga menjadikan café itu sebagai tempat tinggalnya.


Viviane sudah sampai di café Angga. Dia segera masuk dengan membawa kopernya. Dia memesan minuman, dan menanyakan keberadaan si pemilik café. Karyawan Angga mengatakan bahwa bosnya sedang berada dalam ruangannya.


Viviane meminta ijin untuk ke ruangan Angga, namun sebelumnya dia mengatakan pada karyawan Angga bahwa dirinya adalah kekasih Angga yang baru datang dari Singapore. Akhirnya karyawan Angga memberikan ijin dan memberitahukan ruangan bosnya.


Tok..tok..tok…


“masuk” jawab Angga yang masih fokus dengan layar komputer di depannya.


“maaf Pak, ini kopi pesanannya”


“saya tidak memesan kop- VIVIANE!!!!!!”


.


.


.


.*TBC


semoga kalian tidak bosan ya dg ceritanya. mksih semua buat reader yg masih setia mengikuti cerita ini.


big hug big love to you all...😘😘😘😘💕💕💕


.


.


*_author newbie_💕💕

__ADS_1


*TBC


__ADS_2