Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
Eps 55 Pulang


__ADS_3

Keesokan harinya, tepatnya pada siang hari kedua orang tua Delia sudah berada di kotaa J. sekarang mereka sudah di rumah orang tua Radit. tadi pagi mama Radit menghubungi ibu Delia untuk memberitahukan keadaan putrinya, namun mama Radit tidak menceritakan semuanya. Dia hanya bilang kalau Delia semalam pingsan dan dibawa ke rumahnya oleh Radit.


ibu Delia sangat terkejut mendengarnya. Perasaannya sudah tidak enak dan sepertinya masih ada cerita yang masih disembunyikan oleh teman baiknya itu yang tak lain mama Radit.


Pagi itu juga setelah mendapat telepon tentang kabar Delia, Ayah dan Ibu Delia segera memutuskan untuk pergi ke kota J. untung saja ada jadwal penerbangan di jam itu.


Ibu Delia sangat sedih melihat kondisi putrinya saat ini. Entah apa yang sebenarnya telah terjadi, Ibu Delia belum mengetahuinya. Karena setibanya tadi dia langusng masuk ke kamar dan melihat putrinya sedang tidur.


“sayang… ini Ibu” bisiknya pelan sambil mengusap kepala Delia.


Delia yang tidur merasa ada yang memanggil. Perlahan dia membuka matanya, dia sangat terkejut melihat ada Ibunya sedang duduk di hadapannya. Dan menoleh ke samping ada Ayahnya yang sedang berdiri.


“Ibu….., Ayah!!!” Delia menangis sambil memeluk kedua orang tuanya.


“iya de’ ini Ibu dan Ayah sudah disini. Jangan sedih lagi ya sayang!”


Delia kini sudah merasa lebih tenang setelah kedatangan Ayan dan Ibunya. Ibunya ingin sekali menanyakan perihal apa yang sedang dialami oleh putrinya itu namun menahannya. Kasian jika Delia nanti ingat lagi tentang kejadian kemarin yang menyebabkan dia pingsan.


Setelah melepas rindu dengan sang anak, kini mereka sudah berada di ruang tamu. Karena mamanya Radit sudah menunggu disana. Dan tadi Delia kembali tidur, mungkin karena efek obat. Tadi pagi Radit membelikannya obat sesuai dengan yang diresepkan oleh dokter pribadi keluarga Radit yaitu obat penenang dengan dosis ringan.


“Sebenarnya apa yang sudah terjadi dengan Delia jeng?” Tanya Ibu Delia


“Apa Delia tidak menceritakan?” Tanya balik mama Radit dan mendapat gelengan kepala dari Ibu Delia.


Mama Radit akhirnya menceritakan semua kejadiannya. Menceritakan mulai dari awal, sama persis dengan cerita Radit. Ibu Delia seketika itu menangis, tidak percaya bahwa putrinya mengalami tindak pelecehan. Ayah Delia juga tak mampu berucap, dia hanya memeluk istri dan menenangkannya.


Mama Radit juga menceritakan niatnya yang akan melaporkan kejadian itu pada pihak yang berwajib, namun Delia menolak keras dan memberikan alasannya.


Ayah Delia sungguh tidak menyangka dengan alasan Delia menolak melaporkan tersangka pada pihak berwajib.


Ayah Delia bisa saja mengatur semua agar korban dari pelecehan yang notabene putrinya sendiri namanya tidak ikut disebutkan. Namun mengingat kondisi Delia yang sangat tertekan, hingga akhirnya Ayahnya menuruti saja. Sekarang yang terpenting sebagai orang tua dia harus memperketat penjagaan terhadap Delia agar kejadian seperti itu tidak terulang lagi.


“Mungkin untuk sementara lebih baik kami membawa pulang Delia dulu ke kota B. biar kondisi psikis Delia pulih dulu.” Ucap Ayah Delia


“Iya, aku juga setuju mungkin itu lebih baik” Mama Radit menyetujui

__ADS_1


“Dan untuk urusan pekerjaannya, aku akan mengurus ijin cutinya untuk sementara” lanjut Ayah Delia. Ibunya hanya diam saja dan menuruti semua ide suaminya.


Setelah itu kedua orang tua Delia beristirahat setelah tadi makan siang bersama. Karena rencananyua nanti malam akan segera bertolak ke kota B untuk membawa Delia pulang.


***


Di tempat lain, Radit tadi yang berpamitan mamanya untuk ke kantor stelah membelikan obat untuk Delia nyatanya tidak pergi ke kantor. melainkan ke café sang sahabat yang kini berubah menjadi musuhnya.


Radit sampai di café, namun masih sepi karena memang belum buka. Untung saja ada karyawan yang sedang bersih-bersih. Mungkin dia karyawan sekaligus orang yang tinggal di café itu. Radit menanyakan keberadaan Surya padanya. Karena Radit tahu pasti Surya ada disini, tidak mungkin dia pulang ke rumah kalau sedang ada masalah. Apalagi kondisinya mungkin masih babak belur.


Dan karyawan Surya mengatakan bahwa bossnya tidak sedang berada di café. Tapi Radit tidak percaya. Dia memutuskan untuk mengecek sendiri ke ruangan Surya. Ternyata benar dia tidak ada. Kemudian Radit memutuskan pergi.


Radit bingung, apa mungkin Surya pulang ke rumahnya. Untuk memastikan, akhirnya Radit pergi ke rumah Surya. Sesampainya disana Radit melihat ada mobil Surya yang terparkir di luar garasi. Dia sangat yakin bahwa Surya ada di rumah.


“permisi tante” sapa Radit saat yang membukakan pintu ternyata mama Surya


“Eh nak Radit. tumben? Yuk masuk!”


“makasih tante. Surya ada tante?”


“oh ada. Tapi dia sedang istirahat. Sepertinya sedang tidak enak badan.” Mama Surya menutupi keadaan anaknya


“eh lebih baik besok aja nak Radit kembali lagi. Kasihan Surya sedang tidur”


Radit yang sudah tidak bisa menahan gejolak amarah di dadanya, dia tidak mempedulikan larangan Mama Surya untuk tidak menemuinya. Radit segera berlari menuju kamar Surya. Melihat itu, mama Surya sangat kaget dan ikut berlari mengejar Radit. karena takut hal buruk terjadi pada anaknya.


Sesampainya di depan pintu kamar Surya, Radit langsung membuka pintutanpa mengetuknya terlebih dahulu. Terlihat Surya sedang tidur membelakangi. Radit segera menarik selimut yang menutupi tubuh Surya.


“Bangun loe baj***ingan!!!” Seketika Surya membuka matanya


“bugh..bugh…bugh…” Surya yang posisi duduknya belum sempurna sudah mendapat serangan dari Radit tepat di wajahnya yang masih lebam.


“Baj**ingan loe! Gue nggak akan maafin loe!”


“bugh..bugh…bughh!!”

__ADS_1


“Astagaaaa!!! Berhentii!!” teriak mama Surya dibalik pintu.


Tidak menyangka jika Radit bertindak brutal pada anaknya. Sedangkan Surya hanya meringis kesakitan tanpa perlawanan.


“cukup hentikan!!!” mama Surya menangis melihat anaknya terluka parah.


“apa yang kamu lakukan nak Radit? Surya itu sahabat kamu!”


“iya dulu sahabat tante, tapi sekarang sudah tidak lagi”


“kenapa nak Radit bilang seperti itu? Apa salah Surya?”


“apa anak tante tidak menceritakan kalau anak tante itu telah melecehkan dan hampir memperkosa Delia perempuan yang Radit cintai.”


“apa??? Tidak mungkin!!” mama Surya sangat terkejut.


Kemudian Radit melangkah mendekati Surya dan mencengkeram kerah baju Surya.


“gue ingatin lagi ya. Sekali lagi loe berbuat kurang ajar lagi pada Delia. Gue akan membalasnya lebih dari ini” Radit menghempaskan tubuh Surya kemudia pergi meninggalkannya.


Mama Surya hanya bisa menangis, dan melihat kondisi anaknya semakin parah segera menelepon papanya untuk membantunya membawa Surya ke rumah sakit.


***


Sore harinyaa di kediaman orang tua Radit. saat ini Ibu Delia sedang ngobrol santai dengan mama Radit. Ibu Delia juga mengemasi baju-baju Delia setelah tadi sempat ke apartemen Delia untuk mengambil barang-barang Delia yang perlu dibawa.


Radit baru saja sampai rumah setelah dari kantor. dia menyapa kedua orang tua Delia. Karena tadi siang memang belum sempat bertemu saat orang tua Delia datang. Dan Delia sekarang masih berada di dalam kamar. Radit ingin melihat sebentar keadaan Delia. Namun langkahnya terhenti saat melihat ada koper besar di depan kamar tamu.


“Ma… ini koper siapa ma?” Tanya Radit pada mamanya. Karena nggak mungkin orang tua Delia membawa koper besar.


“ooo… itu koper Delia” jawab mamanya


“Iya nak Radit, Ibu memutuskan membawa Delia pulang ke kota B” tambah Ibu Delia


“APA???????”

__ADS_1


*TBC


*_author newbie_💕💕


__ADS_2