
Melly begitu kecewa dengan Evan yang tidak ingin diajak bekerja sama. Akhirnya dia memilih menggunakan cara sendiri untuk mendapatkan kembali cinta Vito. jujur saja Melly sangat terobsesi sekali ingin memiliki Vito sejak dulu. Selama ini dia menghilang karena untuk menutupi kehamilannya. Dan setelah dia melahirkan, Melly mulai melanjutkan misinya untuk mendapatkan Vito, bagaimana pun caranya.
Setelah penolakan dari Evan, Melly mulai mengintai Vito dan Kay. Entah apa yang dipikrkan oleh wanita itu, yang pasti dia harus menyingkirkan Kay terlebih dahulu sebelum mendapatkan Vito. Dia sudah tidak peduli lagi kalau Kay adalah sahabatnya sejak masih duduk di bangku SMA.
Pergerakan Melly sedikit mengalami kesulitan karena Kay dijaga oleh seorang bodyguard. Bahkan saat perut Kay sudah besar, Melly hampir tidak pernah melihat Kay keluar rumah.
Dia tahu pasti itu karena larangan dari suaminya. Melly semakin geram karena Vito begitu perhatian dengan istrinya.
Dan pagi ini, Melly sudah standby di depan gerbang rumah Vito. dia melihat sebuah mobil keluar dari rumah Vito. Melly melajukan mobilnya pelan mengikuti kemana mobil Vito pergi. Seperti keberuntungan sedang berpihak padanya, Melly melihat mobil milik Vito berhenti di depan sebuah rumah sakit.
Dia sangat yakin kalau Kay pasti juga ada di dalam mobil itu. Tapi saat yang keluar dari mobil itu adalah Kay dan Vito, Melly berpikir keras bagaimana caranya menabrak Kay, karena saat ini ada Vito yang menggandeng tangannya.
Melly terus mengawasi pergerakan mereka berdua. Dia juga memantau kendaraan yang lalu lalang di depan rumah sakit yang belum terlalu ramai karena masih pagi. Dan akhirnya Melly menarik sudut bibirnya saat melihat Vito yang sepertinya kembali ke mobilnya dan meminta istrinya menunggu sebentar.
Melly melihat Kay yang berjalan menepi mencari tempat duduk sambil memegangi perutnya, dia segera menginjak pedal gasnya dan segera melajukan mobil sekencang mungkin.
Namun tiba-tiba saja tanpa sepengetahuan Melly, ada seseorang yang menyeberang jalan tepat berada di garis lurus dengan posisi Kay. Seketika Melly membanting setirnya ke arah kanan sambil menginjak rem namun sangat terlambat.
Ckiittttt
Braakkkkk
Arghhhhhh
Vito yang berada di tengah jalan, menjadi sasaran mobil yang dikendarai Melly hingga badannya terpental. Kemudian mobil yang dikendarai Melly menabrak tiang listrik yang berada di sisi kanan.
“Mas!!!!!” teriak Kay histeris yang menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri saat suaminya ditabrak sebuah mobil.
Tubuh Kay melemas seketika. Badannya limbung di tepi jalan. Kontraksi perut yang dirasakan sejak tadi pun menghilang berganti rasa sesak saat melihat suaminya tertabrak mobil.
Bram yang belum sampai menuju parkiran pun segera keluar dari mobilnya. Dia melihat banyak orang yang berkerumun. Dan pihak rumah sakit juga sigap segera menolong Vito.
__ADS_1
Pandangan Bram mencari sosok yang tadi bersama Tuannya, yaitu Kay. Bram melihat istri majikannya terduduk lemas di pinggir jalan. Dia segera menghampiri Kay.
“Nyonya! Nyonya tenang, Tuan sudah mendapat pertolongan dari rumah sakit.” Ucap Bram menenangkan.
“Mas, jangan tinggalkan aku!” lirih Kay, setelah itu dia pingsan.
***
Beberapa jam kemudian, kedua orang tua Kay sudah tiba di rumah sakit termasuk juga Gio. Mereka sangat khawatir dengan kejadian yang menimpa Kay dan Vito. saat ini Kay masih belum sadarkan diri karena shock dengan kejadian tadi. sedangkan Vito sudah berada di dalam ruang operasi karena dia mengalami pendarahan pada kepalanya.
“Sayang, tenang ya. Kita doakan saja supaya Vito dan Kay baik-baik saja.” Ucap Radit menenangkan istrinya yang sejak tadi tidak berhenti menangis.
“Mas, aku takut sekali terjadi hal buruk pada menantu kita.” Ucap Delia.
“Sttt…. Kita berdoa semoga Vito baik-baik saja.” Ucap Radit lagi.
Sedangkan Gio sejak tadi hanya diam saja. Pria paruh baya itu hanya bisa berdoa semoga Vito baik-baik saja. Dia belum siap jika harus kehilangan anak semata wayangnya. Gio teringat ucapan Vito tempo hari yang mengkhawatirkan keadaan istrinya yang sering mengalami kontraksi palsu. Bahkan Vito menceritakan pada Papanya kalau dia tidak berani melihat istrinya kesakitan saat melahirkan secara normal. Gio berpikir apakah ini pertanda buruk. Kemudian pria paruh baya itu mengusap wajahnya kasar.
Kay perlahan mulai membuka matanya. dia melihat sekelilingnya seperti berada di sebuah kamar rumah sakit. Kemudian dia mereka ulang kejadian beberapa jam yang lalu.
“Mas!!! Jangan tinggalin aku!!” teriak Kay.
“Sayang, tenanglah! Suami kamu sedang ditangani dokter. Vito pasti baik-baik saja.” Ucap Delia yang tidak tega melihat ankanya bersedih terlebih keadaannya sedang hamil tua.
“Mom, aku mau lihat Mas Vito. antar Kay Mom!!” ucap Kay sambil berusaha turun dari brankar.
Radit baru saja masuk ruang rawat inap Kay, segera berhambur memeluk anaknya untuk menenangkan. Radit juga merasa sesak dadanya melihat anaknya yang begitu rapuh.
“Sayang, tenang ya. Vito masih menjalani operasi. Kita doakan saja semoga Vit baik-baik saja.” Ucap Radit.
“Kay mau lihat Mas Vito, Dad!!” ucap Kay.
__ADS_1
“Iya sayang nanti ya! Ingat kamu sedang hamil, jangan terus bersedih. Serahkan semuanya pada Tuhan. Anak kamu juga harus kuat, jadi kamu jangan terus bersedih.” Ucap Radit lagi.
Kay masih terus terisak. Tapi dia juga mengingat kalau saat ini dirinya sedang hamil tua dan sebentar lagi melahirkan.
Sementara itu beberapa dokter baru saja keluar dari ruang operasi. Gio segera beranjak dari duduknya untuk menanyakan keadaan anaknya.
“Dok bagaimana keadaan anak saya?” Tanya Gio.
“Pasien mengalami benturan yang cukup keras pada kepalanya. Masa kritisnya pun sudah dilampaui, hanya saja pasien belum sadarkan diri. Sebentar lagi pasien dipindahkan ke ruang ICU. Semoga saja segera sadarkan diri” Ucap dokter.
“Terima kasih Dok.” Balas Gio.
***
Sementara itu Bram kini sedang berada di kantor polisi. Pria itu akan memberikan kesaksian mengenai kecelakaan yang menimpa tuannya. Bram sudah mengantongi siapa pelaku penabrakan itu, yang tak lain adalah Melly. Orang masa lalu majikannya. Dan saat ini Melly pun sudah ditahan oleh pihak kepolisian.
Bram meminta agar pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya. Karena tindakan yang dilakukan Melly sudah terencana. Dia juga sudah memeberikan beberapa bukti dengan rekaman cctv jalan yang ada di sekita area ruamh sakit.
Saat ini Melly terlihat duduk meringkuk di balik jeruji besi. Dia tahu kalau dia salah menabrak. Niatnya menabrak Kay, justru Vito lah yang menjadi sasarannya. Dia sangat ketakutan. Takut kehilangan Vito.
Bram sempat menghampiri Melly sebentar sebelum dia meninggalkan kantor polisi. Dia ingin memberikan ancaman pada wanita itu sebelum dipindahkan ke rumah tahanan di daerah yang sangat terpencil.
“Aku pastikan kamu akan membusuk selamanya di dalam penjara. Tidak akan aku biarkan kamu melukai keluarga Tuan Vito. selamat menikmati penderitaan kamu!!” ucap Bram sambil tersenyum sinis.
.
.
.
*TBC
__ADS_1