
Pagi-pagi sekali Vito sudah berada di rumah nenek Kay. Semalam dia tidak bisa tidur. Dia ingin segera bertemu dengan Kay untuk menjelaskan semuanya tentang Melly.
Saat ini Vito sudah berada di ruang tamu setelah beberapa saat yang lalu neneknya membukakan pintu dan menyuruhnya masuk. Vito meminta agar neneknya tidak memberitahu Kay tentang kedatangannya. Karena jika tahu, pasti Kay tidak akan menemui Vito.
Sementara itu Kay saat ini sudah bangun dari tidurnya. Namun dia masih malas untuk keluar kamar. Matanya masih sembab karena semalam dia terus menangis. Apalagi saat Daddynya menelepon dan memintanya pulang. Semalam Kay sudah menceritakan semuanya pada Radit tentang masalah yang telah dia alami. Tanpa berkomentar ataupun memarahi, Radit hanya mendengarkan cerita Kay dengan seksama.
Setelah selesai dengan ceritanya Radit hanya mengatakan satu kalimat buat Kay.
“Pulanglah Sayang! Daddy akan mengajak kamu tinggal di luar negeri jika kamu benar-benar ingin membatalkan pernikahan ini. Daddy janji setelah ini akan menutup semua akses keluarga kita dengan Vito.”
Kay masih terngiang-ngiang ucapan Daddynya. Jujur dalam hati Kay tidak rela jika harus tinggal di luar negeri dan menjauhi Vito. Namun mengingat ucapan Melly, membuat Kay jadi merasa ragu.
Sementara Radit mengatkan semua itu pada Kay hanya untuk menggertak Kay saja. Jika Kay benar-benar cinta dengan Vito, pasti dia tidak akan menuruti sarannya, sebaliknya jika Kay sudah tidak mencintai Vito, pasti Kay akan dengan senang hati menerima tawaran Daddynya untuk tinggal di luar negeri.
Tok tok tok
Arsa mengetuk pintu kamar Kay kemudian masuk. Dia melihat Kay masih meringkuk dalam selimut tebal yang melilit tubuhnya.
“Kay bangun! Ayo kita sarapan dulu!” ajak Arsa.
“Kay nggak lapar Kak.” Jawab Kay.
“Ayo lah Kay mau sampai kapan kamu seperti ini? Kalau memang kamu mau batalin pernikahan kamu itu terserah kamu. Sekarang kamu harus menata hidup kamu, apa yang akan kamu lakukan setelah ini. Jangan seperti ini terus. Setelah ini kamu bilang sama Vito kalau kamu tidak ingin melanjutkan pernikahan.” Gertak Arsa.
Kay terdiam mendengar perkataan Arsa. Tapi setelah itu berdiri dan melangkahkan kakinya keluar kamar. Entahlah apa yang saat ini ada dalam pikiran Kay.
Arsa mengikuti Kay dari belakang. Dia ingin melihat reaksi Kay setelah bertemu dengan Vito. Apakah Kay benar-benar ingin memutuskan hubungannya dengan Vito.
Deg
Kay terkejut saat melihat Vito sedang berbicara dengan neneknya di ruang tamu. Kay merasa seperti mimpi. Apakah itu benar Vito. Tapi kenapa dia bisa ada disini. Dan Kay dapat melihat raut wajah Vito yang tenang saat berbicara dengan neneknya. Sama sekali tidak menampakkan wajah cemas.
“Kay!” panggil Vito saat matanya tanpa sengaja menatap Kay.
__ADS_1
“Eh cucu nenek sudah bangun. Kasihan nak Vito sejak pagi tadi sudah disini. Lebih baik kamu temui dulu, nenek mau ke belakang dulu.” Ucap sang nenek.
Kini di ruang tamu hanya ada Vito dan Kay. Mau tidak maau Kay berjalan menuju sofa ruang tamu. Kay bertekat berbicara pada Vito untuk mengakhiri semuanya. Saat Kay sudah duduk, begitu juga dengan Vito, tidak ada percakapan sama sekali diantara keduanya.
“Kay-“
“Kak, aku mau batalin pernikahan kita.” Ucap Kay cepat memotong ucapan Vito.
“Apa kamu yakin Kay? Apa kamu lebih percaya dengan Melly daripada aku yang sudah lama kamu kenal?” Tanya Vito.
“Bukan maslah percaya atau tidak. Buktinya sudah nyata kalau Melly hamil.” Jawab Kay datar.
“Aku bersumpah Kay selama dengan Melly aku tidak pernah melakukan hubungan badan!” ucap Vito.
Kay terdiam mendengar ucapan Vito. Kalau tidak pernah berhubungan kenapa bisa sampai hamil. Sungguh pandai sekali Vito jika berbohong.
“Baiklah kalau kamu memang benar-benar ingin membatalkan pernikahan kita. Tapi sebelumnya kamu lihat ini dulu. Kalau kamu masih percaya dengan Melly, aku ikhlas dengan keputusan kamu.” Ucap Vito sambil menyerahkan ponselnya pada Kay.
Kay tidak mengerti dengan maksud Vito yang memberikan ponselnya. Kay menerima dan melihat ternyata ada video disitu. Ada empat video dengan durasi sekitar 13 menit. Kay perlahan memutar video itu. Namun belum sampai selesai, mungkin hanya beberapa detik, Kay sudah meletakkan ponselnya dan menutup matanya. Kay benar-benar terkejut dengan isi video itu. Kay yang sangat polos dan tidak pernah melihat video porno merasa sangat malu saat melihat seorang wanita dan laki-laki sedang berhubungan badan. Dan Kay tidak menyangka kalau dalam video itu adalah Melly dengan seorang pria berseragam cleaning servis.
“Iya itu lah kelakuan Melly di belakangku Kay. Bahkan jika kamu melihat semua video itu, pria yang menjadi lawan Melly tidak hanya satu, tapi banyak.” Ucap Vito.
Kay menutup mulutnya dengan telapak taangan. Dia sangat bodoh telah berhasil dihasut oleh Melly kemarin. Ternyata perbuatannya melebihi seorang ******.
“Apa kamu masih mempercayai Melly kalau anak yang dalam kandungannya itu anakku Kay?” Tanya Vito dan Kay menggelengkan kepalanya.
“Percayalah padaku Kay, aku sangat mencintaimu sejak dulu. Tubuhku ini akan aku berikan hanya untuk kamu.” Ucap Vito meyakinkan.
Sedetik kemudian Kay berhambur ke pelukan Vito. Kay menangis dan menyesali sikapnya yang lebih mempercayai melly daripada Vito.
“Maafin Kay Kak. Kay sudah berburuk sangka dengan Kak Vito.” Ucap kay di sela-sela isakannya.
“Iya, aku maafin. Kita tetap melanjutkan pernikahan kita kan?” Tanya Vito dan Kay mengangguk.
__ADS_1
Arsa yang sejak tadi melihat dari jauh akhirnya ikut merasa lega dan bahagia karena hubungan Kay dan Vito sudah kembali seperti semula dan mereka akan tetap melangsungkan pernikahannya.
Sementara itu Vito berjanji setelah ini akan mencari Melly dan membuat perhitungan dengannya karena telah menghasut Kay dengan berita tidak benar.
“Hari ini juga kita pulang ya Sayang, aku sudah nggak sabar menanti hari pernikahan kita.” Ajak Vito.
“Iya Kak.” Jawab Kay.
Kemudian Vito mengambil ponsel yang berisi video Melly tadi. dan tiba-tiba saja Kay memasang wajah garangnya pada Vito.
“Kenapa Kay?” Tanya Vito bingung.
“Itu ponsel Kak Vito kan?” Tanya Kay dan Vito mengangguk.
“jadi Kak Vito sudah melihat semua video itu? Kak Vito melihat Melly?”
Pertanyaan Kay membuat Vito kalang kabut. Memang itu ponselnya dan Vito juga sudah melihat video asusila Melly. Vito merasakan hawa panas di sekitarnya. Pasti Kay sudah berpikir macam-macam.
“Eh ta tapi aku Cuma lihat sekali Kay. Dan itu pun saat pertama kali Melly kepergok sedang melakukan hubungan di ruang kerjaku.” Vito menjelaskan.
“Sama aja Kak Vito sudah melihat kan? Kak Vito melihat tubuh Melly bahkan tubuh telanjang Melly?? Kay benci sama Kak Vito.” Kay segera pergi meninggalkan Vito dan dengan cepat Vito memegang tangan Kay.
“Kay percayalah aku tidak punya niatan untuk melihat dan menikmati video itu. Kamu hapus saja sendiri. Aku mohon percayalah sama aku Kay.”
Kay menghela nafasnya dan akhirnya dia memaafkan Vito. Kay juga sudah percaya dengan Vito.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Iyuuuhhhh bentar lagi married nihh, yuk ah jgn lupa jejaknya dtinggalin. buat nyenengin hati othor imut ini ye kan😂😂😂😂