Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S3 eps 243


__ADS_3

Charles terdiam memaku saat ada seorang wanita yang mencarinya. Dia tahu tidak ada orang lain yang memanggil namanya dengan nama Andra kecuali mendiang istrinya. Dan keluarga Alana juga semua tahu akan hal itu.


Kemudian Charles melangkahkan kakinya menuju ruang tamu. Dia begitu penasaran dengan tamu yang mencarinya. Jarak beberapa meter sebelum sampai ruang tamu, Charles dapat melihat seorang wanita paruh baya dengan rambut hitam legam lurus sebahu. Posisi wanita itu duduk menghadap dinding dimana tergantung foto pernikahan dirinya dan juga sang istri. Charles tidak bisa melihat dengan jelas wajah wanita itu.


“Ada yang bisa saya bantu?” ucap Charles tiba-tiba.


Alana langsung menoleh ke sumber suara. Keduanya terdiam memaku saat melihat seseorang yang sudah lama saling mereka rindukan. Charles merasa dunianya seperti berhenti sejenak. Dia berharap mimpi ini tidak segera berakhir. Karena dia sangat merindukan sosok yang selama ini sangat dia rindukan dan sudah tidak pernah datang ke mimpinya. Meski wajah itu sudah tua tapi kecantikannya tidak akan pernah luntur. Sedangkan Alana melihat nanar wajah suaminya yang telah lama ia rindukan. Dalam wajah itu terbesit sebuah luka mendalam yang tak kasat mata. Alana yakin kalau itu semua karena ulahnya.


“Mas Andra!” lirih Alana.


“Liora. Aku tidak menyangka kamu akan hadir lagi di mimipiku. Aku merindukanmu Sayang.” Lirih Charles.


Deg


Alana tidak percaya dengan ucapan suaminya. Suaminya berpikir kalau semuanya ini hanya mimpi. Sungguh sakit hati Alana karena telah melukai hati suaminya selama bertahun-tahun. Bagaimana jika Alana mengatakan kalau ini bukan mimpi. Apakah Charles akan memaafkannya. Namun Alana tidak peduli itu semua. Baginya yang terpenting adalah ingin memeluk tubuh suami yang telah lama ia rindukan.


“Mas Andra!” teriak Alana dan segera berhambur ke pelukan Charles.


Teriakan Alana juga mengagetkan semua orang yang masih penasaran dengan tamu Charles tadi. dan membuat mereka segera beranjak menuju ruang tamu.


“Sayang, bahkan dalam mimpi pun serasa nyata aku sedang memelukmu. Tumben sekali kamu memelukku hmm. Ada apa?” Tanya Charles sambil mengeratkan pelukannya.


Hati Alana semakin teriris kala mendengar ucapan suaminya yang dikira ini semua hanya mimpi. Alana tidak mampu menahan isakannya, akhirnya dia menangis dengan mengeluarkan suaranya. Air matanya pun tumpah membasahi kemeja Charles, hingga menyadarkan pria itu.


“Li…Liora? Benarkah kamu Liora?” Tanya Charles setelah mengurai pelukannya.


“Iya Mas. Ini aku Lioramu dan kamu Mas Andraku.” Ucap Alana dan kembali tergugu sambil memeluk tubuh suaminya.


Alana semakin mengeratkan pelukannya setelah suaminya menyadari bahwa semua ini bukan mimpi. Alana sudah siap jika suaminya akan marah setelah ini. bahkan tubuh Alana sekarang sudah merosot ke bawah memeluk kedua kaki suaminya sambil terus mengucap kata maaf.

__ADS_1


“Maafkan aku Mas. Maafkan aku. aku salah telah menghilang selama ini. maafkan aku Mas!” racau Alana.


“Charles!” panggil seseorang yang baru saja masuk ke ruang tamu. Suara yang sangat Alana hafal.


Charles segera meminta Alana segera berdiri. Kemudian dia mengusap air mata Alana yang telah membasahi wajahnya.


“Benar kamu Liora? Istriku? Dan ini bukan mimpi?” Tanya Charles meyakinkan.


“Iya Mas. Aku Liora. Dan ini bukan mimpi.” Jawab Alana.


Setelah itu kini giliran Charles yang memeluk erat tubuh istrinya. Tubuh yang rasanya masih sama seperti dulu saat dirinya sering memeluknya.


“Alana!” panggil lagi suara yang dikenal oleh Alana dan sempat mereka berdua acuhkan.


Charles melepaskan pelukannya dan melihat ke sumber suara. Ternyata kedua mertuanya juga berada disana.


Alana segera menghampiri kedua orang tuanya dan memeluknya dengan erat secara bergantian. Alana juga tidak menyangka akan bertemu dengan kedua orang tuanya. Dalam hati Alana mengucap syukur karena orang tuanya masih diberikan Tuhan umur yang panjang meski usianya sudah senja.


“Alana. Benarkah ini Alana anak Mama dan Papa?” Tanya Viviane dan air matanya sudah menganak sungai.


“Iya Ma, Pa. ini Alana kalian berdua. Alana kembali Ma, Pa. Alana masih hidup. Maafkan kesalahan Alana.” Ucap Alana masih dengan isakannya.


Kemudian Charles mengajak istri dan mertuanya untuk duduk. Charles tidak menyangka jika semua ini nyata dan bukan mimpi. Dia sangat senang karena ternyata istrinya masih hidup dan kembali lagi ke rumah. Charles tidak peduli alasan apapun yang akan diberikan oleh Alana selama menghilang. Yang terpenting adalah istrinya sudah kembali lagi ke pelukannya.


Setelah mereka berempoat duduk di sofa, kemudian disusul dengan kemunculan Alex dan istrinya yang tak lain adalah adik Alana. Alex dan Nara sama terkejutnya saat melihat kakaknya masih hidup dan kembali ke rumah.


“Pa!” Panggil Carissa yang baru saja ikut menyusul dengan Barra dan juga Xavier.


Alana tersentak kaget saat melihat wajah Carissa. Wajah yang hampir mirip dengan dirinya. Alana bingung siapa perempuan cantik itu. Karena Alana menganggap Xaviera telah meninggal dalam kecelakaan itu. Apa mungkin suaminya telah menikah lagi dan menemuka perempuan yang wajahnya mirip dengan dirinya. Sungguh hati Alana sakit jika semuanya itu benar.

__ADS_1


Kemudian pandangan Alana tertuju pada Xavier. Seorang laki-laki yang wajahnya mirip dengan suaminya. Kali ini dia sangat yakin kalau laki-laki itu adalah salah satu anak kembarnya.


“Mas Andra, siapa mereka?” Tanya Alana dengan bibir bergetar.


“Mereka anak kita Sayang. Xavier dan Xaviera. Dan yang laki-laki itu Barra, suami Xavierra.” Jawab Charles.


Xavier dan Carisssa masih bingung dengar pernyataan papanya pada wanita paruh baya itu. Akhirnya Charles memanggil kedua anaknya dan mengatakan bahwa Alana adalah ibu kandungnya. Awalnya Xavier dan Xaviera masih bingung. Bukankah Mamanya sudah meninggal dalam kecelakaan. Kenapa bisa kembali lagi.


“Sayang, Xavier dan Xavierra anak Mama!” ucap Alana dan segera menghampiri dua bersaudara itu dan memeluknya erat.


Mereka bertiga saling berpelukan. Kedua saudara itu juga bisa merasakan hangatnya pelukan dari wanita yang baru saja ia ketahui sebagai mamanya. Setelah cukup lama, akhirnya mereka bertiga mengurai pelukan. Kemudian Barra yang sejak tadi hanya menyimak, dia menganggukkan kepalanya sebagai tanda hormat. Namun Alana juga segera memluk Barra. Baginya Barra juga anaknya, meski anak menantu.


Setelah semuanya sudah duduk di sofa, barulah Alana membuka suara untuk menceritakan semuanya. Alana tak henti-hentinya mengucap kata maaf atas semua kesalahannya. Kedua orang tuanya sangat terkejut saat mengetahui pria yang menolong anaknya adalah Andrew. Semua keluarga akhirnya bisa memaafkan kesalahaan Alana. Bagi mereka yang terpenting kini keluarga Alana sudah kembali utuh seperti semula.


“Lantas bagaimana ceritanya kalau Viera masih hidup Mas? Maaf setelah kejadian itu aku benar-benar tidak ingat lagi dengan Viera. Maafkan Mama Sayang.” ucap Alana sendu.


Charles pun akhirnya menceritakan bahwa Viera juga baru dia temukan beberapa bulan yang lalu. Dia juga mengatakan pada istrinya karena sangat bersyukur selama ini anak perempuannya dibesarkan oleh orang yang tepat.


Semua keluarga itu masih tampak haru dengan kedatangan orang yang telah lama hilang bahkan sudah dianggap meninggal. Ternyata insting Carissa benar kalau Mamanya masih hidup.


Barra yang sejak tadi hanya diam menyaksikan keharuan keluarga istrinya dengan kembalinya sang mama mertua, dia juga ikut merasa bahagia.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


__ADS_2