Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S2 eps 100


__ADS_3

Fandi adalah adik kandung Gio. Dia adalah lelaki yang sudah menolong Delia saat hampir terjatuh di toilet waktu di pesta salah satu rekan kerjanya.


Kini Fandi, Gio, dan Delia sedang duduk bersama di salah satu meja pengunjung resto. Delia hanya diam saja sambil menikmati menu makanan yang tadi sudah disiapkan oleh Gio. Sedangkan Kay sedang duduk di pangkuan Gio sambil menikmati cemilan makanan.


Fandi juga diam tapi sepertinya otaknya sedang memikirkan sesuatu. Dia tidak menyangka akan bertemu bidadari yang sempat dia tolong beberapa hari yang lalu. Tapi sayangnya dia harus menguatkan hatinya setelah tahu bahwa bidadari itu sudah bersuami dan memiliki anak. Bahkan sedang hamil anak kedua. Sungguh Fandi saat itu tidak melihat penampilan Delia sehingga dia tidak melihat keadaan perut Delia yang buncit.


Fandi sebenarnya masih penasaran dengan hubungan antara Delia dan kakaknya. Pasalnya anak sulung Delia yang saat ini sedang duduk di pangkuan kakaknya memanggilnya “Papa” apa jangan-jangan??


“mau sampai kapan kamu mengaduk-aduk minuman itu” ucap Gio membuyarkan lamunan Fandi


Sementara Delia menghentikan sejenak kegiatan makannya. Delia merasa tidak enak karena sejak tadi diperhatikan oleh Fandi. Dia segera menyelesaikan makannya dan segera pergi.


“ehm mas Gio terima kasih ya makanannya. Enak sekali. Dan rasanya juga tetap sama seperti dulu”


“ah kamu bisa aja Del”


“aku pulang dulu ya mas. Soalnya aku mau ke kantor mas Radit” ucap Delia bohong


“ko’ buru-buru sih Del. Nggak nunggu Vito pulang sekolah dulu? Dia juga kangen sama Kay”


“besok saja deh mas aku antar Kay ke rumah biar main sama Vito. Soalnya ini juga buru-buru”


Akhirnya Delia memutuskan untuk meninggalkan resto Gio dan pulang ke rumahnya.


Kini tinggal Gio dan Fandi yang masih duduk berdua. Gio sepertinya tahu akan apa yang ada dalam otak adiknya yang selalu kepo itu.


“ya udah abang mau lanjutin pekerjaan dulu. Kamu kalau mau balik ke kantor sana buruan”


“abang ngusir aku?”


“terserah kalau kamu mau masih disini” Gio segera berdiri dan meninggalkan Fandi. Namun belum sempat melangkah, tangannya sudah dicekal oleh Fandi.


“ada hubungan apa abang dan Delia?”


“ck.. kan tadi aku udah bilang kalau Delia sudah aku anggap seperti adik sendiri. Seperti kamu”


“aku nggak percaya”


“terserah kamu”


“nggak bisa. Abang harus ceritain ke aku”


Gio sangat hafal sekali dengan sifat adiknya yang keras kepala dan sangat kepo. Akhirnya mau tidak mau Gio menceritakan tentang siapa Delia. tapi Gio mengajak Fandi untuk masuk ke ruangan kerjanya. Dan Fandi pun mengikutinya.


Fandi sangat tidak percaya tentang apa yang baru saja diceritakan oleh abangnya bahwa Delia pernah tinggal bersama abangnya selama kurang lebih satu tahun di Thailand. Dan Fandi sama sekali tidak mengetahui akan hal itu. Apalagi saat itu keadaan Delia sedang hamil dan sampai melahirkan.

__ADS_1


“apa jangan-jangan Kay itu anak abang dan Delia?”


Plakk


“awwww sakit tahu bang”


“kamu kalau bicara jangan ngawur!”


Fandi mengusap punggungnya yang baru saja dipukul oleh abangnya. Kemudian Gio melanjutkan ceritanya. Dia menceritakan sedetail-detailnya pada Fandi. Mulai dari pertemuan pertama hingga menolong Delia dan membawanya sampai ke Thailand. Gio juga mengatakan bahwa dia juga sudah jatuh cinta pada Delia. namun tidak pantas baginya jika harus merebut Delia dari suaminya. Dan yang Gio tahu bahwa Delia sangat mencintai suaminya begitupun juga suaminya sangat mencintai Delia. jadi dia harus mengubur dalam perasaannya dan menganggap Delia seperti adiknya sendiri.


Fandi melongo tidak percaya dengan cerita Gio. Dia dan abangnya sama-sama jatuh cinta pada wanita yang sama. Hanya saja dirinya baru merasakan hal itu, beda dengan abangnya yang sudah lama memendam rasa itu.


Fandi menghela nafas pelan dan mencoba untuk ikhlas. Kalau abangnya saja bisa jadi dia juga harus bisa. Lagian perasaan Fandi pada Delia juga belum terlalu dalam. Mungkin setelah ini dia akan lebih baik menjalin pertemanan dengan Delia.


***


Keesokan harinya sesuai dengan jadwal yang dikatakan Delia kemarin bahwa hari ini adalah jadwal Delia memeriksakan kandungannya. Radit sudah menyerahkan pekerjaannya pada Kevin paling tidak sampai jam makan siang. Karena pagi ini dia akan mengantar istrinya ke rumah sakit.


Kini Radit dan Delia sudah duduk di ruang tunggu untuk menunggu namanya dipanggil. Tidak butuh waktu lama akhirnya nama Delia dipanggil juga.


“kondisi kandungan Ibu Delia sehat, janinnya juga sehat. Tetap jaga kesehatannya ya Bu dan jangan stress”


“iya dok terima kasih”


Radit sudah sampai di sebuah resto. Kemudian mengajak istrinya untuk turun dan masuk ke dalam.


Delia sedang memilih beberapa menu makanan dan minuman yang akan dia pesan.


“mas mau pesan apa?”


“samain aja sayang. Sayang, aku ke toilet sebentar ya. Kamu tunggu disini”


“iya mas”


Namun saat Radit akan berdiri tiba-tiba saja ada seorang pelayang yang sedang membawa nampan berisi minuman. Dan minuman itu jatuh menumpahi baju Radit saat tidak sengaja ada seseorang yang sedang berjalan terburu-buru.


Pyarrr


“maaf aduhhh maaf tuan saya tidak sengaj- tuan Radit?”


“nona Vera?”


Pelayan itu pun juga segera membersihkan bekas pecahan gelas yang ada di lantai sementara Vera sibuk meminta maaf sambil berusaha membersihkan baju Radit yang terkena noda minuman.


Deg

__ADS_1


Delia menatap nanar pemandangan di depan matanya. Dia melihat wanita itu lagi. Wanita yang dengan tidak tahu malunya menggandeng tangan suaminya saat di pesta.


“sudah nona. Biarkan saja. Saya tidak apa-apa”


“sekali lagi maafkan saya tuan Radit”


“ehm..” Delia berusaha mengalihkan perhatian kedua orang yang ada di hadapannya.


“mas makanannya dibawa pulang saja”


“kenapa sayang?”


“oh… maafkan saya nona tadi tidak sengaja-“ ucap Vera pada Delia


“tidak maslah” potong Delia cepat dan dia segera berdiri menuju kasir.


Radit mengikuti istrinya dan tidak mempedulikan Vera yang masih berdiri.


Setelah selesai membayar pesanan makanannya Delia segera menuju mobil. Dan Radit hanya diam saja mengikuti langkah kaki istrinya dari belakang.


Delia sudah berada di dalam mobil. Namun Radit tidak segera malajukan mobilnya.


“ayo mas jalan. Keburu Kay nyariin” ucap Delia tanpa memandang suaminya. Dan Radit hanya diam tidak menuruti kemauan istrinya.


Merasa suaminya hanya diam saja dan tidak segera menjalankan mobilnya, Delia menoleh ke suaminya.


“ayo mas mmmhhh…..”


Radit segera membungkam mulut istrinya. Dia tidak ingin melihat istrinya marah. Dia akan menjelaskan tentang apa yang baru saja terjadi dana pa yang ada di pikiran istrinya itu.


Radit terus memagut bibir manis istrinya. Namun tiba-tiba dia merasa bibir manis istrinya berubah menjadi asin lantaran air mata istrinya yang sudah mengalir deras. Radit melepaskan pagutannya.


“sayang. Percaya sama aku. aku tidak ada hubungan dengan Vera. Aku sudah mengatakan padanya bahwa aku sudah mempunyai istri. Aku mohon jangan seperti ini lagi. Kamu percaya kan sam aku. aku janji tidak akan menghianati cinta kita. Aku sangat mencintaimu” Radit berusaha meyakinkan istrinya. Dia juga memaklumi sikap istrinya seperti ini juga karena pengaruh hormon kehamilannya.


“ingat kata dokter tadi kan kalau kamu tidak boleh stress. Jadi aku harap kamu percaya sama aku. sekali lagi aku tidak ada hubungan dengan Vera selain hubungan kerja”


Delia menganggukkan kepalanya. Dia harus mempercayai penjelasan suaminya bahwa memang tidak ada hubungan apa-apa antara suaminya dan Vera. Kemudian mereka segera pulang.


.


.


.


*TBC😘😘🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2