Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S2 eps 168


__ADS_3

Dan benar saja Bram kini sudah sampai terlebih dulu di rumah Vito. meskipun Kay tidak pergi kemana-mana, Bram tetap harus standby 24 jam. Vito juga memberikan tempat tidur di ruang tamu selama Bram tinggal di rumahnya. Bukan apa-apa, Vito hanya takut jika dia lengah dan berakibat fatal pada istrinya. Jadi dia meminta Bram untuk tinggal di rumahnya juga.


Kini Bram sedang duduk di teras rumah dengan Gio. Pria paruh baya itu sudah mengetahui rencana anaknya yang menyewa seorang bodyguard. Kini Gio tampak santai dengan mengajak ngobrol Bram.


Beberapa saat kemudian, mobil Vito masuk ke halaman rumah. Seperti yang dikatakan tadi saat di kantor, Vito ingin melanjutkan kegiatan panas-panasannya dengan sang istri.


“Tumben, kamu jam segini sudah pulang?” Tanya Gio heran.


“Ada sesuatu yang tertinggal Pa! dan harus segera diselesaikan. Ayo Sayang!” Jawab Vito sambil menggandeng tangan istrinya masuk ke dalam.


Gio hanya bisa menggelangkan kepalanya saat melihat tingkah anaknya yang mesum akut. Sementara Kay sangat malu pada Papanya dan juga Bram. Tapi dia bisa apa selain menurut dengan kemauan suaminya.


Sesampainya di dalam kamar, Kay meletakkan tasnya di atas meja rias. Namun dirinya sangat terkejut saat tiba-tiba suaminya segera menggendongnya ala bridal style dan dengan cepat membawanya ke kamar mandi.


Vito melakukan kegiatan panas-panasannya di siang bolong itu di dalam bathup kamar mandi. dia sangat berhati-hati dan penuh kelembutan dalam melakukannya. Yang terpenting adalah kenyamanan istrinya yang utama. Dia tidak ingin melukai calon anak dan istrinya.


Dua jam kemudian kegiatan mereka selesai. Dan keduanya juga sudah menyelesaikan mandinya. Vito menggendong lagi tubuh istrinya untuk direbahkan ke tempat tidur.


“Kamu tunggu disini dulu ya Sayang, aku kan mengambilkan makan siang.” Ucap Vito dan Kay hanya mengangguk lemah. Karena badannya sudah sangat lelah.


Vito segera menuju ke dapur untuk mengambilkan makan istrinya. Disana terlihat Bram sedang makan siang seorang diri. Pria itu terkejut saat melihat tuannya masuk ke ruang makan.


“Maaf Tuan. Saya tadi disuruh Tuan Gio untuk-“ ucap Bram terpotong.


“Nggak apa-apa lanjutkan saja. Nanti setelah makan siang kamu selesai, aku tunggu di ruang kerja.” Ucap Vito dan Bram mengangguk.


Vito membuka pintu kamarnya dengan membawa nampan yang berisi makanan dan minuman untuk istrinya.


“Sayang, ayo makan dulu. Setelah ini baru boleh istirahat.” Ucap Vito.


“Iya , Mas. Terima kasih sudah membawakan makan siang kesini.” Jawab Kay.

__ADS_1


“Nggak masalah. Semua itu demi istri dan anakku. Apa mau sekalian aku suapin?” Tanya Vito.


Kay menggeleng dan segera meraih nampan itu kemudian dia makan makanan itu. Sementara itu Vito meminta ijin untuk ke ruang kerjanya dulu karena masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan.


Vito sudah berada di dalam ruang kerjanya. Dia menunggu Bram karena ada sesuatu hal yang sangat penting yang harus dibicarakan dengannya. Tak perlu menunggu lama, Bram sudah masuk ke ruang kerja Vito setelah mengetuk pintu terlebih dulu.


“Terima kasih Bram untuk pekerjaan kamu hari ini.” ucap Vito.


“Tidak perlu berterima kasih Tuan. Semua itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab saya.” Jawab Bram.


Vito benar-benar salut dengan pekerjaan Bram di hari pertamanya bekerja. Terlebih dia sangat sigap saat istrinya tadi sempat bertemu dengan Rey. Dia tidak bisa membayangkan jika biasanya sang istri pergi ke mall sendirian dan bagaimana jika bertemu dengan mantan kekasihnya yang sepertinya memang susah move on itu.


“Ada hal penting yang ingin aku sampaikan kepada kamu.” Ucap Vito kemudian.


“Apa Tuan?” Tanya Bram.


Vito mengeluarkan selembar foto seorang pria. Yaitu foto Evan. Vito menjelaskan pada Bram tentang masalah yang terjadi diantara dirinya dan Evan. Vito menjelaskan bahwa dirinya memutuskan hubungan kerjasama dengan perusahaan Evan karena Evan menginginkan istrinya. Jadi Vito meminta Bram agar menjaga istrinya dengan ketat jika suatu saat tanpa sengaja Kay bertemu dengan Evan tanpa dirinya.


“Baik Tuan. Saya akan menjaga Nyonya dengan sangat baik.” Ucap Bram.


Setelah itu Vito menyuruh Bram keluar dari ruangannya. Dia akan melanjtkan pekerjaannya dari rumah saja, tidak perlu kembali lagi ke kantor.


Tanpa terasa waktu sudah sore. Vito juga sudah menyelesaikan pekerjaannya. Dia segera masuk ke dalam kamarnya untuk melihat istrinya masih tidur atau sudah bangun.


“Mas? Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan.” Ucap Kay setelah selesai menyisir rambutnya.


Vito duduk di bibir ranjang sambil mengamati istrinya yang sedang berjalan ke arahnya.


“Apa Sayang? Apa kamu mau lagi?” Tanya Vito menggoda.


“Mesum!!” jawab Kay sambil mencebik.

__ADS_1


Setelah itu Kay duduk di samping suaminya sambil bergelayut manja karena cara itu Kay gunakan untuk merayu Vito. kemudian Kay mengutarakan keinginannya yang ingin membuka butik disini. Dia merasa tidak puas jika hanya menggambar designnya saja setelah itu mengirimkannya pada Desi. Kay ingin terjun langsung seperti dulu.


“Tapi Sayang, kamu kan sedang hamil. Aku nggak mau kamu kecapekan dan akan membahayakan kandungan kamu.” Ucap Vito.


“Aku tidak bekerja sendiri Mas. Aku akan mengajak Desi kesini. Dia tetap akan menjadi asistenku. Dan untuk butik yang ada di kota B, biar diurus salah satu karyawan kepercayaanku juga. please Mas, boleh ya!!” ucap Kay sambil merajuk.


“Baiklah jika kamu tidak bekerja sendirian. Nanti akan aku carikan dulu tempat yang strategis buat butik baru kamu. Tapi apa kamu yakin Desi mau pindah kesini?” Tanya Vito memastikan.


“Kemungkinan besar mau Mas. Nanti aku akan yakinkan dia lagi saat aku akan kunjungan kesana. Terima kasih ya Mas. Cup cup cup cup.” Ucap Kay riang sambil menghujani ciuman di wajah suaminya.


“sayang, jangan gini nanti dia bangun lagi.” Vito memperingatkan.


“Opps maaf. Ya sudah jangan bangun ya, kamu tidur lagi ya!!” ucap Kay sambil mengelus senjata Vito dan sedetik kemudian Kay melangkahkan kakinya keluar kamar.


“Ohhh shitt!” umpat Vito tertahan.


“Dasar istri nakal!!” gumam Vito.


***


Sementara itu malam ini Evan tampak sangat kesal. Dirinya kini sedang berada di salah satu café dengan seseorang. Evan sangat marah saat mendapatkan informasi bahwa saat ini Vito menyewa seorang bodyguard yang ditugaskan khusus menjaga istrinya. Padahal Evan ingin sekali mendekati Kay diam-diam tanpa sepengetahuan Vito. sekarang ruang geraknya sangat sulit. Apalagi bodyguard sewaan Vito bukan sembarang bodyguard. Karena dia berasal dari salah satu agen yang sangat terpercaya dan cukup terkenal di kota ini. bahkan Vito mampu membayar mahal.


“Sial!! Aku nggak akan tinggal diam. Aku harus cari cara lain.” Gumam Evan sambil mengetatkan rahangnya.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


__ADS_2