Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
Eps 41 Patah Hati Lagi


__ADS_3

Kini Delia sudah berada di dalam mobil bersama Radit. Setelah tadi berpamitan pada ibunya untuk pulang dulu dengan alasan kurang enak badan. Sedangkan Radit tidak mungkin membiarkan Delia pulang sendiri. Akhirnya Radit mengirim pesan pada mamanya agar nanti pulangnya naik taksi saja karena dirinya mengantar Delia pulang. Mamanya pun mengijinkan. Dan disini lah mereka berdua saat ini. Di dalam mobil.


Mereka berdua dari tadi diam. Tidak ada percakapan. Sibuk dengan pikirannya masing-masing.


“Mau berhenti dulu del? Mungkin ke cafe ngopi sebentar?” tanya Radit tiba-tiba


“Langsung pulang aja. Aku capek” jawab Delia datar.


Radit hanya bisa menghela nafasnya. Dia tidak mau memaksa Delia. Biarkan saja, mungkin suasana hatinya sedang tidak baik meskipun dia sudah memaafkan kesalahan yang dia perbuat tadi.


Mobil Radit kini sudah berhenti di depan gerbang rumah Delia. Radit turun membukakan pintu untuk Delia.


“Maksih. Aku langsung masuk aja. Maaf tidak mengajak kamu masuk karrna di rumah tidak ada orang”


“Iya... Nggak apa-apa” Delia segera masuk meninggalkan Radit yang masih berdiri disamping mobilnya.


“Del tunggu!” saat tangan Delia akan membuka pintu gerbang Radit memanggilnya dan menghampiri. “cup... Selamat istirahat ya” Radit mengecup kening Delia. Dan Delia mengangguk patuh lalu segera masuk meninggalkan Radit.


Keesokan harinya Radit dan mamanya sedang sarapan. Radit dan mamanya memutuskan untuk pulang besok karena sang mama masih ada kepentingan di butiknya. Jadi masih ada kesempatan bagi Radit untuk menemui Delia.


“Ma... Nanti Radit mau keluar. Jadi mama ke butik sendirian aja ya”


“Cieee yang mau apel”


“apa sih ma. Radit Cuma bete aja di rumah. Radit mau ke rumah temen aja”


“Ke rumah Delia juga nggak apa-apa ko'.. Lagian tante Mira juga setuju kalau anak mama ini jadi calon menantunya”


Radit hanya menggelengkan kepala saat mamanya terus saja menggodanya.


Setelah selesai sarapan, mama Radit segera pergi ke butik. Sedangkan Radit bingung mau kemana dan ngapain. Tadi dia beralasan ke rumah temannya padahal bohong. Teman-temannya yang ada di kota ini juga pada sibuk semua. Sebenarnya apa yang dikatakan mamanya ada benarnya, gimana kalau apel ke rumah Delia saja. Apel? Memangnya sudah resmi pacaran? Main saja lah kata yang tepat untuk proses pendekatan. Akhirnya Radit memutuskan untuk pergi ke rumah Delia saja.


Setelah bersiap-siap, Radit mengeluarkan motor sportnya dari garasi. Dia memilih naik motor saja, biar terhindar dari kemacetan. Lalu Radit berangkat.


Sesampainya di rumah Delia, karena melihat pintu gerbangnya terbuka Radit langsung membawa masuk motornya. Kelihatannya ada mobil yang baru saja keluar, jadi belum sempat menutup kembali gerbangnya. Dan benar saja, ibu Delia keluar dari rumah berniat untuk menutup pintu gerbang yang masih terbuka.


“pagi tante”


“eh nak Radit, pagi juga”

__ADS_1


“maaf tante motornya langsung Radit masukkan tadi”


“nggak apa-apa, itu tadi ayahnya Delia baru saja keluar dan tante lupa menutupnya”


“Delianya ada tante?”


“Oh ada di dalam. Ayo silakan masuk nak Radit”


Radit masuk ke rumah dan menunggu Delia di ruang tamu. Karena tadi ibunya bilang, setelah sarapan Delia naik ke kamarnya untuk mandi.


“Ehm... Maaf nunggu lama” ucap Delia


“Eh nggak ko' del... Belum lama juga”


“ada apa?” tanya Delia to the point


“Kamu nggak ada acara keluar? Kemana gitu?”


“nggak. Lagi malas aja”


“ohhh” Radit hanya menggaruk lehernya bingung mau bicara apa lagi.


“ini nak Radit ayo diminum dulu”


“oh iya tante maksih”


“nak sudah ada calonnya belum?” tanya ibu Delia tiba-tiba.


“Be...belum tante” jawab Radit


“padahal nak Radit ini kan udah mapan, tampan lagi. Kenapa nggak cari calon pendamping hidup?” tanya ibu Delia lagi sambil melirik ke arah anaknya, sedangkan yang dilirik datar-datar saja mukanya.


“Ehh... Itu Radit sebenarnya sudah ada calonnya tante. Radit masih menunggunya” ucap Radit mantap sambil melirik Delia.


Ibu Delia pun tersenyum senang sepertinya Radit menyukai anaknya dan berniat serius. Mungkin Radit bermaksud menunggu adalah menunggu Delia putus dengan kekasihnya. Untuk itu ibu Delia tidak mau ikut campur. Biarlah menjadi urusan mereka sendiri. Tapi sejauh yang ia lihat bahwa Radit adalah tipe lelaki bertanggung jawab, baik, dan sopan.


Mendengar jawaban Radit menunggu seseorang seketika membuat wajah Delia pias. Dalam hati Delia sedikit nyeri. Dia sangat yakin yang dimaksud Radit menunggu seseorang pasti menunggu kekasih lamanya yang sedang berada di negeri orang itu. Ya, Viviane lah yang pasti sedang ditunggu Radit. Lagi-lagi Delia merasakan patah hati lagi sebelum berjuang. Haruskah dia merelakan hatinya tersakiti lagi hanya untuk mencintai seseorang dalam diam. Delia, dengan segala kerendahan hatinya mencoba ikhlas sebelum merasakan sakit hati yang lebih dalam dari ini.


“ternyata cinta kamu sangat besar pada Viviane” gumamnya dalam hati

__ADS_1


“Bu, Delia naik dulu ya kepala Delia agak pusing” pamitnya tiba-tiba


“Lho kenapa de'?”


“kamu nggak apa-apa Del?


“nggak apa-apa. Sedikit pusing saja. Mungkin setelah minum obat dan dipakai istirahat akan sembuh”


Radit bingung dengan sikap Delia yang tiba-tiba berubah tidak seperti saat awal bertemu tadi. Sepertinya Delia mencoba menghindarinya. Tapi kenapa? Apa yang salah dengan dirinya.


“Maafkan Delia ya nak Radit. Mungkin Delia kecapekan karena beberapa hari ini sibuk bantu tante mempersiapkan pernikahan abangnya”


“Iya tante nggak apa-apa. Biarkan Delia istirahat. Kalau begitu Radit pamit pulang ya tante?”


Akhirnya Radit pulang dengan membawa perasaan bersalah. Namun penyebabnya juga ia tidak tahu.


***


Keesokan harinya Radit dan mamanya sudah bersiap untuk pulang ke kota J. Mood Radit jadi berantakan. Pikirnya Delia akan pulang pada hari yang sama dengannya. Tapi kenyataanya tidak. Setelah semalam dia berkirim pesan dengan Delia untuk menanyakan keadaannya, Delia sudah baik-baik saja. Namun yang membuat mood Radit berantakan hari ini adalah karena kepulangan Delia yang masih dua hari lagi. Itu berarti setelah sampai di kota J nanti Radit tidak bisa bertemu dengan Delia.


“Ayo buruan Dit” ucap mamanya tergesa-gesa saat sudah berada di bandara. Itu karena kesalahan Radit yang sejak di rumah tadi malas-malasan jadi berangkat ke bandaranya sedikit terlambat.


Akhirnya pesawat yang Radit dan mamanya tumpangi take off ke kota J.


***


Setelah melewati perjalanan kurang lebih satu jam akhirnya pesawat yang Radit dan mamanya tumpangi berhasil mendarat dengan sempurna.


“Dit, tungguin mama sebentar ya. Mama mau ke toilet dulu”


“hmm”


Radit menunggu mamanya di kursi tunggu yang ada di bandara sambil memainkan ponselnya. Radit mengirim pesan pada Delia untuk memberi kabar bahwa dirinya sudah sampai di kota J. Namun tidak ada balasan dari Delia. Mungkin lagi sibuk, begitu pikir Radit. Setelah itu meletakkan kembali ponselnya ke saku jaket.


Saat sedang meregangkan tubuhnya sambil duduk, tiba-tiba saja Radit melihat seseorang. Bukan seorang melainkan dua orang, laki-laki dan perempuan yang sedang bergandengan tangan dengan mesra. Sepertinya Radit kenal dengan salah satu orang tersebut. Radit menggelengkan kepalanya, tidak mungkin.


“Yuk dit, itu taksinya sudah menunggu” ucap mamanya yang baru saja keluar dari toilet


*TBC

__ADS_1


*Salam sayang dari _author newbie_💕💕


__ADS_2