Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S3 eps 232


__ADS_3

Mungkinkah ini adalah salah satu dari rencana Tuhan yang tidak pernah kita ketahui sebelumnya. Jika dulu mereka pernah mengalami konflik dalam hubungan asmara dan persahabatan membuat mereka tidak bisa bersatu karena memang mereka tidak ditakdirkan berjodoh. Namun seiring berjalannya waktu, masing-masing dari mereka bisa menerima semua itu dengan lapang dada dan bisa menjalani kehidupan masing-masing.


Bahkan masa lalu mereka dulu juga cukup rumit. Radit yang akhirnya menikah dengan Delia saat itu sudah tidak tahu lagi kabar tentang masing-masing sahabat mereka. Radit dan Delia juga tidak tahu kalau akhirnya Angga atau Surya berjodoh dengan Viviane. Hingga tanpa disangka-sangka di usia mereka yang sudah senja kembali lagi dipertemukan dalam moment yang begitu mengharukan seperti sekarang ini.


Sesama sahabat lama itu kini sudah mendekat dan saling memeluk. Radit memeluk Surya, sedangkan Delia memeluk Viviane yang sedang duduk di kursi roda. Mereka berempat berpelukan cukup lama untuk melepaskan rasa rindu masing-masing.


Semua orang dalam ruangan itu sangat terharu melihat kebersamaan keempat orang tua itu meski mereka belum mengetahui hubungan apa yang pernah mereka jalin.


“Aku tidak menyangka kalau kita akan dipertemukan kembali. Apakah mereka anak cucu kamu Sur?” Tanya Radit.


“Iya, mereka anak cucuku. Apakah mereka juga anak cucu kamu Dit?” Tanya Angga.


Delia masih setia berdiri di belakang kursi roda Viviane, sambil sesekali memegang lembut tangan sahabatnya itu.


Karena tidak ingin membuat semua orang dilanda kebingungan, akhirnya Radit menceritakan pada semua orang dalam ruangan itu kalau dirinya adalah sahabat dari Surya atau Angga yang tak lain adalah Opa Xavier dan Carissa.


Sedangkan Viviane adalah sahabat dari Delia. Radit hanya mengatakan itu, dia tidak perlu membahas masa lalunya yang cukup rumit. Angga juga menceritakan hal yang sama. Namun dia kembali bersedih saat mengatakan bahwa anak sulungnya sudah tiada sejak lama.


“Jadi Barra ini adalah cucuku.” Ucap Radit mengalihkan perhatian Angga dan Viviane agar tidak bersedih.


“Iya, aku dan istriku tadi sudah berencana menikahkan mereka setelah Viera sembuh. Entah kenapa aku suka dengan Barra. Karena menurutku dia adalah pria yang baik dan bertanggung jawab. Dan setelah tahu kalau Barra adalah cucu kamu, aku semakin semangat untuk segera menikahkan mereka. Agar persahabatan kita kembali terjalin lagi dan silaturahmi untuk keluarga kita tidak akan pernah terputus.” Ucap Angga.


Mereka semua yang melihat dan mendengarnya ikut menteskan air mata haru saat tahu hubungan yang terjalin diantara Radit, Angga, Delia, dan Viviane.


Kemudian Kay meminta Barra untuk mendorong kursi rodanya mendekati brankar Carissa. Wanita itu sejak kemarin sudah tidak sabar ingin melihat keadaan Carissa, karena telah menyelamatkan nyawanya.


“Carissa. Terima kasih telah menyelamatkan nyawa Tante sampai kamu sendiri mengorbankan nyawa kamu.” Ucap Kay.


“Ehm, iya Tante. Carissa juga minta maaf karena telah membuat Tante bersedih.” Jawab Carissa mengingat dirinya telah melukai perasaan Kay.


Vito juga menghampiri Charles yang sejak tadi hanya diam. Vito meminta maaf atas perbuatan Barra pada Carissa. Dia juga berharap agar Charles bisa menerima niat baik Barra yang ingin mempertanggung jawabkan perbuatannya denga menikahi Carissa.


Charles hanya tersenyum dan mengangguk. Karena tidak mungkin dia menolak keinginan mertuanya. Walau dirinya sebenarnya masih tidak terima dengan perbuatan Barra.

__ADS_1


Setelah pertemuan mereka yang mengharukan itu, akhirnya keluarga Barra memutuskan untuk keluar karena Kay juga masih membutukan waktu untuk istirahat. Angga juga membawa Viviane kembali ke ruang rawatnya. Begitu juga dengan Charles dan Alex akan kembali ke kantor, karena ada meeting penting yang harus mereka hadiri.


“Bagaimana perasaan kamu sekarang? apa kamu sudah bisa menerima Barra?” Tanya Xavier pada Carissa.


“Kakak tahu kan kalau aku masih belum bisa melupakan kejadian itu.” Jawab Carissa.


“Oh ayolah Carissa, aku tahu kalau kalian saling mencintai. Aku juga tahu kalau perbuatan Barra tidak dibenarkan. Jadi apa salahnya memberikan dia kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya.” Ucap Xavier.


“Sudahlah, aku mau istirahat.” Jawab Carissa.


“Ya sudah semoga lekas sembuh agar segera menikah dengan Barra.” Jawab Xavier menggoda dan membuat Carissa melotot tajam.


Akhirnya Xavier membiarkan adiknya untuk beristirahat. Dia juga memutuskan keluar dulu ke kantin rumah sakit untuk mengisi perutnya yang sejak tadi berteriak minta diisi.


Xavier sangat bahagia setelah mengetahui bahwa dirinya mempunyai saudara kembar, bahkan sudah kenal sebelumnya. Tidak hanya itu. Dia juga bahagia melihat Papanya kembali mempunyai semangat hidup saat tahu adik kembarnya ditemukan.


Aawww


Xavier meringis saat semangkok kuah soto yang masih panas tiba-tiba saja menumpahi bajunya dan otomatis mengenai celananya dan menembus ke kulit.


“Bukannya kamu adik Barra?” Tanya Xavier dan Jenny mengangguk.


“Maaf, aku akan bersihkan noda di baju kakak itu.” Ucap Jenny.


“Nggak usah.” Jawab Xavier kemudian berlalu meninggalkan Jenny yang masih terdiam.


***


Beberapa hari ini Astrid tidak bisa menghubungi ponsel Dhefin karena dia sangat membutuhkan uang untuk biaya hidup dirinya dan juga anak dalam kandungannya. Namun tanpa sengaja dia menonton berita di televisi tentang Dhefin yang menjadi pelaku penabrakan pada seorang perempuan yang mengakibatkan dia harus dipenjara, membuat Astrid mengumpat kesal.


“Sial!! Bagaimana ini. aku sangat membutuhkan uang. Kenapa dulu aku tidak menuruti Dhefin untuk menggugurkan anak sialan ini. kalau sudah begini aku tidak punya cara lagi selain membesarkannya karena nggak ada uang untuk menggugurkannya.” Gumam Astrid.


Drt drt drt

__ADS_1


Ponsel Astrid bergetar ada notif panggilan masuk dengan id pemanggil dari mamanya. Astrid bingung bagaiman cara mengatakan pada mamanya tentang keadaannya yang sebenarnya.


“Ha halo Ma?” sapa Astrid.


“Kamu kemana saja sih El susah sekali dihubungi?” Tanya Melly.


“Maaf Ma, Elvina sibuk.” Jawab Astrid.


“Apa kamu tahu kabar tentang Dhefin yang dipenjara karena telah menabrak Carissa?” Tanya Melly.


“Apa? Carissa yang ditabrak Dhefin Ma?” Tanya Astrid.


“Iya. Padahal Dhefin berniat menabrak Kay, tapi justru Carissa yang kena. Dan apa kamu tahu tentang kabar mengejutkan lagi. Kalau Carissa akan menikah dengan Barra?” Tanya Melly.


Astrid sangat terkejut mendengar berita itu. Selama ini dia tidak tahu ada hubungan apa antara mantan kekasihnya dengan Carissa, yang tak lain adalah mantan kekasih Dhefin. Astrid juga tidak tahu darimana mamanya mendapatkan informasi itu.


“Halo? Halo? El kamu masih disitu kan? El?” Tanya Melly.


“Eh, iya Ma. El masih mendengarkan Mama.” Jawab Astrid.


“Lebih baik kamu pulang saja. Gagalkan pernikahan Barra dan Carissa. Kamu masih ingat kan dengan misi kita kalau kamu harus membalaskan dendam Mama. Kuras habis uang Barra.” Ucap Melly mengintimidasi.


“Tapi Ma-“


“Mama nggak mau mendengarkan alasan kamu lagi.” Ucap Melly dan segera memutuskan sambungan teleponnya.


Astrid benar-benar bingung bagaimana caranya memenuhi keinginan Mamanya. Kondisinya saja sedang hamil, bahkan untuk mendekati Barra saja sudah tidak bisa.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy mothers day buat para emak² pembaca setiaku. semoga selalu jd emak yg setrong dlm mendidik anak²nya, aamiin😍😍


__ADS_2