Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S3 eps 220


__ADS_3

Waktu telah menunjukkan pukul 2 dini hari. Seorang perempuan tengah berada dalam sebuah kamar hotel dengan keadaan tanpa busana dimbah lagi dengan seluruh tubuhnya remuk tak bertenaga. Perempuan itu tengah menangis di bawah ranjang ukuran king size tempat dimana mahkotanya telah direnggut paksa oleh seorang laki-laki yang kini masih terlelap dari tidurnya.


“Aku kotor! Aku nggak suci lagi! Aku benci dengan diriku sendiri.” Racaunya sambil terus menangis.


Ingin rasanya dia segera pulang ke rumah. Namun sayangnya bajunya sudah tidak layak dipakai karena telah dirobek paksa oleh pria yang telah menodainya.


Niat Carissa ingin menyelamatkan Barra, justru kini dirinya harus menjadi korban dari laki-laki itu. Carissa masih mengingat jelas bagaimana Barra melakukannya dengan sangat kasar hingga membuat tubuhnya remuk dan hatinya hancur.


#Flashback on


Tak lama setelah mendengar rencana jahat Astrid pada Barra, Carissa mendengar kalau Astrid sudah pergi meninggalkan toilet. Kemudian dia berusaha menghubungi Jenny untuk memberitahukan bahwa kakaknya dalam bahaya. Karena dia tidak mempunyai no ponsel Barra.


Sayangnya ponsel Jenny sedang tidak aktif. Mau mengatakannya lansung pada Barra, Carissa takut dengan Dhefin nanti akan dicurigai. Akhirnya Carissa keluar dari toilet sambil memikirkan cara untuk menyelamatkan Barra.


Saat sedang berbincang-bincang dengan teman-temannya ada seorang pelayan membawakan minuman untuk Barra dan teman-temannya. Pelayan itu mengambilkan minuman satu persatu untuk Barra dan teman-temannya tanpa memberi kesempatan untuk mengambil sendiri. Barra pun biasa saja menerima minuman itu tanpa curiga sedikitpun.


Setelah Barra meneguk minuman itu, beberapa menit kemudian dia merasakan tubuhnya begitu panas dan berkeringat. Namun rasa panas itu sangat berbeda seperti gairahnya sedang terbakar. Barra seakan menyadari kalau ada kesalahan pada minumannya tadi. kemudian dia melirik sekelilingnya, disana ada Astrid yang sedang tersenyum padanya.


“Sial!!! Beraninya kamu main-main denganku.” Gumam Barra dan berusaha menahan gejolak aneh dalam tubuhnya.


“Mau kemana Bar?” Tanya salah satu temannya.


Barra tidak menjawabnya. Dia memilih keluar dari keramaian itu. Karena rasa panas dalam tubuhnya semakin bertambah.


Saat ini Barra sedang menuju toilet. Mungkin dengan cara mengguyur tubuhnya dengan air dingin akan mengurangi suhu panas di tubuhnya.


Langkah kaki Barra semakin berat. Dia sudah tidak tahan lagi dengan rasa aneh yang seakan ingin segera dituntaskan. Barra dapat merasakan kalau di belakangnya ada seseorang yang sedang mengikutinya. Siapa lagi kalau bukan Astrid.


“Sial!!” umpat Barra semakin tidak tahan.


Byurrr


Tiba-tiba saja langkah kaki Astrid menabrak ember yang berisi air bekas mengepel lantai. Dan setelah itu tubuhnya tergelincir ke lantai. Alhasil tubuhnya sangat kotor dan bau. Tak hanya itu, seorang cleaning servis yang sedang membawa ember air kotor juga ikut terpeleset dan air itu mengguyur tubuh Astrid.


Sementara itu Barra yang sudah hampir sampai toilet, semakin tidak kuat dengan rasa panas di tubuhnya. Sebelum menuju toilet, dia melewati lorong kamar hotel. disana dia melihat ada salah satu kamar hotel yang pintunya terbuka. Barra bisa menebak kalau ini semua sudah direncanakan oleh Astrid.

__ADS_1


Tiba-tiba saja muncul Carissa yang baru saja keluar dari toilet. Carissa merasa ini adalah cara yang tepat untuk menyampaikan pada Barra kalau dia Barra sedang dalam bahaya.


“Kak Barra!” panggil Carissa.


“Carissa, tolong aku!” ucap Barra dengan nafas tersengal.


Barra segera menarik paksa taangan Carissa dan membawanya menuju salah satu kamar hotel yang pintunya tadi terbuka. Sesampainya disana, Barra segera mengunci pintu kamar itu. Dia segera menghempaskan tubuh Carissa di atas ranjang berukuran king size.


“Kak! Apa yang Kak Barra lakukan?” teriak Carissa ketakutan.


“Carissa maafkan aku. tolong aku Carissa!” Ucap Barra dengan nafas memburu sambil melucuti bajunya sendiri.


Barra segera menyambar bibir Carissa dengan rakus. Dia sudah sangat tidak tahan untuk menyalurkan hasratnya. Carissa berusaha memberontak namun kekuatannya tidak ada bandingnya dengan tubuh Barra.


Barra membuka paksa baju Carissa hingga kancing bajunya lepas berhamburan. Carissa memekik menangis melihat perbuatan tak bermoral Barra.


Barra terus malancarkan aksinya. Setelah baju Carissa sudah terlepas semua. Barra kembali mencumbui seluruh tubuh Carissa dan meninggalkan banyak kisssmark disana.


Karena sudah tidak tahan lagi, Barra segera menyatukan inti tubuhnya ke inti milik Carissa dengan sekali hentakan. Tubuh Carissa sangat lemah dan sudah tidak mampu lagi berteriak.


#Flashback off


Sayup-sayup Barra mendengarkan tangisan seseorang yang tidak jauh dari tempatnya. Barra perlahan membuka matanya. dia melihat tubuh polosnya hanya tertutup selimut.


Kemudian matanya tertuju pada sosok perempuan yang sedang duduk memeluk tubuhnya di bawah ranjang sambil menangis sesenggukan.


Barra mengingat-ingat kembali tentang apa yang semalam terjadi padanya. Dia segera memakai celana boxernya dan mendekati perempuan yang tengah menangis itu.


“Carissa!!”


“Jangan mendekat!! Pergi!!” teriak Carissa namun suaranya begitu lemah.


“Carissa maafkan aku. semalam aku berada dalam pengaruh obat.” Ucap Barra.


“Pergi!! Aku benci kamu!!” teriak Carissa lagi dan membuat hati Barra semakin sakit.

__ADS_1


Barra melihat Carissa berdiri sambil membelitkan selimut pada tubuhnya. Entah apa yang akan dilakukan oleh perempuan itu.


“Please Carissa maafkan aku. aku janji akan bertanggung jawab.” Ucap Barra lagi dan menghentikan langkah Carissa.


“Nggak akan semua itu terjadi. Aku sangat membencimu.” Jawab Carissa penuh penekanan.


Carissa memilih masuk ke dalam kamar mandi. setelah itu Barra menghubungi Iqbal untuk membawakan baju ganti untuk Carissa. Barra tidak mempedulikan berbagai pertanyaan dari Iqbal.


“Carissa, buka pintunya. Ini baju ganti buat kamu. Setelah ini akan aku antar kamu pulang.” Ucap Barra sambil mengetuk pintu kamar mandi.


Tidak ad acara lain bagi Carissa selain menerima baju itu. Karena setelah ini dia akan segera pulang.


Setelah menerima baju pemberian Barra, Carissa keluar dari kamar mandi dengan wajah yang masih sembab.


“Aku antar kamu pulang.” Ucap Barra.


“Nggak usah. Aku bisa pulang sendiri.” Jawab Carissa.


“Jangan. Ini sudah larut malam. Tidak aman buat kamu.” Ucap Barra dan segera meraih kunci mobilnya dan keluar kamar hotel menyusul langkah kaki Carissa.


Iqbal yang ternyata masih ada disana dipenuhi banyak pertanyaan dalam benaknya. Dan tanpa mencari jawaban, dia sudah bisa menebak tentang apa yang baru saja terjadi antara Barra dan Carissa.


Carissa pun terpaksa pulang diantar oleh Barra. Namun dia memilih duduk di kursi belakang daripada di samping Barra. Barra pun tidak mempermasalahkannya, yang penting Carissa pulang dengan aman bersamanya.


Sesampainya di depan rumah Carissa, perempuan itu segera keluar dari mobil Barra tanpa mengucapkan sesuatu. Barra menelungkupkan kepalanya pada setir mobilny. Dia sangat menyayangkan perbuatannya yang merenggut paksa kesucian Carissa. Barra sangat menyesal. Dan dia bertekat akan bertanggung jawab.


Setelah itu Barra juga memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Dia juga sangat lelah setelah pertempuran panasnya dengan Carissa.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Entahlah othor harus senang atau sedih😓😓 kalau emak² reader gmn?😁😁


__ADS_2