
Malam ini Vito dan Kay sudah bersiap-siap untuk pergi ke acara pertemuan para pengusaha yang akan diselenggarakan di salah satu hotel bintang lima di kota J. pertemuan rutin para pengusaha itu dilakukan setiap satu tahun sekali yang bertujuan untuk mempererat hubungan kerjasama antar sesame pengusaha.
“Ayo Sayang kita berangkat sekarang!” ajak Vito saat melihat Kay sudah siap untuk berangkat.
Kay memakai dress warna peach yang panjangnya di bwah lutut. Dress yang dipakai Kay terkesan sedikit longgar, mengingat dirinya kini tengah hamil. Meskipun masih belum terlihat jelas perut buncitnya, tapi Kay sengaja memilih dress dengan ukuran yang sedikit longgar. Namun hal itu semakin membuat aura Kay terlihat sangat cantik dan anggun.
Beberapa saat kemudian, mobil yang dikendarai oleh Vito sudah sampai hotel dimana acara berlangsung. Vito segera menggandeng tangan istrinya untuk diajak segera masuk.
Tampak sekali beberapa pengusaha yang sudah datang, sebagian masih dalam perjalanan. Kebanyakan mereka yang datang adalah para pengusaha muda yang didampingi langsung oleh istrinya. Sedangkan yang masih single ditemani oleh asisten pribadinya.
Vito mengajak Kay untuk bergabung dengan beberapa rekan bisnis yang dia kenal. Vito juga memperkenalkan Kay sebagai istrinya. Karena tidak semua rekan bisnis Vito mengetahui status Vito yang sudah menikah. Karena saat pernikahan, mereka ada yang sedang berada di luar negeri untuk perjalanan bisnis.
Rekan bisnis Vito menyambutnya dengan baik. Mereka ada yang meminta maaf karena tidak bisa hadir dalam pernikahan Vito dan Kay. Ada juga yng memberi selamat atas pernikahan Vito dan Kay. Kay juga sudah terlihat akrab dengan istri rekan kerja suaminya. Karena mau bagaimana pun juga Kay harus membiasakannya seperti ini, mengingat suaminya juga termasuk salah satu dalam jajaran pengusaha sukses termuda.
“Hai Brother!!” sapa seorang pria tampan yang sepertinya baru datang.
“Hai!” jawab Vito singkat.
“Kamu datang dengan siap-, hai Nona perkenalkan aku Evan!"
Ya, pria tampan yang baru saja datang dan menyapa Vito adalah Evan. Rekan bisnis Vito yang saat ini sedang menjalin kerjasama dengan perusahaan Vito. selama menjalin kerjasama dengan Evan, Vito masih menghargai Evan. Tapi diluar kerjasama, Vito enggan sekali menanggapi pria yang termasuk teman satu angkatannya saat kuliah dulu itu. Entah masa lalu apa yang pernah terjadi diantara mereka. Dan apa tadi, lancang sekali dia menyodorkan tangannya dan meminta berkenalan dengan Kay. Vito geram sekali melihatnya.
“Ehm, Saya Kay!” jawab Kay.
“Apa Nona salah satu pengusaha baru, karena baru kali ini aku melihat Nona Kay yang sangat canti-“
“Dia istriku!” jawab Vito cepat memotong perkataan Evan.
Evan baru tahu ternyata wanita cantik ini adalah istri Vito. dia sangat terpesona dengan kecantikan Kay saat pertama kali bertemu. Tapi sayangnya sudah bersuami. Sementara itu, rekan bisnis lainnya hanya tertawa pelan melihat reaksi Evan yang terkejut saat mengetahui bahwa Kay adalah istri Vito. rekan-rekan bisnis Vito sebagian ada yang tahu dengan perangai Evan yang mata keranjang jika bertemu dengan wanita cantik, padahal dia juga sudah memiliki istri juga.
“Anda datang sendiri Tuan Evan?” Tanya salah satu rekan bisnis untuk memecah keheningan.
“Ah, saya datang dengan istri saya Tuan Arman. Hanya saja tadi kebetulan dia bertemu dengan teman lamanya, jadi dia memilih untuk melepas rindu dulu.” Jawab Evan.
__ADS_1
Evan berbicara tapi tatapan matanya tak lepas dari Kay. Evan benar-benar sudah merasa terpikat dengan Kay. Sementara itu Kay merasa risih sekali dengan tatapan mata Evan yang tertuju padanya. Meskipun dia tidak membalas tatapan itu, tapi Kay merasa kalau sejak tadi Evan memperhatikannya.
Sedangkan Vito juga ikut geram melihat tingkah Evan. Kemudian dia memegang tangan istrinya. Vito tidak mungkin membuat keributan dengan Evan karena telah memperhatika istrinya. Vito masih berusaha untuk menahan kekesalannya.
Vito berniat untuk mengajak Kay meninggalkan Evan dan beberapa rekan bisnisnya, namun saat mulutnya akan bicara, tanpa sengaja paandangannya tertuju pada seseorang yang baru saja datang.
Deg
Vito tidak menyangka kalau Rey juga akan hadir di acara ini. Dia baru ingat dengan pertemuan Kay dengan Rey dulu adalah saat acara peresmian perusahaannya. Dan Rey adalah anak dari salah satu rekan bisnisnya. Mungkin sekarang Rey lah yang menggantikan Papanya.
Vito mengurungkan niatnya untu pergi. Dia tidak mau Rey tahu kalau Kay juga sedang bersamanya. Dan juga tidak mau Kay melihat keberadaan Rey. Jadi mau tidak mau Vito harus tetap bergabung dengan rekan bisnisnya yang ada Evan juga.
“Mas, aku mau ke toilet dulu ya!” pamit Kay.
“Apa perlu aku antar?” Tanya Vito dan Kay menggeleng.
Akhirnya Kay ke toilet sendiri. Mungkin efek dari perutnya yang sedikit membuncit, jadi ada dorongan untuk ingin selalu berkemih.
Setelah buang air kecil, Kay masih merapikan pakaian dan tatanan rambutnya pada cermin yang ada di toilet itu. Tiba-tiba Kay mendengar perbincangan dua orang wanita yang juga berada di toilet.
“Ah masak sih Sil? Aku kok ngga tahu ya.”
“Beneran Nadia. Kamu tuh, coba dulu nggak memilih Evan, pasti saat ini kamu sudah menjadi istri Vito. sudah tampan, tajir pula.”
Deg
Kay mendengar jelas apa yang baru saja diucapkan salah satu wanita itu. Kay tidak salah dengar kalau nama suaminya juga ikut disebut dalam perbincangan mereka. Kay masih berada di dalam toilet. Dia ingin mendengar lagi apa yang ingin mereka bicarakan.
“Iya, aku nyesel banget Sil dulu melepaskan Vito demi Evan. Padahal aku bisa lihat sendiri kalau Vito saat itu sangat mencintaiku. Bodohnya aku malah tertarik dengan playboy seperti Evan.” Ucap Nadia.
“Yang sabar Nadia. Mungkin memang Vito bukan jodoh kamu. Kalau pun jodoh, pasti Tuhan akan menyatukan kalian kembali.” Ucap Silvi.
“Terima kasih ya Sil” balas Nadia.
__ADS_1
Kay akhirnya tidak tahan berlama-lama di dalam toilet. Akhirnya dia memutuskan untuk keluar. Bukan untuk melabrak kedua wanita itu, tapi Kay hanya ingin melihat bagaimana rupa wanita yang bernama Nadia. Dan saat Kay keluar dari toilet, kedua wanita itu tampak terkejut dan berbisik.
“Duh, ngagetin aja! Siapa sih itu Nad?” Tanya Silvi sambil berbisik.
“Ya mana aku tahu Sil.”
Kay berjalan pelan keluar dari toilet. Dia sudah tahu mana yang bernama Nadia, mana yang bernama Silvi. Nadia yang menurut pendengarannya adalah mantan kekasih dari suaminya adalah wanita yang cukup cantik dan menarik menurut Kay. Tapi apa benar yang dimaksud dengan nama Vito adalah suaminya. Kalau bukan, kenapa ada nama Evan juga.
Setelah dari toilet Kay segera kembali ke tempat dimana suaminya tadi berada. Namun Kay tiba-tiba merasa haus. Kemudian dia memutuskan untuk mengambil minum terlebih dulu.
“Hai Nona!” ucap Evan yang ternyata juga akan mengambil minuman.
“Iya!” jawab Kay sambil menganggukkan kepalanya.
“Aku nggak nyangka ternyata istri Vito sangat cantik. Kamu tahu Nona, istriku adalah mantan kekasih suami kamu dulu. Semoga saja itu berlaku buat Nona juga.” ucap Evan sambil tersenyum penuh arti.
Kay yang bingung dan tidak mengerti dengan yang dimaksud Evan, dia memilih untuk segera pergi menjauhi Evan. Kay juga sangat risih dengan keberadaan Evan. Kay berjalan dengan cepat agar segera sampai di tempat suaminya.
Bruk
Pyar
“Maaf Nona, saya –“
“Rey!!”
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Yok yok mana votenya!! udah hr senin nih jgn sampai lupa ya votenya. like, gift, dan komennya jg boleh.
Happy reading😘😘🤗🤗