Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
Eps 80 Tidak Mungkin


__ADS_3

#Radit POV


#flashback on


Aku kini sedang dalam perjalanan keluar kota untuk meninjau proyeknya. Setelah memastikan istriku sudah tiba di kampung halaman, aku sudah sedikit lega. Padahal sebelumnya aku berusaha menghubungi istriku namun panggilannya berada di panggilan lain, seketika aku emosi. Khawatir istriku berbuat macam-macam. Namun akhirnya setelah mendengar penjelasan Delia, aku sudah lega. Karena memang jika sama-sama saling menelepon jadi panggilannya sibuk.


Setelah perjalanan kurang lebih 2 jam akhirnya aku sampai di lokasi proyek yang akan aku tinjau. Aku hanya ditemani oleh Kevin. Sebelumnya Kevin sudah menyampaikan laporannya padaku. Dia mengatakan bahwa ada sedikit masalah, jadi aku harus melihat langsung bagaimana proyek itu berjalan. Dan benar saja, sepertinya ada seseorang yang ingin berbuat curang dengan cara korupsi dana pembangunan sehingga proyeknya terbengkalai.


Aku berusaha mengumpulkan semua pekerja termasuk beberapa orang yang bertanggung jawab dalam proyek ini.


Namun tiba-tiba ponselku berdering. Aku melihat id pemanggil itu ternyata dari Zakki. Kemudian aku mengangkatnya.


Setelah pembicaraanku yang cukup serius dengan Zakki, aku harus membatalkan pertemuanku dengan beberapa pekerja proyek. Aku harus pergi sekarang juga, karena masalah ini juga sangat penting. Nanti kalau selesai dengan urusan ini, aku akan kembali lagi kesini.


Akhirnya aku kembali ke kota J lagi dengan Kevin. Aku meminta Kevin sedikit lebih cepat untuk mengendarai mobil. Tujuanku saat ini adalah ke Club XX. Karena Zakki tadi mengatakan bahwa orang suruhannya ingin berbicara langsung denganku mengenai kasus penculikan istriku. Zakki berpesan agar aku menuruti saja kemauan orang suruhannya, agar semua masalahnya segera selesai.


Dan kini hari sudah malam, aku sudah sampai di Club XX sesuai perintah Zakki. Aku segera masuk ke dalam untuk mencari keberadaan orang itu. Suara dentuman music yang keras sangat memekakkan telinga dan bau minuman keras yang sangat menyeruak.


Namun tiba-tiba ponselku bergetar, aku melihat ternyata istriku yang menelepon. Aku mengangkatnya, suara Delia tidak begitu jelas aku dengar karena suara music club yang sangat keras. Aku mengatakan pada Delia besok aku akan menghubunginya lagi, tapi entahlah sepertinya Delia juga tidak bisa mendengar suaraku dengan jelas. Lalu aku menutupnya.


Aku segera mencari keberadaan orang suruhan Zakki. Dan aku menemukannya. Orangnya terlihat sangat sangar dengan badan yang kekar, lengan penuh tato. Aku mengenalkan diri bahwa aku adalah teman Zakki. Setelah itu dia mengangguk mengerti. Orang itu hanya diam sambil meneguk minuman yang ada di depannya.


“aku kasih sebuah petunjuk tentang kasus kamu”


“baiklah, cepat katakan” aku tidak mau berlama-lama lagi berada dalam club ini.


“sabar. Kasih dulu uangnya”


“baiklah berapa yang kamu minta?”


Aku sedikit terbelalak dengan nominal yang disebutkan oleh orang itu. Yang benar saja, untuk sebuah petunjuk dia meminta uang dengan jumlah yang sangat banyak.


Sebenarnya aku tidak mementingkan berapapun uang yang aku keluarkan, namun aku sedikit khawatir kalau orang itu menipuku. Melihat aku diam saja, orang itu sepertinya sedikit emosi.


“aku pergi sekarang. Kalau kamu tidak punya uang”


“tunggu! Berapapun yang kamu minta aku kasih. Asal kamu tidak menipuku”

__ADS_1


“kau bisa laporkan aku pada bos Zakki jika aku terbukti menipumu”


“baiklah” akhirnya aku percaya dan menyuruh Kevin untuk segera mentransfer uangnya.


Setelah transaksi selesai, orang itu memberikan amplop padaku. Aku bingung dan membukanya. Amplop itu berisi satu lembar foto. Aku tidak bisa begitu jelas dengan wajah orang dalam foto itu.


Dalam foto itu ada seorang wanita berambut pirang dan beberapa orang laki-laki yang berada di sekitarnya sedang minum. Foto itu berada di sebuah club karena terlihat sangat ramai dan cahayanya tidak begitu terang.


“foto itu berhubungan dengan orang yang telah menculik istrimu”


Aku menelisik lebih dalam lagi siapa orang dalam foto itu.


Deg..


Tidak mungkin dia orangnya. Aku berhasil mengenali wajah wanita itu yaitu Viviane. Aku tidak bisa mempercayai begitu saja. Apa mungkin Viviane tega berbuat keji pada sahabatnya sendiri.


“aku mau kamu menyelidiki orang ini lebih dalam” pintaku pada orang itu.


“Ok, tapi-“


“kamu tenang saja masalah uang. Yang penting aku ingin segera kamu mendapatkan informasi yang lebih jelas”


Akhirnya aku mengangguk menyetujui. Setelah itu aku segera keluar dari club. Untuk kembali lagi meninjau proyek yang tadi sempat terhambat. Memang waktu sudah sangat malam. Aku memutuskan untuk pergi saja dan mencari hotel terdekat dengan lokasi proyek.


Keesokan harinya aku segera menuju proyek. Aku sudah mengumpulkan para pekerja termasuk beberapa orang yang bertanggung jawab dalam pembangunan.


Pertemuanku memakan waktu yang sedikit lama karena kasusnya sangat rumit. Aku harus menyelesaikannya hari ini juga. dan aku harus menemukan siapa orang yang telah bermain curang.


Setelah beberapa saat akhirnya aku menemukan siapa orang itu. Aku tidak segan-segan memberi pelajaran padanya. Dengan bantuan Kevin, aku menyerahkan urusan ini padanya. Aku meminta pihak kepolisian yang bertindak dalam kasus ini.


Setelah semuanya selesai, aku baru teringat dengan istriku. Astaga, karena sibuknya aku tidak sempat memberi kabar padanya. Aku segera meneleponnya namun beberapa kali panggilanku tidak terjawab. Kemana dia. Tapi aku nggak mau berpikiran buruk lagi. Aku akan menunggunya, mungkin masih sibuk.


Tidak lama kemudian Delia menghubungiku. Dan benar saja dia tadi sibuk berjemur dengan keponakannya. Sepertinya istriku senang sekali saat menceritakan keponakannya. Dalam hati aku juga ingin segera memiliki momongan, namun aku ingin menyelesaikan masalah ini terbelih dulu demi keselamatan istriku juga.


Setelah mendengar tawa istriku, kini perlahan tawanya surut setelah aku mengatakan bahwa tidak bisa menjemputnya. Aku tahu dia pasti kecewa. Aku akan meminta maaf nanti saat kita sudah bertemu. Akhirnya aku hanya bisa berjanji untuk menjemputnya kalau sudah tiba di bandara.


Delia mengatakan bahwa dia berangkat sore. Jadi aku harus kembali ke kota J secepatnya agar bisa menjemputnya tepat waktu.

__ADS_1


Kini aku sudah berada di kota J. aku ke kantor dulu karena mobil Kevin juga ada disana. Aku melihat jam tangan yang melingkar di tangan. Harusnya Delia sudah sampai tapi kenapa dia belum juga menghubunginya. Aku mencari ponselku dan segera meneleponnya. Namun, dia sudah terlebih dulu meneleponku.


Aku terkejut saat Delia menceritakan bahwa dirinya hampir saja mengalami tindak kejahatan. Aku segera pergi ke bandara. Aku sangat takut. Apakah orang itu sama dengan orang yang menculik istriku.


Aku sudah sampai di bandara dan menemukan iastriku. Syukurlah istriku baik-baik saja. Namun dia mengatakan bahwa tadi ada yang menolongnya. Dan aku tidak menyangka bahwa ynag menolong adalah Om Wijaya papanya Surya. Aku tersenyum kaku padanya dan menucapkan terima kasih sudah menolong Delia.


Setelah itu aku mengajak Delia pulang. Kini aku sudah berada di dalam mobil. Aku melihat istriku yang sedang duduk disampingku seketika beban dalam pikiran ini sedikit menghilang.


“sayang aku kangen banget sama kamu”


“aku juga mas” jawab delia datar.


“kamu kenapa? Maafkan aku karena memang pekerjaaanku tidak bisa ditinggalkan”


Aku tahu bahwa Delia saat ini kecewa denganku. Namun aku tidak mungkin menceritakan masalah ini padanya. Aku tidak mau menambah beban pikirannya.


Akhirnya kami sampai di apartemen. Aku segera masuk kamar mandi dan menyiapkan air hangat ke dalam bath tube. Aku ingin mengajak istriku mandi. selain aku sangat merindukannya, aku juga ingin melepaskan sejenak beban dalam pikiranku.


“sayang ayo kita mandi dulu, airnya sudah aku siapkan”


Delia hanya mengangguk patuh dan segera mengikutiku masuk ke kamar mandi.


#flashback off


#Radit POV end


.


.


.


.


*TBC


*Note: dalam cerita ini tidak terlalu fokus dg kedudukan tokoh sebagai CEO seperti pd umumnya yg bergelimang harta dan memiliki jet pribadi atau apalah😂😂. author menghalunya memang sengaja begitu. OK!!

__ADS_1


*jangan lupa like, gift, rate bintang 5, kalau votenya masih utuh kasihlah kesini😂😂✌️


*_author newbie_💕💕


__ADS_2