
Seketika tubuh Vito melemas. Dan aaliran daarahnya seakan berhenti dari peredarannya. Bayangan Vito saat mandi tadi dapat meyakinkan Kay yang terlihat masih takut dan belum siap menghadapi malam pertama kini pupus sudah. Vito harus menahan kuat hasrat yang sejak tadi sudah berada di ubun-ubunnya. Tidak mungkin dia melakukaannya saat Kay sedang datang bulan.
“Ma…afkan Kay kak.” Ucap Kay merasa bersalah.
“Hei nggak apa-apa. Nggak usah minta maaf. Masih ada banyak waktu bukan?” jawab Vito dan Kay menganggukkan kepalanya.
“Kalau boleh tau biasanya berapa lama?” Tanya Vito penasaran.
“Biasanya 7-10 hari Kak.”
Vito menelan salivanya kasar. Ini hari pertama Kay datang bulaan. Jika lama Kay mendapati tamu bulanannya selama 10 hari, itu berarti sepuluh hari ke depan dia masih berstatus perjaka meskipun sudah resmi menikah. Vito tampk kecewa tapi dia berusaha untuk menutupinya.
“Ya sudah aku pakai baju dulu setelah itu kita istirahat.” Ucap Vito akhirnya.
“Tunggu sebentar Kak, biar Kay siapkan baju untuk Kak Vito.” Cegah Kay dan langsung mengambilkan baju tidur untuk Vito.
Vito tersenyum melihat Kay yang sudah melayaninya meskipun hanya mengambilkan baju tidur. Setelah itu Vito menuju walk in closet untuk memakai piyama yang sudah diambilkan Kay tadi. kemudian Vito menyusul Kay yang sudah berbaring di atas tempat tidur.
Vito merebahkan tubuhnya di samping Kay dan memeluknya. Kay sangat gugup karena ini pertama kali baginya dalam posisi seperti ini.
“Apa kamu bahagia Sayang?” Tanya Vito.
“Iya Kak.” Jawab Kay.
“Sayang, kita sudah bukan kakak adik lagi, jadi jangan panggil aku Kak lagi dong.”
“Terus Kay harus panggil apa dong Kak?”
“Terserah kamu saja asal jangan Kak lagi.”
“Ya udah aku panggil Mas Vito saja ya, seperti Mommy memanggil Daddy.”
“Ya, aku juga suka seperti itu.”
Akhirnya malam pertama bagi pengantin baru itu hanya dilakukan dengan tidur saling berpelukan tanpa ada kegiatan panas seperti kebanyakan pengantin baru. Karena Kay sedang kedatangan tamu bulanan.
__ADS_1
Bagi Vito yang awalnya tadi sedikit kecewa, akhirnya dia juga bisa menerima keadaan Kay. Dengan tidur sambil memeluk tubuh istrinya dan menghirup aroma wangi dari tubuh Kay sudah sangat membuat Vito bahagia dan bisa tertidur dengan pulas. Begitupun juga dengan Kay. Awalnya Kay sangat gugup saat disentuh Vito yang sudah berganti status sebagai suaminya, lama-kelamaan Kay menjadi sangat nyaman dengan sentuhan dan pelukan yang diberikan Vito. Hingga dia pun juga bisa tidur dengan sangat nyenyak.
Keesokan paginya pasangan pengantin baru itu tampak masih terlelap dengan keadaan tubuh saling memeluk di bawah selimut putih tebal. Mereka masih nyenyak tidur bukan karena setelah melakukan kegiatan panas, namun mereka menikmati pelukan hangat dari tubuh masing-masing.
Ngghhh
Kay melenguh sambil mengerjapkan matanya. Dai merasakan ada sesuatu yang sangat berat yang berada di atas perutnya. Saat matanya sudah berhasil terbuka sempurna, Kay terkejut melihat ada tangan kekar melingkar di perutnya, bahkan memeluknya dengan posesif. Kay berusaha melepaskan tangan kekar itu sambil melihat ke arah wajah seseorang yang memiliki tangan kekar itu. Hampir saja Kay berteriak minta tolong kalau saja tidak melihat wajah tampan Vito. Kay baru ingat kalau kemarin statusnya sudah berubah menjadi istri Vito. Seketika wajahnya merona saat mengingat dirinya sedang dalam pelukan hangat sang suami.
Cup
“Morning kiss Sayang” Vito mengecup bibir Kay sekilas dan membuat Kay sangat terkejut.
“Kak, eh Mas sudah bangun dari tadi?” Tanya Kay.
“Nggak juga. tapi agak sedikit terusik dengan pergerakan seseorang yang ingin melepaskan diri dari pelukanku.” Sindir Vito dengan suara serak khas bangun tidur.
“Maaf kalau Mas terganggu. Aku akan bangun, Mas boleh lanjutin tidurnya.” Ucap Kay segera duduk.
Namun dengan cepat Vito menarik tubuh Kay kembali ke dalam pelukannya. Vito seperti sudah terhipnotis dengan dengan aroma dari tubuh Kay. Dia ingin memeluk Kay seharian tanpa melepaskannya.
Kay yang merasa pelukan Vito sedikit erat, dia sepertinya tidak nyaman dan menggerak-gerakkan tubuhnya yang justru semakin membuat senjata Vito yang berada di balik celana piyamanya berdiri kokoh. Vito mengerang menikmati sensasi yang dari senjatanya yang sudah bangun akibat ulah sang istri. Namun dia ingat kalau Kay sedang datang bulan, seketika senjata itu dengan cepat melemas. Dan Vito akhirnya melepaskan pelukannya, membiarkan Kay pergi ke kamar mandi.
“Huhhh Aku harus kuat bertahan paling tidak 9 hari ke depan.” Gumam Vito sambil mengacak rambutnya frustasi.
Setelah keduanya selesai mandi, Kay dan Vito segera keluar dari kamarnya dan menuju ke restaurant hotel. Karena seluruh keluarganya sedang menunggunya untuk sarapaan bersama.
“tumben kalian tidak telat?” celetuk Delia pada sepasang pengantin baru itu.
“Kenapa harus dibuat telat Mom?” Tanya Kay bingung.
“Biasanya kan setelah malam pengantin tuh tubuh rasanya pegal-pegal dan susah untuk bangun. Apalagi berjalan.” Goda Delia.
Kay dan Vito saling pandang saat mendengar Mommynya berbicara tanpa filter. Baik Kay maupun Vito bingung bagaimana harus menjawabnya. Akhirnya mereka berdua hanya tersenyum kakau setelah itu segera duduk.
“sukses kan malam kalian? Jangan lupa cepat kasih kami cucu yang lucu.” Ucap Radit kemudian.
__ADS_1
Vito dan Kay semakin kebingungan dengan pertanyaan Radit. sukses apanya, apes iya. Begitu yang ada di benak Vito. Tapi tidak mungkin Vito mencurahkan isi hatinya karena proses belah durennya masih tertunda.
“Ya sudah ayo lebih baik kita sarapan dulu. Jangan tanggapi omongan Mommy dan Daddy kalian.” Ucap Gio kemudian.
Kay dan Vito akhirnya lega karena mendapat pertolongan dari Gio sehingga tidak perlu susah-suah menjawab pertanyaan Mommy dan Daddynya. Setelah itu mereka segera menyantap makanan yang sudah tersaji di hadapan mereka.
“Bagaimana rencana bulan madu kalian?” Tanya Gio di sela-sela kegiatan makan mereka.
Rasanya Kay dan Vito menyesal karena menganggap Gio sebagai penolong dari pertanyaan konyol tanpa filter dari Delia dan Radit. karena sekarang Gio justru menanyakan tentang bulan madunya.
“Ehm, sepertinya kami akan mengajak Kay tinggal di kota J dulu Pa, mungkin seminggu kemudian baru kita berangkat bulan madu.” Jawab Vito.
“Lho kenapa kalian pergi bulan madunya masih lama? Apa kalian tidak mau secepatnya memberi kami cucu?” protes Delia.
“Nggak ko’ Mom, Kay itu, ehm Kay sedang datang bulan.” Jawab Kay lirih.
Uhukk
Gio dan Radit yang tadi masih asyik mengunyah makannya seketika tersedak bersama saat mendengar pengakuan Kay yang sedang datang bulan. Sedetik kemudian Gio dan Radit tergelak bersama.
“Kamu masih perjaka??” Tanya Gio masih tergelak.
“Pastinya seminggu ke depan juga masih perjaka” tambah Radit.
Sementara itu Vito hanya mendengus kesal karena berhasil dipermalukan oleh Daddy dan Papanya.
.
.
.
*TBC
Eit!! buat reader semua jg sabar ya buat nunggu honeymoon nya Kay & Vito. Kan masih datang bulan😂😂
__ADS_1
Nah skrg hr senin, jgn lupa sedekah vote nya ok👌😘😘