Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S3 eps 260


__ADS_3

Keesokan paginya Barra dan Carissa memulai aktivitasnya masing-masing. Pagi ini adalah pagi yang sangat berbeda dari sebelumnya terutama bagi kedua insan yang sedang dimabuk asmara itu. Setelah pertempuran panasnya semalam, membuat Barra dan Carissa tak pernah absen dari kata tersenyum. Bayangan kenikmatan itu seakan ingin terus mengulangnya lagi dan lagi.


Barra mengantar sang istri ke butik setelah itu dia menuju kantornya. Hari ini jadwal Barra sangat padat. Semalam Papanya menyuruhnya untuk menyambut salah satu kliennya yang berasal dari luar negeri. Tidak hanya itu, Barra juga ada jadwal meeting dengan Xavier. Tapi kemungkinan dia akan meminta Iqbal untuk mewakilinya, karena Barra masih enggan bertegur sapa dengan laki-laki yang berstatus sebagai kakak iparnya itu.


Saat ini Barra sudah duduk di kursi kebesarannya. Dia memanggil Iqbal untuk masuk ke ruangannya.


“Ada yang bisa saya bantu Tuan?” Tanya Iqbal


“Nanti kamu wakili aku meeting dengan Xavier. Karena hari ini aku juga akan meeting dengan Mr. Richard.” Ucap Barra.


“Tapi Tuan, bukankah meeting Anda dengan Tuan Xavier juga sangat penting?” Tanya Iqbal.


“Aku percayakan sama kamu.” Ucap Barra tegas dan membuat Iqbal tidak bisa menolaknya lagi.


Setelah itu Iqbal keluar dari ruangan Barra sambil menghembuskan nafasnya kasar. Sebenarnya dia tidak masalah jika mewakili Barra meeting dengan Xavier, hanya saja ada sedikit rasa kurang nyaman tapi entah itu karena apa, Iqbal pun tidak tahu pasti.


Waktu pun bergulir. Kini Barra sudah menuju restaurant dimana dia akan meeting dengan tamunya yang dari luar negeri. Begitu juga dengan Iqbal yang kini sedang menunggu kedatangan Xavier.


“Selamat siang Tuan Xavier!” sapa Iqbal saat melihat Xavier baru saja datang.


“Selamat siang juga Tuan Iqbal. Apa kita nunggu Tuan Barra dulu?” Tanya Xavier karena tidak melihat keberadaan adik iparnya.


“Tidak. Hari ini atau mungkin mulai sekarang Tuan Barra mengutus saya untuk mewakili meetingnya dengan Tuan Xavier. Karena Tuan Barra sedang ada kesibukan lain.” Jawab Iqbal.


Xavier terkejut mendengar penuturan asisten Barra. Dia tidak menyangka jika Barra masih marah dengan kejadian tempo hari. Tapi bukankah ini sangat tidak professional. Dan akhirnya Xavier mengangguk dan segera memulai diskusinya dengan Iqbal.


Setelah selesai meeting, kedua pria itu keluar dari ruangan VIP restaurant bersama. Mereka berdua tidak menyangka akan bertemu dengan Jenny yang kebetulan juga habis bertemu dengan salah satu kliennya.


“Jenny!”


“Non Jenny!”


Ucap kedua laki-laki itu bersamaan.


“Eh, Kak Xavier, Kak Iqbal.” Jawab Jenny bergantian.


“Apa yang kamu lakukan disini?”


“Apa yang anda lakukan disini?”


Lagi-lagi kedua pria itu mengucapkan pertanyaan yang sama dan bersama pula. Membuat Jenny merasa aneh dengan sikap kedua laki-laki itu.

__ADS_1


“Oh, aku habis bertemu dengan klienku. Ya sudah aku pamit dulu.” Ucap Jenny sekaligus pamit.


“Tunggu!! Biar saya antar saja Nona Jenny.” Ucap Iqbal.


“Sama aku saja Jen. Lagipula arah kantorku searah dengan butik kamu kan?” ucap Xavier.


Iqbal pun merasa tidak enak namun juga tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Dan membiarkan Jenny yang lebih memilih diantar Xavier daripada dirinya. Lagipula Iqbal juga sadar diri siapa dirinya yang sebenarnya. Yang hanya sebagai asisten kakak dari perempuan yang diam-diam ia kagumi.


Iqbal yang sifatnya datar dan dingin itu entah sejak kapan dia merasa tertarik dengan adik atasannya itu. Padahal sifat Jenny menurutnya sangat kekanak-kanakan dan juga cerewet. Tapi Iqbal kembali menyadarkan diri akan posisinya. Tidak masalah jika dia kagum dengan Jenny. Anggap saja dia seorang fans yang sangat mengagumi idolanya.


Sementara itu kini Jenny sedang berada di mobil Xavier. Ini adalah pertama kalinya bagi Jenny duduk dekat satu mobil laki-laki lain selain kakak dan Papanya. Jantung Jenny sejak tadi berdetak cepat dan sangat gugup.


“Ehm, apa weekend nanti kamu ada acara?” Tanya Xavier memecah keheningan.


“Nggak ada kak.” Jawab Jenny singkat.


“Mau nggak nonton sama aku? nanti aku jemput.” Tanya Xavier.


Jenny tidak menyangka dengan ajakan Xavier. Sungguh dia sangat senang mendengarnya terlebih Xavier adalah laki-laki yang sangat diidamkan Jenny. Dan ajakan Xavier itu apakah bisa disebut dengan kencan. Entahlah yang pasti Jenny sangat kegirangan.


“Bisa?” Tanya Xavier lagi dan membuyarkan lamunan Jenny.


“Eh, ehm iya Kak. Aku bisa.” Jawab Jenny antusias dan membuat Xavier tersenyum.


***


“Disini saya hanya perantara saja Tuan Barra.” Ucap Mr.Richard.


“Maksud anda bagaimana? Saya tidak mengerti.” Tanya Barra.


“Sebenarnya ini bukan perusahaan saya pribadi. Ini adalah perusahaan milik mendiang kakak saya yang saat ini sedang dipegang oleh menantu dari kakak saya yang sudah saya anggap anak sendiri. Karena dia baru saja memegang perusahaan sebesar ini, jadi saya berniat membantunya untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan anda.” Ucap Mr.Richard.


“Oh begitu. Lantas kenapa hanya anda sendiri yang yang datang? Tidak bersama menantu anda?” Tanya Barra.


“Memang sengaja. Nanti setelah kita deal dengan kerjasama ini, baru saya akan bilang ke Tuan Kenzo yang tak lain menantu saya. Dan selanjutnya anda akan meeting dengan dia.” Jawab Mr. Richard.


Sebenarnya Barra masih heran dengan kliennya satu ini. apa maksudnya dengan ini semua. Sepertinya ada sebuah rahasia yang sedang dipendam oleh pria seumuran Papanya ini. namun Barra tidak mau terlalu ikut campur. Baginya yang penting kerjasama ini saling menguntungkan.


“Ya sudah terserah anda saja Tuan.” Jawab Barra.


“Ehm, maaf Tuan Barra apakah anda sudah menikah?” Tanya Mr. Richard.

__ADS_1


“Sudah. Beberapa bulan yang lalu.” Jawab Barra.


“Selamat atas pernikahan anda. Semoga rumah tangga anda selalu diberi kebehagiaan samapi akhir hayat.” Ucap Mr. Richard.


“Terima kasih Tuan.” Jawab Barra.


Akhirnya meeting itu selesai dan sudah ada kesepatan antara kedua belah pihak untuk menjalin kerjasama.


Selesai meeting Barra tidak kembali ke kantornya lagi, karena waktu sudah sore sebentar lagi juga jamnya pulang. Jadi Barra memutuskan untuk langsung menjemput istrinya ke butik.


“Sayang bagaimana kalau kita pergi berbulan madu?” Tanya Barra saat berada di mobil bersama Carissa.


“Terserah Mas saja. Apa Mas nggak sibuk dengan pekerjaan kantor?” Tanya Carissa.


“Nanti aku cari waktu dulu dan biar Iqbal yang mengatur jadwalnya.” Jawab Barra.


Kini mereka berdua sudah berada di rumah. Keduanya langsung masuk ke kamar untuk membersihkan tubuhnya.


“Sayang, mandi bareng yuk!” ajak Barra dan membuat wajah Carissa bersemu merah.


Tanpa menunggu jawaban Carissa, Barra segera menggendong tubuh istrinya menuju kamar mandi dan terjadilah adegan mandi plus plus.


***


Weekend


“Ada apa kamu kesini?” Tanya Barra dengan tatapan datar.


“Ayo Kak, aku sudah siap.” Ucap Jenny yang tiba-tiba muncul.


Barra sangat terkejut saat melihat adiknya sangat akrab dengan Xavier. Bahkan mereka akan pergi berdua. Xavier hanya tersenyum tipis pada Barra dan segera mengajak Jenny pergi.


“Ini tidak bisa dibiarkan.” Gumam Barra.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Sedikit membuka plot dari kisah Jenny.


Happy Reading🤗🤗😘😘


__ADS_2