Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S2 eps 106


__ADS_3

..."Banyak orang tua mengatakan bahwa sebuah pernikahan yang usianya masih di bawah lima tahun, ujiannya begitu berat. namun jika kita berhasil melewati dan mengatasinya dengan baik, itu akan menjadi pencerminan kita melangkah kedepannya dengan baik pula"...


Setelah menyelesaikan ritual mandinya Radit keluar dari kamar mandi. dalam suasana kamar yang temaram Radit dapat melihat istrinya sudah tertidur lagi. Namun Radit tidak ikut langsung menyusul istrinya tidur. Dia keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang kerjanya. Entah apa yang akan dia lakukan. Sepertinya Radit sedang mengetik sesuatu.


Keesokan paginya Delia terbangun dengan kepala yang sedikit pusing. dia memijit pelan kepalanya sebelum bangun mendudukkan tubuhnya. Delia melihat kesamping tempat tidurnya tidak ada seorangpun yang tak lain adalah suaminya. Tidak biasanya juga Radit bangun terlebih dulu daripada dirinya. Delia segera masuk ke kamar mandi untuk mencuci mukanya sebelum keluar kamar. Setelah selesai mencuci muka, baru Delia keluar kamarnya.


Delia berjalan ke kamar Kay. Dia ingin melihat Kay apakah sudah bersiap untuk sekolah. Dan ternyata putri cantiknya itu sudah berpenampilan cantik untuk siap pergi ke sekolah.


“selamat pagi sayang”


“pagi mommy”


Delia mencium Kay kemudian menggandeng tangannya menuju ruang makan. Tapi sebelumnya dia menengok sebentar ke ruang kerja suaminya tapi ruangan itu kosong. Delia bingung kemana suaminya pergi? Padahal sekarang belum jam 7. Biasanya juga suaminya berangkat kerja jam 8.


Tak ingin membuang waktunya. Delia segera menuju rung makan menyusul Kay yang sudah dulu pergi kesana. Delia tadi berpikir mungkin suaminya sedang berada di ruang makan tapi disana dia juga tidak menemukan keberadaan suaminya.


“Maaf non, tadi tuan Radit berpesan pada bibi kalau tuan pergi ke kantor pagi-pagi sekali karena ada urusan” ucap bi Marni pada Delia


“oh iya bi. Terima kasih”


Akhirnya Delia merasa lega setelah tahu bahwa suaminya sudah berangkat ke kantor. mungkin urusannya sangat penting hingga tidak berani membangunkan dirinya yang sedang tertidur lelap.


Kemudian Delia sarapan pagi hanya dengan Kay. Kay tadi juga menanyakan keberadaan daddynya tapi setelah Delia menjelaskan bahwa daddynya sudah berangkat bekerja pagi sekali akhirnya Kay mengerti.


Setelah selesai sarapan, Kay siap berangkat sekolah diantar oleh sopir dan ditemani oleh bi Santi. Namun saat sebelum membuka pintu, terdengar bel rumah berbunyi. Delia membuka pintu dan terkejut dengan kedatangan Gio dan Vito.


“mas Gio, Vito? Ada apa pagi-pagi sekali kesini? Vito tidak sekolah?”


Sementara itu Kay yang melihat Vito sangat senang sekali.


“hari ini aku free Del. Kebetulan Vito juga libur jadi aku sengaja datang kesini pagi-pagi untuk mengantar Kay ke sekolah”


“apa? Mas Gio mau ngantar Kay?” Tanya Delia yang masih tidak percaya


“iya. Jadi biarkan hari ini aku jadi sopir pribadi Kay. Dan bi Santi tidak perlu menemani Kay ke sekolah. Cukup aku sama Vito saja yang menemaninya”


Delia bingung dan bercampur senang. Inilah yang sangat dia sukai dari Gio. Sangat penyayang dan perhatian sekali. Sekalipun dirinya tidak ada ikatan keluarga.


Akhirnya Delia mengangguk menyetujui permintaan Gio. Dan jangan Tanya Kay, dia sangat senang sekali diantar sekolah sekaligus ditemani oleh kakak dan papanya.


“hati-hati di jalan ya sayang” ucap Delia pada Kay


“mas, tolong jaga Kay ya” tambahnya

__ADS_1


“iya. Kamu jangan khawatir. Nanti sepulang sekolah akum au ngajak Kay dan Vito jalan dulu nggak apa-apa kan?”


“iya nggak apa-apa”


Setelah mengantar kepergian Kay Delia segera masuk ke kamarnya. Dia mengambil ponselnya untuk menelepon suaminya. Delia mau mengingatkan bahwa nanti siang waktunya periksa kandungan. Meskipun suaminya kemarin sudah berjanji akan menemaninya, namun Delia tetap ingin mengingatkan. Beberapa kali panggilan Delia pada Radit tidak juga mendapat jawaban. Akhirnya Delia memutuskan untuk mandi terlebih dahulu. Setelah mandi nanti dia akan pergi ke kantor suaminya.


Sementara itu Radit tadi berangkat ke kantor pagi-pagi sekali. Dia berpesan pada bi Marni kalau ada urusan pekerjaan yang sangat penting. Namun itu semua hanya alasannya saja karena Radit belum ingin melihat wajah istrinya dulu. Entahlah, rasanya dada Radit terasa sesak saat melihat wajah istrinya yang terlelap tadi malam. Ada rasa bersalah dalam dirinya terhadap Delia. Radit tidak ingin menceritakannya dulu, dia ingin mengatasi masalahnya dulu itu lebih penting. Bahkan panggilan telepon dari istrinya sejak taadi ia abaikan.


Tok tok tok


“masuk”


“selamat pagi tuan” sapa Kevin yang baru saja datang.


Kevin tadi buru-buru sekali datang ke kantor setelah membaca email yang dikirm atasannya tadi malam. Kevin sangat penasaran dan juga bingung dengan permintaan Radit.


“maaf tuan apa benar tentang email yang anda kirimkan ke saya tadi malam?”


“iya benar”


“maaf tuan kalau saya lancang. Kenapa anda tiba-tiba memutuskan hubungan kerja sama dengan perusahaan nona Vera?” Tanya Kevin penasaran.


“kamu tinggal lakukan saja perintahku dan aku tidak peduli kalau harus membayar pinalti yang sangat besar”


Kevin akhirnya segera pergi dari ruangan Radit dan segera melaksanakan perintah Radit. Kevin masih berpikir, apa gara-gara semalam, hingga tuannya itu memutuskan kontrak kerja dengan perusahaan nona Vera.


Radit memijit kepalanya yang sedikit pusing. hari ini dia tidak ada gairah untuk memeriksa beberapa dokumen penting yang sudah ada di atas meja kerjanya. Dia harus segera menyelesaikan urusannya dengan cepat.


Ceklek


Tiba-tiba saja pintu terbuka. Dan yang masuk adalah sosok wanita yang saat ini menjadi biang kerok dalam masalah yang tengah Radit alami. Wanita itu datang dengan aura yang berbeda. Tampak terlihat aura kemarahan dalam wajahnya.


“apa maksud tuan Radit memutuskan hubungan kerja dengan perusahaan saya?” Tanya Vera


“saya sudah tidak ingin lagi bekerja sama dengan perusahaan anda”


“apa anda tahu konsekuensi yang harus anda terima jika memutuskan kerja sama ini?”


“saya tahu, saya akan bayar pinalti sesuai dengan perjanjian kerja sama kita dulu. Dan asisten saya sebentar lagi akan mentransfer uang itu ke rekening perusahaan anda”


Vera sangat marah dan tidak terima dengan keputusan Radit. bukan masalah tentang pinalti yang dia terima melainkan jika kerja sama dengan Radit terputus, maka dirinya akan kesulitan untuk mendekati Radit.


“tapi saya tidak mau. Saya tidak terima dengan keputusan anda”

__ADS_1


“terima tidak terima itu bukan urusan saya”


“oh saya tahu. Apa anda ingin menghindari saya setelah peristiwa semalam?”


Radit hanya terdiam mendengar pertanyaan Vera. Dia sangat muak sekali dengan Vera. Dan Vera melihat Radit hanya terdiam, dia melangkah mendekati Radit.


“tuan Radit tolong lihat saya. Sejak awal saya berjumpa dengan anda saya sudah menyukai anda. Saya rela jadi istri kedua anda. Tolong tuan Radit, saya sangat mencintai anda”


“anda jangan konyol nona. Sampai kapanpun saya tidak akan menduakan istri saya”


“baiklah kalau anda menolak saya, saya akan katakan pada istri anda tentang apa yang kita lakukan tadi malam”


“anda jangan macam-macam nona Vera!” bentak Radit


“saya tidak peduli. Saya masih ingat jelas dengan sentuhan bibir anda tadi malam”


Sementara itu dibalik pintu ruangan Radit yang tidak tertutup rapat ada seorang wanita hamil yang sejak tadi mendengar pertengkaran antara suaminya dengan Vera. Ya Delia melihat dan mendengar semua dengan jelas apa yang diucapakan oleh suaminya dan Vera.


Delia menatap nanar kedua insan yang ada dalam ruangan itu. Tadi setelah tak sengaja saat selesai mandi, Delia melihat kemeja suaminya yang ada di dalam tempat sampah dalam kamarnya. Delia bingung kenapa suaminya membuang kemejanya. Delia mengambil kemeja itu kemudian mengeceknya barangkali kemeja itu sobek atau kena noda.


Dan benar kemeja suaminya kena noda. Tapi melihat noda itu seketika membuat tubuh Delia menjadi gemetar hebat. Meskipun tidak begitu jelas, tapi Delia yakin bahwa noda itu adalah bekas lipstick. Delia berusaha menguatkan diri, dia harus segera ke kantor suaminya dan menanyakannya langsung.


Tepat saat dia akan masuk ke dalam ruangan suaminya, Delia disuguhkan dengan adegan pertengkaran antara suaminya dengan Vera. Delia kembali merasa dejavu. Dia pernah mengalami kejadian seperti ini beberapa tahun lalu. Tapi Delia segera sadar. Dia tidak mau ada salah paham lagi. Dia tidak ingin pergi begitu saja tanpa meminta penjelasan dari suaminya.


Lama Delia mendengar suara lantang dari Vera. Delia sangat terkejut saat Vera bilang mencintai suaminya. Dan ditambah lagi dengan percaya dirinya Vera meminta menjadi istri kedua. Delia benar-benar merasakan sesak. Dia ingin melangkah masuk ke dalam namun langkahnya terhenti saat Vera mengatakan tentang kejadian semalam yang mereka berdua lakukan. Vera juga mengatakan bahwa dirinya masih mengingat sentuhan bibir dari suaminya.


Delia merasa saat ini dunianya benar-benar hancur. Apakah benar suaminya telah berselingkuh darinya. Dia juga mengingat tentang noda bekas lipstick pada kemeja suaminya. Apa yang telah suaminya perbuat selama ini. Delia sudah tidak sanggup lagi menahan beban ini.


Radit mengangkat tangannya dan bersiap akan menampar Vera yang telah lancang bicara. Namun ayunan taangan Radit berhenti saat mendengar suara seseorang yang sangat familiar.


“mas” panggil Delia lirih dengan air mata yang sudah menganak sungai


.


.


.


*TBC


Duhhhh.... please jangan benci, jangan hujat, dan jangan marahin author🙏🙏 author ini gampang baper lho. kalau dimarahin nanti author gantung diri di lemari gantung lho😭😭...


cukup kasih like, komen, gift, dan votenya aja ya.🙏🙏👌😉

__ADS_1


__ADS_2