
Delia langsung mendorong tubung Radit dengan sekuat tenaganya. Setelah ciumannya terlepas, tubuh Delia langsung luruh ke lantai dengan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Tangisannya semakin pilu. Radit yang melihatnya menjadi tidak tega. Hatinya teriris dengan tangisan Delia.
“maafin aku Del” ucap Radit sambil merengkuh tubuh Delia yang masih terduduk di lantai. Sementara Delia masih terus terisak. “aku mohon maafin perkataanku tadi. Jujur aku sakit melihat kamu bersama Satya tadi” aku Radit.
“deg” Delia menghentikan tangisnya dan menatap Radit dengan tatapan penuh arti dan menyimpan banyak pertanyaan. Tapi lidah Delia rasanya keluh tidak mampu berucap untuk menanyakan maksud dari pernyataan Radit barusan.
Dia segera beranjak dari duduknya dan segera pergi meninggalkan Radit. delia masih bisa berpikir waras. Dia tidak mau kalau sampai ada orang yang melihatnya. Apalagi melihat apa yang dilakukan Radit barusan. Delia melangkahkan kakinya, tiba-tiba tangannya dicekal oleh Radit.
“hati-hati ya Del, sekali lagi maafin aku” ucapnya lembut. Tanpa jawaban atau anggukan Delia segera pergi meninggalkan Radit. dan Radit juga segera masuk ke ballroom lagi. Karena sudah lama dia berada diluar, dia juga tidak mau ada yang mencurigainya apalagi Viviane. Tetapi tanpa Radit ketahui, ada sepasang mata yang sejak tadi mengawasinya. Sejak Radit menghina Delia hingga sampai Radit yang tiba-tiba mencium Delia bahkan melum**at dengan rakus.
Kini Radit sudah kembali berada dalam ballroom hotel dimana pesta pertunangannya masih berlangsung. “sayang…. Kamu dari tadi kemana aja sih?” todong Viviane. “maaf.. tadi aku ada telepon penting dari orang kantor. Karena disini lagi rame banget makanya aku cari tempat yang sepi” ucap Radit berbohong.
Dengan wajah yang sudah ditekuk, akhirnya Viviane hanya diam saja menerima alasan Radit. dia tidak mau protes lagi, daripada nanti ujung-ujungnya malah jadi pertengkaran. Meskipun dalam benak Viviane menyimpan pertanyaan. “masa’ jam segini ada orang kantor yang meneleponnya?” batin Delia penasaran. Tapi setelah itu dia melupakannya dan kembali ke acara pesta yang akan segera selesai.
Saat Radit dan Viviane sedang menemui tamu undangan yang hadir, tiba-tiba mamanya Radit menghampirinya.
“eh Vi, kamu tau Delia dimana nggak?” Tanya mama Radit pada Viviane. Sedangkan Viviane merasa bingung, ko’ mamanya Radit bisa kenal sama Delia.
“oh itu ma tadi sudah pulang duluan, katanya ada urusan mendadak” jawab Radit tiba-tiba. “sayang, kamu ko’ tau kalau Delia sudah pulang? Ko’ dia tidak pamit sama aku?” Tanya Viviane semakin penasaran.
__ADS_1
Radit keceplosan, “oh itu tadi waktu aku lagi diluar kebetulan ketemu dia yang kelihatan buru-buru. Terus bilang ke aku nitip salam ke kamu” jawab Radit bohong. “oh gitu ya udah nanti aku telpon Delia sendiri saja” jawab Viviane pasrah.
Sedangkan mama Radit hanya mendengarkan penjelasan dari anaknya. “ya sudah kalau gitu. Mama nggak nyangka lho bakal ketemu Delia disini. Mama kira temannya Radit, ternyata teman kamu ya Vi?. Delia itu anaknya baik banget, sudah cantic, mandiri lagi” puji mama Radit tidak sadar. “iya tante, Delia sahabat Vivi dari dulu” jawab Viviane.
----
Kini Delia sudah berada di rumahnya. Keadaan rumah sangat sepi karena kedua orang tuanya sedang keluar kota. Delia segera masuk ke kamarnya. Setelah membasuh muka dan mengganti pakaiannya delia segera merebahkan dirinya. Dia berharap bisa segera tidur agar bisa melupakan semua kejadian tadi. Tapi harapannya tidak sesuai dengan kenyataan. Delia justru mengingat dengan jelas tentang potongan-potongan kejadian yang dia alami tadi. Bukan tentang pertemuannya yang tiba-tiba dengan David yang mengingatkan Delia, melainkan dengan Radit. apa maksud Radit menghinanya tadi. Mengapa dia bisa menilai dirinya seperti itu padahal tidak sesuai dengan dirinya. Dan apa itu tadi, kenapa Radit menciumnya? Bahkan bukan hanya ciuman tapi lum**atan. Batin Delia tidak sadar sambil menyentuh bibirnya.
Tiba-tiba ada pesan masuk di ponselnya tapi dari no baru.
“Del, sekali lagi maafin atas kekhilafanku tadi ya”
Sedangkan Radit masih saja memikirkan Delia. Melihat pesannya hanya dibaca tanpa dibalas, hati Radit semakin kacau. Dia menyadari, bahwa hatinya sudah mulai bercabang. Dan itu semenjak bertemu dengan Delia dan seiiring dengan pertemuannya yang tanpa disengaja. Apalagi setelah Delia diam-diam mengakui perasaanya. Dan itu membuat sebagian kecil dari hati Radit bahagia. Radit pun baru menyadari ternyata dia juga memiliki perasaan yang sama seperti Delia.
Akhirnya Radit memberanikan diri untuk melakukan panggilan ke no Delia. Panggilan pertama langsung diangkat Delia, Radit semakin gugup dan tidak menyangka.
Sedangkan Delia yang memang tidak niat untuk membalas pesan Radit, dia lebih memilih mengabaikannya dengan menscroll media sosialnya. Dan saat ada panggilan dari Radit, tidak sengaja dia langsung menjawabnya. Dia juga merasa gugup. Akhirnya dia diam saja, menunggu orang yang menelponnya bicara duluan.
“ha…halo del!” ucap Radit
__ADS_1
“i..iya..” jawab Delia
“besok aku temui kamu di kampus ya” ucap Radit to the poin dan langsung menutup panggilannya. Karena dia juga merasa gugup dan tidak mau mendengar penolakan dari Delia.
“tap-“ ucap Delia terputus karena panggilannya tiba-tiba sudah berakhir. Akhirnya dia hanya pasrah. Dan memutuskan untuk segera tidur karena sudah merasa sangat ngantuk.
Sementara itu di sisi lain, seorang pemuda yang sedang berada dalam kamarnya. Sejak tadi dia marah-marah tidak jelas. Sedih campur menyesal. Itulah yang dirsakannya. Dia adalah Satya. Dia sangat sedih karena Delia masih juga belum bisa memaafkan kesalahannya.
Satya sangat menyesal atas perbuatan yang telah dia lakukan dulu. Tetapi setelah itu dia sangat marah, saat melihat Radit yang notabene sepupunya sendiri dengan beraninya mencium Delia. Bahkan ciumannya sangat lama dan penuh dengan perasaan. Satya merasa tidak terima, dia sakit hati melihat itu semua. Dia memegang dadanya yang terasa sesak. “apakah begini rasanya? Apakah Delia dulu juga merasakan sakit seperti yang aku alami saat ini” sesal Satya. “mungkinkah ini karma buat aku” gumamnya.
Kemudian Satya tiba-tiba tersadar, tentang apa yang sudah dilakukan oleh Radit pada Delia tadi. “sebenarnya mereka berdua ada hubungan apa? padahal itu kan hari bahagia pertunangan mas Radit dengan Viviane. Sebenarnya apa yang terjadi?” gumamnya penasaran. “ini tidak bisa dibiarkan. Aku harus cari tau kebenarannya. Aku tidak terima jika Delia jadi milik mas Radit. aku akan merebutnya kembali, merebut cinta pertamaku sekaligus cinta terakhirku. Delia. Bagaimanapun caranya.” Batin Radit
*maaf hari minggu tidak up ya..🙏🙏
*semoga suka. yuk kepoin visual babang Radit dan Neng Delia di ig othor nyubi ini ya @dee_k9191
*jangan lupa like, komen, vote ya
*salam cinta dari _author newbie_💕
__ADS_1