
Sekarang usia Nathan sudah empat bulan. KeBiasaannya yang dulu sering terbangu saat malam jika kehausan, kini sudah berkurang. Mungkin hanya sesekali saja dia terbangun. Dan itu pun ketika menjelang subuh. Atau terkadang kalau diapersnya penuh dan merasa tidak nyaman pasti dia akan terbangun. Dan selama itu pula hubungan Radit dan istrinya sudah kembali membaik. Kebahagiaan mereka berdua sudah lengkap dengan memiliki dua orang anak yang cantik dan tampan. Bagi Radit kebahagiaan yang tengah ia rasakan sudah lebih dari cukup. Dalam hati kecilnya, Radit sudah tidak ingin memiliki anak lagi. Memiliki Kay dan Nathan sudah cukup baginya. Karena Radit sedikit trauma jika istrinya nanti hamil lagi akan terjadi sesuatu yang buruk lagi.
Engghhhh
Delia menggeliat sambil mengerjapkan matanya saat samar-samar dia mendengarkan tangis seorang bayi. Dia merasakan tangan kekar suaminya berada tepat di atas dadanya. Bahkan mereka sama-sama tidak memakai baju setelah kegiatan panas yang mereka lakukan tadi malam.
“mas bangun!”
“hhmmm nanti ya sayang”
“mas nggak dengar itu Nathan nangis. Pasti diapersnya penuh”
Seketika itu Radit membuka matanya. Namun dia tidak segera bangun, dia melihat tangannya yang sedang bertengger tepat diatas buah favorit penghilang dahaganya semalam kemudian dengan usil dia meremas buah itu.
“engghhh… mas ih tangannya”
Mendengar ******* istrinya senjatanya tiba-tiba berdiri dengan kokoh. Apalagi saat pagi begini, rasanya mudah sekali membuatnya terbangun.
“mas cepetan bangun dan gantiin diapersnya Nathan, akum au ke kamar mandi dulu”
Mau tak mau Radit harus menidurkan senjatanya lagi, karena tangisan Nathan yang semakin kencang. Dia segera meraih boxernya dan memakainya. Dengan telaten Radit melepas diapers Nathan, mengelap pantatnya dengan tisu basah, kemudian memakaikan diapers yang baru.
Kini Delia sudah selesai membersihkan tubuhnya dan hanya memakai bathrope. Kemudian dia mengambil Nathan dari gendongan suaminya untuk ia beri asi. Radit duduk disamping istrinya yang sedang menyusui Nathan. Dia menelan salivanya kasar, padahal semalam dia sudah meminumnya namun saat melihat Nathan yang sedang minum asi dengan rakus rasanya Radit tidak rela berbagi dengan anaknya. Dia takut kehabisan stok.
“hei anak daddy pelan-pelan dong minumnya. Jangan banyak-banyak juga, sisain buat daddy” goda Radit
“mas apa-apa’an sih kamu. Sama anak sendiri kayak gitu. Sudah tidur lagi sana, ini masih jam 5 pagi juga” usir Delia karena merasa konyol dengan tingkah laku suaminya.
Radit segera berdiri dari duduknya. Bukannya dia menuruti istrinya untuk tidur lagi, namun dia memilih pergi ke kamar mandi. setelah selesai minum asi, Nathan tidur lagi, Delia kembali meletakkan Nathan di boxnya.
“sayang….” Panggil Radit pelan sambil memeluk tubuh istrinya dari belakang.
Delia berdiri tegak namun dia merasa ada sesuatu yang bergejolak yang sedang menempel tepat di pantatnya.
“nambah lagi ya?” pinta Radit dengan tatapan mata sayunya
Delia hanya mengangguk menuruti kemauan suaminya.
__ADS_1
Jujur saja dia juga sangat menikmati setiap sentuhan yang diberikan suaminya. Keduanya sama-sama merasakan bahwa dari tubuh mereka masing-masing seperti candu yang tidak bisa dihindari. Akhirnya pagi itu setelah Nathan tidur lagi, pasangan Delia dan Radit kembali melakukan penyatuannya.
Tidak lama penyatuan tambahan yang mereka lakukan pagi itu. Mungkin sekitar 30 menit. Karena Radit pagi ini ada meeting, jadi dia tidak boleh terlambat untuk datang ke kantor.
Seperti biasa, kini Delia, Radit, dan juga Kay sedang sarapan bersama di meja makan. Sedangkan baby Nathan sedang dimandikan oleh bi Santi. Delia selalu meluangkan waktunya untuk bisa makan bersama dengan suami dan anaknya. Jadi bila dia belum sempat memandikan Nathan, dia akan meminta bi Santi untuk memandikannya.
“sayang, nanti aku pulangnya agak telat. Karena masih ada meeting penting lagi sore nanti” ucap Radit di sela-sela kegiatan sarapan mereka
“iya mas” jawab Delia sambil tersenyum
Kini Delia sudah tidak merasa khawatir lagi dengan suaminya jika pulang malam. Delia sudah memberi kepercayaan penuh suaminya.
Seusai sarapan, Delia mengantar suami dan anaknya keluar. Radit akan mengantar Kay ke sekolah dulu sebelum ke kantor.
**
Hari ini Radit benar-benar sibuk dengan urusan kantor. bahkan hari ini ada tiga meeting yang harus dia hadiri. Dan semenjak menjalin kerjasama dengan perusahaan Vera dulu, sekarang Radit menolak untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan jika dipimpin oleh seorang wanita single. Dia tidak ingin lagi mengalami kejadian seperti dengan Vera dulu.
Delia sedang makan malam bersama Kay saat ini. Tadi Kay menanyakan kepulangan daddynya. Setelah Delia mengatakan bahwa daddynya pulang terlambat akhirnya Kay mengerti dan kini dia makan malam hanya ditemani oleh mommynya.
“iya besok kita main ke rumah kak Vito ya. Sekarang Kay makan dulu setelah itu gosok gigi terus tidur”
“benalkah mommy besok kita main ke rumah kak Pito?”
“iya sayang”
Setelah selesai makan malam, Delia mengantar Kay untuk gosok gigi kemudian menemaninya sambil membacakan dongeng. Beberapa saat kemudian Kay sudah tertidur pulas. Kemudian Delia melangkah masuk kamarnya melihat Nathan yang masih tidur.
Delia melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 11 malam tapi suaminya tak kunjung pulang. Bi marni dan bi Santi tadi juga sempat menemani Delia menunggu suaminya pulang. Kemudian Delia menyuruh kedua wanita itu untuk istirahat terlebih dahulu.
“tumben Mas Radit belum pulang sampai jam 11 malam gini” gumam Delia pelan sambil duduk di ruang tengah.
Delia mengambil ponselnya. Dia ingin menelepon suaminya. Padahal sejak tadi dirinya ingin sekali menghubungi suaminya namun dia tahan. Dia tidak ingin mengganggu suaminya, dan juga dia tidak ingin menjadi istri yang over protektif.
Namun saat baru pertama kali memanggil, ternyata ponsel suaminya sedang tidak aktif. Delia tidak ingin berpikiran macam-macam. Mungkin saja ponsel suaminya kehabisan daya dan lupa untuk mengisinya.
“sayang?” panggil Radit pelan saat baru saja melangkahkan kakinya menuju ruang tengah.
__ADS_1
“mas? Apa kamu baik-baik saja?” Tanya Delia dengan nada khawatir
“aku baik-baik saja. Kamu belum tidur?”
“belum mas. Aku nunggu kamu dari tadi. Dan ponsel kamu juga tidak aktif”
“astaga… maafkan aku sayang ponselku kehabisan daya. Maaf sudah menunggu lama. Aku tadi baru saja pulang dari rumah mama”
“rumah mama? Memangnya ada apa mas kesana?”
“sini lebih baik kita duduk dulu”
Akhirnya Radit mengajak istrinya duduk di sofa ruang tengah. Radit yang masih menggunakan pakaian kerjanya. Dia tidak ingin mengganti pakaiannya dulu sebelum berbicara pada istrinya.
“ada apa mas sebenarnya?” Tanya Delia cemas
“sayang, persiapakn diri kamu dan juga anak-anak karena lusa kita akan pindah. Dan tidak lagi tinggal disini”
“pindah? Apa maksudnya mas? Pindah kemana? Disini kan rumah kita?”
“iya lusa kita sudah tidak tinggal lagi disini. Kita akan pindah ke kota B. Kota kelahiran kita berdua.”
“apa??”
.
.
.
*TBC
Sorry cuma dpt 1 eps. maafin yahhh🙏🙏😘
Happy Reading🤗🤗
Yg nyinyir silakan minggir😂😂
__ADS_1