
“Apa maksud Papa?” Tanya Vito heran.
“Iya. Besok kamu bawa istri kamu ke dokter kandungan biar tahu berapa usia kandungannya.” Jawab Gio.
“Sa…sayang… ka kamu hamil?” Tanya Vito tapi dijawab gelengan kepala oleh Kay.
Gelengan kepala Kay bukan berarti jawabannya tidak hamil, melainkan tidak tahu. Tapi Kay terdiam sejenak. Di awal pertama hari pernikahannya dulu dia sudah dapat tamu bulanannya. Tapi sampai sekarang saat usia pernikahannya kurang lebih dua bulan, Kay belum lagi mendapati tamu bulanannya. Dia juga lupa kalau sudah telat lama. Tapi kenapa Papanya bisa tahu kalau dirinya sedang hamil. Akhirnya Kay memberanikan diri untuk bertanya langsung pada Papanya.
“Bagaimana Papa tahu kalau Kay sedang hamil Pa?” Tanya Kay.
“Karena Papa dulu pernah mengalami seperti yang dirasakan Vito sekarang.” jawab Gio sambil tersenyum bangga.
Gio mengingat saat dulu istrinya sedang hamil Vito. Dia lah yang mengalami ngidam, bahkan morning sicknessnya dia yang tanggung. Tapi di satu sisi Gio sangaat senang mendengar kabar bahwa ternyata istrinya sedang hamil. Dan sekarang Vito mengalami hal yang pernah dia rasakan dulu. Gio berharap semoga Vito bisa bertahan dalam menghadapi ngidamnya ini.
Kay dan Vito semakin bingung dengan pernyataan sang Papa. Tapi mereka berdua hanya mengangguk saja. Lebih baik besok pergi ke dokter kandungan saja agar tahu lebih jelasnya.
Karena permintaan Vito makan dengan menu sate padang lagi, akhirnya Kay memesankannya melalui aplikasi online.
Sementara Kay dan Papanya melanjutkan makan malamnya, dan Vito pergi meninggalkan ruang makan karena Vito tidak tahan dengan bau sup yang sangat membuatnya mual.
Setelah Kay dan Gio menyelesaikan makan malamnya, bertepatan dengan pesanan makanan Vito juga sudah datang. Kay segera menyiapkannya dan diberikan pada suaminya yang sedang duduk di ruang tengah.
“Mas, ini makan dulu.” Ucap Kay sambil memberikan satu porsi sate padang buat Vito.
Dengan mata berbinar, Vito menerima piring yang diberikan oleh istrinya. Lagi-lagi Kay hanya bisa menggelengkan kepala saat melihat suaminya makan sate padang dengan sangat lahap. Kay berpikir apa benar dirinya sedang hamil. Tapi kenapa justru suaminya yang ngidam.
Tiba-tiba Kay teringat sesuatu. Sudah beberapa kali suaminya ini selalu minta makan sate padang. Dan setelah itu badannya yang semula lemas, seakan kembali bertenaga setelah menghabiskan satu porsi sate padang. Dan setelah itu. Kay menutup mulutnya rapat. Apakah setelah ini suaminya akan melakukan drama percintaan panas seperti sebelumnya setelah makan sate padang. Kay menggelengkan kepala.
“sudah habis nih Sayang. Enak banget loh. Makasih ya!” ucap Vito.
__ADS_1
“Iya Mas. Ya sudah aku bereskan dulu ini.” Jawab Kay sambil mengambil piring kemudian dibawa ke belakang.
Kini Kay dan Vito sudah berada di dalam kamar. Kay sedang berada di dalam kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi. Sedangkan Vito yang sudah terlebih dulu dari kamar mandi, kini dia sedang menunggu istrinya.
Cklek
Kay keluar dari kamar mandi dengan perasaan gugup. Entahlah sejak suaminya mengajaknya masuk kamar, pikiran Kay sudah berkecamuk. Apakah mala mini suaminya akan melakukan percintaan yang super panas seperti sebelumnya. Bukannya Kay tidak mau melayani sang suami, hanya saja Kay selalu kuwalahan dalam menyeimbangi permainan suaminya.
“Sayang sini!” panggil Vito.
“I iya Mas.” Jawab Kay gugup sambil melangkah mendekati Vito.
Kini mereka berdua sudah berada di atas ranjang. Kay masih terlihat gugup. Rasanya seperti akan melakukan malam pertama. Padahal sudah berkali-kali mereka melakukannya.
“Sayang, kamu cantik sekali!” bisik Vito.
Tuhkan benar apa yang dipkirkan sejak tadi, sebentar lagi akan terjadi. Kay menarik nafas dalam dan menghembuskannya pelan. Dia harus siap menghadapi aksi brutal sang suami.
Keesokan paginya, lagi-lagi Vito membuat drama lagi. Pagi-pagi sekali sebelum matahari terbit, tiba-tiba saja perut Vito bergejolak. Rasa mual yang ia tahan karena matanya masih sangat mengantuk akhirnya tidak bisa ditahan lebih lama lagi. Vito segera berlari menuju kamar mandi dan mengeluarkan semua isi perutnya.
Kay yang samar-sama mendengar orang sedang muntah, dia segera bergegas bangun. Ternyata suaminya yang sedang muntah. Kay menghampiri Vito sambil memijit tengkuknya. Vito masih terus mengeluarkan isi perutnya.
“Mas, ayo ke kamar!” ajak Kay.
Setelah itu Kay membuatkan suaminya teh hangat agar perutnya tidak kembali merasakn mual. Kemudian membiarkannya tidur lagi.
Hari ini Vito ada meeting penting yang tidak bisa diwakilkan oleh Arsa. Jadi Vito harus datang ke kantor. tapi kondisi kesehatannya sedang tidak baik. Setelah bangun tadi, Vito masih merasakan pusing dan mual meskipun intensitasnya sedikit berkurang.
Kay juga tidak tega melihat suaminya yang begitu lemah harus pergi ke kantor. dia juga berniat untuk memeriksakan Vito sekalian akan periksa ke dokter kandungan. Tapi jadwal praktek dokter jam 12 siang nanti.
__ADS_1
“Aku mau ke kantor tapi juga ikut ya Sayang!” pinta Vito dengan wajah memelas.
Kay yang tidak tega akhirnya mengangguk setuju. Dia juga sangat khawatir jika terjadi sesuatu dengan suaminya saat di kantor nanti.
Saat di kantor keadaan Vito juga sudah membaik meskipun masih pusing tapi rasa mualnya sudah hilang. Dia juga bisa mengahdiri meeting dengan tenang. Apakah itu karena ada sang istri yang sedang menunggu di ruang kerjanya.
***
Saat ini Kay dan Vito sudah berada di ruang pemeriksaan spesialis kandungan. Kedangan mereka sudah disambut hangat oleh Dokter Nugraha spesialis kandungan. Dokter tampan dan ramah itu menanyakan maksud kedatangan Kay. Setelah mengerti, Dokter meminta Kay untuk tidur di atas brankar karena akan dilakukan pemeriksaan USG. Vito hanya diam saja menemani Kay saat diperiksa.
“Bulatan ini adalah kantong janin Ibu. Ibu dan Bapak bisa melihatnya sendiri bukan?” ucap Dokter sambil memperlihatkan ke monitor.
“Itu maksudnya apa ya Dok?” Tanya Vito.
“Itu berarti istri Anda memang sedang mengandung.” Jawab Dokter Nugraha.
Kay dan Vito saling menatap. Kay sudah meneteskan air matanya. dia sangat bahagia karena telah dipercaya Tuhan dengan menitipkan makhluk kecil hidup di dalam rahimnya.
Selesai pemeriksaan, Kay dan Vito kembali duduk di hadapan Dokter Nugraha untuk memberikan penjelasan. Dan berdasarkan hasil pemeriksaan, saat ini usia kandungan Kay sudah berusia 6 minggu. Dokter meminta agar Kay selalu menjaga kesehatannya dan juga dilarang melakukan aktivitas berat.
Kemudian Vito menanyakan perihal kesehatannya. Kenapa istrinya yang hamil, tapi dirinya yang mengalami mual. Dokter Nugraha tersenyum simpul pada Vito.
“Ini namanya sindrom kehamilan simpatik. Karena ikatan batin antara Bapak dan Ibu yang sangat kuat. Jadi Bapak yang mengalami ngidamnya, bahkan morning sicknessnya juga Bapak yang mengalami. Saya juga akan memberikan resep pada Bapak agar bisa mengurangi rasa mual Bapak.” Ucap Dokter Nugraha.
Vito saat ini sedang berpikir. Inikah rasanya jika musibah dan anugrah datangnya bersamaan. Dia sangat bahagia sekali mendapat anugrah dengan berita kehamilan sang istri. Tapi ini juga musibah baginya karena dia yang harus menderita saat istrinya sedang hamil.
.
.
__ADS_1
.
*TBC