Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
Eps 73 Honeymoon


__ADS_3

Setelah permainan aman itu, Radit akhirnya bisa bernafas lega karena keinginannya sudah tercapai. Sedangkan sang istri segera tidur meskipun mulutnya masih terasa kebas karena matanya sudah tidak kuat lagi untuk terjaga. Radit melihat istrinya yang tidur memunggunginya tersenyum. Kemudian dia ikut istrinya tidur sambil memeluknya dari belakang.


Hari berganti hari, pasangan Radit dan Delia selalu terlihat mesra. Bukan karena mereka masih pengantin baru. Namun rasa cinta keduanya yang sama-sama besar hingga mereka selalu mesra. Mereka tidak peduli jika nanti bukan pengantin baru lagi. Bahkan sampai rambut mereka memutih pun mereka harus selalu mesra. Karena cinta tidak memandang berapa lama usia pernikahan seseorang. Karena cinta sejati adalah cinta yang abadi, kekal hingga nafas terhenti.


***


Setelah seminggu penantian. Akhirnya hari ini Radit dan Delia akan berangkat ke pulau B untuk honeymoon. Keduanya sangat bahagia sekali. Semalam mereka berdua suda packing baju-baju yang akan mereka bawa untuk pergi honeymoon selama 4 hari. Tak banyak pakaian yang mereka bawa. Hanya seperlunya saja.


Kini mereka sedang menikmati sarapannya sebelum berangkat ke bandara. Hari ini Delia hanya memanggang roti dan diolesi selai saja. Dan membuat dua gelas susu hangat.


“sudah siap sayang?”


“sudah mas. Ayo kita berangkat. Tapi tunggu dulu aku mau ngecek koper dulu ada yang ketinggalan apa nggak”


“nggak usah sayang, keburu telat nanti. Sepertinya tidak ada yang ketinggalan” Radit mencekal tangan istrinya. Dan Delia melihat jam tangannya ternyata benar, tidak lama lagi sudah jadwal keberangkatannya.


Akhirnya mereka berdua keluar dari apartemen menuju bandara dengan mengendarai mobil sendiri.


Setelah sampai di bandara, kini Radit dan Delia sudah berada di dalam pesawat. Kedua pasangan itu selalu terlihat mesra dimana pun mereka berada.


“kamu tidur aja sayang kalau ngantuk” tawar Radit


“nggak ah mas. Aku nggak ngantuk”


Akhirnya mereka berdua berbincang-bincang sambil bercanda. Dalam hati mereka sudah tidak sabar ingin segera sampai tujuan tempat dimana mereka akan menjalankan bulan madunya. Namun ekspektasi kedua insan yang sedang berbahagia itu berbeda. Jika Delia sudah tidak sabar untuk segera sampai ke pulau B karena keindahan pulau tersebut.


Namun berbeda dengan Radit. sepertinya dia sedang mempunyai misi tersembunyi yang Delia sendiri tidak tahu.


“mas, nanti setelah sampai kita istirahat dulu ya baru setelah itu kita jalan-jalan”


“ya terserah kamu saja. Apa pun akan aku lakukan demi istriku yang tercinta dan tercantik ini”


“ih gombal” Radit hanya tersenyum menanggapi istrinya.


Perjalanan kurang lebih satu jam akhirnya mereka sampai.


Mereka berdua sudah dijemput mobil khusus dari resort dimana mereka nanti akan menginap disana.

__ADS_1


Di sepanjang jalan Nampak pemandangan yang sangat indah dan menyejukkan mata. Delia sungguh takjub dengan pemandangan alam yang sangat asri itu.


Akhirnya mereka sudah sampai resort. Resort tersebut terlihat sederhana namun terkesan sangat mewah dengan berbagai macam fasilitas lengkap tersedia disana.


Radit dan Delia segera masuk ke kamar mereka dengan diantar oleh pegawai resort tersebut. Delia sungguh kagum dengan ruangan kamar tidurnya yang sangat luas. Dan disana ada jendela kaca besar yang langsung menghadap ke arah pantai. Jadi, seandainya mereka tidak bisa pergi ke pantai, mereka bisa menikmati keindahan pantai cukup dari kamar saja.


“sayang, apa kamu tidak lapar?”


“belum mas. Kenapa?”


“aku lapar. Temenin aku makan dulu yuk!”


“kita pesan saja mas biar diantar kesini”


“tapi aku pengen makan makanan yang diluar resort ini sayang”


Delia mengernyit heran dengan tingkah suaminya yang seperti anak kecil. Tidak biasanya dia seperti itu. Akhirnya Delia menyetujui ajakan suaminya untuk keluar resort mencari makan.


Radit menemukan sebuah resto kecil di pinggir pantai. Akhirnya disitulah mereka makan siang. Delia sangat kagum dengan keindahan pantai itu. Disamping dia mengisi perutnya, dia pun bisa cuci mata dengan keindahan pemandangan di sekitar resto.


Setelah makan siang, mereka berdua memutuskan untuk kembali ke resort. Karena Delia ingin segera istirahat. Dia tidak mau melewatkan waktu istirahatnya agar nanti malam bisa jalan-jalan menikmati keindahan pulau B di malam hari. Radit hanya mengikuti kemauan istrinya.


“nggak deh mas, nanti aja kalau bangun tidur”


“ya sudah kamu tidur duluan kalu udah ngantuk. Aku mau mandi dulu”


Kemudian Radit pergi ke kamar mandi, sedangkan Delia dengan cepat terbang landas kea lam mimpi. Maklum saja karena perutnya sudah kenyang, jadi lebih mudah dia untuk cepat tidur.


Radit keluar dari kamar mandi melihat istrinya sudah mendengkur halus. Kemudian dia mengambil vitamin dan meminumnya. Radit tidak tidur, karena memang dia tidak ngantuk. Dan tidak terbiasa tidur siang. Dia mengambil ponselnya mengecek pekerjaannya. Meskipun dia pergi berbulan madu, dan mempercayakan urusan kantor pada Kevin sang asisten. Namun dia serta merta melepaskan tanggung jawabnya. Dia juga memantaunya meski dari jarak jauh.


Setelah hampir dua jam Radit sibuk dengan ponselnya. Dia meletakkan ponselnya. Namun, sebelum itu dia melirik istrinya sedikit ada pergerakan yang sepertinya akan bangun. Radit buru-buru naik ke tempat tidur untuk tidur. Dia tidak mau istrinya melihat suaminya masih sibuk dengan urusan kantor.


Delia menggeliat dan perlahan membuka matanya. Dia melihat jam yang menggantung di dinding ternyata sudah sore. Kemudian dia bangun. Namun melihat suaminya yang masih tidur, dia mengurungkan niatnya untuk pergi ke kamar mandi. Delia membelai lembut pipi suaminya. Dia bangga sekali bisa memiliki Radit seutuhnya. Setelah itu Delia turun dari tempat tidur.


“ah lebih baik aku mandi aja dulu. Nanti baru membangunkan mas Radit” gumamnya dan segera masuk kamar mandi.


Radit tersenyum setelah tahu bahwa istrinya sudah masuk kamar mandi. Sebenarnya dia tadi tidak tahan dengan sentuhan lembut dari tangan istrinya. Namun dia harus kuat menahannya. Jangan sampai istrinya tahu bahwa dirinya pura-pura tidur.

__ADS_1


Cklek


Pintu kamar mandi terbuka. Delia masih menggunakan bathropenya. Kemudian dia membangunkan suaminya.


“mas ayo bangun udah sore lho”


“hmmm” jawab Radit namun matanya masih terpejam.


“ayo dong mas bangun. Aku nggak mau nanti ketinggalan sun set”


“hmmm iya…” Radit menggeliat dan berpura-pura mengerjapkan matanya seperti benar-benar baru bangun tidur.


Delia segera duduk di depan meja rias untuk memoles wajahnya dengan sedikit make up. Dia masih menggunakan bathropenya. Dia memang ingin berhias dulu setelah itu baru memakai bajunya.


Radit masih duduk di tempat tidurnya. Entah apa yang ada di otaknya hingga dia senyum-senyum sendiri.


“ayo dong mas buruan mandi sana. Keburu mataharinya tenggelam loh” Delia bicara sambil menuju kopernya. Karena tadi belum sempat meletakkan baju-bajunya ke dalam lemari.


Delia terkejut saat membuka kopernya.


“Massss!!!!!!!!!”


“apa sih sayang teriak-teriak?” Radi berdiri akan masuk kamar mandi.


“pasti ini ulah kamu kan???” Delia sudah tidak bisa lagi menahan kekesalannya.


Delia baru tersadar dengan ulah suaminya saat sebelum berangkat ke bandara. Saat dirinya akan mengecek isi kopernya dan suaminya melarang. Dan tadi saat suaminya mengajak makan siang di luar. Sepertinya memang suaminya itu sudah merencanakan ide gilanya dengan sempurna. Dan benar saja idenya berhasil. Saat Delia akan mencari bajunya di dalam koper, bukan baju santai yang ia temukan tapi beberapa set baju haram kurang bahan.


Radit tersenyum menghampiri istrinya.


“kenapa sih sayang? Ayo buruan pakai baju itu” ucap Radit sambil berbisik tepat di telinga istrinya. Dan tangannya sambil melepaskan tali bathropenya.


Seketika tubuh Delia seperti tersengat listrik dan lidahnya terasa kelu. Dia sudah tidak mampu lagi untuk mengungkapkan kekesalan pada suaminya. Justru dia menjadi tunduk dengan perintah suaminya.


*TBC


Jangan lupa jempolnya ya. giftnya boleh, tipsnya jg boleh😂😂✌️

__ADS_1


*_author newbie_💕💕


__ADS_2