Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
Eps 92 The Real Happiness


__ADS_3

Akhirnya malam itu Delia dan Radit kembali merajut kasih untuk pertama kalinya setelah keduanya terpisah waktu kurang lebih selama satu tahun.


Delia merasakan seperti pertama kalinya melakukan saat pengantin baru dulu. Degupan jantungnya yang semakin menggila saat Radit mulai menyentuhnya. Radit juga merasakan hal yang sama seperti Delia ketika akan memulai pergulatannya. Hanya bedanya Radit mampu mengontrol dirinya agar tidak terlalu gugup.


Radit mengecup bibir istrinya sebagai permulaan. Kecupan singkat itu mengingatkan akan rasa yang dulu pernah ia dapat. Radit sangat hafal sekali dengan rasa manis pada bibir istrinya. Ternyata tidak berubah. Kemudian diulanginya lagi kecupan itu dengan durasi waktu yang sedikit lebih lama.


Radit meresapi perasaannya. Sudah lama dia merindukan bibir ini. Akhirnya dia bisa kembali mendapatkannya. Radit berjanji dalam hatinya, setelah ini dia tidak akan dan tidak mau kehilangan istrinya lagi.


Kecupan itu kini berubah menjadi ******* lembut. Delia juga sudah terbuai dengan perlakuan suaminya. Jujur dirinya juga sangat merindukan bibir suaminya.


Seperti terhipnotis, keduanya kini sama-sama menikmati ******* lembut itu yang lama-kelamaan semakin menunutut.


Delia juga bisa menyeimbangkan pergulatan bibir dengan suaminya. Nafas mereka terengah-engah setelah beberapa waktu saling bertukar saliva.


Radit melepaskan tautan bibirnya dengan mata yang sudah diselimuti oleh kabut gairah penuh *****. Tatapan mata Radit pada Delia seakan memberi sinyal pertanyaan untuk melakukan permainan yang lebih. Dan Delia hanya mengangguk samar tanpamengeluarkan suara.


Hingga akhirnya terjadilah malam hangat bagi Delia dan Radit malam itu. Mereka berdua sama-sama melepaskan rindu yang selama ini sangat saling menggebu.


Radit memperlakukan istrinya dengan sangat lembut. Dia ingin memberikan yang terbaik pada istrinya yang tercinta karena telah rela mengandung buah hatinya. Sekaligus Radit ingin menebus semua kesalahan yang telah ia lakukan.


“terima kasih sayang” ucap Radit mengecup kening istrinya sesaat setelah mereka selesai malakukan penyatuan.


“iya mas. Aku bahagia sekali” jawab Delia dengan senyum manisnya.


Kemudian mereka berdua terlelap.


**


Keesokan harinya seluruh penghuni rumah Gio Nampak sedang sibuk mempersiapkan barabg-barang mereka. Karena mereka semua akan pulang ke Indonesia. Gio pun juga begitu. Memang sejak awal rencananya akan pulang ke Indonesia untuk mengecek beberapa pekerjaannya.


Awalnya Radit tidak terima jika Gio ikut pulang bersamanya. Apalagi dalam satu pesawat yang sama.


“kenapa sih batu Giok itu ikutan pulang segala” kesal Radit pada istrinya


“namanya mas Gio bukan batu Giok mas”


“sama aja”


“mas Gio memang sedari awal berencana akan pulang ke Indonesia dan akan mengajakku-“


“apa??? Berani-beraninya dia!!”


“mas!!! Mas Gio mengajakku untuk pulang ke Indonesia karena dia ingin aku memperbaiki hubunganku dengan mas Radit” kesal Delia


“mas lupa kalau selama ini mas Gio udah nolongin aku. nemenin aku, nurutin semua keinginanku saat hamil anak kamu?”

__ADS_1


Seketika Radit terdiam. Dia tidak bisa menjawab apa yang dikatakan oleh istrinya. Karena kenyataannya memang benar. Akhirnya Radit beranjak dari duduknya dan mendorong stoller baby Kay ke depan tanpa mengucapkan apapun. Delia hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku suaminya.


**


Kini mereka semua sudah berada di dalam pesawat menuju ke Indonesia. Sejak tadi Radit memasang muka masamnya saat melihat Vito yang selalu menempel pada istrinya.


Bukan karena Radit cemburu dengan bocah kecil seperti Vito. Namun yang dikhawatirkan Radit adalah Vito digunakan Gio sebagai alat untuk mendekati istrinya. Radit mendengus kesal. Dia tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi.


Sementara Vito, sejak kedatangan Radit, anak itu seperti sudah memberi sinyal permusuhan padanya. Bagaimana tidak begitu. Siapa pun anak kecil pasti akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Vito ketika Papanya mendapatkan perlakuan tidak terpuji.


Sementara itu Jo yang sedang duduk bersebelahan dengan Gio hanya tersenyum geli melihat Radit dengan muka masamnya. Dan Gio, dia hanya diam saja sambil pandangannya lurus ke depan. Entahlah apa yang dipikirkannya saat ini.


**


Kini mereka sudah tiba di bandara. Kemudian mereka berpisah untuk pergi ke tujuannya masing-masing. Delia tidak menyangka akhirnya dia kembali menginjakkan kakinya di kota ini lagi. Dia sangat bahagia bisa kembali bersama dengan keluarganya. Apalagi ditambah dengan hadirnya baby Kay.


“mas, terima kasih banyak ya atas semua kebaikan mas Gio padaku selama ini” ucap Delia sambil menahan tangisnya.


“iya tidak masalah. Kamu sudah aku anggap seperti adikku sendiri”


Dan tanpa aba-aba Delia tiba-tiba memeluk Gio. Dia ingin menyampaikan rasa terima kasihnya ada Gio sekali lagi. Dan hal itu tidak luput dari pandangan Radit. si suami posesif dan pencemburu. Radit membelalakkan matanya melihat adegan istrinya berpelukan dengan pria lain. Radit segera menarik paksa istrinya.


“mas!!” pekik Delia terkejut


“kamu ini apa-apaan peluk-peluk pria lain?” kesal Radit


Radit sudah malas menimpali istrinya. Dia segera mendorong baby Kay dan kemudian pergi. Delia segera mengikuti suaminya setelah meminta maaf pada Gio dan memeluk Vito sebentar.


“hati-hati Del!”


**


Kini Radit dan Delia sudah pulang ke rumah. Radit membawa istrinya pulang ke rumah orang tuanya bukan ke apartemen. Radit berjanji setelah ini akan membeli rumah baru untuk ia singgahi dengan istri beserta anaknya. Karena tinggal di apartemen menurutnya tidak baik untuk pertumbuhan seorang anak.


Di rumah orang tua Radit. mama dan papanya sangat terkejut dengan kedatangan anaknya dengan membawa serta istrinya. Mereka sangat bahagia sekali akhirnya Delia sudah ditemukan. Namun saat itu senyum mama Radit memudar kala melihat seorang bayi perempuan. Dia sudah memikirkan telah terjadi sesuatu yang buruk dengan menantunya.


Seperti mengetahui raut muka mamanya, akhirnya Radit menceritakan semuanya. Radit mengatakan bahwa baby Kay adalah anak kandungnya, darah dagingnya sendiri. Kemudian mama dan papanya menganga tak percaya bahwa mereka sudah menjadi kakek dan nenek.


Semenjak saat itu Delia tinggal di rumah mertuanya untuk sementara waktu. Dan Delia sudah mengabarkan pada keluarganya di kota B bahwa dirinya kini sudah kembali. Seketika itu orang tua Delia sangat terkejut sekaligus bahagia. Dan hari itu juga memutuskan untuk terbang ke kota J dengan diikuti oleh Ade beserta istri dan anaknya.


Delia tidak menceritakan pada keluarganya kalau dirinya sudah mempunyai buah hati. Sengaja Delia ingin memberikan kejuta. Dan benar saja setibanya mereka di rumah besannya sangat terkejut saat mendengar suara tangisan seorang bayi.


Keluarga Delia sangat bahagia khususnya ayah dan ibunya dengan kembalinya putri satu-satunya. Ditambah lagi dengan hadirnya baby Kay. Lengkap sudah kebahagiaan mereka.


***

__ADS_1


Tiga tahun kemudian


Hari ini adalah tepat hari ulang tahun ke 3 Kayola. Namun tidak ada perayaan pesta besar yang dilakukan. Karena memang Delia tidak menginginkannya. Delia hanya ingin merayakannya secara sederhana dengan mengundang keluarga dekat saja di rumahnya.


Ting tong…


Bel rumah berbunyi dan saat itu kebetulan Radit sedang berada di ruang tamu. Maka dia segera membukakan pintu.


“halo uncle!!”


sapa anak berusia 8 tahun dan segera berlari masuk ke dalam rumah dengan diikuti oleh papanya yang membawa kado boneka beruang yang sangat besar.


Dengan terpaksa Radit mempersilakan Gio masuk.


Ya, siapa sangka saat Radit membeli rumah baru dia tidak mengetahui bahwa rumahnya berada satu komplek dengan rumah Gio. Alih-alih berusaha menjauhkan istrinya dari si batu Giok, justru seperti mendekatinya. Memang istrinya itu sangat setia tapi jangan lupakan sikap Radit yang cemburu akut.


Kini semua keluarga sedang berkumpul merayakan pesta kecil ulang tahun Kayola. Semua keluarga Nampak bahagia sekali.


Radit yang sejak tadi melihat istrinya sangat sibuk merasa kasihan. Karena Radit melihat wajah Delia yang agak pucat.


“mas, aku ke belakang dulu ya” bisik Delia pada Radit.


Radit hanya mengangguk. Namun dirinya diam-diam mengikuti istrinya karena sedikit khawatir akan terjadi sesuatu.


Hoekkk….hooekkkk…


Delia memuntahkan semua isi dalam perutnya. Radit yang mendengarnya segera berlari menghampiri istrinya. Beberapa detik kemudian pandangan mata Delia gelap dan tiba-tiba pingsan. Untung saja Radit datang tepat waktu dan dengan sigap menangkap tubuh istrinya.


Beberapa saat kemudian Radit sangat cemas saat menunggu dokter yang sejak tadi memeriksa istrinya tidak kunjung keluar dari kamar.


Cklek..


“bagaimana keadaan istri saya dok?” Tanya Radit dengan wajah cemas. Namun dokter itu justru tersenyum


“selamat Pak Radit, istri anda hamil. Dan untuk memastikannya Pak Radit bisa melakukan pemeriksaan USG ke rumah sakit”


“apaa????” ucap Radit dan semua keluarganya serentak.


.


.


.


*THE END

__ADS_1


*_author newbie_💕💕


__ADS_2