Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
Eps 90 Cerai


__ADS_3

Radit terbangun dengan kepala yang sangat pusing setelah semalam pulang dengan keadaan mabuk berat.


Tiap malam dia memang begitu, namun semalam mabuknya sangat parah hingga Kevin yang dengan setia selalu mengantarkan pulang bosnya harus rela bajunya terkena muntahan Radit.


Radit terpaksa bangun dengan memijit kepalanya yang masih berdenyut sambil berbicara melalui sambungan telepon.


“…..”


“dimana?”


“…..”


“baiklah sebentar lagi aku kesana”


Radit segera mandi meskipun masih terasa pusing karena baru saja orang yang dia suruh mencari keberadaan istrinya mengajaknya untuk bertemu.


***


Radit masuk ke dalam sebuah café yang masih sepi pengunjung. Dia segera mencari keberadaan orang yang meneleponnya tadi.


“ada apa?” tanya Radit setelah duduk di hadapan pria yang sedang menghisap rokoknya.


“Rokok Dit!” bukannya menjawab pertanyaan Radit, si pria itu justru memawari Radit rokok.


“Gue ga ngrokok. Cepat Jo informasi apa yang akan loe sampaikan!”


Radit sudah tidak sabar menunggu informasi dari Jo, teman sekaligus orang yang dia suruh mencari keberadaan istrinya.


Radit sudah tidak meminta bantuan lagi pada Zakki karena setahun terakhir ini Zakki sedang berada di luar negeri untuk menemani istrinya menjalani pengobatan.


“ck… jangan bilang loe nggak minum juga”


“ayolah Jo ada apa loe nyuruh gue kesini” Radit sudah kesal dengan Jo yang berbelit-belit.


Kemudian Jo menghisap rokoknya dalam setelah itu mamatikannya.


“Beberapa bulan yang lalu gue udah nyelidiki orang yang kamu curigai pernah dekat istri loe. Memang ada seorang wanita yang sedang bersamanya tapi keadaannya sedang hamil besar”


“terus apa hubungannya dengan wanita yang hamil besar?”


“wanita itu wajahnya mirip dengan istri loe”


Brakkkk


Radit menggebrak meja dan menarik kerah kemeja Jo. Dia tidak terima dengan informasi yang baru saja dia terima.


“Apa loe pikir istri gue hamil dengan lelaki itu?”


“tenang dulu Dit!” Jo berusaha melepaskan tangan Radit dari lehernya.


“gue memang tidak tahu jelas wajahnya dari dekat saat itu. Dan minggu kemarin gue lihat wanita itu sudah menggendong bayinya. Coba sekarang kamu lihat ini”


Jo menyodorkan ponselnya untuk menunjukkan foto wanita yang sedang menggendong seorang bayi ditemani seorang anak laki-laki berusia sekitar 5 tahun.


“Tidak. Ini tidak mungkin”

__ADS_1


tubuh Radit gemetar melihat wajah istrinya pada ponsel Jo. Namun yang membuat dia tidak percaya adalah istrinya sedang menggendong seorang bayi.


“Tapi bukan berarti itu anak istri gue kan?” Radit berusaha menyangkalnya.


“Dari informasi yang gue dapat, pria yang bernama Gio itu sudah lama menduda setelah istrinya meninggal. Jadi kemungkinan dia menikah-“


“tidak!!!! Tidak mungkin. Antar gue menemui pria brengsek itu!”


“tapi dia tidak tinggal disini Dit. Dia tinggal di Thailand”


“gue ga peduli. Antar gue sekarang juga!”


Akhirnya pada hari itu juga Radit terbang ke Thailand ditemani oleh Jo. Radit yakin bahwa foto yang ditunjukkan oleh Jo adalah istrinya.


Dia sangat geram dengan istrinya. Bisa-bisanya pergi meninggalkan dirinya dengan pria lain. Radit tidak terima. Dia akan buat perhitungan dengan pria sialan yang bernama Gio karena tega membawa istrinya pergi.


Beberpa jam kemudian Radit dan Jo sudah berada di bandara internasional yang ada di Bangkok. Mereka berdua kemudian segera pergi ke rumah dimana Delia selama ini tinggal. Radit sudah tidak tahan untuk menghajar Gio.


Kini Radit dan Jo sudah berada di depan pintu gerbang sebuah rumah minimalis. Jo segera menekan bel. Dan sesaat kemudian pintu gerbang dibuka oleh seseorang.


Bugh…. Bugh…. Bugh….


“mas Gio!!!!!!”


“Papa!!!!!”


Teriak seoarng wanita di depan pintu rumah yang sedang mendorong bayinya menggunakan stoller bersama seorang anak lelaki kecil.


Mereka berdua terkejut ketika Gio membukakan pintu gerbang sesaat setelah bel berbunyi tiba-tiba seseorang menyerangnya dengan brutal.


Radit tidak menyangka akhirnya bisa mendengarkan suara itu lagi. Itu berarti Delianya sudah ditemukan. Namun kenyataan pahit harus dia terima. Istrinya memanggil nama pria lain. Bukan namanya.


“Delia” lirih Radit setelah menghentikan serangan brutalnya pada pria yang sudah tersungkur di bawahnya.


“Mas Gio!!” lagi-lagi Delia memanggil nama pria lain di depan Radit.


Delia berlari menghampiri Gio yang sudah tersungkur dengan wajah lebam dan sedikit darah yang mengalir dari bibirnya.


“Apa yang sudah kamu laku-“


Delia membelalakkan matanya tak percaya dengan pria yang telah menghajar Gio. Apakah ini mimpi atau kenyataan.


Apakah benar pria di hadapannya saat ini adalah Radit. Suami yang dengan tega menghianatinya.


“Ma…mas Radit”


“Papa…. Mommy papa terluka mommy” Vito menyusul Delia dan melihat papanya yang sedang terluka parah.


Deg…


Bagai disambar petir di siang bolong. Radit menganga tak percaya dengan ank kecil yang memanggil istrinya Mommy.


Apa yang terjadi dengan istrinya selama ini. Mungkinkah istrinya tega menghianatinya dengan menikah lagi dengan pria lain.


Delia sejenak tidak mempedulikan keberadaan Radit. Baginya saat ini dia harus menolong Gio terlebih dulu.

__ADS_1


“Vito sayang ayo bantu mommy membawa papa masuk ke dalam”


Sedangkan Jo yang sejak tadi melihat Radit hanya diam karena rasa keterkejutannya belum usai, kemudian dia segera membantu Delia membawa Gio masuk ke rumah.


Setelah semuanya masuk, Radit mengikuti masuk juga. Delia


segera mendorong stoller anaknya dan menelepon dokter pribadi Gio agar segera mengobati luka Gio.


Kini Radit dan Jo sedang menunggu di ruang tamu. Sementara Delia menemani Gio yang sedang diobati oleh seorang dokter yang tadi sudah dipanggilnya.


Delia menyuruh Vito untuk masuk ke kamarnya kemudian menidurkan putrinya di box bayi dalam kamar. Dokter yang memeriksa Gio sudah selesai dan membiarkan Gio agar beristirahat.


Delia mengantar Dokter pulang sampai depan pintu. Kemudian masuk lagi ke rumah. Di sofa ruang tamu sudah ada dua pria yang sedang duduk dengan raut wajah yang berbeda. Kemudian Delia juga ikut duduk.


“Katakan siapa bajingan itu?” Tanya Radit yang sudah tidak tahan menahan emosinya


“Dia bukan bajingan. Dia punya nama, namanya mas Gio” jawab Delia tak kalah sengit.


“Oh jadi selama ini bajingan itu yang telah memberimu kepuasan? Bahkan sampai jadi anak bayi itu?”


Plakkkkkkk


Delia menampar Radit dengan keras.


“jaga ucapan kamu. Tak sepantasnya kamu menyebut mas Gio bajingan. Dia pria baik yang sudah menolongku”


“menolong sekaligus memberimu kepuasan. Iya??” bentak Radit. Sedangkan Jo memijit kepalanya pusing dengan kelakuan temannya.


“apa bedanya dengan kamu yang menjalin hubungan dengan mantan kekasihmu di belakang istri kamu. Apa itu bukan bajingan??”


Radit segera mengangkat tangannya hendak menampar Delia namun segera dicegah oleh Jo. Sedetik kemudian,


Oeekk….oeekkk…..


Delia segera berlari masuk ke kamarnya karena anaknya tiba-tiba bangun dan menangis. Sedangkan Radit yang mendengar suara tangisan bayi itu merasa dadanya sesak. Dia tidak sanggup menghadapi kenyataan.


Setelah Delia menyusui bayinya, dia membawanya keluar untuk menemui Radit lagi. Dia harus menyelesaikan masalahnya dengan Radit.


“Aku minta kamu ceraikan aku sekarang juga!!!!”


.


.


.


*TBC


Tahan emosinya dulu ya readers. jangan sampai darah tinggi pas baca eps ini😂😂✌️..


yang satu labil, satunya lagi mudah tersulut emosi. enaknya diapain ya?🤔😉


btw ada eps yg ttg Viviane sdkit ada revisi. dan itu berhubungan sm novel selanjutnya nnti. barang kali ada yg mau baca ulang.😊😊


Happy Reading🤗🤗

__ADS_1


_author newbie_💕💕😘


__ADS_2