Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
Eps 68 Menahan Emosi


__ADS_3

Keesokan paginya Radit dan Delia terbangun dengan badan yang sangat segar. Karena semalam tidur mereka sangat nyenyak. Benar menurut penelitian bahwa bila kita tidur dengan pasangan dengan saling berpelukan itu bisa menambah imun dan energy positif pada tubuh kita. Sehingga terpancarlah aura positif juga yang akan menyambut hari selanjutnya dengan suasana yang cerah dan bahagia.


Kini mereka berdua sudah selesai bersiap untuk pergi bekerja. Seperti biasanya sebelum Radit pergi ke kantornya, dia mengantar Delia dulu. Namun kali ini adalah pertama bagi Radit mengantar Delia dengan status yang sudah berubah yaitu sebagai suaminya.


Dalam perjalanan mereka mengobrol ringan dan saling bercanda. Delia meminta suaminya agar nanti tidak telat menjemputnya karena dia ingin berbelanja ke supermarket. Dan Radit pun mengangguk setuju untuk tidak telat menjemput. Akhirnya sampai juga di kantor Delia bekerja.


Sebelum turun, Delia mencium tangan suaminya. Dan itu membuat Radit sangat bahagia. Dia merasa sebagai suami yang sangat dihormati oleh istrinya. Sungguh Delia memang benar-benar istri idaman.


Setelah itu baru Radit mencium kening istrinya. Kemudian Delia segera turun dari mobil dan masuk ke kantor.


“wahhh pengantin baru sudah masuk kerja nih?” goda Fadhil ketika Delia baru saja duduk di kursi tempat dia bekerja. Delia tersenyum malu menanggapinya.


“Iya kak. Delia kangen sama kak Fadhil”


“wahhh jangan asal kamu Del kalau bicara. Suami tahu, aku bakal dibantai nanti” jawab Fadhil sambil bereskspresi seperti ketakutan. Dan Delia tidak bisa menahan tawanya.


Setelah itu mereka mulai bekerja. Hari ini ada meeting di sebuah perusahaan yang akan mengontrak jasa periklanan di perusahaan pers Delia bekerja. Fadhil kemarin akan mengajak salah satu orang dari timnya untuk meeting. Namun berhubung hari ini Delia sudah kembali masuk bekerja, jadi dia mmbatalkan untuk mengajak temannya dan akan mengajak Delia saja. Dan temannya pun menerimanya karena memang itu biasanya tugas Delia.


Fadhil mengatakan bahwa meetingnya nanti akan dilakukan saat jam 10. Fadhil sudah menyiapkan rancangan iklannya yang sudah dia susun beberapa hari yang lalu. Kini dia menyerahkannya pada Delia, agar dia bisa mempelajarinya.


Kini Fadhil dan Delia sedang dalam perjalanan menuju perusahaan kliennya. Fadhil memilih memakai mobilnya sendiri karena kebetulan mobil perusahaan sedang ada yang memakai.


“sepertinya perusahaan klien kita ini bukan perusahaan baru ya kak?”


“iya memang benar. Perusahaan ini sudah bertahun-tahun berdiri dan sudah memiliki banyak anak cabang yang tersebar di pelosok daerah. Makanya mereka ingin mengeluarkan produk makanan terbaru agar bisa tersebar luas ke semua cabangnya. Dan dengar-dengar sih memang pemiliknya adalah orang yang sangat dermawan.”


Delia hanya manggut-manggut mendengar cerita Fadhil.


Beberapa saat kemudian Fadhil mendapat peasan bahwa meetingnya tidak jadi dilakukan di perusahaan melainkan di sebuah restaurant yang sudah diberutahukan alamatnya. Mereka mengganti tempat meeting karena sekalian nanti akan mengajak makan siang bersama.


Fadhil menyampaikannya pada Delia. dan benar saja batin Delia bahwa kliennya orang yang dermawan. Karena belum saja mulai meetingnya sudah memikirkan waktunya agar bisa makan siang bersama.


Fadhil dan Delia sudah sampai restaurant. Mereka berdua terkejut karena restaurant yang didatangi adalah salah satu restaurant elit yang memang diperuntukkan oleh kalangan pengusaha. Setelah itu mereka masuk ke tempat yang sudah direservasi.

__ADS_1


Fadhil dan Delia disambut oleh dua orang. Satu laki-laki dan


satu perempuan. Mereka berdua pikir itu bos dan sekretarisnya. Namun bukan, mereka mengenalkan diri mereka bahwa yang laki-laki adalah asistan bosnya dan yang perempuan adalah sekretarisnya. Dan asistannya mengatakan bahwa bosnya akan datang sedikit terlambat karena masih ada urusan sebentar. Fadhil dan Delia diminta untuk menunggunya sebentar.


Beberapa menit kemudian, datanglah seorang pria paruh baya yang tak lain adalah si pemilik perusahaan.


“selamat siang semuanya” ucapnya dcengan tegas dan penuh wibawa


“selamat siang juga” jawab semuanya. Namun Delia sejak pertama kali melihat kliennya tadi Nampak berpikir.


Sepertinya dia tidak asing dengan orang tersebut. Dia sepertinya pernah bertemu tapi nggak tahu dimana. Delia lupa.


Akhirnya meetingpun dimulai. Fadhil dan Delia bergantian saling menjelaskan tentang rancangan iklannya yang akan digunakan untuk peluncuran produk makanan terbaru dari kliennya. Dan sepertinya kliennya menanggapinya dengan baik. Mereka sangat tertarik dengan ide yang dijelaskan oleh Fadhil dan Delia. akhirnya mereka sepakat menyetujui rancangan Fadhil dan Delia. dan mereka menandatangani kontraknya.


Akhirnya meeting pun selesai dan bertepatan dengan jam makan siang. Saat ini sudah ada waitress yang mengantarkan menu untuk dipesan.


“maaf mabk, bisakah nanti pesanan saya dan nona Delia diletakkan di meja sebelah sana” ucap pria paruh baya itu yang tak lain adalah bos dari perusahaan yang baru saja menandatangani perjanjian kontrak. Waitress itu mengangguk patuh, namun Delia dan Fadhil saling memandang bingung.


Kini pesanan makanan mereka sudah datang. Saat ini Delia sudah duduk berhadapan dengan kliennya. Mereka makan siang terlebih dulu. Setelah selesai baru mereka berbicara.


“maaf sebelumnya kalau nona Delia bingung dengan ajakan saya. Sebelumnya saya ucapkan selamat atas pernikahan nona Delia dan pak Radit. ah maksud saya nak Radit”


“Bapak tahu kalau suami saya mas Radit?” Tanya Delia bingung


“Iya. Maaf dulu saya memang datang ke pernikahan kalian namun saya datang terlambat dan kalian berdua saat itu sudah tidak berada di pelaminan karena memang sudah malam.” Delia hanya mengangguk.


“Saya adalah teman baik papa mertua kamu sekaligus anak saya juga dulu teman baiknya nak Radit”


“dulu?” Delia bingung


“iya. Anak saya adalah Surya” seketika itu Delia menutup mulutnya terkejut. Jadi Pak Wijaya, kliennya ini adalah papa dari Angga. Orang yang hampir memperkosanya dulu. Delia memutar ingatannya. Saat dia diajak Radit ke pesta pernikahan temannya dan ada orang pria paruh baya yang disapa oleh Radit dan melihat dirinya dengan tatapan berbeda. Jadi orang itu adalah Pak Wijaya, papa dari Angga.


Pak Wijaya seakan tahu dengan keterkejutan Delia, berusaha menenangkannya.

__ADS_1


“maafkan kesalahan anak saya nak Delia” kini panggilannya berubah.


“kita pernah bertemu dulu saat nak Radit mengajak nak Delia ke pesta pernikahan rekan kerjanya. Saat itu saya ingin sekali meminta maaf secara langsung atas perbuatan yang telah Surya lakukan. Namun sepertinya nak Radit masih tidak terima dengan perbuatan anak saya” Delia hanya terdiam.


“sekali lagi saya atas nama papanya Surya meminta maaf pada nak Delia atas perbuatan anak saya. Setelah kejadian itu Surya benar-benar menyesali perbuatannya. Dia belum berani untuk menemui nak Delia dan nak Radit” ucapnya sendu.


“ii…iya Pak saya sudah melupakan kejadian itu. Yang terpenting sekarang saya sudah bahagia dengan mas Radit”


“panggil om saja, karena nak Radit juga mamnggilnya begitu dan saya juga sudah menganggapnya seperti anak saya sendiri. Saya tidak mau hubungan keluarga saya dengan keluarga nak Radit putus. Suatu saat mungkin Surya akan menemui kalian berdua untuk meminta maaf secara langsung”


“iya om.”


Akhirnya makan siang mereka selesai. Setelah saling berpamitan mereka kembali ke perusahaan masing-masing.


Saat keluar dari restaurant Delia masih berpikir tentang pembicaraannya baru saja dengan om Wijaya. Dia tidak menyangka ternyata om Wijaya adalah papa dari Angga.


Sangat berbeda sekali antara papa dan anak. Om Wijaya yang terkesan baik dan sangat berwibawa. Namun tidak seperti dengan Angga.


Fadhil melihat Delia yang jalan sambil melamun berniat ingin bertanya sesuatu namun tidak jadi. Karena takut mencampuri privasinya. Dan tiba-tiba tanpa Delia sadari, kaki Delia menyenggol pot bunga yang ada di dekat parkiran. Badan Delia sedikit terhuyung dan hampir saja jatuh kalau Fadhil tidak segera menangkapnya.


“hati-hati dong Del. Makanya kalau jalan jangan ngelamun!”: ucap Fadhil sambil masih memeluk tubuh Delia. dan setelah itu mengacak rambut Delia.


Dan tanpa mereka berdua sadari ternyata sejak tadi ada yang memperhatikannya dari jauh. Siapa lagi kalau bukan Radit.


Radit yang akan mengadakan meeting tak sengaja saat memarkirkan mobilnya, dia melihat istrinya. Dan melihat kejadian dimana istrinya dipeluk oleh laki-laki lain. Radit mngepalkan tangannya. Dia ingin menghampiri istrinya namun waktunya untuk meeting segera dimulai. Akhirnya Radit harus menahan emosinya dulu.


*TBC


Noh... author memang baik hati kan. dikasih up 1 eps lagi. buruan gih yang belum vote, cptan vote. Giftnya juga deh, jempolnya juga. rate bintang 5 juga😂😂


*salam lope-lope sekebon kaspe😂😂 (ada yg tau kaspe?)


*_author newbie_?TBC

__ADS_1


__ADS_2