
Satu tahun kemudian
Di negara yang terkenal dengan sebutan negara gajah putih yakni negara Thailand yang beribu kota di Bangkok, seorang wanita cantik dengan rambut hitam sebahunya sedang berjemur dengan menggendong seorang bayi perempuan mungil dan cantik yang berusia sekitar 2 bulanan dan ditemani oleh oleh seorang anak laki-laki berusia 5 tahun.
Mereka Nampak asyik menikmati sinar ultraviolet yang sangat baik untuk tubuh.
“mommy…. Adik bayinya cantik dan lucu” ucap si anak laki-laki antusias
“iya, kakak Vito juga ganteng dan lucu” sahut si wanita yang sedang menggendong bayinya.
Meskipun mereka tinggal di Thailand kurang lebih selama satu tahun, namun mereka selalu berbicara dengan menggunakan Bahasa Indonesia. Bahasa yang menjadi ciri khas mereka berasal.
Sementara itu, seorang pria di balik jendela ruang tamu melihat kebersamaan seorang wanita bersama dua anak yang sedang berjemur di taman merasa sangat bahagia. Meskipun dirinya hanya dianggap sebagai kakak dari wanita itu, dia tetap bahagia karena putra semata wayangnya diijinkan untuk memanggilnya mommy.
Hampir selama satu tahun ini, Gio rela tinggal di Thailand. Negara dimana mendiang mantan istrinya berasal. Padahal semenjak kepergian istrinya empat tahun silam, Gio sudah tidak ingin lagi menginjakkan kakinya di negara ini lagi karena dia tidak ingin mengingat mendiang isstrinya lagi.
Namun kejadian tahun lalu harus membuatnya menginjakkan kaki di negara ini lagi bersama anak dan seseorang yang diam-diam telah mencuri hatinya.
#flashback on
Hari ini Gio dan putranya akan kembali ke kota J setelah beberapa hari menghabiskan waktu liburannya di kota M. Gio merupakan seorang pengusaha di bidang kuliner yang telah sukses membuka banyak cabang rumah makan yang tersebah di seluruh negeri. Dia hanya tinggal dengan anak semata wayangnya saja yakni Vito yang berumur 4 tahun.
Gio saat ini sedang perjalanan menuju bandara kecil yang berada di pusat kota M menggunakan mobil sewaannya. Saat ini Vito sedang tertidur di sebelahnya. Sepertinya dia sangat kelelahan setelah beberapa hari ini liburan. Tiba-tiba Gio mengerem mobilnya mendadak saat ada seorang perempuan sedang menyeberang jalan tanpa melihat kanan dan kiri.
Ciiiitttttt…..
“siallll!”
Gio mengumpat kesal karena orang yang menyeberang sembarangan. Untung saja dia tidak menabraknya. Gio melihat perempuan yang berdiri di depan mobilnya itu seperti ada yang aneh. Kemudian dia memutuskan untuk keluar dari mobil.
“kalau nyeberang lihat jalan dong!” bentak Gio pada perempuan yang masih terdiam sambil memegangi kepalanya.
“tolong….tolong…. jangan sentuh aku” ucap perempuan itu lirih dengan badan gemetaran.
Gio melangkah mendekat, berniat ingin menanyakan keadaan si perempuan itu. Gio memegang lengan perempuan itu, namun beberapa saat kemudian perempuan itu justru pingsan. Dengan cepat Gio menangkap tubuhnya agar tidak terjatuh.
Gio sangat terkejut setelah berhasil melihat siapa perempuan itu. Dia adalah Delia. seorang wanita yang sudah dua kali ia temui di tempat yang berbeda. Kini dia bertemu lagi untuk ketiga kalinya.
Gio segera mengangkat tubuh Delia membawanya masuk ke mobil. Dia bingung apa yang harus ia lakukan sekarang. Apa yang sedang terjadi dengan Delia. bukankah dia sudah memiliki suami. Lantas kemana suaminya.
Gio melajukan mobilnya dengan pelan sambil menunggu Delia tersadar. Dia terpaksa harus membatalkan penerbangannya ke kota J. setelah beberapa saat Delia mengerjapkan matanya. Dia melihat sekelilingnya. Dan di depannya ada seorang pria sedang menyetir mobilnya. Delia menggelengkan kepalanya.
“tolong jangan culik saya. Ampuni saya!!” Delia teriak dan sontak membangunkan Vito dari tidur nyenyaknya. Gio pun juga terkejut. Dia segera menepikan mobilnya untuk menenangkan Delia.
“tolong jangan sentuh saya!”
__ADS_1
“tenang nona, aku tidak berbuat macam-macam”
“papa siapa tante itu?”
“apa nona Delia baik-baik saja? Masih ingat dengan saya. Saya Gio dan ini putra saya Vito”
Akhirnya setelah mendengarkan penjelasan dari Gio, Delia merasa lega karena dia aman dan selamat.
“mas Gio saya minta tolong. Bawa saya pergi jauh dari sini”
Delia memohon dengan air mata yang terus mengalir mengingat kejadian beberapa saat lalu. Dia yang hampir dijadikan ****** oleh seseorang yang sudah dianggapnya seperti ayah.
“maksud anda apa? Kemana suami nona Delia?”
Raut muka Delia saat ini semakin sendu mengingat nasibnya yang begitu tragis. Setelah mengetahui suaminya diam-diam berselingkuh dengan Viviane. Ditambah lagi dirinya yang diculik oleh om Wijaya yang berniat menjadikannya pemuas ***** bejatnya.
“saya mohon bawa saya pergi jauh dari sini”
Gio menghela nafasnya pelan. Sepertinya Delia memang belum mau menceritakan masalahnya. Lebih baik dia menuruti saja.
“baiklah kita ke kota J. kebetulan saya juga akan pulang kesana”
“tidak. Jangan kesana. Saya mohon bawa saya pergi dari negara ini”
sangat tidak tega melihat kondisi Delia yang seperti sekarang ini. Jujur sejak pertemuan pertamanya dulu, Gio sudah tertarik dengan Delia. jadi apa salahnya dia menuruti semua keinginan Delia saat ini. Dia tidak peduli tentang perasaan Delia terhadapnya, meskipun tahu bahwa Delia sudah bersuami.
Akhirnya setelah beberapa saat berpikir. Gio memutuskan untuk membawa Delia terbang ke Thailand. Negara dimana mendiang istrinya berasal.
Delia juga sempat mengatakan bahwa jangan sampai ada
orang yang tahu tentang identitasnya apalagi mengetahui kepergiannya ke Thailand. Kemudian Gio sedikit memanipulasi data dengan menggunakan passport milik istrinya yang masih dia simpan, dia gunakan sebagai passport Delia. beruntungnya Delia sedikit memiliki kemiripan garis wajah dengan mendiang istrinya.
Akhirnya mereka bertiga terbang ke Thailand hari itu juga. Gio yang niat awalnya ingin pulang ke kota J, kini harus putar haluan menjadi ke negara Thailand.
Kini Delia sudah tinggal di sebuah rumah minimalis milik Gio bersama Vito. Setelah tinggal beberapa minggu disana Gio mengetahui bahwa Delia telah hamil. Gio sudah menasehati Delia agar lebih baik pulang ke Indonesia. Namun Delia menolaknya. Delia sudah tidak ingin menemui suaminya lagi.
Hatinya masih sakit mengingat penghianatan itu. Dan untuk keluarga Delia, dia juga masih belum ingin memberitahu keberadaannya. Dia belum siap. Akhirnya mau tidak mau Gio hanya bisa pasrah.
Selama kehamilannya, Delia selalu merasa mual-mual hingga usia kandungannya menginjak trimester kedua. Gio juga lah yang selalu merawatnya dengan baik. Karena Gio juga menyimpan perasaan pada Delia. meskipun Delia telah menganggapnya sebagai kakak tapi itu tidak masalah. Gio juga bahagia karena putranya diijinkan memanggil Delia mommy. Mengingat Vito yang sangat merindukan sosok ibu.
Semenjak tinggal di Thailand, Gio juga sudah tidak pernah pulang ke Indonesia. Dia tidak tega meninggalkan Delia sendirian. Jadi pekerjaannya dia serahkan pada orang yang sudah dia percayai.
Menginjak kehamilannya di trimester ketiga, Delia sudah tidak merasakan mual-mual lagi. Dia bisa makan makanan dengan baik tanpa perlu pilih-pilih makanan. Dan selama itu pula Gio lah yang selalu memasakkannya untuknya.
“mas, perutku ko’ sakit gini ya?” ucap Delia pada Gio sambil memegangi pinggangnya
__ADS_1
“bukannya hpl kamu masih 2 minggu lagi Del?”
“iya tapi ini rasanya kaku banget perutku”
Kemudian Gio sangat terkejut setelah melihat ada cairan yang mengalir ke kaki Delia. gio yakin sebentar lagi Delia melahirkan karena dia pernah mengalami hal yang sama dulu saat istrinya akan melahirkan. Gio secepatnya membawa Delia ke rumah sakit sebelum terlambat.
Setelah beberapa jam kemudian akhirnya Delia berhasil melahirkan seorang bayi cantik dengan selamat dan melaui persalinan normal.
Selama proses melahirkan Gio pula lah yang menemaninya karena itu keinginan dari Delia sendiri. Dan selama melahirkan, Vito sementara di titipkan di tempat dia sekolah toddler yang melayani penitipan anak juga. jadi Gio tidak perlu mengkhawatirkan putranya.
Delia sangat bahagia sekali akhirnya menjadi seorang ibu dari putri kecilnya yang sangat cantik. Dia juga bersyukur bisa bertemu dengan seseorang sebaik Gio yang mau dia anggap seperti kakaknya sendiri.
Beberapa hari setelah persalinannya, Delia sudah dijinkan untuk pulang. Vito yang mendengar bahwa mommynya sudah melahirkan, dia sangat senang sekali. Sejak lama dia menginginkan seorang adik seperti yang teman-temannya sering ceritakan.
#flashback off
Gio menghampiri Delia yang sedang berjemur dengan putrinya dan ditemani Vito.
“hai baby Kay cantik” sapa Gio pada Kayola putri Delia
“hai papa” jawab Delia memanggilkan anaknya sama dengan Vito memanggil papanya.
“Del, lusa aku harus ke Indonesia karena ada sedikit masalah dengan pekerjaanku. Apa kamu mau ikut?” sebenarnya Gio juga bingung bagaimana cara bicara pada Delia agar mau pulang dan kembali pada suaminya.
Maka dengan cara alasan dirinya ada pekerjaan, Gio mencoba untuk membujuk Delia. namun Delia hanya diam saja.
***
Sementara itu Radit semenjak dirinya tidak berhasil menemukan istrinya, hari-harinya diisi dengan minum-minuman beralkohol. Padahal selama hidupnya Radit tidak pernah sekalipun menyentuh minuman yang dapat memabukkan itu.
Radit hampir kehilangan separuh nyawanya semenjak kehilangan istrinya. Dia sudah tidak mempunyai semangat untuk hidup. Setiap malam setelah pulang dari dari club dengan keadaan mabuk, dia selalu meracaukaan nama Delia.
Radit bahkan juga papanya sudah menyuruh seseeorang untuk mencari Delia namun belum juga mengetahui keberadaannya. entahlah kenapa sulit sekali untuk mencari keberadaan Delia, meskipun sudah mengerahkan semua orang ahli.
.
.
.
*TBC
Happy Friday🤗🤗😘😘
*_author newbie_💕💕
__ADS_1