Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S2 Eps 169


__ADS_3

Weekend besok Kay akan pergi ke kota B. karena dia sangat merindukan keluarganya disana. Sekalian dia juga akan melakukan kunjungan ke butiknya dan membicarakan tentang pembukaan butik barunya pada Desi.


“Sayang, aku besok harus keluar kota untuk meninjau proyek pembangunan anak cabang. Bagaimana kalau pulangnya ditunda saja?” Tanya Vito pada istrinya setelah makan malam.


“Tapi Mas, aku sudah terlanjur janji dengan Desi untuk membahas pembukaan butik baru disini. Lagian kan masih ada Bram yang bisa mengantar Mas?” jawab Kay.


Vito masih terdiam memikirkan kepulangan istrinya yang tidak bisa ditunda lagi. Sementara dirinya juga harus meninjau pembangunan proyek di luar kota dan tidak bisa dibatalkan juga. jika harus berangkat dengan Bram sebenarnya tidak masalah karena Bram sangat bisa dipercaya. Namun entahlah seperti ada sesuatu yang mengganjal hati Vito tapi sangat sulit untuk dia ungkapkan.


“Bagaimana Mas?” Tanya Kay karena suaminya hanya diam saja.


“Baiklah biar Bram yang mengantar. Tapi jangan lupa untuk selalu mengabarkan sesuatu padaku. dan satu lagi, jangan terlalu akrab dengan Bram.” Jawab Vito akhirnya.


Kay hanya memutar bola matanya malas saat mendengar perkataan suaminya yang terakhir. Bagaimana dirinya bisa akrab dengan Bram, wajahnya saja kaku dan tidak bisa tersenyum. Dan sangat irit bicara.


“Mas nggak perlu khawatir untuk itu. Meskipun Bram sangat tampan tapi dia bukan seleraku.” Ucap Kay sambil mengerlingkan matanya.


“Apa kamu bilang? Kamu memuji pria lain sangat tampan? Aku nggak terima.” Ucap Vito sambil menggelitiki perut istrinya.


“Ampun Mas!! Iya-iya maaf, suamiku lah yang sangat tampan di dunia.” Ucap Kay akhirnya.


Setelah itu Vito meminta istrinya agar tidur lebih dulu karena dirinya masih ada urusan dengan Bram dan akan menyampaikan perihal kepulangan istrinya besok ke kota B.


***


“Bram, besok aku ada pekerjaan keluar kota dan istriku harus pulang ke kota B. besok kamu yang antar istriku.” Ucap Vito yang saat ini sudah berada di ruang kerjanya.


“Baik Tuan.” Jawab Bram.


“Aku minta kamu jaga ketat istriku saat disana. Karena kita tidak tahu dengan rencana yang akan dilakukan oleh Evan dengan anak buahnya.” Ucap Vito lagi dan Bram hanya mangangguk patuh.


Vito sudah mendengar kabar tentang perusahaan Evan yang hampir gulung tikar karena beberapa investor yang menanaamkan saham di perusahaannya perlahan mundur.


Entah karena apa, Vito belum tahu pasti penyebabnya. Yang dia tahu kejadian itu terjadi setelah dirinya memutuskan hubungan kerjasamanya dengan perusahaan Evan secara sepihak.


Vito memang mengakui kalau selama ini perusahaannya berkembang pesat. Apakah dulu Evan meminta kerjasama dengannya hanya karena ingin menumpang tenar saja hingga bisa menraik beberapa investor untuk menanamkan saham di perusahaan Evan. Vito hanya menebak-nebak saja.


Dan saat tahu kabar perusahaan Evan yang hampir gulung tikar, Vito menunggu kedatangan Evan ke kantornya. Kalau dia mau mengakui kesalahannya dan mau meminta maaf atas perbuatannya, mungkin Vito akan memberi kesempatan kedua pada Evan untuk bekerjasama kembali. Tapi sampai saat ini Evan tidak kunjung datang. Dan semakin membuat Vito waspada dengan rencana yang telah disusun oleh Evan.

__ADS_1


Bram mendengar semua penuturan Vito dengan seksama. Dia juga berjanji akan selalu siaga dengan apapun yang akan terjadi. Karena bagi Bram, keselamatan majikannya adalah tanggung jawabnya.


“Ya sudah kamu boleh istirahat. Karena besok pagi harus berangkat ke kota B.” ucap Vito kemudian.


“Baik Tuan. Kalau begitu saya permisi.” Pamit Bram.


Selepas Bram keluar dari ruangannya, Vito juga keluar dan segera masuk ke dalam kamarnya. Dia sudah tidak tahan untuk memeluk istrinya.


Cklek


Vito membuka pintu kamarnya dengan hati-hati karena takut akan mengganggu istrinya yang sedang tidur. Tapi Vito melihat istrinya istrinya belum tidur.


“Sayang, kenapa belum tidur? Apa kamu menungguku?” Tanya Vito yang kini sudah naik ke atas ranjang.


“Aku nggak bisa tidur Mas, perutku rasanya begah.” Ucap Kay.


Vito tampak khawatir saat melihat istrinya mengusap perutnya.


“Kenapa Sayang? Apa perlu ke rumah sakit?” Tanya Vito.


“Tapi Sayang aku takut terjadi apa-apa dengan anak kita.” Ucap Vito cemas.


“Nggak apa-apa Mas. Ehm, aku hanya minta Mas mengusapnya saja. Pasti nanti akan sembuh.” Ucap Kay.


Vito tidak percaya dengan apa yang baru saja diucapkan oleh istrinya baru saja. Apakah bisa sakit perut bisa sembuh hanya dengan diusap pakai tangan. Tapi Vito juga segera melakukan permintaan sang istri untuk mengusap perut buncit yang di dalamnya ada calon buah hatinya itu.


Vito menusap perut Kay dengan lembut dan penuh kasih kash sayang dengan posisi dirinya tidur miring di belakang Kay. Vito terkejut saat tiba-tiba merasakan ada sesuatu yang bergerak dari dalam perut istrinya.


“Sayang, kenapa bisa bergerak begini?” Tanya Vito menghentikan gerakan tangannya.


“Mungkin dia tahu kalau Papanya yang sedang menyentuhnya Mas.” Jawab Kay.


Kedua sudut mata Vito berair. Dia sangat bahagia bisa melihat dan merasakan pergerakan anaknya di dalam perut istrinya. Di usia kehamilan Kay yang 5 bulan ini memang Vito akui kalau dirinya jarang sekali mengusap perut istrinya. Pernah pun hanya sekilas jadi tidak sampai merasakan gerakan si calon buah hatinya. Dia hanya mencium perut bincit istrinya saat akan berangkat dan pulang bekerja. Selebihnya yang paling sering dia lakukan adalah rutin mengunjunginya. Dasar Papa mesum ckckck…


😂😂


Vito kembali melanjutkan mengusap perut istrinya dengan lembut. Dia benar-benar takjub dengan pergerakan anaknya. Vito semakin tidak sabar menunggu sang calon buah hati lahir ke dunia. Tapi dia harus bersabar, setidaknya harus menunggu kurang lebih 4 bulan lagi.

__ADS_1


“Sayang, nanti kamu lahirannya normal atau operasi?” Tanya Vito.


“Sebagai seorang wanita, aku sangat ingin melahirkan secara normal Mas.” Jawab Kay.


“Tapi aku takut nanti kamu kesakitan Sayang. Yang pernah aku dengar kalau wanita melahirkan secara normal itu rasanya sangat sakit sekali. Aku tidak tega melihat kamu kesakitan. Operasi saja ya.” Ucap Vito.


“Kalau gitu Mas nggak usah nungguin. Aku tetap ingin melahirkan secara normal terlebih dulu." ucap Kay.


“Ya sudah terserah kamu saja.” Jawab Vito akhirnya.


Beberapa saat Vito mengusap perut Kay yang tadi tiba-tiba saja merasa begah, kini rasa itu perlahan hilang. Mungkin memang si buah hatinya ingin sekali mendapat sentuhan dari Papanya. Dan perlahan Kay pun menutup matanya karena dia sudah sangat mengantuk. Kemudian disusul dengan Vito.


Keesokan paginya Kay sudah bersiap untuk terbang ke kota B. Kay dan Bram berangkat ke bandara dengan mobil yang ditumpangi oleh Vito dan Arsa. Karena setelah dari bandara, Vito dan Arsa juga segera melakukan perjalanannya ke luar kota yang dia tempuh menggunakan mobil.


“Sayang, hati-hati ya. Segera kabari aku jika nanti sudah sampai.” Ucap Vito.


“Iya, Mas jangan khawatir.” Jawab Kay.


“Bram tolong jaga istriku dengan baik!” ucap Vito.


“Baik Tuan.” Jawab Bram.


Setelah memastikan istrinya dan Bram masuk ke dalam pesawat, Vito dan Arsa segera pergi meninggalkan bandara dan melakukan perjalanannya keluar kota.


Tanpa Vito sadari setelah istrinya masuk ke dalam pesawat, ada dua orang pria berkaca mata hitam, memakai topi dan jaket juga masuk ke dalam peswat yang Kay dan Bram tumpangi.


.


.


.


*TBC


Happy reading🤗🤗😘😘 jangan lupa tinggalkan jejaknya. ok👌👌


untuk visualnya si babang Bram muka kaku irit bicara sdh ada di insta story visual MKS ya... yg penasaran yuk kepoin ig nya author @dee_k9191

__ADS_1


__ADS_2