
Setelah dari ruangan kerja suaminya, Delia masuk ke
kamarnya. Dia memilih tidur daripada mengganggu suaminya yang sedang sibuk. Mungkin besok dia akan mencoba berbicara pada suaminya. Delia juga berjanji
akan kembali bersikap seperti biasa pada suaminya. Dia dapat melihat kesungguhan suaminya selama ini. Jadi dia sangat yakin bahwa suaminya adalah lelaki yang sangat setia sekaligus seorang ayah yang sangat penyayang terhadap anak-anaknya.
Sementara itu di ruangan kerja, Radit meletakkan
ponselnya di atas meja setelah istrinya keluar dari ruangannya. Kemudian dia meminum teh yang tadi dibuatkan oleh istrinya. Radit menikmati rasa teh itu seketika membuat hatinya ikut menghangat. Karena sudah lama rasanya dia tidak pernah menikmati teh buatan sang istri.
“apakah ini pertanda kamu sudah memaafkanku sayang?”
gumamnya lirihsetelah itu Radit mematikan lampu ruang kerja dan bergegas masuk ke dalam kamarnya.
Sebenarnya dia juga sangat lelah. Dia ingin segera tidur.
Dan dia yakin bahwa istrinya juga sudah tidur. Radit membuka pintu kamar dengan hati-hati. Dia tkut membangunkan Nathan yang sudah tidur.
Ceklek
Pandangan Radit tertuju pada tempat tidurnya. Disana
ada istrinya yang sedang menyusui Nathan. Niat Radit yang ingin segera tidur harus ia urungkan karena melihat istrinya tengah duduk sambil memangku Nathan.
“mas?” panggil Delia lirih
“apa dia bangun dari tadi?”
“nggak ko’, dia kehausan jadi terbangun”
Setelah cukup memberikan asi pada Nathan dan Nathan
belum juga menutup matanya. Delia heran tidak biasanya Nathan seperti itu.
Biasanya kalau sudah kenyang dia akan langsung tidur. Dan melihat Nathan yang masih melek, Radit mengambil alih untuk menggendong Nathan.
“sini biar aku gendong. Kamu tidur saja kalau lelah”
Radit mengambil Nathan dari istrinya kemudian menggendongnya. Radit sedikit mengayun-ayunkan Nathan agar bayi itu segera tidur sambil menyanyikan lagu untuknya.
Twinkle twinkle little star
How I wonder what you are
Up above the world so high
Like a diamond in the sky
Twinkle twinkle little star
How I wonder what you are
Delia tertegun mendengar nyanyian dari bibir suaminya
untuk Nathan. Walaupun hanya lagu sederhana tapi berhasil membuat Delia begitu terharu. Dia semakin yakin bahwa suaminya adalah benar-benar sosok ayah yang sangat sabar dan penyayang buat anak-anaknya.
Tidak butuh waktu lama, akhirnya Nathan tertidur dalam
gendongan Radit. kemudian dia meletakkan Nathan dalam box bayi yang berada tepat disamping tempat tidurnya. Setelah itu dia juga ingin segera tidur namun istrinya masih setia duduk di atas ranjang. Radit jadi bingung harus bersikap
bagaimana. Tiba-tiba saja Delia berdiri dan memeluk tubuh suaminya. Dia memeluk erat tubuh kekar suaminya. Dia sangat merindukan kehangatan dari tubuh suaminya. Delia semakin mengeratkan pelukannya. Dia menghirup aroma tubuh suaminya.
Sedangkan Radit sangat terkejut dengan istrinya yang
tiba-tiba saja memeluknya. Awalnya dia masih diam, namun saat istrinya mengeratkan pelukan itu, Radit perlahan membalas pelukan suaminya. Lama-lama Radit merasakan baju bagian dadanya terasa basah. Kemudian Radit melepas pelukannya. Dan benar, kini istrinya sedang menangis tanpa suara.
“sa sayang kamu kenapa nangis?” Radit gugup saat
mengucapkan kata “sayang” karena sudah lama sekali dia tidak pernah memanggil istrinya dengan kata itu. Dan Delia hanya diam sambil mengusap air matanya.
__ADS_1
“hei kenapa kamu menangis?” Tanya Radit lagi sambil
menyeka sisa air mata di pipi istrinya.
“maafin aku mas. Maafin aku. aku tidak berniat untuk
menghukummu. Maafin atas semua sikapku selama ini”
“sudah sudah… jangan nangis lagi. Nanti Nathan bangun”
Kemudian Radit menuntun istrinya untuk duduk di sofa
agar sedikit menjauh dari box bayi Nathan.
“maafin aku mas”
“sudah sayang. Kamu jangan minta maaf. Kamu sama
sekali tidak salah. Semua ini salahku. Dan semua ini adalah pembuktian bahwa aku sangat mencintai keluarga kita. Aku tidak ingin kehilangan kepercayaan dari kamu lagi”
“cukup mas, jangan seperti ini lagi. Aku percaya dari
dulu kalau kamu sangat setia dan sayang terhadap keluarga kita. Maafin aku yang saat itu masih membenci tentang kejadi-“
“ssstt….. sudah, jangan bahas itu lagi. Apa sekarang
kamu sudah memaafkanku?” Tanya Radit dan Delia hanya menganggukkan kepalanya. Kemudian Radit memeluk erat tubuh istrinya.
“terima kasih sayang. Aku sangat mencintaimu, juga
anak-anak kita. Aku janji akan selalu menjaga keutuhan rumah tangga kita sampai nanti, sampai maut memisahkan”
“iya mas, aku percaya kamu”
“sekarang sudah sangat larut malam. Lebih baik kita segera tidur”
Keesokan harinya terdengar gedoran pintu kamar yang sangat mengganggu tidur Radit dan Delia. bahkan Nathan pun juga ikut terganggu dan menangis. Delia segera bangun dan melihat jam sudah menunjukkan pukul 7. Delia sangat terkejut ternyata dirinya bangun kesiangan. Dan yang menggedor
pintu itu pasti Kay yang sudah siap berangkat sekolah.
“mas bangun. Sudah siang” Delia membangunkan suaminya sambil menggendong Nathan
“jam berapa memangnya?”
“jam 7 mas, tuh Kay pasti minta diantar sekolah”
Radit segera berjalan membuka pintu kamarnya. Disana
sudah ada Kay yang sudah memasang wajah cemberut. Sepertinya gadis kecil itu sangat kesal karena sejak tadi membangunkan mommy dan daddynya sangat sulit.
“pagi sayangnya daddy”
“daddy bau belum mandi. Kay nggak mau dipeluk daddy”
Kemudian Radit berbalik badan dan segera mencuci muka
dan menggosok giginya. Setelah itu mengampiri Kay yang kini sedang duduk di atas tempat tidur disamping mommynya yang sedang menyusui Nathan.
“sekarang daddy sudah tidak bau. Jadi daddy boleh peluk dong?”
Kemudian Kay memeluk daddynya dan meminta gendong.
Setelah itu Radit segera mengantar Kay pergi ke sekolah. Untung saja Radit pergi ke kantornya agak siang, jadi dia hanya mengantar Kay ke sekolah.
***
Tiga bulan berlalu
Setelah perusahaan yang dipimpin oleh Vera dinyatakan
__ADS_1
bangkrut. Karena beberapa investor menarik semua sahamnya. Dan ditambah lagi beredarnya foto skandal Vera yang sedang bercumbu dengan dua orang gigolo dalam
sebuah club malam, membuat hidup Vera benar-benar berantakan. Lagi-lagi club malam yang menjadi pelariannya saat itu. Dia menjual beberapa aset peninggalan orang tuanya dan dugunakan untuk bersenang-senang dengan teman kencannya.
Bahkan Vera tidak hanya bermain dengan Jack dan Martin
saja. Ternyata Jack dan Martin mempunyai komunitas yang terdiri dari beberapa pria pemuas. Mengetahui Vera yang mempunyai banyak uang, jadi Jack dan Martin berbagi rejeki pada teman-teman komunitasnya dengan memanfaatkan Vera. Tidak hanya bermain bertiga lagi, bahkan Jack dan Martin mengajak temannya rame-rame memuaskan Vera. Dan Vera pun sangat menikmatinya.
Vera sudah tidak peduli lagi akan cemoohan orang sekitarnya. Yang terpenting dia hanya ingin bersenang-senang. Gagal dari hubungannya dengan Dave, ditambah gagal pula mendapatkan Radit, membuat Vera enggan menjalani hubungan lagi. Dan dia hanya menghamburkan uangnya dengan pria pemuas nafsunya.
Namun akhir-akhir ini Vera absen dari club yang biasa
dia kunjungi. Dia merasa badannya sangat lemah. Padahal selama ini dia tidak pernah telat minum vitamin. Vera juga merasakan badannya demam, dan juga sering diare. Saat dia baru saja keluar dari kamar mandi, tiba-tiba saja pandangannya kabur kemudian pingsan.
“non Vera sakit apa ya dok?” Tanya pembantu Vera yang
tadi menemukan majikannya tengah pingsan.
“saya tidak dapat mengatakannya langsung. saya takut
dugaan saya salah. Bibi tahu nggak kebiasaan Vera seperti apa selama ini?” Tanya dokter Mirna, dokter keluarga Vera yang tak lain adalah sahabat dari alm mama Vera.
“saya kurang tahu dok. Setahu saya non Vera sering
pulang malam dan dalam keadaan mabok”
Engghhh….
Kemudian Vera tersadar dari pinsannya. Dia bingung kenapa ada dokter Mirna dalam kamarnya.
“kamu sudah sadar Ver?”
“ehm iya dok. Kenapa denganku dok. Dan kenapa dokter
bisa ada disini?”
Pertanyaan Vera membuat dokter Mirna miris. Dia melihat wajah anak dari sahabatnya yang sangat pucat, bahkan terlihat sangat kurus. Semoga dugaanya salah atas apa yang sedang dialami oleh Vera.
“apa yang kamu rasakan sekarang?”
“nggak tahu dok beberapa hari ini badanku demam, sering diare juga padahal aku nggak pernah makan makanan yang aneh-aneh. Dan sudah aku obati tapi masih sakit perutku dok”
“apa kamu juga merasakan nyeri hebat di pinggul kamu?”
“ko’ dokter tahu?”
“apa kamu juga meraskan infeksi pada area **** * kamu
seperti keputihan?”
“iya dok, dan rasanya sangat tidak nyaman bahkan aku
tidak pernah mengalami hal seperti ini”
Seketika dokter Mirna menutup rapat mulutnya. Dia tidak menyangka bahwa kebiasaan buruk Vera akan berujung seperti ini. Vera terserang oleh virus. Sebuah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia yang lebih tepatnya dikenal dengan HIV.
.
.
.
*TBC
Happy weekend guys...
Bijaklah dalam berkomentar.
See you next time (*-*)
__ADS_1