
“Aku minta kamu ceraikan sekarang aku juga”
Radit sangat terkejut dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Delia. Kurang lebih satu tahun dia mencari keberadaan istrinya, setelah menemukannya justru kenyataan pahit yang dia terima.
“Aku tidak akan menceraikan kamu” jawab Radit pelan namun tegas.
“Terserah. Kamu mau atau tidak yang penting aku minta cerai dari kamu”
“Apa kamu sudah bahagia dengan bajingan itu? Kamu bahagia sudah mendapatkan anak darinya?” bentak Radit
“Jaga ucapan kamu mas. Aku sudah lama menunggu waktu ini. Kalau saja dulu aku tidak sedang mengandung anak kamu, aku akan minta cerai saat itu juga”
“apa??? Anakku??” Radit tak percaya mendengar ucapan Delia
“katakan sekali lagi!”
“Iya benar anak yang sedang dalam gendongan Delia adalah anak kalian” ucap Gio yang tiba-tiba hadir di tengah-tengah mereka.
“Del, lebih baik kamu selesaikan masalah kamu” tambah Gio.
Seketika tubuh Radit merosot ke bawah. Anak yang dalam gendongan Delia ternyata anaknya. Bagaimana mungkin dia tadi sudah menuduh istrinya yang berselingkuh dengan Gio hingga melahirkan seorang anak.
“sayang.... Maafkan aku” perlahan Radit bangun dan melangkah mendekati Delia anaknya.
Delia sudah berurai air mata. Bagaimanapun juga dia tidak bisa menutupi bahwa anak dalam gendongannya ini adalah anak hasil pernikahannya.
“Sayang, apa benar dia anakku?” Tubuh Radit bergetar melihat seorang bayi mungil yang sangat cantik. Delia hanya mengangguk pelan.
“Anakku!” lirih Radit saat memegang anaknya untuk pertama kalinya.
Entahlah perasaan Radit saat ini campur aduk. Antara senang dan sedih. Senang karena mengetahui bahwa dia mempunyai anak. Dan sedih karena baru sekarang dia tahu bahwa istrinya telah mengandung dan melahirkan tanpa ada dirinya di sisinya. Sungguh Radit merasa sangat berdosa.
Sementara itu Delia juga merasakan kehangatan saat Radit menyentuh anaknya untuk pertama kalinya.
Kini Radit mengajak Delia duduk di sofa yang ada di ruang tamu. Gio mengajak Jo untuk meninggalkan sepasang suami istri itu agar masalahnya cepat diselesaikan.
“Sayang maafkan aku” lagi-lagi hanya kata maaf yang terucap dari bibir Radit.
“Sekarang mas Radit sudah tahu kalau anak ini adalah darah daging mas Radit. Dan sekarang aku minta mas Radit segera menceraikan aku. Aku tidak mau ada orang ketiga dalam-“
“sttt....” Radit memotong ucapan Delia.
“Tidak ada orang ketiga dalam hubungan kita sayang sejak dulu. Justru sekarang orang ketiga itu hadir”
“maksud mas Radit apa?”
“dia, adalah orang ketiga dalam hubungan kita. Maafkan aku karena terlambat mengetahui bahwa saat itu kamu sedang mengandung. Maafkan aku selama kamu mengandung tidak ada aku yang selalu berada di sisimu, maafkan aku-“
__ADS_1
“lantas bagaimana dengan Vivi-“
“sayang, aku dan Viviane tidak ada hubungan apa-apa sejak lama, bahkan sejak kita menjalin hubungan. Kamu salah paham. Maafkan aku terlambat memberitahu yang sebenarnya”
Akhirnya Radit menceritakan kejadian setahun yang lalu dimana Delia memergokinya Viviane sedang berada di dalam ruangan kerja. Radit mengatakan bahwa saat itu Viviane datang tiba-tiba. Dan maksud kedatangannya adalah untuk meminta maaf.
Radit menceritakan semuanya tanpa ada yang terlewatkan sedikitpun. Bahkan tentang Wijaya yang berniat buruk terhadap Delia.
Delia menutup mulutnya tidak percaya. Meskipun sebenarnya dia sedikit mengetahui saat tidak sengaja dirinya mendengarkan percakapan Wijaya dengan seseorang waktu dia diculik dulu. Namun yang membuatnya tidak percaya adalah tentang Human Trafficking yang dilakukan oleh Wijaya. Delia sangat kasihan dengan nasib para gadis yang telah dijual oleh Wijaya.
“Maafkan aku mas, aku tidak tahu kalau kejadiannya seperti itu”
Delia merutuki kebodohannya karena terlalu percaya dengan apa yang dilihat saat itu tanpa mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu. Namun tidak sepenuhnya itu kesalahan dia. Karena saat itu dia kabur karena ingin menyelamatkan diri dari Wijaya.
“nggak apa-apa yang penting sekarang kamu sudah kembali ke sisiku lagi. Aku harap setelah ini tidak ada lagi kesalah pahaman. Aku mau kita saling terbuka. Dan dengan hadirnya malaikat kecil kita ini, aku sangat bahagia”
“namanya Kayola mas” Delia memberitahu Radit
“nama yang bagus. Terima kasih sayang”
Radit mengecup kening Delia kemudian mencium pipi baby Kay. Akhirnya sudah tidak ada lagi kesalah pahaman antara mereka berdua. Radit sangat bahagia bisa kembali bersama istrinya lagi.
Delia memegang kedua pipi suaminya setelah meletakkan baby Kay di stoller. Delia merasakan perbedaan dalam tubuh suaminya yang terlihat kurus. Serta adanya bulu-bulu yang tumbuh di sekitar dagunya.
“Mas, apakah kamu hidup dengan baik selama ini?”
“maafkan aku mas”
Kemudian Radit memeluk tubuh istrinya. Tubuh yang kurang lebih setahun ini dia rindukan. Radit semakin mengeratkan pelukannya untuk mengobati sejenak rasa rindunya.
***
Kini Delia, Radit, Gio, dan Jo sudah berada di meja makan. Tak lupa Vito juga ikut makan malam. Sedangkan baby Kay sudah kembali tidur setelah Delia memberinya asi.
“Maafkan atas sikapku tadi” ucap Radit pada Gio yang sedang duduk berhadapan dengan wajah yang masih lebam.
Tadi Delia sudah membujuk suaminya agar meminta maaf pada Gio karena sudah memukulinya.
“iya tidak masalah. Yang penting sudah tidak kesalah pahaman lagi antara kalian” jawab Gio
Setelah itu mereka berlima menikmati makan malam.
“sayang enak sekali masakanmu. Aku sudah lama merindukan masakan kamu” ucap Radit
“mmm... Itu semua bukan masakanku mas. Itu masakan mas Gio' ucap Delia pelan.
“Uhuk...uhuk...”
__ADS_1
Seketika Radit dan Jo terbatuk setelah mendengar bahwa makanan itu adalah Gio yang memasakanya. Radit terbatuk karena merasa menyesal telah memuji masakan Gio yang dikira masakan istrinya. Sedangkan Jo terbatuk karena kasihan melihat Radit yang salah memuji.
“Pelan-pelan mas. Ini minum dulu”
“gue juga batuk Del, loe ga mau ambilin gue minum sekalian” ucap Jo dan segera dapat pelototan dari Radit.
“ini” Delia mengambilkan
“Terima kasih cantik” ucap Jo yang sengaja menggoda istri temannya.
Sedangkan Gio hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku orang di hadapannya saat ini. Gio tahu bahwa Radit adalah lelaki pencemburu. Itu berarti dia sangat mencintai Delia. Jadi sepertinya memang tidak sepantasnya dirinya berharap perasaannya dibalas oleh Delia. Biarkan Delia cukup menganggapnya sebagai kakak.
“Mommy, jangan dekat dengan uncle itu. Dia jahat”
celetuk Vito tiba-tiba. Seketika wajah Radit berubah masam.
“Vito nggak boleh gitu. Uncle itu daddy nya baby Kay” ucap Gio menasehati anaknya
“Nggak mau, daddy nya baby Kay hanya Papa bukan uncle jahat itu”
Wajah Radit sudah merah menahan amarah. Delia memegang lengan suaminya dengan lembut untuk meredakan emosi.
“nggak ayah nggak anak sama aja menyebalkan” batin Radit.
Selesai makan malam mereka masuk ke dalam kamar. Radit dan Jo terpakasa menginap dulu di rumah Gio. Radit memutuskan besok pagi akan pulang ke Indonesia sekaligus membawa istri dan buah hatinya.
Kini Radit sudah berada di dalam kamar bersama istri dan anaknya. Delia sedang memberikan asi pada baby Kay yang beberpa saat lalu terbangun karena kehausan. Radit duduk di sebelah istrinya yang sedang menyusui baby Kay. Radit menelan salivanya saat melihat dua buah yang sangat besar milik istrinya.
Delia yang menyadari keterdiaman suaminya, dengan cepat dia berusaha menghindar dari suaminya. Delia sangat malu telah mempertontonkan aset berharganya. Meskipun dengan suaminya sendiri, tapi sudah lama mereka tidak melakukan itu sehingga membuat Delia malu.
Setelah memberikan asi pada baby Kay. Delia menidurkan baby Kay ke dalam box bayi yang berada tidak jauh dengan tempat tidurnya. Kemudian Delia berbalik ongin segera tidur. Namun tiba-tiba Radit menahan pergelangan tangan istrinya.
“Sayang.... Aku ingin”
.
.
.
*TBC
Yuhuuuuu.... maapin author jika eps ini tdk sesuai dg yg kalian harapkan. author sndri brharap cpt slsai, tdk trlalu berbelit², nanti jadinya ky' sinet di chanel ikan terbang.😁✌️....
Semoga suka ya. dan terima kasih yg sdh setia ngikutin smpai eps ini. 😘😘😘😘 sehat2 ya semuanya💪💪
*salam lope² dr _author newbie_💕💕
__ADS_1