
Setelah menebus beberapa obat dan vitamin untuk Kay dan juga Vito, mereka berdua memutuskan untuk pulang. Vito sudah menghubungi Arsa agar menghandle semua pekerjaannya hari ini karena tiba-tiba saja badan Vito mendadak lemas.
“Mas masih kuat nyetir?” Tanya Kay.
“Masih. Kamu tenang saja.” Jawab Vito.
Beberapa saat kemudian, Vito dan Kay sudah sampai rumah. Vito yang sejak tadi menahan gejolak pada perutnya akhirnya tidak kuat juga. dan untungnya sudah sampai rumah. Vito segera berlari masuk ke dalam rumah meninggalkan sang istri yang masih duduk di dalam mobil. Vito berlari menuju toilet terdekat yaitu di dapur. Dia memuntahkan semua isi perutnya. Hari ini mualnya berbeda dengan yang sebelumnya. Hari ini lebih parah.
“Mas?” panggil Kay yang kini sduah ada di belakang suaminya sambil memijit tengkuk Vito.
“Sayang, badanku lemas sekali. Sampai kapan akan seperti ini?” Tanya Vito setelah membersihkan mulutnya.
Kini Kay menuntun suaminya untuk duduk di ruang tengah. Kay sangat prihatin melihat keadaan suaminya. Wajahnya pucat dan tubuhnya juga lemas. Kenapa suaminya bisa mengalami semua ini. Kay sendiri juga tidak bisa membayangkan jika dirinya yang mengalami hal yang tengah dirasakan Vito saat ini. Tapi setidaknya dia bisa beristirahat. Tidak seperti suaminya, mempunyai tanggung jawab besar atas perusahaannya dengan kondisi badan seperti sekarang ini.
“Mas, minum ini dulu setelah itu Mas minum obat dari dokter tadi.” ucap Kay memberikan segelas teh hangat pada suaminya.
Vito kini merebahkan tubuhnya di atas sofa. Rasa mualnya sudah sedikit berkurang setelah minum obat. Kini hanya tersisa rasa lemas di tubuhnya.
“Vito kenapa?” Tanya Gio yang baru saja datang.
“Mas Vito habis muntah lagi Pa.” jawab Kay.
“Apa kalian sudah dari rumah sakit?” Tanya Gio.
Kay mengangguk tersenyum. Setelah itu Kay memberitahukan kabar bahagianya pada sang Papa kalau saat ini dirinya sedang mengandung. Dan usia kandungannya 6 minggu. Sudut mata Gio berair kala mendengar kabar bahagia itu. Karena sebentar lagi dirinya akan memiliki cucu. Namun setelah itu pandangan Gio tertuju pada vito yang sedang terbaring lemah di atas sofa. Kay seakan mengerti saat Papanya melihat suminya, akhirnya Kay menceritakan semuaanya.
“Mas Vito mengalami sindrom kehamilan simpatik Pa. jadi Kay yang hamil, tapi Mas Vito yang-“
__ADS_1
“ngidam!” jawab Gio cepat.
“Papa ko’ tahu?” Tanya Kay heran.
Kemudian Gio memberitahukan pada Kay kalau dulu mendiang Mama Vito saat hamil Vito, Gio juga merasakan hal yang sama dirasakan Vito. istrinya yang hamil, Gio yang ngidam. Dan Gio mengalami itu semua selama trimester pertama yaitu kurang lebih selama 3 bulan.
Vito yang tidak sepenuhnya tidur mendadak bangun saat mendengar pernyataan Papanya yang mengatakan bahwa Papanya ngidam selama 3 bulan.
“Yang benar Pa?” Tanya Vito penasaran dan diangguki oleh Gio.
Badan Vito semakin lemas saat mendapat anggukan kepala dari Papanya yang menyatakan kebenaran. Beberapa hari merasakan mual, muntah, dan pusing bagi Vito sudah sangat menyiksa apalagi selama 3 bulan. Apakah dirinya akan mengalami ini selama itu juga.
“Mas jangan jadikan ucapan Papa sebagai patokan bahwa Mas juga akan mengalaminya selama itu juga. lagian dokter tadi juga sudah memberikan Mas resep untuk mengurangi rasa mual bukan.” Ucap Kay menenangkan Vito.
Beberapa hari kemudian Kay mengabarkan pada Mommy dan Daddynya perihal kehamilannya. Delia dan Radit sangat bahagia karena sebentar lagi mereka akan memiliki cucu. Delia berpesan pada Kay agar menjaga janin dalam kandungannya dengan baik. Tidak boleh terlalu lelah, dan banyak makan makanan yang bergizi. Kemudian Kay menceritakan bahwa suaminya mengalami sindrom kehamilan simpatik. Kay menjelaskan kalau Vito yang mengalami gejala kehamilan yang harusnya ia yang mengalaminya.
***
Kini usia kandungan Kay 4 bulan yang berarti sudah memasuki trimester kedua. Berdasarkan pengalaman Gio dulu, dia hanya mengalami ngidam selama trimester pertama. Tapi tidak dengan Vito. bahkan sampai usia kandungan sang istri sudah masuk usia trimester kedua, dirinya masih mengalami mual, muntah, dan pusing. dan jangan ditanya tentang keinginan lainnya. Vito selalu meminta makanan yang aneh-aneh. Seperti makan martabak manis dengan diberi irisan buah kedondong. Kay hanya bisa menggelengkan kepalanya, tapi jika tidak dituruti, pasti suaminya akan merasakn lemas badannya. Namun untuk mual dan pusingnya meskipun masih terasa, hanya saja intensitasnya berkurang.
Beberapa hari terakhir ini mood Vito sedang sangat baik. Dia tidak merasakan mual lagi. Hanya tadi pagi saja saat bangun tidur. Setelah meminum obat, sudah hilang rasa mualnya. Jadi Vito bisa menjalani rutinitasnyab di kantor dengan tenang.
Saat ini Vito sedang berjalan menuju ruangaannya diikuti dengan Arsa di belakangnya setelah melakukan meeting dengan salah satu kliennya.
“Apa Bos besok akan hadir ke acara pertemuan para pengusaha?” Tanya Arsa setelah mereka berdua sudah masuk ke ruangan Vito.
“Aku rasa iya. Karena aku sudah tidak lagi merasakan mual dan pusing.” jawab Vito.
__ADS_1
“Dengan siap Bos akan datang?” Tanya Arsa.
“Aku akan mengajak Kay saja. Jadi kamu bisa menikmati weekendmu.” Jawab Vito.
Arsa merasa sangat lega akhirnya weekend besok dia bisa bersantai. Karena Arsa akui, semenjak Kay hamil semua pekerjaan seolah dilimpahkan semua pada dirinya. Itu karena Vito yang sering sakit dan badannya sangat lemas jadi tidak bisa melakukan pekerjaanya dengan maksimal.
“Terima kasih ya Ar!” ucap Vito.
“Buat apa?” Tanya Arsa heran.
“Terima kasih selama ini kamu sudah menghandle semuanya. Dan maaf telah banyak merepotkanmu. Mungkin setelah ini kamu tidak akan lagi lembur, karena akhir-akhir ini keadaanku sudah lebih membaik.” Ucap Vito panjang lebar.
“Tenang saja, kamu nggak perlu merasa bersalah. Aku melakukan semuanya ikhlas, lagian itu juga demi keponakanku.” Jawab Arsa.
Setelah itu Arsa pamit pergi ke ruangannya untuk melanjutkan pekerjaannya.
Sementara itu Vito tiba-tiba saja mendapat email dari seseorang. Orang itu adalah suruhannya untuk menyelidiki tentang Rey. Bukannya Vito baru bertindak sekarang untuk menyelidiki Rey. Hanya saja semenjak dari kota B dulu, saat Desi mengatakan kalau Rey datang ke butik milik istrinya dan mencari Kay. Semenjak saat itu sudah dia tidak pernah mendengar kabar kalau Rey kembali ke butik. Jadi Vito merasa lega. Namun beberapa hari yang lalu, saat dirinya selesai meeting dengan kliennya di salah satu restaurant, tanpa sengaja Vito melihat Rey sedang makan siang seorang diri. Akhirnya Vito meminta seseorang untuk mencari tahu tentang Rey.
Vito membaca email yang dikirimkan oleh orang suruhannya. Saat ini Rey tengah berada di kota J. dan jarang sekali pulang ke rumah sang istri yang tinggal di kota B. Vito sedikit heran. Setelah itu dia melanjutkan membaca email itu. Saat ini istri Rey sedang hamil.
“kalau istrinya hamil, kenapa dia justru tinggal jauh dengan istrinya?” gumam Vito.
.
.
.
__ADS_1
*TBC